selasar-loader

Apa kekurangan Universitas Gajah Mada (UGM) menurut Anda?

Last Updated Jan 15, 2017

8 answers

Sort by Date | Votes
Fathi Almirhea
Mahasiswi biasa-biasa saja

Zl1OCu8lNj83bO1EzqCqZpvjl-MnLmcd.jpg

via ujikan.com (FR)

Menurut saya, Universitas Gajah Mada merupakan sebenar-benarnya miniatur Indonesia. Ke depannya, universitas ini mungkin akan mengalahkan eksistensi TMII sebagai salah satu tempat yang menyajikan keragaman budaya dari seluruh Indonesia. Bagaimana tidak, UGM lebih banyak menyajikan budaya Indonesia yang secara langsung dapat dilihat dan dirasakan.

Tidak hanya itu, segala carut-marut masalah di Indonesia bisa juga ditemui di kampus ini. Mulai dari ribetnya mengurus izin dan birokrasi, penerapan good gevernance yang masih setengah-setengah, keberpihakan kepada kapitalis, sampai besar-besaran duit demi memuluskan "proyek" pun banyak ditemui di kampus yang katanya kerakyatan ini.

Answered Mar 28, 2017
Novi Inayatun Nadziroh
Mahasiswa Hukum UGM

Hasil gambar untuk kampus ugm

via hoteldekatkampus.com (SUM)

Setelah mengetahui berbagai permasalahan yang ada di UGM serta memandang permasalahan tersebut dari berbagai sisi, sebenarnya kampus ini tidak memiliki kekurangan yang cukup signifikan karena lebih banyak kelebihan yang saya temui ketika saya berkuliah di kampus tertua dan terbaik ini.

Answered Apr 16, 2017
Lutfiningtyas Maharani
Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM l Rumah Kepemimpinan Region 3 Yogyakarta

147966_620.jpg

Semangat Pagi,Mohon maaf menunggu  lama :)

Bicara kekurangan dan kelebihan pasti tidak pernah ada habisnya. Tiga tahun lebih mengenyam bangku perkuliahan di UGM pasti pernah merasakan beberapa hal yang kurang pas. Menurut saya yang harus di evaluasi bersama terkait Transparansi biaya pendidikan dimana notabene UGM merupakan PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Hal inilah yang mendasari aksi KMUGM dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016 lalu. 

Terimakasih

Semoga bermanfaat :)

sumber gambar: tempo.co

Answered Apr 24, 2017

jRN8jyBXTqWZ95qa7tgeFMNQS52E0H4y.jpg

Dalam beberapa acara sharing yang diisi oleh alumni (ataupun mahasiswa senior yang pengalamannya banyak), seringkali mereka menyayangkan karakteristik mahasiswa UGM yg umumnya kurang berani berpendapat, kurang inisiatif, ataupun menerima apa adanya tanpa sikap kritis. Hal tersebut mereka lihat dalam dunia kerja, seminar, diskusi ilmiah, konferensi atau acara yang melibatkan sikap pro-aktif sejenisnya. Kebanyakan dari mereka beranggapan jika sikap-sikap sejenis itu lahir seiring dengan budaya Jawa yang melekat di wilayah kampus itu sendiri. Lebih-lebih UGM sering diidentikkan sebagai universitas kerakyatan yang mahasiswanya cukup membumi. Akan tetapi, bagaimana pun juga sikap sederhana itulah yang justru bisa mengantarkan alumninya bisa meraih kesuksesan dan menjadi ciri khas tersendiri bagi UGM.

Jika pendapat saya pribadi yang beberapa tahun terakhir merasakan dunia perkuliahan di sana, ada beberapa hal yang perlu dikritisi, yaitu (1) birokrasi kampus yang lambat. Pernah ada pengalaman dari seorang teman yang mengajukan proposal terkait kompetisi yang diikuti yang mana dananya turun lama kemudian. (2)  Beberapa jurusan terlalu kaku dalam menentukan kurikulum kuliahnya sehingga seolah-olah setiap semesternya mereka harus mengikuti perkuliahan yang mata kuliahnya banyak ditentukan oleh jurusan/fakultas (tentunya ada beberapa mata kuliah pilihan, tetapi tidak banyak). Padahal, menurut cerita beberapa dosen, zaman dahulu ada kebebasan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah lintas jurusan dan fakultas sesuai minat studi mereka masing-masing. (3) Sebagai suatu institusi pendidikan, riset, dan juga pengabdian masyarakat, iklim riset di UGM kurang berjalan dengan baik. Banyak dosen-dosen yang hanya mengajarkan mata kuliah dengan sangat tekstual (text book banget) dan kurang mendorong mahasiswanya untuk melakukan penelitian yang sekiranya berguna.

Namun, saya kira beberapa kekurangan tersebut mungkin juga dialami oleh banyak institusi-institusi sejenis.

Gambar via ugm.ac.id

Answered Apr 26, 2017
Ichlasul Amal
Pengajar Gadjah Mada Menginspirasi | Direktorat Jenderal Pendidikan BEM KM UGM

xcSCc6_wIlB5xdVy4BMDd7y-h6IBKh4V.jpg

BUKTI CINTA

Tumpukan buku di meja belajar masih berserakan tak beraturan menunggu untuk dibaca. Tempelan target ini itu tepampang jelas bereret. Deadline makalah, paper, observasi dijadwalkan untuk digarap. Manusiawi, di tengah tantangan kuliah, aktivitas lembaga, selalu ada asa dan cita yang harus ditunaikan, termasuk dalam memperjuangkan pendidikan tinggi kita hari ini.

Beberapa minggu sebelum aksi 2 Mei UGM berlangsung, patriot fakultas saya bercerita bagaimana awal tahun lalu ada seseorang mahasiswa baru mendapatkan kesulitan terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang didapatkannya. Secara jelas, bahwa keluarganya memiliki kekurangan dalam segi finansial, bahkan mahasiswa ini berencana mengurungkan niat untuk melanjutkan kuliah padahal statusnya sudah diterima sebagai salah satu mahasiswa "World Class University". Dalam beberaoa tahapan advokasi oleh teman-teman BEM KM dan hasilnya alhamdulillah dapat tetap melanjutkan dengan tahapan banding.

Miris bukan berapa banyak mahasiswa mendapatkan tanggungan UKT yang tidak sesuai dengan kemampuan keluarga. Oleh karena itu, pada 2 Mei kemarin mahasiswa UGM menggelar parade tuntutan kepada pihak berwajib di kampus. Bagaimana transparansi UKT, mekanisme banding, UKT di atas semester 8, dan bahkan banyak lagi sebagai kepedulian kami terhadap kampus tercinta ini untuk menjamin agar pendidikan yang memanusiakan mampu menjamin setiap individu di dalamnya.

"Ilmu itu berpihak, ilmu itu memperjuangkan. Atas segala permasalahan terkait pendidikan tinggi, menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa sebagai akdemisi untuk berjuang dalam ranah pendidikan tinggi. Atas dasar rasa cinta, wujud kami memenuhi panggilan bangsa dan almamater serta dorongan untuk berkontribusi bagi pembangunan pendidikan tinggi di Indonesia" Ujar Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia 

Gambar via jogja.tribunnews.com

Answered Jun 24, 2017

ol6WXLUTKgV7wwo1cWtW8FbHUozKMrBe.jpg

Kekurangan Universitas Gadjah Mada, dalam hal ini adalah civitas akademika UGM hanya satu: masih kesulitan untuk membangun titik temu. Sebagai orang yang berkecimpung di lapangan, nyaris empat tahun saya melihat, mendengar dan mengalami sendiri pergolakan di antara segenap civitas akademika UGM. Antara mahasiswa vs rektorat, mahasiswa vs mahasiswa dan rektorat vs rektorat. Bahkan dalam beberapa hal, mahasiswa menjadi bagian integral dari masyarakat harus melawan rektorat. Bedanya, rektorat bermain dengan negara melalui kuasa otoritas yang mampu mendepolitisasi mahasiswa agar tidak bergerak.

Lihat saja alumni, saat Pemilu Presiden 2014, KAGAMA sibuk mengurusi pemenangan Jokowi, bahkan membuat sebuah Deklarasi. Sesaat berselang tiga tahun kemudian, Anies Baswedan Maju dan ada beberapa pihak KAGAMA yang mengklaim KAGAMA mendukung Anies. Mulailah ada pertentangan ideologis, saling nyinyir, saling debat, dan seterusnya. Tentu kita sudah sama-sama mafhum dengan UGM sebagai kampus politik. Hanya saja, mahasiswa mau sadar atau tidak? Berani untuk bergerak atau tergantikan?

Sumber foto: i0.wp.com

Answered Jun 24, 2017
Ramadhoni
Praktisi pendidikan, Youth Change Maker, Penikmat Film, Buku, Alam, dan Youtube

N6-a5Y5cNtuyn59PPDp5tI09xz7hgTOH.jpg

Wedew mantan murid PPL di Pembajak sekarang jadi Presma UGM...keren!!!

 

foto via hoteldekatkampus.com

Answered Jun 30, 2017
Megandini Megandini
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada

Menurut saya, kekurangan UGM adalah transfer ilmu yang masih terfokus pada teori dan belum maksimalnya pelayanan publik.

Answered Nov 3, 2017

Question Overview


12 Followers
4900 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana Anda mendapatkan IPK tertinggi sewaktu kuliah?

Apa manfaat aktif organisasi selama masa kuliah yang Anda rasakan?

Apa nasihat Anda untuk remaja kuliahan sebagai bekal menghadapi masa depannya?

Bagaimana cara masuk UI (Universitas Indonesia)?

Bagaimana cara kuliah tanpa merepotkan orang tua?

Keisengan apa yang paling kamu ingat sebagai mahasiswa?

Apa yang paling kamu sesali dari masa-masa kuliah?

Bila kamu diberikan kehidupan kedua sebagai mahasiswa, apa yang akan kamu lakukan?

Bagaimana cara mendapatkan keringanan biaya kuliah?

Bila kamu ditakdirkan bebas finansial sebelum lulus kuliah, masihkah kamu kuliah?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apakah warna jaket almamater Universitas Gadjah Mada (UGM)?

Seperti apa rasanya kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM)?

Apakah pergerakan mahasiswa dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah?

Apakah perbedaan dari tesis, skripsi, dan disertasi?

Jurusan apa yang paling bagus di UGM?

Di mana tempat kost cowok/laki-laki yang bersih dan murah di sekitar UGM?

Apakah Anda tahu kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Forum Mahasiswa Jogja?

Apa jurusan di Universitas Gajah Mada yang sulit untuk didapatkan?

Mengapa UGM menjadi universitas favorit di Indonesia?