selasar-loader

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Last Updated Nov 17, 2016

6 answers

Sort by Date | Votes
Syifa Annisa
Penikmat Film

jB5aHiBmbQ79S6KpcGopbwi5A3ldZrxY.jpg

Produksi suatu film di suatu negara pasti memasukan unsur-unsur budaya negara itu. Misalnya film Indonesia berjudul 3 Srikandi (2015). Ada budaya Indonesia di situ: pencak silat dan keris.

---

Budaya dan kebiasaan di tiap negara juga mempengaruhi genre film-film yang diproduksi di negara tersebut, seperti banyak film perang produksi Timur Tengah dan Asia yang mengekspos perang dari sisi dampaknya. Salah satu contohnya adalah Turtles Can Fly (Irak; 2004). Angle-nya adalah perang yang membuat kehidupan anak-anak sengsara.

Sementara itu, film-film produksi Barat kebanyakan mengekspos perang dari sisi heroik dan jagoannya. Contohnya adalah Civil War.

 

Gambar via ulasanfilm21.wordpress.com

Answered Dec 19, 2016
Fajar Martha
Penulis/penyunting di narazine.co. Meminati kajian kelas dan replikasi sosial

59Hn93WRpETte_2ggmCIpPXdZj_Wp0gC.jpg

Sangat saling terpaut. Meski kini kita hidup di masa yang dikatakan sebagai desa global, budaya tempat film diproduksi akan tetap melekat dalam suatu film. Contoh paling sederhana adalah bahasa. Bahasa adalah sarana utama manusia dalam berinteraksi. Dari cara pengucapan, intonasi, maupun kosakata yang ditutur, tak lekang dari pengaruh budaya setempat.

Lebih lanjut lagi, konteks sosio-kultural dapat kita lihat di "kebangkitan" budaya Korea Selatan (industri hiburan). Negara yang 40 tahun lalu bukan apa-apa kini menjadi salah satu raksasa industri budaya dunia. Rasa inferior (apalagi jika dibandingkan dengan Jepang) tak membuat mereka berkecil hati. Jalan singkat dipilih; mereka mencampuradukkan budayanya dengan budaya Barat sehingga menjadi sebuah budaya hibrida yang artikulasinya dapat kita temukan di K-Pop.

Namun di balik ingar-bingarnya, Korea Selatan juga memiliki sutradara-sutradara kelas dunia yang film-filmnya begitu terkait dengan konteks bangsa mereka; "mengada". Dalam trilogi dendam karya Park Chan-wook, misalnya, kita bisa meresapi bahwa kekerasan yang terjadi dalam film adalah pesan yang coba disampaikan sang sutradara. Korea Selatan boleh saja kini hidup gemerlapan, tetapi masyarakatnya penuh dendam akibat perang saudara dengan Korea Utara (juga oleh campur tangan negara-negara adidaya). 

Kesan serupa juga akan Anda dapatkan di karya-karya Kim Ki-duk atau Bong Joon-ho.

 

Ilustrasi via movieposteraddict.wordpress.com

Answered Jan 6, 2017
Luthfia Rizki
Beauty Enthusiast

wieuTem42Hw3TnxKTb510NRVYWlvWi7U.jpg

Setiap film biasanya berkaitan dengan budaya negaranya masing-masing. Saya mengambil contoh film Eropa yang tidak diputar di bioskop umum Indonesia dan hanya ditayangkan di festival-festival tertentu seperti Europe on Screen dan German Cinema. Secara general, film Eropa memiliki ciri khas unsur kejiwaan, konflik batin yang kompleks, dan bermakna sangat dalam sehingga membuat kita berpikir lebih dan mencoba menelisik; apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh sang sutradara dan penulisnya. Jangan berharap kemeriahan, happy ending, dan keglamoran layaknya film-film Hollywood. Tidak semua film Eropa seperti itu, tetapi beberapa film yang sudah saya tonton di festival, memang begitulah adanya.

Berdasarkan hasil observasi kecil-kecilan saya, "warna" film Eropa yang seperti ini tentunya tidak lepas dari karakteristik dan budaya orang Eropa itu sendiri yang cenderung pendiam (bicara seperlunya), serius (tidak nyeleneh dan "pecicilan" seperti orang Indonesia), mandiri cenderung individualistis, simpel dan tidak ribet, bebas (tidak ada batas sensor untuk film Eropa), dan straight to the point. Mungkin karena inilah tokoh utama dalam film Eropa lebih sering bermain dengan pikirannya sendiri dan memilih untuk menyimpan masalahnya sendiri sampai "mumet banget" sehingga dari situ konflik batin mulai bergejolak. Maka dari itu, film yang dihasilkan cenderung bernuansa "gelap" dan agak "suram".

 

Ilustrasi via allocine.fr

Answered Jan 23, 2017
Devita Olyviana
Mahasiswi Biologi FMIPA UI 2014. Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 1 Jakarta.

Genre film favorit tidak terlalu berpengaruh dengan budaya di setiap negara. Preferensi genre merupakan hak dari masing-masing individu.

Answered Oct 30, 2017
Winona S Sunukanto
Mahasiswi K3 FKM UI 2015. Aktivis Anti Pornografi bersama Komunitas POPCORN.

Budaya suatu negara dapat dilihat paling mudah melalui jenis film favorit yang dikonsumsi maupun diproduksi oleh negara tersebut. Jika ingin mengambil contoh, kita dapat melihat negara Korea yang cukup getol dalam memproduksi film-film terbarunya. Uniknya, film-film Korea tidak selalu tentang kehidupan percintaan anak mudanya maupun drama sejarah kerajaan dari Korea. Industri film Korea memutuskan untuk menjelajahi lebih dalam ide-ide baru nan gila dalam film-film mereka. Film-film komedi romantis tentunya lebih banyak diproduksi, namun industri film Korea juga mulai memproduksi film mengenai Alien (yang kemudian diwujudkan oleh seorang aktor yang tampan), mesin waktu, maupun malaikat maut.

Satu hal yang dapat diamati dari seluruh film Korea merupakan pesan utama dari sebuah film yang selalu berhasil diterima oleh penontonnya. Industri film Korea sudah dapat disandingkan kualitasnya dengan film Hollywood, namun industri film Korea akan selalu menang dalam menyampaikan pesan bermakna kepada penontonnya. Film-film Korea berhasil menyampaikan sebuah pesan sesimpel peduli keselamatan, sayangi keluarga, atau kebersamaan dengan teman melalui pengemasan film yang indah. Film-film tersebut pun secara perlahan mempengaruhi penduduk Korea untuk mengikuti pesan yang disampaikan film-film tersebut. Para aktor yang kemudian tenar pun akan selalu disangkutpautkan dengan peran yang dimainkan  dalam film tersebut.

Industri film Korea telah berhasil mengemas Korea menjadi suatu negara yang hangat nan bersahabat melalui film-filmnya yang biasanya berputar dalam tema tersebut.

Answered Feb 1, 2018

Saya tidak pernah mengobservasi secara serius kaitan genre film dengan kultur suatu negara. Namun bisa kita rasakan bahwa geografis juga kultur memang memiliki pengaruh terhadap ensensi sebuah film. Misalkan pada film-film western genre tembak-tembakan, kebanyakan mengambil tokoh kesatria (cowboy penembak) yang putus asa, memiliki masalah hidup pelik dan kehidupan yang akan berakhir dalam sistem hukum rimba. Mengapa mereka murung dan suka tembak-tembakan? Selain mencerminkan latar wildwest yang kering, hal tersebut juga mengindikasikan sosial politik Amerika di-era itu yang timpang. Ketika bergeser sedikit ke wilayah Timur AS, film yang ditemui biasanya memuat unsur perbedaan kelas masyarakat, pebisnis yang materialis, dan kalangan pekerja yang terbebani sistem kapitalis (New York, Manhattan, Wall Street). Di Southern, latar belakang yang paling laku, tidak jauh dari unsur-unsur perbedaan dan rasial yang menjadi trauma bagi sebagian masyarakatnya. Pada film perang, film-film kurun 70-80 an banyak mengambil latar perang Vietnam, 2010 berlatar Irak-Afghanistan, kita prediksi di tahun 2020 ke atas akan banyak film berlatar perang Suriah, Ghouta, pengungsi Suriah di Eropa,.

Di Iran, banyak film yang sangat bagus dalam genre realis. Hal-hal yang disampaikan sederhana, tidak pernah jauh-jauh dengan kehidupan sehari-hari mereka dan mengapa jenis film tersebut yang laku di Iran? apakah hal itu juga mencerminkan selera dan kebutuhan masyarakat Iran yang juga sederhana? 

Film-film India yang selama beberapa dekade lalu selalu muncul prototype dengan tokoh heroik macam Mithun Chakraborty dan artis yang sangat cantik seperti Maduri Dixit atau Hema Malini menjadi yang paling laku. Adakah unsur-unsur tersebut dibangun dari kisah klasik mereka dalam Ramayana atau Mahabharata, yang stigma tersebut tertanam kuat pada kultur masyarakat India? Unsur hero jago berkelahi dengan wanita lemah yang harus dilindungi macam Rama dengan Shinta, atau Pandawa dengan Drupadi harus wajib direpresantasikan dalam genre film india yang sering diputar di TPI ini dulu.

Lalu di Indonesia, beberapa waktu sangat marak dengan lakunya setan-setan yang disertai pengumbaran aurat. Film setannya tidak se-serem film-film genre serupa produksi Thailand. Dan artis JAV sampai Sascha Grey diundang main, dengan disertai dengan adanya data bahwa salah satu pengakses tertinggi terhadap situs-situs biru adalah negeri ini. Bukankah ini juga mengindikasikan bahwa memang film menembak pasar yang sedang marak. Ada arah budaya yang bergeser. Juga ketika tak ada pemicunya film Ayat-Ayat Cinta tiba-tiba booming dan menyebabkan anak-anak SMA pacaran dengan panggilan sayang Umi-Abi, dan film-film pengikutnya se-genre tak sesukses ini, atau film AADC yang juga tiba-tiba muncul ke permukaan setelah cerita protopipe pendahulunya (Gita Cinta dari SMA) tayang 20 tahun yang silam/ terpaut lama sekali. 

Pasti ada kaitan genre film dengan budaya setiap negara/daerah. Semoga menjawab.

Answered Apr 1, 2018

Question Overview


9 Followers
1432 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Apakah di masa yang akan datang, ada film yang menyaingi ranking The Shawshank Redemption dan The Godfather di IMDB?

Mengapa sebagian besar film yang masuk ke bioskop Indonesia berasal dari Amerika dan bukan dari India?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapat dari menonton film?

Apa judul film Indonesia terbaik sepanjang masa?

Mana yang lebih bagus; film yang berdasarkan kisah nyata atau yang 100% fiksi?

Apakah The Walking Dead serial TV yang bagus?

Film apakah yang dianggap paling berpengaruh dalam memperkenalkan budaya populer?

Pada film apakah kita bisa melihat pengaruh nilai-nilai post-modernisme?

Bila saya ingin melihat pengaruh nilai-nilai modernisme, film apa yang Anda rekomendasikan?

Menurut Anda, negara manakah yang menguasai industri populer saat ini?

Negara mana yang tidak mau Anda kunjungi untuk yang kedua kali?

Haruskah Agama dan Negara terpisah? Mengapa?

Siapa Pemuda/Pemudi saat ini yang menurut Anda layak menjadi Calon Negarawan Masa Depan Indonesia? #SayembaraSELASAR

Apakah arti dari 'Indonesia'?

Setujukah Anda bila Indonesia menjadi negara Islam?

Apakah Indonesia masih berutang kepada IMF?

Apa yang terjadi seandainya Sumatera merdeka sebagai sebuah negara?

Seberapa tangguh Indonesia menghadapi potensi krisis?

Sebutkan 5 negara apa di dunia yang paling ingin Anda kunjungi dan mengapa?