selasar-loader

Kenapa CEO sekelas Emirsyah Satar yang bergaji besar masih tergoda melakukan korupsi?

Last Updated Jan 22, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Pramudya Oktavinanda
An Indonesian Capitalist Lawyer, I know a thing or two about business

akpD5wVQpjrS3wR_dseO2fOO-pPQlVLt.jpg

Pertama-tama perlu diklarifikasikan bahwa dalam menjawab pertanyaan ini, saya berasumsi bahwa Emirsyah Satar memang melakukan korupsi dengan jalan menerima suap, mengingat faktanya belum pasti dan statusnya masih tersangka (bukan terpidana berdasarkan suatu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap). Dengan demikian, jawaban saya ini lebih tepat disebut sebagai suatu pengandaian terkait hal-hal apa saja yang dapat memberikan insentif kepada orang kaya dengan penghasilan tinggi untuk melakukan korupsi.

Korupsi pada dasarnya adalah kejahatan finansial. Dengan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, si pelaku (yang umumnya adalah pejabat negara) berharap untuk menerima imbalan finansial tertentu. Kejahatan finansial ada banyak macamnya, termasuk misalnya perdagangan orang dalam (insider trading) di dunia pasar modal.

Pada saat saya menghadiri salah satu kelas di University of Chicago Law School terkait hukum bisnis, profesor saya mengingatkan para murid-muridnya tentang insider trading. Pesan dia sederhana: "beware of insider trading, avoid it, you will be tempted, but then again, remember this class, you should avoid it." 

Sebagai sekolah hukum yang mengusung pendekatan Law & Economics, U Chicago tahu betul bahwa insentif ekonomi, termasuk insentif finansial, berpotensi menggerakan orang untuk melakukan kejahatan tertentu. Penghasilan konsultan hukum dan investment bankers, khususnya di Amerika Serikat, sangat tinggi, di kisaran US$160,000 per tahun sebagai gaji pemula dan angkanya bisa menembus jutaan dollar dengan semakin tinggi pengalaman.

Namun profesor saya tetap mengingatkan kembali soal insider trading walaupun tahu bahwa kebanyakan muridnya akan berpenghasilan tinggi. Mengapa? Karena jumlah yang didapat dari kejahatan ini fantastis. Sekalipun risikonya sangat tinggi, terdapat kemungkinan untuk mendapatkan imbalan yang juga luar biasa sehingga tetap saja akan ada orang yang tergoda untuk melakukan tindak pidana tersebut. Hal ini kiranya mirip dengan tindak pidana korupsi.  

Selain itu, isunya bukan saja soal uang, tapi juga kesempatan untuk melakukan tindak pidana. Ketika orang sedang menjabat dan memegang kekuasaan, potensi dia untuk merasa berada di atas hukum dan tak tersentuh juga besar. Bisa jadi yang bersangkutan merasa apa yang dia lakukan bukan masalah dan tak akan ketahuan. Ini bisa menjelaskan mengapa orang yang luar biasa kaya bisa kemudian melakukan korupsi atas uang yang nilainya mungkin hanya setara dengan uang jajan dia.

Apa sih artinya sejuta-dua juta dollar untuk orang sekelas Emirsyah? Tetapi pola pikir mereka yang luar biasa kaya dan berkuasa kemungkinan akan berbeda dengan mereka yang tidak punya uang. Sedikit intermezzo. Beberapa penelitian hukum yang bersifat empiris juga mencoba mengukur perbedaan persepsi waktu pidana bagi mereka yang kaya dan mereka yang miskin.

Valuasi waktu bagi orang kaya akan berbeda drastis dengan orang miskin sedemikian rupa sehingga penjara dalam waktu yang lebih sedikit sudah cukup memberikan hukuman kepada mereka dibandingkan untuk orang yang lebih miskin. Ini contoh saja, implikasi bentuk hukumannya perlu didiskusikan secara terpisah.  

Tentunya kita juga jangan terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa peningkatan kesejahteraan pejabat dan pegawai negeri tidak membantu dalam mengurangi tindak pidana korupsi. Jangan terjebak availability heuristics. Peningkatan kesejahteraan hanyalah satu dimensi dari upaya pemberantasan korupsi.

Ada banyak pendekatan lain yang bisa digunakan, termasuk pendekatan moral dan penegakan hukum. Tapi untuk memastikan bagaimana variasi kebijakan ini bisa dikombinasikan dan didayagunakan, kita butuh lebih banyak tes dan penelitian. Dan inilah yang seharusnya menjadi fokus kita mengingat debat hukum pidana kita masih lebih banyak berkutat pada sekedar memperberat sanksi pidana dalam bentuk penjara atau hukuman mati tanpa melihat apakah kebijakan demikian efektif dan efisien untuk digunakan.  

Answered Jan 24, 2017

Question Overview


2 Followers
1000 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Kasus-kasus apa saja yang berpotensi menjerat klan SBY?

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Antasari Azhar?

Apa Anda pernah menyaksikan secara langsung transaksi yang menurut Anda adalah korupsi?

Kapan dan jika bagaimana korupsi di Indonesia akan berakhir?

Apa saja foto yang menggambarkan betapa korupnya sebuah pemerintahan?

Mengapa banyak koruptor kelas kakap mendapatkan remisi hukuman?

Budaya apa yang sekarang sudah hilang?

Apa cara yang paling efektif dan feasible untuk memberantas korupsi di Indonesia?

Benarkah sanksi terhadap koruptor di Indonesia masih lemah?

Perlukah koruptor yang terbukti menggasak uang rakyat dihukum mati?

Apakah pemimpin itu dibentuk atau dilahirkan?

Seberapa besar pengaruh olahraga terhadap kemampuan memimpin seseorang?

Apa saja cara seorang pemimpin memotivasi tim yang sedang demotivasi karena performa organisasi yang buruk?

Apa saja karakteristik dari pemimpin/CEO yang buruk?

Apa kesalahan terbesar yang pernah dilakukan oleh seorang pemimpin negara?

Siapa CEO terbaik Indonesia saat ini?

Bagaimana kinerja KPK di bawah Abraham Samad dan apa prestasi yang menonjol di bawah kepemimpinannya?

Bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik?