selasar-loader

Mengapa sebagian besar film yang masuk ke bioskop Indonesia berasal dari Amerika dan bukan dari India?

Last Updated Nov 17, 2016

Padahal, India adalah negara dengan industri film terbesar di dunia.

13 answers

Sort by Date | Votes
Ahmad Fikri Arief Rasyid
Mahasiswa Fakultas Hukum UGM | Bukan Peserta Rumah Kepemimpinan

Hasil gambar untuk bioskop

Karena seperti kita tahu ketenaran Box Office Hollywood sudah sangat besar di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Bollywood sebenarnya juga tak kalah tenarnya di Indonesia (apalagi sinetronnya), tapi untuk masalah film suka tidak suka Hollywood jauh di atas Bollywood dari segi penggemar maupun reputasi.

Masyarakat Indonesia masih banyak beranggapan bahwa film hasil garapan Bollywood akan tidak jauh dari menari-nari dan cerita cinta yang tak direstui orang tua, maka dari itu saya pikir pun pihak bioskop Indonesia tidak ingin ambil risiko terlalu besar untuk menayangkan film yang penontonnya tidak seramai film-film buatan Hollywood. Daripada rugi lebih baik tidak usah ditayangkan sekalian kan?

Gambar via kabaroke.com

 

Answered Dec 8, 2016
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

USk6O6Vm2_BPOPjxMpdx1nfMMd6AfGI4.png

Tidak hanya di Indonesia, namun di dunia.

Faktor utamanya adalah karena teknik marketing Hollywood lebih masif ketimbang Bollywood.

Sebagai contoh, Star Wars 7 berbiaya produksi US$200 juta, namun biaya promosinya mencapai sekitar US$250 juta.

 

sumber gambar: pixabay.com

Answered Dec 15, 2016
Iwa Maulana
Seorang peneliti dan alumnus FISIP UI

Hal ini tidak lepas dari posisi Amerika sebagai negara yang kepemilikan teknologinya melampaui India. 

Giddens menyatakan bahwa film merupakan sebuah hasil kebudayaan yang perkembangan pesatnya berbanding lurus dengan semakin canggihnya teknologi. Berbeda dengan media cetak yang cenderung stagnan dalam perkembangannya, film dan industri perfilman berkembang jauh lebih pesat (Giddens, 2009: 731). Amerika Serikat, sebagai sebuah negara dengan penguasaan dan pemilikan teknologi yang tinggi berhasil menguasai perfilman dunia dalam satu abad terakhir. Karena dominasi Amerika yang begitu luar biasa dalam perfilman dunia, banyak pihak mengkhawatirkan timbulnya imperialisme budaya (Giddens, 2009). 

Dengan majunya teknologi, pembuat film jadi bisa menyajikan tampilan-tampilan memukau dalam film-film mereka. Tengok saja film-film Hollywood, mereka menjadi laku karena efek-efek di dalamnya menggugah orang untuk menonton. Apa yang mereka tampilkan menarik untuk dilihat.

Selain teknologi, hal lain yang berpengaruh adalah hegemoni. Amerika merupakan negara hegemon. Apa-apa saja yang populer dan dihasilkan Amerika akan memiliki daya tarik lebih pada masyarakat. Jadi, film-film India tidak atau sedikit masuk ke sini bukan karena mereka jelek, namun bisa juga karena posisi India sendiri yang secara kultural tidak semenarik dan semenjual Amerika.

Answered Jan 7, 2017
Ghani Prasetya
Penikmat Udara Malam

NkVMgIBmKp4sdpvfbR8y2xk2DC8TzUfo.jpg

Saya rasa masalahnya bukan pada seberapa besar industri yang ada. Karena film adalah suatu yang dinikmati, maka yang kebanyakan orang cari adalah film dengan kualitas (bukan kuantitas) yang baik, di mana orang tersebut bisa menikmatinya. Dan Hollywood tahu benar selera pasar dunia sehingga mereka berani melakukan marketing besar-besaran dengan bujet fantastis.

Tetapi bukan berarti film India kualitasnya buruk. Seperti kita tahu ada beberapa film Bollywood yang mampu mencuri perhatian dunia, seperti 3 Idiots, PK, dan Slumdog Millionaire.

gambar via stylewhack.com

Answered Jan 8, 2017

Sebagian besar orang sedari kecil menyukai hal-hal yang berbau adventure, war, sci-fi, dan animation, yang mana pada genre-genre inilah rumah produksi Amerika menggelontorkan sumber daya yang tak main-main....

Answered Jan 10, 2017
Muhammad Rizki Akbar
Web Developer, dan mencoba menjadi founder nyimak.net

Dikarenakan ini adalah dunia bisnis, jika memang India merupakan industri film terbesar di dunia, tetapi film yang diproduksi nya tidak cocok dipasar negara ini, mereka akan rugi jika tetap memaksa menjualnya.

 

 

Answered Jan 18, 2017
Dedy Syahril
Age is just a number

Jawaban cepat yang terlintas di kepala saya adalah DURASI, hehe

Masih ingat dengan film India fenomenal Kuch-kuch Ho Ta Hai? Film ini sangat booming di tahun 1998 dan mungkin masih meraih rating tinggi saat ditayangulang oleh TV nasional beberapa tahun kemudian. Film ini memiliki durasi 2 jam 57 menit (IMDB). 3 jam!. Saya masih ingat dulu adik saya punya VCDnya dan ada 6 keping VCD berseri untuk satu film saja.

Bandingkan dengan film-film hollywood yang hanya berdurasi 1,5 - 2 jam saja. Mungkin biaya yang dikeluarkan untuk memutar film Bollywood di bioskop menjadi lebih mahal dan jadwal tayang per hari juga semakin sedikit karena durasinya yang panjang.

Coba kita tengok durasi 10 film bollywood yang menjadi fenomenal di Indonesia (versi Brilio.net):

  1. Dilwale Dulhania Le Jayenge (3h 9m)
  2. Kuch Kuch Hota Hai (2h 57m)
  3. Mohabbatein (3h 36m)
  4. 3 Idiots (2h 50m)
  5. Taare Zameen Par (2h 45m)
  6. PK (2h 33m)
  7. Kabhi Kushi Kabhi Gham (3h 30m)
  8. My Name is Khan (2h 45m)
  9. Slumdog Millionaire (2h)
  10. Koi Mil Gaya (2h 51m)

Tapi tentu, ini hanya teori bodo-bodo saja, khas cerita lapau, hehe

Answered Jan 19, 2017
Rezha Taufani
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

main-qimg-f75ccbe81e31e78df132d25f69aff6

Ada beberapa poin yang bisa menjadi titik tumpu untuk menilai kenapa Indonesia lebih terbuka ketimbang film Amerika

1. Film Amerika lebih fokus pada Grade atau kualitas filmya, dan menjadikan kuantitas atau jumlah produksi dari filmya menjadi prioritas kedua. Jadi meskipun film amerika memiliki berbagai unsur seksual yang biasanya tidak bisa ditolerir oleh oleh wilayah yang memegang taat kebudayaannya dalam menghindari segala hal yang bersifat "dosa" akan lebih mudah masuk karena kualitas baik dari Script, Graphic, Actress bisa menjadi alasan yang diterima secara logika hedonisme.

2. Film Amerika bersifat inklusif secara penayangannya, berbeda dengan India yang hanya fokus pada penerimaan dalam bentuk tiket, konservatisme marketing yang dibawa india membuat bidang-bidang yang bergerak di sektor perfilman di Indonesia tidak mau mengambil resiko mengambil film-fil dari India karena belum tentu film yang ditayangkan akan mendapatkan respon positif dari penonton, apalagi pola Sellingnya hanya dalam bentuk tiket. Tidak merambah sampai ke media digital yang lainnya.

3. Public Mood masyarakat Indonesia secara modern sudah cenderung membentuk pemikiran bahwa film-film barat memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan film-film india, cara membuktikan sederhananya bisa kita tanyakan pada kerabat-kerabat kita, apakah mereka lebih menyukai pria/wanita bule atau india? hehe.

Kesimpulannya, para pelaku di bidang perfilman pun pasti akan mempertimbangkan akan memasukkan film yang mana pada pemutarannya di bioskop-bioskop atau penjualan melalui media lain supaya bisa mendapatkan profit yang setara atau lebih dari sektor produksi film antara Amerika dan India. Amerika menang karena memiliki sifat inklusif dalam pemasarannya dan kualitas dari filmnya yang rata-rata memiliki Grade tinggi pasti menjual untuk dinikmati masyarakat. India lebih fokus pada jumlah produksi film, namun pola pemasarannya sangat konservatif tanpa didorong dengan jaminan kualitas film yang baik, maka menjadi pedang bermata dua untuk industri film India sendiri untuk dipasarkan di Indonesia.

Answered Jan 24, 2017
Pebriansyah Ariefana
member AJI Jakarta, pe@jalankaki, gado-gado lover

Jelas aja..... karena kalau banyak film India di bioskop, maka pengelola bioskop harus banyak menanam pohon.... Karena india tanpa pohon nggak seru....

Answered Jan 31, 2017

Mungkin karena kualitas film Amerika jauh lebih baik.

Answered Aug 14, 2017

karena amerika lebih mementingkan kualitas filmnya(grade nya)

dan mungkin lebih menarik film amerika

Answered Aug 19, 2017

Film film Amerika jauh lebih berkualitas, efek dalam film aksi Amerika juga sudah canggih. dibandikan film india yg hanya seputar kisah cinta prnikahan dll,  itu membosankan 

Answered Aug 19, 2017

Karena film2 amerika jauh lebih berkualitas tinggi . alur ceritanya lebih masuk akal dan fisualnya juga lebih canggih, dan tidak membosankan. Sedangkan film india kebanyakan monoton terutama dalam hal menari dan menyanyi .

Answered Aug 19, 2017

Question Overview


17 Followers
3367 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apakah di masa yang akan datang, ada film yang menyaingi ranking The Shawshank Redemption dan The Godfather di IMDB?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapat dari menonton film?

Apa judul film Indonesia terbaik sepanjang masa?

Mana yang lebih bagus; film yang berdasarkan kisah nyata atau yang 100% fiksi?

Apakah The Walking Dead serial TV yang bagus?

Film apakah yang dianggap paling berpengaruh dalam memperkenalkan budaya populer?

Pada film apakah kita bisa melihat pengaruh nilai-nilai post-modernisme?

Bila saya ingin melihat pengaruh nilai-nilai modernisme, film apa yang Anda rekomendasikan?

Menurut Anda, negara manakah yang menguasai industri populer saat ini?

Mengapa di film yang berlatar Inggris baik yang produksi Hollywood ataupun Inggris kita jarang sekali menemukan adegan pemainnya menonton sepak bola liga Inggris?

Mengapa Anda menyukai karakter superhero Superman?

Seandainya Anda Batman, Anda lebih memilih berhadapan dengan Joker atau Bane? Mengapa?

Apa yang membedakan antara film Hollywood dan Bollywood?

Menurut Anda, siapakah sutradara film Indonesia yang bisa membuat film-film sekelas Hollywood?

Dari beberapa peperangan yang terjadi saat Indonesia dijajah Belanda, pertempuran mana yang layak diangkat menjadi film Hollywood?

Apa yang membuat film hollywood mampu mengalahkan film-film dari negara lain?

Apa saja film-film Hollywood saat ini yang dapat menjadi kenangan bagi Anda?

Siapa saja aktor/aktris Indonesia yang sudah bermain di film Hollywood?