selasar-loader

Bagaimana saya bisa terus belajar dan menjadi kompetitif tanpa melalui jalur sekolah formal?

Last Updated Jan 20, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Rosiana
Setiap diri memiliki cara yang berbeda untuk berkembang

Hasil gambar untuk kompetitif

Jujur, sebetulnya ini juga merupakan pertanyaan yang terus-menerus menghantui alam pikiran saya. Tak mau merasa terus terganggu dengan pertanyaan itu, saya pun mencoba untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan mempertanyakan, “Memang apa arti kompetisi itu sendiri?”

Bagi saya, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan mendasar agar nantinya saya tidak salah memahami arti kompetisi. Karena jika saya belum memahami dengan betul apa itu arti kompetisi, nantinya saya pun akan keliru memahami arti kompetitif. Dan jika hal ini terjadi, maka saya pun akan keliru untuk menetapkan apa standar seseorang dikatakan sudah memiliki moral kompetitif itu sendiri.

Kalau menengok KBBI, arti kompetisi menurut KBBI adalah ‘persaingan, pertandingan’. Jika kompetisi adalah sebuah persaingan, maka dalam persaingan tentu kita harus melakukan sebuah upaya agar bisa bersaing dan menjadi juara dalam sebuah persaingan. Contohya, seorang perenang yang ingin menjuarai lomba renang di tingkat nasional. Apakah hanya dengan santai-santai dia akan memenangkan lomba renang tersebut? Tentu tidak, sang perenang tersebut harus terus berlatih dan berlatih agar siap di medan persaingan. Urusan juara atau tidak, itu persoalan terakhir dalam sebuah persaingan. Yang terpenting adalah bagaimana sang perenang mengerahkan seluruh kemampuan, waktu, tenaga untuk meningkatkan skill renangnya. Sehingga, jika yang dimaksud kompetisi seperti itu, maka kompetitif–yang merupakan kata sifat dari kompetisi–bisa didefinisikan sifat bersaing. Dengan kata lain, ketika seseorang memiliki moral kompetitif berarti orang itu memiliki moral bersaing.

Lalu, apa saja syarat yang harus kita penuhi untuk bisa menjadi seorang yang kompetitif? Dari contoh kisah perenang tersebut, saya melihat ada beberapa syarat yang harus kita penuhi agar bisa menjadi seseorang yang memiliki label “kompetitif”. Agar kita layak dikatakan sebagai seseorang yang “kompetitif”, maka 3 syarat di bawah ini wajib untuk kita miliki.

1.   Bertahan terhadap Apa yang Sedang Kita Geluti

Maksudnya begini, semisal jika posisi kita saat ini adalah seorang mahasiswa, yang memiliki kewajiban untuk belajar, mengasah skill agar siap untuk menjadi seorang tenaga ahli, maka kita harus mampu bertahan dalam belajar dan mengasah skill sampai kita lulus. Pantang menyerah sampai lulus dan layak menjadi seorang tenaga ahli.

Begitupun ketika posisi kita semisal adalah seorang pengusaha, yang memiliki tugas untuk memasarkan sebuah produk hingga produk tersebut terjual, maka sebagai pengusaha, kita harus bertahan untuk terus memasarkan produk kita hingga produk kita habis terjual. Apa pun yang terjadi, kita harus memiliki tekad untuk tetap bertahan sampai produk kita habis terjual dan pantang berhenti ketika kita mengalami kerugian atau pun masalah selainnya.

2.   Tidak Mudah Puas dengan Pencapaian yang Sudah Diraih

Bertahan saja tidak cukup untuk menjadi seorang yang kompetitif, karena ketika seseorang bertahan tetapi mudah puas dengan apa yang sudah ia raih, maka orang tersebut tidak akan pernah berpikir untuk membuat pencapaian baru karena merasa telah cukup. Ketika tidak ada pencapaian baru yang ingin diraih, maka orang tersebut pun tidak akan berusaha lebih keras, tetapi malah stuck beratahan di kondisi yang sama. Tidak akan ada perkembangan dan bahkan bisa dikalahkan zaman. Oleh karena itu, kita harus bertahan dan jangan mudah puas ketika sudah mampu menaklukkan sesuatu atau pun meraih sesuatu.

3.   Terus Meng-upgrade Kualitas Diri (Upgrade Skill, Keimanan, Pengetahuan, dan lain-lain)

Nah, syarat yang terakhir ini bisa dikatakan sebagai “inti” dari moral kompetitif, karena kompetisi adalah tentang persaingan dan kita hanya akan berhasil menaklukkan sebuah persaingan jika kita terus-menerus meng-upgrade diri agar bisa tetap layak bersaing dengan lawan-lawan kita. Dengan meng-upgrade kualitas diri, kita tidak akan mudah kalah dengan lawan kita.

Syarat-syarat untuk bisa menjadi seseorang yang kompetitif sangatlah universal. Siapa pun bisa belajar untuk memenuhi syarat-syarat tersebut. Walaupun katakanlah kita tidak memiliki kesempatan untuk bisa merasakan sekolah formal, bukan berarti kita tidak bisa belajar untuk menjadi seorang yang kompetitif, karena moral kompetitif bisa dimiliki oleh siapa pun, selama ada tekad yang kuat dan konsistensi belajar untuk bisa menjadi seorang yang kompetitif.

 

*Tulisan ini murni hasil pemikiran penulis, jika ada kesalahan dalam pemahaman penulis sangat terbuka dalam menerima kritik dan saran.

 

Ilustrasi via www.dictio.id

 

Answered Aug 9, 2017

Question Overview


2 Followers
715 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana Anda menghadapi/melawan bullying waktu di sekolah?

Mengapa sekolah Muhammadiyah seperti hanya fokus ke kuantitas daripada kualitas?

Bagaimana rasanya memiliki orangtua yang menjadi guru kita sendiri di sekolah?

Mengapa tempat pendidikan berbasis agama Islam, disebut Pesantren?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan menyekolahkan anak ke luar negeri dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan menyekolahkan anak ke pesantren dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan masuk ke perguruan tinggi dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan mengantar anak sekolah untuk pertama kalinya dan mengapa hal itu penting?

Seberapa pentingkah orangtua mengantar anaknya ke sekolah untuk pertama kalinya?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apa tips/trik yang bisa dilakukan dalam 5 menit dan bisa mengubah hidup kita di masa depan?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Apa sepatah kata/nasihat yang Anda berikan kepada generasi muda berusia 15-20 tahun?

Apa kebiasaan sehari-hari yang Anda lakukan dan membuat Anda bahagia?

Bagaimana cara sederhana/singkat menjadi orang yang rapi dan teratur?

Apa satu kebiasaan Anda yang membuat hidup Anda sangat produktif?

Bagaimana cara singkat/sederhana untuk membiasakan bangun pagi?

Bagaimana cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman?

Apa yang akan kamu lakukan bila hidupmu tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan?

Bagaimana cara berhenti melukai diri sendiri?