selasar-loader

Kenapa film-film Star Wars jarang sekali ditayangkan di televisi swasta/nasional?

Last Updated Jan 13, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Winona S Sunukanto
Mahasiswi K3 FKM UI 2015. Aktivis Anti Pornografi bersama Komunitas POPCORN.

Film Star Wars yang pertama rilis pada 25 Mei 1977 telah meraup sejumlah penggemar yang cukup meluas secara global. Para penggemar Star Wars ini bisa berada pada tingkatan yang cukup fanatik hingga mereka mempelajari bahasa Droidspeak atau Ewokese bahkan rela membuat cosplay baju dari Han Solo dengan versi-versi film yang berbeda. Para penggemar ini tentunya juga tidak sedikit datang dari Indonesia yang terpajan karena teman-temannya dengan seru berpura-pura main lightsaber dengan menggunakan tongkat kayu. Film se-asyik dan se-seru itu tentunya seharusnya ditayangkan berulang-ulang oleh stasiun televisi swasata/nasional kita kan? Seperti layaknya Home Alone yang selalu diulang ketika masa libur anak sekolah telah tiba, maka Star Wars harusnya ditayangkan berulang-ulang juga dengan jumlah penggemar yang terbilang cukup banyak? Kenyataannya jarang sekali film Star Wars ditayangkan di layar kaca kita. Hal ini tentunya membuat kita penasaran karena jika ingin dibandingkan dengan Doraemon, Star Wars juga memiliki jumlah penggemar yang jumlahnya sebanding dengan Doraemon. Namun, mengapa Doraemon sering ditayangkan di televisi nasional kita namun Star Wars tidak? Saya pun melakukan sedikit analisis perihal kejadian ini dan menemukan beberapa alasan yang mungkin dapat menjawab mengapa Star Wars jarang ditayangkan. Berikut analisis yang saya temukan: 1. Star Wars bukanlah film animasi Sebuah film animasi tentunya memiliki tempat khusus di hati anak-anak. Animasi yang menggemaskan dari sebuah robot kucing dari abad 22 tentunya lebih meraik daripada melihat C3PO yang selalu nyinyir kepada orang-orang disekitarnya. Selain itu, film animasi menawarkan pikiran anak untuk berimajinasi secara liar dengan anggapan bahwa segala hal bisa terjadi dalam dunia Doraemon. Star Wars juga menawarkan imajinasi namun memerlukan imajinasi dengan batasan dan ruang lingkup yang jelas agar imajinasinya sesuai dengan alur cerita yang ada pada Star Wars sedangkan Doraemon memiliki alur cerita yang ringan dan menyenangkan sehingga mudah untuk dicerna oleh anak-anak. 2. Star Wars memiliki dunianya sendiri Dunia Star Wars yang terjadi pada abad 1900an dengan teknologi canggih nan mutakhir ini dapat didefinisikan dengan membangun dunia jenisnya sendiri karena pada abad tersebut teknologi tidaklah secanggih dalam film Star Wars. Batasan imajinasi yang diberikan film Star Wars terlalu tinggi sehingga orang-orang yang baru menonton filmnya akan kesulitan mengikuti alur ceritanya jika belum pernah membaca novelnya ataupun tidak memiliki minat akan film genre tersebut. Jika dibandingkan dengan dunia Doraemon yang terjadi pada abad 21 atau abad saat ini. Penonton dapat dnegan mudah menghubungkan konsep imajinasi yang dibeirkan dalam film Doraemon dengan kehidupan mereka sehari-hari ketimbang film Star Wars yang memiliki dunianya sendiri. 3. Star Wars menawarkan konsep abnormal yang dinormalkan Plot cerita dari latar belakang Darth Vader dengan Luke Skywalker merupakan sebuah plot cerita yang cukup gelap dannegatif untuk disajikan kepada penonton televisi. Perkembangan karakter yang disajikan juga tidak terlalu progresif. Ambil contoh Princess Leia yang dengan gaya rambutnya yang khas ternyata memiliki fungsi di film Star Wars ini tidak lain tiada bukan sebagai pasangan kekasih dari Han Solo. Princess Leia sering menampilkan dirinya sebagai seorang damsel in distress dan pernah mengeluarkan sebuah tindakan konyol yang mungkin tidak bisa diterima oleh kalangan awam: mencium Luke Skywalker aka saudaranya sendiri untuk membuat kekasihnya, Han Solo, cemburu. Penyajian dialog dari berbagai karakter juga tidak mulus dan interkatif. Dialog yang disajikan di film Star Wars terbilang kaku dan buruk sehingga kurang memiliki daya tarik untuk khalayak umum.

Answered May 6, 2018
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

Mungkin karena Star Wars merupakan sebuah saga yang sangat kompleks ceritanya, sehingga akan sangat sulit menyediakan waktu beberapa hari berturut-turut untuk menayangkan semua film Star Wars yang sudah ada (misal: Star Wars Episode 1-8, Clone Wars, Rogue One, Solo, etc.).

 

Padahal, ketika Episode 3 ditayangkan, ANTV pun menayangkan Episode 1-2 dan 4-6 untuk mengimbangi orang-orang yang sudah menonton Episode 3 di bioskop.

Semoga bisa menjadi pertimbangan bagi para pemilik stasiun TV.

Answered May 28, 2018