selasar-loader

Ulama mana yang harus diikuti, yang sederhana atau yang pakai mobil mewah?

Last Updated Jan 16, 2017

Sebagai muslim, kita mengikuti ulama yang hidup sederhana atau ulama yang pakai mobil mewah?

1 answer

Sort by Date | Votes
Hilmy Maulana
memperbaiki diri tanpa henti. Serving you exceed your expectations

RWv2uz3If2IvQ8QdZaJ9KbVe7dKUbJdQ.jpg

Hubungan antara ulama dan mobil cukup menarik. Di satu sisi, kita mengenal ulama tentu dengan kesederhanaan dan kedermawanannya dalam menjalani kehidupannya, utamanya dalam berdakwah. Namun, bagaimanapun juga, seorang ulama adalah manusia biasa layaknya kita, sehingga tidak dipungkiri bila keinginan untuk memiliki mobil timbul dalam benak ulama. 

Mengacu pada pertanyaan, sebetulnya jawaban manapun akan cocok untuk diikuti jika kita paham akan konteks penggunaannya. Memakai mobil sederhana ataupun mobil mewah, yang terpenting adalah manfaatnya bagi sesama. Bahkan, bilamana bisa, seorang ulama haruslah memiliki beragam jenis mobil, dari yang sederhana hingga yang mewah. Bukan hanya mobil sedan ataupun city car, tapi mobil offroad dan mobil trek ekstrem pun perlu untuk dimiliki. Tujuannya adalah bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk memaksimalkan manfaatnya pada ummat. 

Mobil-mobil seperti city car atau MPV (multi purpose van) milik si ulama bisa digunakan oleh keluarga atau warga sekitarnya yang perlu mobilitas menggunakan mobil. Jika ada mobil mewah, bisa digunakan untuk mengantar pengantin atau digunakan dalam acara-acara resmi. Hal ini bertujuan agar umat Islam tidak kehilangan harga diri dan mampu menunjukkan prestise di hadapan orang lain, sehingga ulama tersebut menjadi teladan dan panutan dalam kehidupan. Mobil ekstrem atau offroad, bisa digunakan untuk berdakwah ke daerah pedalaman, mengantarkan bantuan sedekah, juga mengantarkan infak pada penerima yang ada di daerah pedalaman. Sedangkan, mobil van yang berkapasitas banyak orang bisa digunakan untuk mengantar jamaah ke pengajian atau majelis ilmu. 

Bagaimanapun sebagai seorang ulama, pastilah ia mengetahui perihal bahaya hidup bermewah-mewahan. Di sisi lain, ia pun perlu mengetahui tentang pentingnya memberi manfaat pada orang lain. Hal itu bisa diwujudkan lewat mobil atau aset apapun yang dimiliki. Tanpa kecuali. Sesungguhnya, sebaik-baik insan adalah yang bermanfaat bagi orang lain. 

 

Ilustrasi via wikimedia.org

Answered Oct 29, 2017