selasar-loader

Apakah Anda menyesal memilih Jokowi?

Last Updated Jan 8, 2017

Ada banyak hal dulu ditakutkan terjadi jika Prabowo jadi Presiden, namun ternyata hal tersebut terjadi sekarang :)

13 answers

Sort by Date | Votes
Firdaus Daus
Saya seorang guru yang suka membaca dan traveling.

Tidak. Walaupun bukan Presiden yang terbaik, Jokowi adalah Presiden hasil pemilu yang sah. Tidak ada yang perlu disesali

Answered Jan 15, 2017

Tidak... karena melihat hasilnya, cukup nyata dan jauh dari presiden sebelumnya.

Answered Jan 15, 2017
Indria Salim
Dreaming about Indonesia as one of the top 5 good governanced-countries

Jokowi adalah Presiden RI terpilih, sah memenangkan Pilpres 2014. Sejak dia meninggalkan kota Solo karena dicalonkan sebagai Cagub DKI 2012, publik, netizen, warga di luar kota menyatakan reaksi bermacam-macam. Saya ingat teman lama, wong Solo. Dia bilang, "Jokowi tidak cocok sebagai Gubernur DKI. Dia terlalu bersih dan manis."

Jleb! Karena kebetulan saya tahu banget kehidupan teman saya ini, khas priyayi Solo yang (maaf) kadang cukup kolonial, masih memandang pribadi dalam kacamata strata sosial dan bibit-bebet-bobot. Persepsi saya, Si teman ini tidak ikhlas, atau tidak melihat kemungkinan bahwa seorang "tukang meubel" dan juga yang "dikesankan berpenampilan ndeso" tidak mungkin bisa meraih kepercayaan mencalonkan diri menjadi Gubernur di wilayah ibukota Republik Indonesia. Saya tersenyum dalam hati, "Nah ini baru satu." Ternyata yang berkembang sesudahnya semakin meyakinkan, banyak orang yang pendapat dan anggapannya sebelas-dua belas dengan teman saya ini. Diakui atau tidak, itulah fakta yang kita semua sudah mengamati dan "mengalaminya sendiri" --baik kita sebagai warga skeptis, atau sebaliknya-- atau warga yang "tunggu, coba kupelajarai dulu siapa dan bagaimana dia itu."

Singkat kata, sikap warga dan netizen pada khususnya semakin kompleks saat Jokowi dicalonkan sebagai Capres, berpasangan dengan Jusuf Kalla (yang mantan Wapres di era SBY). Jusuf Kalla punya poin-poin keunggulan tersendiri. Ada yang menyangsikan bahwa pasangan itu akan sukses karena mereka mengantisipasi adanya "Matahari Kembar".

Banyak lagi spekulasi yang berkembang saat itu. Ini belum termasuk cecuitan yang gencar tersebar di twitter. Ada beberapa elite politik yang rajin meremehkannya. Salah satunya, yang mengatakan, "Jadi Gubernur saja sudah ketinggian. Pantesnya jadi ketua RT saja."

Saya tersenyum lagi. Ya itu sih naluri saya bahwa beliau akan memimpin negeri ini. Naluri yang semakin kuat menuntut bukti dukungan sebagai netizen, dukungan suka rela seperti para relawan pada umumnya, berbekal keyakinan bahwa Indonesia memerlukan pemimpin yang tidak mudah baper dengan segala celoteh khalayak, tidak gengsian, tidak takut diremehkan karena penampilan yang tidak ideal seperti bayangan publik bahwa pemimpin kudu keren, berwibawa, tidak cengengesan. Ya, semacam itulah.

Pada bulan Oktober 2014, Jokowi dilantik secara resmi sebagai Presiden RI. Lega dan bersyukur. Bulan Desember 2015, saya berkesempatan mendengarkan beliau berbicara. "Indonesia negara besar. Kita jangan takut dengan tetangga di ASEAN dan negara-negara lain. Kita perlu menyadari, justru negara-negara lainlah yang sebenarnya takut sama kita." Beliau bicara hal-hal inti tentang bagaimana menjaga optimisme, menjaga semangat persatuan, meningkatkan daya kompetisi, dan bersyukur bahwa di tengah kemerosotan kondisi ekonomi global, Indonesia berhasil lolos dari krisis, tidak seperti beberapa negara lain. Meksiko, misalnya.

Jokowi juga berkata, "Tingkatkan kemampuan kompetitif. Kita sudah memasuki kompetitor yang nyata, yaitu mereka yang bersaing merebut pasar kerja, pasar perdagangan, dan sebagainya dalam era pasar global dan Pasar Bebas ASEAN)."

Sekarang sudah hampir memasuki tahun ketiga Jokowi menjalankan kebijakannya untuk Indonesia. Banyak pembangunan infrasturktur yang dipercepat prosesnya, diciptakan pengadaannya, dibuka jalannya yang semula tidak pernah dipikirkan pemimpin lain sebelumnya. Pembangunan dan penyesuaian sarana dan prasarana di Indonesia wilayah Timur bisa kita lihat hasil dan kemajuannya, seperti di Papua dan di pelosok lainnya juga.

Isu keamanan? Isu perpecahan NKRI? Isu makar? Isu komunisme yang dituduhkan kepada Jokowi sebagai pendukung dan agennya sendiri? Isu pemberian hak istimewa kepada negara dan warga Tiongkok untuk melakukan dominasi di banyak sektor di Indonesia? Itu semua masih menjadi tantangan yang mudah-mudahan dilalui dan diatasi dengan serius dan bijaksana oleh Presiden dan jajaran aparatnya.

Menyesal memilih dia? Jelas tidak! Maukah kita menoleh ke belakang dan melihat akibatnya pada saat Jokowi "berkuasa"? Pernyataan Ketua KPK tentang lebih dari 200 pejabat dan orang-orang yang masuk daftar "Terduga Korupsi" adalah salah satu bukti komitmen Presiden tentang tekadnya dalam pemberantasan korupsi dan penindakan pada tersangka koruptor.

Menyesal? Ya, tepatnya menyesalkan bahwa masih banyak pihak yang fokusnya dititikberatkan pada perebutan kekuasaan, terus bertumpu pada upaya mengkompensasikan kekecewaan atas gagalnya aspirasi tentang "Presiden yang bukan Jokowi", sehingga kejadian demi kejadian bermuara pada sumber sikap "belum bisa menerima kenyataan", terus melancarkan tindakan dan pengungkapan sikap negatif alih-alih kritis.

Mudah-mudahan, baik yang menyesal maupun yang tidak menyesal dengan pilihan Pilpres 2014, semua menyadari bahwa kita semua adalah satu saudara sebangsa dan se-Tanah Air. Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membangun kesatuan dan persatuan, demi kesejahteraan warga negara Indonesia, dari Sabang sampai Merauke? Semoga.

Answered Jan 16, 2017

Tidak menyesal malah bangga dengan prestasinya.

Answered Jan 17, 2017

Saya Menyesal Tidak Memilih Presiden terpilih karena melihat perkembangan Politik, Hukum dan Ekonomi sekarang ini walapun berat tetap berjalan baik. Presiden sangat memperhatikan rakyat tertinggal yang selama ini terlantar sepeninggalan Presiden sebelumnya. Pergolakan Politik saat ini membuat cobaan bagi Presiden dan membuat Presiden semakin terpacu untuk berbuat yang terbaik untuk kedaulatan dan keutugan Bangsa. Semoga Bapak Presiden tetap sehat dan diberkati untuk melakukan yang terbaik untuk INDONESIA

Salam Hangat untuk Presiden, Suaraku Untukmu PRESIDEN 

Answered Jan 17, 2017

Gak milih, tapi untung yg menang Jokowi, banyak perkembangan signifikan. Segi pendidikan uang BOSekolah naik hampir 2x lipat, BOS SMA baru zaman jokowi. Dana desa cair bahkan mau naik lagi tahun depan. Jalanan mulus. jembatan dibangun. semoga aja jokowi bisa ngurangin pengangguran, biar mengurangi aksi kejahatan, demo anarkis, dan main hakim sendiri

Answered Jan 17, 2017

Alhamdulillah Ga Milih Dia.

Answered Jan 17, 2017

Sudah pasti tidak menyesal, pilihan dari hati nurani. Tidak ada yg sempurna krn presiden juga manusia, tugas qta sebagai bangsa Indonesia wajib untuk mendukung dan membantu siapapun yg terpilih secara konstitusional melalui Pemilu.

Answered Jan 17, 2017

Tidak sama sekali, saya bahagia dan bersyukur

Answered Jan 17, 2017
Anonymous

Tidak menyesal sama sekali

Answered Jan 18, 2017
Anonymous

Alhamdulillah ga salah pilih, ga milih si nganu, jadi saya ga perlu malu atau menyesal atas kehancuran negara dan ga menjadi korban doa si nganu yg bilang klo dia menang dgn cara curang maka dia dan pendukungnnya akan kena azab (naudzubillah min zalik, orang yg ketipu dan ga tahu apa apa pun dikorbankan)

Answered Jan 18, 2017
Anonymous

Tidak, saya bangga dengan Pak Jokowi.

Answered Jan 18, 2017
Anonymous

FBp7MU3laK6bGqcscmqBroaKMXIAh6dc.jpg

Nyeseeel... Saya ikut pengaruhi orang lain juga, sih. Tahunya, apa yang dikatakan saat kampanye Pilpres ternyata bohooong... Malu, ah.

Answered Mar 22, 2017

Question Overview


and 3 more
21 Followers
8470 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah NKRI akan memiliki Kepala Daerah dengan latar belakang pendiri start up?

Apa yang dimaksud dengan Pemilu bersistem distrik?

Mengapa money politics dalam Pemilu sulit diberantas?

Berapa dana yang dibutuhkan untuk bisa terpilih jadi anggota DPR?

Apa yang dibutuhkan agar bisa terpilih menjadi Presiden Indonesia?

Apakah perbedaan pemimpin dengan bos?

Bagaimana rasanya pernah jadi Caleg?

Siapa Ainun Najib, pendiri kawalpemilu.org?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Apa itu Jokowinomics?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan SBY?

Siapa sajakah orang kepercayaan Jokowi di istana?

Bagaimana sebenarnya bisnis meubel Jokowi di Solo?

Bagaimana hubungan Jokowi dan Megawati?

Apa arah kebijakan luar negeri pemerintahan Jokowi?

Bagaimana pandangan Anda mengenai struktur kabinet Jokowi 2014-2019?

Apa yang membuat Jokowi begitu kuat dan disegani lawan politiknya?