selasar-loader

Perlukah koruptor yang terbukti menggasak uang rakyat dihukum mati?

Last Updated Jan 10, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Zulfansyah Binjai
Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan

Np-6f51kKH2fWei9c2q6b9HK_loD9E_X.jpg

Begitu banyak polemik yang bermunculan di udara, Ibu Partisi mengambang mengotori atmosfer negeri seribu pulau ini. Mulai dari yang sekali muncul lalu langsung hilang hingga ke pada pertentangan yang tak kian berujung sampai saat ini. Entah kapan negeri yang katanya kolam susu, cukup dengan sebuah kail dan sebatang jala masyarakatnya dapat hidup sejahtera ini dapat menari lihai tanpa diberatkan dengan kenistaan dan kesengsaraan, entahlah?

Salah satu penyebab kesengsaraan masyarakat negeri ini adalah jerat-jerat korupsi yang tak kunjung lepas, bak mayang yang bertuan pada sang inang terus dan terus menggerogotinya. Malang tak terperi, sungguh malang. Di luar sana orang-orang berpakaian bagus dan rapi, sedangkan kami di sini tercompang-camping membayar pajaklah katanya, iuranlah pintanya, biaya administrasilah ancamnya kepada kami, iya kami. Di luar sana orang-orang makan dengan lahapnya, sedangkan kami di sini masih saja terbungkus lapar, beras batu yang tak kunjung terbelikan, bahkan sepuntung rokok boleh ambil dari jalanan yang terlindas. Di luar sana orang-orang kian sibuk dengan benda kesayangannya yang kata mereka itu namanya gadget, sedangkan kami masih saja bersahabat dengan sekarung goni bolong yang menjadi sobat karib dalam mengais aqua penyot di tong sampah.

Adakah mereka memikirkan kami? Ketika mereka sibuk mencembungkan perut-perutnya, perut-perut istri/suaminya, perut-perut anaknya, perut-perut ayahnya, perut-perut ibunya, perut-perut selingkuhannya, perut-perut temannya, perut-perut musuhnya, dan perut-perut... Sedangkan, kami masih terjaga dengan cekungnya perut-perut kami. Kepada siapa kami harus mengadu?

Dulu masih ada Guru Patimpus yang dengan heroiknya membela masyarakat kota Medan dari kenistaan dan kemelaratan. Dulu masih ada Abu Bakar As-Syiddiq yang dengan kedermawanannya menginfakan seluruh hartanya untuk kaum Muslimin. Dulu masih ada banyak orang-orang seperti mereka. Tapi sekarang kenapa begitu sulit mencari orang-orang seperti mereka? Apakah karena globalisasi? Atau westernisasi? Atau gara-gara politik?

Kami hampir mati di sini menunggu keadilan yang tak kunjung datang-datang, menanti bak ditikam pisau yang bermata tumpul. Mereka hidup di sana dipenuhi dengan gemerlap uang hasil curian. Asal kalian tahu, itu uang kami. Uang masyarakat yang tinggal di negara kaya tapi tak tahu entah ke mana kekayaannya.

Lantas, setiap tetes darah yang telah jatuh ke bumi pertiwi dapat terbalaskan dengan darah juga? Apakah setiap renggutan nyawa dapat terbalas dengan merenggut nyawa juga? Andai kalau bisa.

Seorang anak kecil berpesan kepadaku: "Kalaulah para koruptor lalu dihukum mati atas perbuatan korupsinya harus dihukum mati maka kasus tersebut tak akan begitu bewarna. Di sini pemeran utama pada serial kali ini adalah mereka yang berkorupsi, lantas yang perlu dicermati ialah bagaimana hukum itu benar-benar harus ditegakkan dengan memberikan pemberatan yang lebih dan lebih lagi kepada mereka yang memang terbukti korupsi. Kalaulah kita mau berbicara tentang HAM maka bagaimana hak-hak para manusia kecil di luar sana yang hidupnya sudah luntang-lantung ditambah lagi uang mereka habis dikorupsikan sementara hak-hak mereka tak kunjung datang mengetuk pintu rumah mereka, apakah itu mencerminkan hak asasi manusia? Dengan pemberatan terhadap hukum yang ada untuk diberikan kepada para koruptor tersebut lambat-laun mereka akan mati sendiri karena ulah mereka sendiri. Bukan tangan ataupun jeruji besi, tetapi cambukan dan timbangan hukum yang memang benar-benar seimbang. Mari renungkan".

#15tahun #rumahkepemimpinanregional6medan

 

gambar via pixabay.com

Answered Aug 18, 2017

Question Overview


2 Followers
688 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Kasus-kasus apa saja yang berpotensi menjerat klan SBY?

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Antasari Azhar?

Apa Anda pernah menyaksikan secara langsung transaksi yang menurut Anda adalah korupsi?

Kapan dan jika bagaimana korupsi di Indonesia akan berakhir?

Apa saja foto yang menggambarkan betapa korupnya sebuah pemerintahan?

Mengapa banyak koruptor kelas kakap mendapatkan remisi hukuman?

Budaya apa yang sekarang sudah hilang?

Apa cara yang paling efektif dan feasible untuk memberantas korupsi di Indonesia?

Benarkah sanksi terhadap koruptor di Indonesia masih lemah?

Mengapa Anda setuju dengan hukuman mati?

Mengapa Anda tidak setuju dengan hukuman mati?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Kinerja ketua KPK siapa yang paling baik; T. Ruki, Antasari Azhar, Busyro Muqoddas, Abraham Samad, atau Agus Rahardjo?

Mengapa selama ini kaum pria lebih banyak tersangkut kasus korupsi dibandingkan perempuan?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor laki-laki?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor perempuan?

Apakah Anda setuju hukuman mati untuk para koruptor?

Mengapa sosok Presiden RI secara otomatis juga menjabat sebagai panglima militer tertinggi di negeri ini?

Apakah keluarnya surat perintah penyidikan juga berarti ada tersangka?

Mengapa Lampung terkenal sebagai provinsi yang tinggi tingkat kriminalitasnya?

Bagaimana negara seharusnya melindungi HAM atas saksi kasus korupsi?

Bagaimana cara mencegah korupsi di DPR, Pak?

Jika dokter atau rumah sakit terindikasi memberikan keterangan yang salah untuk melindungi tersangka korupsi, apa langkah yang bisa diambil KPK?

Apakah "pelumas" ketika ingin naik jabatan di lembaga pemerintahan/ menjadi kepala pemerintah memang harus ada? Kalau ada, apa tindakan real dari KPK terkait isu pelumas tersebut yang pada kenyataannya masih sering terjadi?

Apakah saya ikut dipidana jika melaporkan pejabat yang meminta suap kepada saya?

Bagaimana cara KPK mencegah korupsi di DPR?

Apakah memberantas korupsi itu peristiwa penegakan hukum atau bukan? Kapan ia menjadi peristiwa hukum dan kapan ia bukan?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Mengapa definisi korupsi tidak hanya menyangkut "memperkaya diri sendiri", tapi juga "memperkaya orang lain"?

Bagaimana rasanya menjadi imam besar Masjid Istiqlal?

Sebagai imam besar masjid, bagaimana cara Bapak Nasaruddin Umar menjadi pengayom umat Islam Indonesia di tengah banyaknya ormas Islam di Indonesia?

Apakah ada program di Mesjid Istiqlal yang bertujuan agar anak-anak muda di Jakarta menjadikan Mesjid Istiqlal sebagai pusat untuk menimba ilmu tentang Islam? Jika ada lalu apa saja program tersebut?

Bagaimana tanggapan Bapak sebagai Imam ketika ada segelintir orang menautkan gerakan ISIS dengan Islam?

Bagaimana agar kita bisa umat Islam mudah berkomunikasi dengan mereka yang tidak memiliki agama/ atheis?

Bagaimanakah definisi Radikal dalam beragama?

Bagaimana pandangan Anda mengenai perkembangan Islam lewat tradisi esoteris Syekh Siti Jenar?

Bagaimana menjadi pribadi yang bisa istiqomah?

Apa arti dari beriman tetapi belum berhijrah?

Seperti apa beban menjadi seseorang yang dikenal sebagai ulama?