selasar-loader

Apa standar rumah makan Padang yang enak?

Last Updated Jan 10, 2017

4 answers

Sort by Date | Votes
Indria Salim
Orang Jawa penggemar balado dan rendang Padang

Saya orang Jawa, tapi lucunya lebih sering menikmati masakan Padang. Mungkin karena saya suka makanan pedas atau kaya bumbu tanpa harus merasakan keanehan di lidah. Ini saya bedakan dengan masakan India, misalnya. Masakan India terkenal dengan banyak ragam bumbunya, namun bagi lidah saya itu mirip makan jamu dalam bentuk padat, duh.

Ok, langsung saja kriteria standar rumah makan Padang yang enak. Maaf, ini pertanyaannya rancu. Yang ditanyakan itu rumah makannya, atau makanan di rumah makan tersebut? #Peace  :D

Kalau rumah makannya, ya tentu yang makanannya enak, harga kompetitif, apalagi kalau bisa lebih murah dari rumah makan lainnya, bersih baik tempat maupun cara menyajikannya, dan penjualnya cekatan meskipun cukup ramah.

Kalau makanannya, tentu ciri khas standar  harus dipenuhi, misalnya:
Sambalnya variatif -- ada sambal cabe ijo, sambal merah dan mungkin sambal lainnya. Bumbunya pas, misalnya sambal cabe ijo itu idealnya ada rasa asam segar dari tomat hijau. Kalau sambal merah, pedasnya proporsional -- tidak bikin pelanggan harus menyediakan "diatab" karena perut tidak kuat menahan kepedasan sambal yang kepedean.

Makanannya meskipun dimasak dengan santan, atau ditumis pakai minyak, sebaiknya bisa dipisahkan bila pelanggan tidak tahan dengan kilauan minyak.

Makanan wajib yang harus ada, dan disukai tua-muda-laki-perempuan-remaja-anak-anak yaitu: ayam pop, rendang daging, balado ikan kembung, dendeng balado, gulai otak (meskipun saya tidak makan), gulai tunjang, balado belut, balado ikan bilis, balado telur bulet, gulai telur bulet maupun ayam, dan soto Padang yang tak ada duanya di kuliner lain, dong. Nah itu wajib dan menjadi tolok ukur kategori standar kuliner khas Minang. Duh, saya jadi ingat Rumah Makan Padang Bulungan Jaya di belakang kantor PLN dekat kantor Kejagung. Wuiks. |@IndriaSalim -- 21.01.2017

Answered Jan 21, 2017

Yang berani dengan bumbu 

Answered Jan 21, 2017
Dedy Syahril
Saya suka film, buku dan kacang garuda

vtek4_QItHjTZDjxrI0oV7TIqV3DD0oQ.jpg

Gambar diambil dari sini: dhanipratama.blogspot.co.id

Rumah makan Padang dimana yang masak juga orang Minang.

Saya lahir di kota dingin nan elok Bukit Tinggi dan menghabiskan masa-masa terbaik remaja saya di Kota Solok dan Padang Panjang. Lidah saya tentu sudah sangat fasih dengan kelezatan kuliner khas Minang.

Bagi saya tidak ada istilah masakan Padang ataupun rumah makan Padang sampai kemudian saya lulus Sekolah Menengah Atas dan melanjutkan kuliah di Bandung. Bahkan orang-orang pun selalu bilang kalau saya adalah orang Padang walaupun saya tidak pernah tinggal di kota Padang. 

Masakan yang saya biasa makan pun ya masakan Ibu saya. Makan di rumah makan juga jarang karena asumsinya buat apa makan di luar kalau dirumah, menu-menu yang ada di restoran juga sudah ada. Lain cerita jika ditraktir diajak makan di restoran mahal dan juga lezat. Rumah-rumah makan pun di Sumatera Barat jarang sekali, atau mungkin tidak ada, yang saya pernah temui yang menulis "Restoran Padang" di papan nama mereka.

Hidup di rantau memang memupuk rindu pada kampung halaman. Salah satu paubek (penawar) nya tentu kuliner khas Minang yang sekarang sangat mudah ditemui. Bofet Mini dan RM Surya di Bendungan Hilir menjadi salah dua favorit saya di Jakarta.

Kembali menjawab pertanyaan di atas, setiap memasuki restoran Padang, biasanya saya menggunakan bahasa Minang untuk bercakap. Sekedar untuk mengetahui apakah Uda yang melayani juga orang Minang atau tidak. Mengapa kemudian ini menjadi penting? Belajar dari pengalaman, restoran Padang yang tidak dikelola atau dimasak oleh orang Minang sendiri, rasanya pasti berbeda. Sering saya temui rumah makan Padang yang dikelola oleh suami istri, salah satunya orang Minang; atau rumah makan Padang yang semua yang ada disana tidak ada yang bisa berbahasa Minang. Bisa ditebak, rasanya tidak ada "Padang-padang" nya sama sekali.

Termasuk juga jika restoran tersebut memiliki cabang. Biasanya saya tanya, dapurnya atau tukang masaknya sama atau beda? Kalau beda, kadang terasa enak, kadang ya gitu deh, hehe

Tapi jika bernasib mujur, ketika Uda yang melayani juga orang Minang, saya sering diberi porsi lebih. Wabilkhusus jika yang saya pesan adalah Gulai Cancang, Tunjang, bahkan kadang juga Rendang.

Sekian :)

Answered Jan 22, 2017
Ananda Findez
Mencari jawaban dan menanyakan segala hal!

Ini emang agak tidak masuk akal, tetapi saya selalu melihat rumah makan padang yang enak adalah:

1. Pelayannya Laki-laki.

2. Pendinginyna kipas angin langit-langit (celling fan) warna putih dengan diameter tidak begitu besar, sehingga suhu ruangan agak hangat-hangat nasi.

3. Agak remang sedikit (tidak menggunakan lampu yang super terang, cahaya lampu kalah dengan sinar matahari).

4. Dinding agak kotor sedikit. (Karena masak terus, sampe ga sempet merenovasi bangungan).

5. Yang makanannya tidak disajikan semua, tapi pilih di tempat display ke Uda-uda yang jual.

Answered Jan 22, 2017