selasar-loader

Kenapa Pilkada DKI paling menarik perhatian?

Last Updated Jan 20, 2017

Mungkin bisa ditegaskan dulu, dari mana bisa disimpulkan bahwa Pilkada DKI paling menarik. Toh, penelitian khusus yang memastikan hal itu belum ada yang betul-betul meyakinkan sekali. 

Sekadar melihat dari keriuhan di jejaring sosial, masifnya pemberitaan, mungkin iya. 

Tapi itu juga membutuhkan berbagai alat ukur di tengah fakta: masyarakat miskin dan masyarakat kalangan supersibuk. 

Pertama masyarakat miskin, jumlah mereka masih sangat tinggi dan mereka lebih tertarik urusan pemenuhan kebutuhan dapur daripada Pilkada, waktu untuk mencurahkan perhatian. 

Lagipula, kalangan miskin tersebut takkan leluasa mengikuti berita selayaknya "pecandu" berita. Sebab berita hari ini paling mereka pentingkan adalah di mana mereka bisa mencari duit, siapa yang bisa memberinya pekerjaan, dan bagaimana membayar utang-utang yang menjerat mereka saat terdesak. 

Kembali ke teori Maslow, manusia hanya memikirkan hal-hal yang lebih tinggi hanya manakala kebutuhan-kebutuhan dasar telah terjamin. 

Jadi, kalaupun ada di antara mereka yang dalam kondisi terjepit dengan kekurangan finansial akut tapi terlihat tekun sekali membaca koran, terutama dalam kendaraan umum yang dinaiki gonta-ganti, yakinlah dia bukan sedang mengikuti Pilkada DKI melainkan mungkin itu adalah COPET. 

Tidak percaya?  Cobalah sesekali duduk di sebelah orang-orang tekun baca koran di kendaraan umum. Tapi jangan langsung meneriakinya, "Copettttt. . . . " sebab mungkin juga itu adalah makelar yang betul-betul sedang meneliti halaman iklan Pos Kota di mana ada yang jual mobil dan motor bekas. Gegabah meneriaki mereka tanpa mendalami betul-betul, jelas kesalahan besar, dan Anda bisa dianggap setali tiga uang dengan Rizieq Shihab atau mungkin Jonru. 

Kedua, kalangan supersibuk. Ini identik dengan kalangan jetset, yang per detiknya bisa berharga sangat mahal. Bagi mereka, memelototi terlalu serius apa saja rencana Rizieq Shihab dan "Abbott and Costello" di DPR RI (baca: Fadli Zon dan Fahri Hamzah) untuk mencampuri DKI melebihi daerah di mana mereka terpilih, tentu bisa membuat mereka kalangan supersibuk ini rugi tujuh kali lipat.

Syahrini, seleb yang masuk kategori ini, lebih tertarik bikin iklan mie di Hollywood, atau untuk lebih variatif ke Bollywood, daripada ikut-ikut ribut bicara dan melulu menyimak Pilkada DKI. Lagian, dari semua calon, tak ada yang perjaka, atau pria yang betul-betul bisa menjanjikan akan menjadikannya sebagai istri pertama. Nekat, Annisa Pohan sendiri saja bisa mengunyahnya hidup-hidup. Ya, seperti mengunyah mie tanpa dimasak lebih dulu. 

Jadi, soal kenapa Pilkada DKI paling menarik perhatian, sejatinya hanya paling menarik bagi pria-pria yang tak digubris istri di malam Jumat saja. Lha. . . . 

Tapi itu juga fakta, daripada pikiran ngalor-ngidul. membayangkan bagaimana Syahrini jika berbulan madu dengan Saipul Jamil, atau Siti Badriah sedang berjoget dengan Babe Cabita? Ya, lebih elite rasanya bicara agak serius tentang Pilkada DKI. 

Note: Di tengah berjuta artikel atau sebanyak jamaah Rizieq Shihab saat menjalankan aksi dengan episode bersaing dengan sinetron Cinta Fitri, sesekali kita membutuhkan ulasan yang mampu mengelus hasrat tawa kita. 

 

5 answers

Sort by Date | Votes
Johanes Enrico
Ahok Garis Keras

Pilkada DKI paling menarik perhatian dikarenakan DKI Jakarta merupakan batu loncatan untuk menaiki tahap selanjutnya yaitu kepemimpinan nasional, penduduk DKI Jakarta terdiri dari berbagai macam suku dan budaya dan merupakan Ibu Kota negara sehingga bisa mengukur peluang sebuah partai politik dalam menghadapi Pemilihan Presiden, DKI Jakarta merupakan Ibukota sekaligus pusat pemerintahan dan juga menjadi pusat bisnis karena mungkin lebih dari 50% transaksi perdagangan terjadi di Jakarta, sehingga siapa yang akan menjadi pemenang dalam pilkada dki ini baik parpol pendukung ataupun calon yang diusung menang akan mempunyai peluang yang tidak bisa dibilang kecil untuk pemilihan presiden yang akan datang.

Answered Jan 27, 2017
Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

 


 

Saya coba menjawab pertanyaan ini sesuai permintaan Ma Isa Lombu. Saya melihat ada tiga faktor tentang mengapa Pilkada Jakarta menjadi sangat menarik, padahal pada 15 Februari nanti ada 6 provinsi lain dan 94 kabupaten/kota yang juga menggelar pesta demokrasi.

Pertama, status Jakarta sebagai ibukota negara yang akan selalu jadi episentrum dalam segala hal. Siapapun yang jadi gubernur Jakarta sebetulnya tidak akan mengubah nasib saudara-saudara di daerah lain. Kedua, tiga orang kandidat yang maju terbilang top. Ahok berstatus sebagai gubernur petahana yang begitu populer, Anies merupakan tokoh nasional yang juga pernah jadi menteri pendidikan, dan Agus adalah anak mantan presiden. Ketiga, framing media yang berlebihan. Faktor ketiga mungkin erat kaitannya dengan faktor pertama sehingga televisi nasional, media cetak, maupun daring selalu Jakarta-sentris.

Answered Feb 3, 2017
Arifki Chaniago
Political Commentator

HMH8Ibw2BvHUdkBKXeI7uL7Xs6sHO-iT.jpg

Pilkada DKI Jakarta menarik dibandingkan daerah lain karena dilatarbelangi dengan alasan-alasan sebagai berikut: pertama, Pilkada DKI Jakarta batu loncatan bagi calon terpilih untuk memiliki posisi tawar pada pilpres 2019. Faktanya, Pikada DKI Jakarta yang memenangkan Jokowi-Ahok tahun 2012 telah mengantarkannya pada 2014 sebagai presiden.

Kedua, Pilkada DKI Jakarta hampir mirip dengan Pilpres Amerika Serikat, kompetisi Hilarry dengan Trump. Alasannya, Pilkada DKI Jakarta telah banyak melibatkan selebritis, seniman, dan intelektual yang berlomba-lomba mendukung calon masing-masing. Maka, tidak salah bila Pilkada DKI Jakarta disebut banyak orang Pilkada rasa pilpres.

 hw0CYZCnK3oOHOGxUwDoswBSey0VNCQF.jpg


Ketiga, Pilkada DKI Jakarta memerlihatkan pertarungan politik identitas atau identitas politik yang mendatangkan massa dari pelbagai daerah dalam wadah gerakan 411 dan 212. Dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki di Kepulauaan Seribu terkait surat Al-Maidah ayat 51 melibatkan Jokowi sebagai orang yang harus bertanggung jawab.

Munculnya gerakan makar terhadap Presiden Jokowi (diduga melibatkan aktor Kivlan Zein cs) telah menambah masalah dan panas Pilkada DKI Jakarta sehingga Basuki seakan-akan memiliki hubungan dengan Jokowi (Basuki adalah Jokowi)—inilah opini yang berkembang di publik yang menyebabkan Jokowi dianggab terlibat. 

Basuki kembali melakukan polemik dengan Kiai Ma’ruf Amin (Ketua MUI) yang menyeret nama SBY. Nama SBY muncul di persidangan Basuki setelah disebut Basuki dan penasihat hukumnya. Blunder Basuki untuk yang kedua kalinya menyebabkan hubungan Basuki dengan NU merenggang dengan adanya upaya protes santri bahwa ucapan Basuki kepada Ma’ruf Amin tidak pantas. 

Keempat, menariknya, Pilkada DKI Jakarta dewasa ini sampai mengupas hubungan suami-istri Firza Hussein dengan Habib Rizieq. Kabarnya, pelbagai media sudah mendapatkan bukti sah tentang hubungan Firza dan Rizieq. 

Rizieq yang namanya naik daun setelah gerakan 411 dan 212 mulai goyah. Kasus Firza-Rizieq telah mengiring opini publik bahwa Rizieq punya persoalan asusila. Benar atau salahnya kasus ini, jangan sampai ini upaya untuk menghancurkan karakter yang telah menjadi tokoh gerakan 411 dan 212. 

Kelima, dibalik kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki, nama Sylvi juga diseret-seret dengan korupsi Masjid dan Basuki menyatakan bahwa ia pernah distafkan. Polemik isu korupsi Sylvi, juga ditambah dengan isu gratifkasi yang diterima Anies yang digoreng pihak tidak bertanggung jawab.

Menurut saya, isu dengan persoalan agama yang menimpa Basuki sungguh disayangkan digoreng oleh banyak pihak, sama halnya dengan upaya-upaya mencari kasus korupsi, gratifikasi, dan asusila yang melibatkan Sylvi, Anies, dan Rizieq.

Jadi, kesimpulan yang dapat diambil bahwa menjebak politisi dengan kasus agama, korupsi, gratifikasi, dan asusila menjelang hari pemilihan (pilkada) sama saja menggadaikan nilai-nilai demi hasrat sesaat. 

 

Answered Feb 6, 2017

KeQ8VfmHpXEZ-BIikuD0RFOfFi_lRNzG.jpg

Kenapa Pilkada DKI paling menarik perhatian? Hal ini tentu didasari dengan berbagai alasan yang sifatnya subjektif. Artinya, setiap orang memiliki jawaban yang berbeda. Kalau biasanya dikatakan Jakarta sebagai barometer di Indonesia, maka saya akan menjawabnya dengan perspektif saya sendiri. 

Kenapa subjektif? Pertama, kita harus tahu dan paham betul kata 'menarik perhatian' ini ditujukan kepada siapa, karena apa yang menarik untuk kita belum tentu menarik bagi orang lain. 

Kedua, beberapa bulan ke belakang, kita dibuat jenuh oleh berita yang menyajikan isu terkait Pilkada, tak lupa pula kegiatan para calon yang terjun ke medan lapangan masuk ke dalam agenda media massa. Ya, media massa menyajikannya secara intens. 

Mulanya, kita mungkin tak acuh dengan isu-isu yang berkembang terkait Pilkada DKI. Namun, seiring dengan media massa yang memberikan informasi masif melalui pemberitaan terkait hal tersebut, secara tidak sadar, kita akan tergiring untuk mengikuti dan masuk ke dalam alurnya. 

Masalahnya tidak berhenti sampai di situ. Beda media massa, beda pula persepsi yang muncul di dalam diri kita.

Dengan adanya peran dari media massa tersebut, Pilkada DKI kali ini jauh lebih terasa seperti Pilpres. Ini adalah agenda mereka. Sebagian dari kita turut hanyut nan terlena di dalam agendanya. 

Ini bukan zaman mencari informasi. Sekarang adalah zaman memilah dan memilih informasi. 

Answered Mar 6, 2017

TFojdWeTmd0GvfKcEs8t09xlxpsMdtQ5.jpg

Setiap orang memiliki jawaban yang berbeda tentang pilkada DKI Jakarta. Kalau biasanya dikatakan Jakarta sebagai barometer di Indonesia, maka saya akan menjawabnya dengan perspektif saya sendiri. Ini akan sangat subjektif.

Kenapa subjektif? Pertama, kita harus tahu dan paham betul kata 'menarik perhatian' ini ditujukan kepada siapa. Bagaimanapun, yang menarik untuk kita belum tentu menarik bagi orang lain.

Kedua, beberapa bulan ke belakang ini kita di buat jenuh dengan berita yang menyajikan isu terkait Pilkada, tak lupa pula kegiatan para calon yang terjun ke medan lapangan masuk ke dalam agenda media massa. Ya, media massa menyajikannya secara intens.

Mulanya, kita mungkin acuh dengan isu-isu yang berkembang terkait Pilkada DKI. Namun, seiring dengan masifnya media massa memberikan informasi terkait hal tersebut, maka secara tidak sadar kita akan tergiring untuk mengikuti dan masuk ke dalam alurnya.

Masalahnya tidak berhenti sampai di situ, beda media massa, maka akan berbeda pula persepsi yang muncul di dalam diri kita.

Answered Mar 6, 2017

Question Overview


6 Followers
1247 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa SBY begitu ngotot membangun dinasti partainya melalui pencalonan Agus Yudhoyono?

Apakah Ahok benar-benar menistakan agama Islam?

Apa analisis Agus Yudhoyono hingga enggan ikuti debat di televisi?

Siapa yang akan memenangkan Pilkada Jakarta 15 Februari 2017?

Menurut Anda berpeluangkah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Presiden RI tahun 2019?

Apa alasan utama banyak orang mencintai Ahok?

Mengapa Pasangan Anies - Sandi pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Pasangan AHY-Sylviana pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Pasangan Ahok - Djarot pantas memimpin Jakarta?

Mengapa Nasdem jadi partai pertama yang dukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Apakah jenis parfum wanita yang paling tahan lama untuk dipakai di Jakarta?

Apa nama restoran Jepang terbaik di Jakarta dan sebutkan alasannya?

Apa yang Anda lakukan ketika sedang terjebak dalam kemacetan Jakarta?

Mengapa orang Jakarta suka menghabiskan waktu di mal?

Apa saja hal yang membuat Jakarta lebih bagus dari kota lain?

Apa lokasi wisata terbaik di Jakarta? Mengapa?

Bagaimana cara terbaik dan paling efektif untuk menghindari kemacetan di Jakarta?

Mengapa banyak sekali orang Jawa di Jakarta?