selasar-loader

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Last Updated Nov 17, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes

Produk Domestik Bruto (PDB/GNP) pada dasarnya adalah penjumlahan nilai dari penjualan barang/jasa dari suatu negara. Nilai tersebut juga menyertakan instansi/pekerja asing yang bekerja di lingkup dalam negeri. Secara matematis, PDB adalah penjumlahan dari aspek konsumsi (C), investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), serta selisih ekspor dan impor (X - M). PDB sendiri merupakan salah satu metode yang sering dijadikan suatu negara untuk mengukur kesejahteraan suatu negara, bahkan cenderung strict menggunakannya. Pada umumnya, negara yang memiliki nilai PDB yang tinggi identik dengan kesejahteraan negara yang baik. Hal itu terkadang didasarkan asumsi jika PDB tinggi bisa membuat infrastruktur baik, menyokong pendidikan, meningkatkan kesehatan, dll. Apakah benar begitu?

Yang perlu dicermati adalah perhitungan dari PDB adalah metode ini terkesan pragmatis karena berdasarkan dari nilai akhir dari barang dan jasa, tidak memperhatikan apa, bagaimana, serta siapa yang menghasilkan nilai dari barang dan jasa tersebut. Menurut World Economic Forum, pemakaian metode PDB untuk mengukur kesejahteraan menimbulkan 3 pertanyaan: 1) apakah pertumbuhan ekonomi itu adil? Mengingat isu ketimpangan ekonomi tidak diperhatikan dalam PDB. Hal ini tentu memungkinkan adanya suatu negara memiliki tingkat PDB yang amat tinggi, namun pemerataannya sangat tidak imbang. Katakanlah hanya 0,1% populasi penduduk yang memiliki total kekayaan lebih tinggi dari 50% penduduk kelas bawah. 2) apakah pertumbuhannya hijau? beberapa waktu terakhir isu kerusakan lingkungan mendapatkan sorotan karena banyaknya pembangunan infrastruktur atau industri -dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi- yang mengabaikan kelestarian lingkungan. Padahal, di era saat ini jumlah penduduk akan terus meningkat, dan lahan hijau akan semakin sempit. 3) apakah pertumbuhannya meningkatkan taraf kehidupan kita? perlu diketahui bahwa tingkat PDB sendiri dipengaruhi kuantitas dari barang atau jasa tersebut. Makin banyaknya kuantitas sendiri belum tentu menjamin peningkatan taraf hidup kita sendiri.

Saya pribadi sih cenderung melihat pada konteks apa penggunaan alat ukur PDB mampu menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara. Tanpa konteks yang tepat, PDB hanya akan menghasilkan angka saja.

Answered Jan 16, 2017