selasar-loader

Bagaimana peluang Prabowo Subianto jika maju kembali sebagai calon Presiden dalam Pilpres 2019?

Last Updated Jan 10, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Zulfikar Akbar
Jurnalis olahraga yang menggemari isu sosial politik

o-gZpCT5KCzQ5m4-8LJriNX82UQs198s.jpg

Prabowo Subianto punya karisma, punya pengaruh, mampu membentuk pendukung militan, dan terlihat punya impian besar untuk Indonesia yang makin disegani dunia. Selain itu, ia pun punya kekuatan secara ekonomi. 

Jadi, modal-modal itu sebenarnya mendukung peluangnya menjadi presiden 2019 nanti. Persoalannya hanyalah figur-figur di lingkarannya dan orang-orang kepercayaannya selama ini yang kerap tampil membawa kesan ingin menunjukkan kesetiaan kepada Prabowo tapi lupa memerhatikan realitas berupa pendukung lawan politiknya yang berjumlah besar. 

PR bagi Prabowo hanya itu, saya kira, yaitu mencari figur yang betul-betul dapat dipercaya sepenuhnya, bukan sekadar figur-figur yang mampu menyenangkannya. Jika itu sudah didapatkan, penetrasi pengaruh yang lebih jauh bisa ia dapatkan. Ia juga dapat membentuk kekuatan yang lebih diperhitungkan. 

Jika ingin meraih yang di depan namun dengan cara lama dan orang-orang lama, di sinilah rentan bagi Prabowo akan mengulangi nasib yang sama. Jika ia bisa mencari cara baru dengan "pasukan" baru, yang bisa saja dari kalangan pendukung militan, mungkin saja ia akan menang. Selain itu, ia harus dapat meyakinkan lewat sikap-sikap politiknya bahwa kehadirannya memang dibutuhkan, dia berbeda, dan lebih baik dari yang pernah ada. 

Saat titik keyakinan itu mampu ditanamkan ke calon pemilihnya, maka peluang Prabowo akan sangat besar. Ini, saya kira, dengan kapasitasnya sebagai jenderal lapangan, sangat dipahami Prabowo. Tinggal bagaimana ia mencari korelasi antara memilih "prajurit perang" dengan prajurit untuk merebut hati para pemilihnya. 

Terlebih lagi ini urusan merebut hati, keyakinan pemilih yang notabene manusia yang membutuhkan nalar dan hati teryakinkan sekaligus, maka ia butuh manusia yang cukup andal untuk menyelami apa yang jadi kebutuhan manusia calon rakyatnya. Kemampuan itulah, saya kira, yang akan jadi tiket penting bagi Prabowo untuk menuju ke istana negara sebagai presiden.

Answered Feb 13, 2017
Shendy Adam
Belajar Politik dan Pemerintahan di UGM (2004-2008)

9CEjySOKwgwpCbH7ExRTBssy4KD7YPUN.jpg

Mengacu pada pernyataannya saat ikut kampanye pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk pilkada DKI, Prabowo sudah ngasih kode bakal maju lagi di Pilpres 2019. Pilkada DKI Jakarta memang seolah menjadi ajang pemanasan bagi eks Danjen Kopassus itu. 

Boleh jadi, beliau berhitung peluangnya terbuka lebar saat melihat popularitas Presiden Jokowi yang ikut tergerus karena kasus penistaan agama yang didakwakan kepada Basuki Tjahaja Purnama. Selisih suara Prabowo dengan Jokowi di Pilpres 2014 lalu 'cuma' sekitar 8 juta dari total 133 juta pemilih (6,3%). Dengan melihat tren swing voters dari satu pemilu ke pemilu lainnya, wajar saja kalau Prabowo pede bisa membalikkan keadaan. 

Padahal, dalam dua tahun ini, apapun bisa terjadi. Jika mampu melewati 'ujian' dari kasus Ahok, bukan tak mungkin nama Jokowi justru kembali harum. Belum lagi kalau kita bicara kinerja. Kendati banyak kebijakannya yang terus diserang, suka-tidak suka pembangunan berbagai infrastruktur di banyak daerah akan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Siapa saja kandidat yang akan maju di 2019 juga akan mengubah konstelasi. Belum tentu Pilpres 2019 nanti hanya akan jadi tarung ulang antara Jokowi dengan Prabowo. Jangan-jangan muncul figur lain, katakan saja Rizieq Shihab atau Gatot Nurmantyo. Jika itu yang terjadi, maka tidak serta-merta penurunan popularitas Jokowi akan berkorelasi positif terhadap peluang Prabowo.

 

Answered Feb 14, 2017
Al-A'la Dzulfikar
Memiliki 1 Suara pada Pilpres 2019

lL2k_UsXQI4CYBfpUbh3XFCo1xhM5mTg.jpg

Prabowo Subianto tetaplah prajurit yang sangat membanggakan. Prabowo merupakan prajurit terbaik yang dimiliki oleh bumi pertiwi.

Tak ada yang tak mungkin bagi Prabowo untuk mencapai kursi Presiden 2019 nanti. Prabowo memiliki kapasitas dan integritas yang tinggi. Apalagi Prabowo selama ini menunjukkan sikap ksatria dan negarawan yang bijak di balik sikap, keputusan, dan komentar-komentarnya di media.

Namun, lingkaran Ring 1 inilah yang membuat nama Prabowo semakin redup, jatuh, dan bahkan mungkin terperosok. Prabowo butuh polesan yang bisa diterima semua kalangan. Prabowo harus dijauhkan dari oknum-oknum yang hanya ingin numpang tenar dan numpang jabatan saat Prabowo terpilih menjadi presiden.

Prabowo kini terlalu banyak dilungkupi oleh orang-orang yang punya kepentingan dan misi masing-masing. Wajar, memang, namanya juga politik.

Prabowo butuh kemasan baru yang lebih humanis, yang lebih dekat dengan rakyat, dan yang menggambarkan seorang pahlawan yang heroik dengan citra yang baik. Kemasan yang menarik itu bisa dimulai dengan memoles Fadli Zon dan lingkaran partainya.

Prabowo harus tampil apa adanya, bukan seperti mantan yang selalu mengungulkan strategi play victims. Prabowo harus merangkul semua kalangan dan semua lapisan masyarakat. Prabowo tetap harus berbesar hati merangkul orang-orang seperti Ahok, meskipun dulu dianggap membangkang dan mengkhianati partainya. Sangat sulit, pastinya, seperti kembali ke mantan.

Peluang pemilu 2019 memang masih ada buat Prabowo, sekalipun harus berhadapan dengan Jokowi. Prabowo harus menyiapkan amunisi data, bukan dengan agresi hoax, agresi media sosial yang membodohi rakyat, apalagi memanas-manasi dengan strategi pecah belah.

Prabowo harus tampil bermain cantik. Dia harus melawan Jokowi dengan data dan fakta. Dia juga harus memberikan solusi yang strategis dan masuk akal namun sederhana dan mudah dipahami rakyat kecil. 

Terbukti mengumbar janji lama bak memutar kaset rusak, tak laku dijajakan di Pilkada DKI sekalipun.

Jika ingin terpilih, Prabowo harus menyatukan pemilik suara seperti SBY yang setidaknya masih punya ambisi untuk melanggengkan trah keluarganya pada Pemilu 2019. Berikan posisi tawar yang menarik, lalu ungkap dengan data dan fakta. 

Yang jelas, berpasangan dengan AHY jelas bukan opsi yang menarik buat rakyat karena sama-sama berlatar militer, barangkali jika dengan Ani akan menjadi pasangan yang cukup unik meski harus diuji kembali.

Penjajakan itu setidaknya harus dilakukan dari sekarang, setelah Pilkada DKI berlangsung.

Answered Feb 14, 2017

Question Overview


4 Followers
1922 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Siapa pemenangnya seandainya Prabowo duel langsung dengan SBY?

Apa yang menyebabkan Taruna Prabowo dan Taruna Ryamizard turun pangkat setahun saat menempuh pendidikan akademi militer di Magelang, dan menyebabkan mereka berdua terlambat lulus setahun dibandingkan Taruna Yudhoyono?

Setujukah Anda jika Prabowo Subianto maju kembali sebagai calon Presiden RI dan bagaimana peluangnya?

Siapa yang akan menang jika Joko Widodo kembali berhadapan dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 dan apa alasannya?

Jika Prabowo Subianto maju kembali dalam Pilpres 2019, siapakah calon Wakil Presiden yang tepat untuknya?

Apakah Prabowo Subianto bisa menjadi Presiden RI mendatang dan dengan cara bagaimana dia menjadi Presiden RI?

Jika hari ini kamu menjadi Prabowo Subianto, apa yang akan kamu lakukan dan mengapa hal itu kamu lakukan?

Apa keunggulan karakter Letjen (purn) Prabowo Subianto?

Apakah rumor bahwa Partai Demokrat tidak akan mendukung Prabowo pada Pilpres 2019 itu benar? Mengapa?

Jika Joko Widodo maju kembali dalam Pilpres 2019, siapakah calon Wakil Presiden yang tepat untuknya?

Bagaimana peluang Puan Maharani jika mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada Pilpres 2019?

Bagaimana peluang Sri Mulyani Indrawati jika mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada Pilpres 2019?

Apakah Harry Tanoesoedibjo layak dimajukan sebagai calon presiden pada Pilpres 2019? Apa alasannya?

Siapa sosok kuat bakal calon presiden dan wakilnya yang akan bertarung pada Pilpres 2019?

Apakah mungkin orang Aceh jadi Presiden Indonesia?

Siapakah tokoh di bawah usia 40 tahun yang suatu hari mungkin jadi Presiden Indonesia? Apa alasanmu?

Jika Pemilihan Presiden dilakukan sekarang, siapa calon kuat untuk bisa menjadi Presiden RI dan apa alasannya?

Menurut Anda, mengapa Joko Widodo adalah presiden yang buruk? Atau, apa kekurangannya?

Benarkah Mark Zuckerberg akan maju dalam Pilpres AS 2020? Bagaimana tanggapanmu?

Siapa saja orang-orang di balik Zuckerberg yang dipilih sebagai tim suksesnya pada Pilpres AS 2020?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?