selasar-loader

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Last Updated Nov 17, 2016

7 answers

Sort by Date | Votes

Hasil gambar untuk akibat inflasi bagi perekonomian

Tidak. Inflasi juga pertanda bahwa perekonomian suatu negara tumbuh. Karena, kenaikan harga-harga juga disebabkan oleh semakin tingginya daya beli masyarakat di negara tersebut. Kalau tidak ada inflasi, perekonomian negara tersebut tidak tumbuh.

Gambar via blogspot.com

Answered Dec 20, 2016
Fithra Faisal
Staf Pengajar FEB UI

pGCQGglmKHlm1s6SSi_Dl3DZiY44GY9O.jpg

Inflasi itu ibarat gula. Dia memberi rasa manis pada minuman, yang tentunya membuatnya lebih nikmat. Tetapi jika kita menaburkan terlalu banyak gula pada minuman, bukan hanya terlalu manis tetapi juga memicu penyakit.

Inflasi, merupakan stimulus bagi perekonomian. Selama ekonomi itu tumbuh maka inflasi akan menyertai. Sebagai ilustrasi, bayangkan jika anda ingin membeli mobil,  melihat tren inflasi yang semakin rendah maka bisa jadi anda akan menunda untuk membeli mobil itu di tahun ini. Mengapa? Karena di tahun depan kemungkinan harga mobil akan semakin turun. Tetapi jika anda melihat ada tren inflasi yang meningkat, maka anda akan bersegera untuk membeli mobil tersebut. Transaksi yang tertunda mengakibatkan perekonomian yang stagnan sementara transaksi yang disegerakan akan membuat ekonomi semakin bergairah.

Tetapi inflasi yang terlalu tinggi juga tidak baik, karena ini hanya akan menggerus daya beli masyarakat. Sebagai contoh ekstrem adalah hiperinflasi yang terjadi di Zimbabwe pada medio 2008. Inflasi Zimbabwe di kala itu menyentuh titik yang tidak terbayangkan 79,600,000,000%. Ya saya tidak salah tulis 79,600,000,000%! Akibatnya, gaji orang-orang Zimbabwe bisa habis dalam tempo kurang dari setengah hari hanya untuk biaya transportasi. Dan apakah anda tahu berapa jumlah uang untuk bisa membeli sekerat roti? Tidak kurang dari satu triliun dolar Zimbabwe. Ya kira-kira satu gerobak penuh dengan uang. Dengan kondisi ini, alih-alih tumbuh, perekonomian malah semakin terpuruk dan rakyat semakin miskin. Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya adalah manajemen pemerintahan yang buruk. Di era pemerintahan diktator Robert Mugabe, uang di cetak secara serampangan untuk membiayai perang dan gaya hidup mewah Presiden dan kerabatnya. Tanpa kontrol yang memadai, inflasi naik mengangkasa.

Lebih lanjut, inflasi dibedakan menjadi dua, yaitu demand pull inflation dan cost push inflation. Demand pull inflation justru baik untuk perekonomian karena dengan permintaan agregat yang meningkat, pertumbuhan ekonomi pun meningkat dus tingkat pengangguran berkurang. Kebalikannya dengan cost push inflation, inflasi model ini justru menimbulkan potensi kontraksi output mengingat inflasi model ini terjadi karena ongkos produksi yang meningkat. Pada gilirannya, pertumbuhan ekonomi melambat seiring dengan inflasi. Fenomena ini dinamakan stagflasi.

Melihat Indonesia,selepas dikeluarkannya  Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Bank Indonesia mengenai independensi Bank Indonesia, dan diperkuat dengan kerangka inflation targeting framework yang mulai diterapkan secara formal di tahun 2005, Bank Indonesia secara eksplisit mengumumkan sasaran inflas​i kepada publik dan kebijakan moneter diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan dengan berkoordinasi dengan pemerintah. Sehingga, Inflasi di Indonesia akan selalu dipantau pada level yang sehat dan menyehatkan. Manis seperti gula yang ditaburi pada teh.

Answered Jan 9, 2017

Inflasi tidak selalu berdampak buruk bagi perekonomian.

Answered Jan 13, 2017
Agus Nina
Saya selalu gagal menjadi orang keren

qSQS9C56ksOPLV064TBrVlJ0MqKsOWe-.jpg

Inflasi tidak selalu buruk karena bisa mendorong perputaran ekonomi dengan cara meningkatkan keuntungan produsen atau pedagang. Dengan demikian, mereka dapat membiayai usaha, mengembangkan usaha, serta membuka lapangan pekerjaan baru sehingga masyarakat memiliki daya beli terhadap barang dan jasa.

Peran pemerintah adalah menjaga tingkat inflasi agar tidak terlalu tinggi sehingga menurunkan daya beli masyarakat dan menaikkan ongkos produksi terlalu tinggi akibat mahalnya biaya bahan baku.

 

Ilustrasi via vuyiko.blogspot.co.id

Answered Jan 13, 2017
Zulfian Prasetyo
Pernah belajar keuangan dan bekerja di sektor keuangan.

wk4HmkPcnnqIDwnaMMWX15r0scKf8V2I.jpg

Tergantung dari sudut pandang mana Anda melihatnya. Yang saya pahami, inflasi itu baik bagi pengutang dan buruk bagi penabung. Itulah mengapa dalam konteks inflasi, penabung akan selalu menjadi pihak yang rugi.

Bagi pengutang, inflasi membuat nilai mata uang semakin turun sehingga mereka bisa membayar hutang dengan rupiah yang lebih murah.

Bagi mayoritas orang, inflasi membuat mereka wajib mengeluarkan uang tahun itu juga untuk membeli sesuatu karena tahun depan, harga naik. Inflasi melatih Anda untuk menjadi konsumen, bukan investor. Anda makan, minum, dan belanja karena besok harga-harga akan naik.

Rasa takut itu kemudian membuat inflasi mendikte Anda untuk berhutang bila daya beli Anda pas-pasan. Saya melihat orang-orang di sekitar saya memaksakan diri membeli sesuatu padahal pendapatannya tidak seberapa. Mereka berhutang, lalu meminta anak mereka yang baru beberapa tahun bekerja untuk melunasinya meskipun dengan gaji yang jauh dari dua digit. Saya yakin dan 'optimis', bonus demografi Indonesia akan menghabiskan sisa umurnya untuk membayar tagihan dengan cara menjadi 'budak gaji'. Itu pun bila mereka mempunyai keterampilan profesional yang dapat diandalkan.

Karena inflasi pula kelas menengah Indonesia (dan seluruh dunia) kelak menyusut signifikan. Mereka (kelas menengah) adalah kelompok yang memperoleh kekayaan dari gaji. Kenaikan batas minimal gaji (salah satunya UMR) hanya akan menambah inflasi. Ketika merasa gaji tidak mencukupi, mereka harus sekolah lagi (S2 dan S3) demi mendapatkan kenaikan bayaran yang pantas. Padahal, biaya pendidikan tidak murah, terutama di tempat-tempat bergengsi macam kampus swasta Amerika. Lama kelamaan, kelas menengah ini akan menjadi orang miskin baru. Secara kuantitatif, mereka akan nyaris punah akibat inflasi.

Jadi, apakah inflasi baik bagi perekonomian, terutama perekonomian Anda?

 

Ilustrasi via pixabay

Answered Jan 22, 2017

Inflasi tidak selalu berdampak buruk pada perekonomian karena inflasi (yang terkendali) justru menguntungkan komoditas ekspor kita. Jadi, inflasi berguna untuk menstabilkan neraca perdagangan yang defisit.

Answered May 24, 2017
Isdar Gazali
Departemen Manajemen Unhas 2014 || Rumah Kepemimpinan Reg. 7 Makassar Ang. 8

Image result for inflasi 

Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum.

Inflasi tidak selalu menimbulkan dampak buruk pada perekonomian. Seperti saat terjadi inflasi ringan atau inflasi dibawah 10 persen, ini justru akan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena inflasi tersebut akan memberi semangat pada pengusaha untuk lebih meningkatkan produksinya. Selain itu peningkatan produksi memberi dampak positif lain yaitu tersedianya lapangan kerja baru.

#Jawabanku Desember 2017 #Rumah Kepemimpinan #RK Regional Makassar

Answered Jan 3, 2018