selasar-loader

Bisnis apa yang bagus untuk pertanian di masa mendatang?

Last Updated Jan 8, 2017

4 answers

Sort by Date | Votes
Urwah Abdurrahman
Sosial Ekonomi Pertanian UGM 2014 | Remaja Masjid

MraQa1tgzAwiZSkUHygK0fzy-hY8fnCa.jpg

Bismillah.. Bisnis di bidang pertanian masih sangat luas untuk digarap. Secara umum, kelemahan produksi kita terdapat di bagian pascapanen (off-farm), semisal pengemasan, distribusi, pengolahan menjadi bahan setengah jadi, bahkan hingga pengolahan barang jadi. Termasuk juga penyediaan sarana prasarana pertanian. Kalau kita bandingkan dengan beberapa negara di Eropa yang juga memiliki sektor pertanian, produksi mereka bukan hanya sekadar menanam dan memanen, tetapi juga sudah pada tahap sortase dengan standar tertentu dan pengemasan yang baik sehingga hasil produksi sudah dikirim ke supermarket. dengan proses seperti itu, harga jual bisa lbih tinggi. penyalur diuntungkan, petani pun diuntungkan.

 

Maka pilihan bisnis di pertanian yang prospektif adalah:

1. Turut menanam tanaman pokok maupun hortikultura

2. Penyedia sarana-prasarana

3. Pengolahan pascapanen

4. Distributor

5. Diversifikasi hasil olahan.

 

Wallahu a'lam..

-Urwah A-

gambar via harnas.co

Answered Jul 19, 2017
Nadiyah Hidayati
Mahasiswi Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM

Menurut saya salah satu bisnis yang sangat prospek di bidang pertanian untuk beberapa tahun mendatang ini adalah pertanian sektor hortikultura, dimana hal ini didukung dengan adanya wacana dari kementerian pertanian bahwa tahun 2018 adalah tahun hortikultura, sehingga usaha swasembada hortikultura pun dilakukan dari berbagai aspek baik itu penyediaan angaran untuk benih maupun sarana prasarana serta penguatan kelembagan dan dukungan pada pengusaha pertanian hortikultura. Selain itu, untuk kedepannya bisnis di sektor hortikultura akan menjadi primadona para petani muda karena harga produk hortikultua khususnya buah-buaan sedikit lebih stabil dibanding hortikultura sayur dan tanaman pagan. Sektor hortikutura eksistensinya juga dapat dikembangan pada bidang agrowisata dimana hal ini juga akan mendukung peningkatan ekonomi petani pengembang serta mengangkat image dari pertanian itu sendiri, bahwa kitabisa kaya dari pertanian. Saatnya pertanian bangkit dan tidak hanya dipandang sebelah mata.
Salam cinta pertanian ;)
CMIIW

Answered Nov 2, 2017
Heri Kurniawan
Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 7 Makassar

Di masa depan kebutuhan akan bahan pangan akan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan produk pertanian akan semakin diusahakan untuk memenuhi kebutuhan akan makan para penduduk. Namun, harus diketahui pula bahwa lahan untuk pertanian akan semakin menyempit karena pembangunan pemukiman maupun berbagai fasilitas. Untuk itu tren di masa depan yang akan popular terkait pertanian adalah hidroponik dan verticalkultur. Kedua metode tersebut cukup popular saat ini apalagi sejak tren hidroponik mulai merebak di kalangan masyarakat perkotaan khususnya mereka yang memperhitungkan sisi kebersihan, keutuhan, dan kesehatan produk.

Metode bertanam di lahan sempit dan tanpa menggunakan tanah menarik untuk dijalankan sebagai kerja paruh waktu, biaya yang digunakan untuk merakit instalasipun relatif terjangkau, perawatan cukup mudah dapat dilakukan di sela-sela pekerjaan utama, nutrisi dapat diracik sendiri dan untuk memperolehnya pun banyak tersedia di banyak tempat.

Saat ini bisnis hidroponik banyak dipraktikkan oleh praktisi-praktisi pertanian, mereka tidak hanya mengkonsumsi produk yang dihasilkan namun juga di jual di berbagai tempat misal supermarket dan restoran.

Answered Nov 2, 2017
Fikri Mauli Utomo
Mahasiswa Agribisnis IPB 2014 l Rumah Kepemimpinan Angkatan 8

Pertanian menjadi sektor yang paling penting dalam perekonomian Indonesia. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia berprofesi sebagai petani. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia termasuk Indonesia membuat permintaan produk-produk pertanian sebagai bahan pangan semakin meningkat. Selain itu, pertambahan penduduk juga membuat lahan-lahan pertanian semakin berkurang karena dijadikan pemukiman oleh para penduduk. Oleh sebab itu, kedepan pertanian akan terus berkembang menuju arah yang lebih efisien dari segi penggunaan bahan tanam maupun proses budidayanya.

Namun, beberapa tahun kebelakang mulai berkembang pertanian organik yang mengedepankan kelestarian lingkungan dengan menggunakan proses bertani yang back to nature sehingga tidak menggunakan input-input sintetis dalam kegiatan budidayanya. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movement) pada tahun 2017, menyebutkan bahwa pasar pertanian organik terus meningkat setiap tahunnya sebesar 20%. Negara-negara Eropa dan Amerika yang mendominasi pasar organik ini. Hal ini terjadi karena negara-negara di Eropa dan Amerika telah menyadari pentingnya hidup sehat dan menjadikan hidup sehat sebagai life style yang harus dilaksanakan. Kondisi demikian terjadi karena pertanian konvensional yang menggunakan bahan-bahan sintetis dalam budidayanya dianggap merusak lingkungan dan produk yang dihasilkan juga berbahaya bagi tubuh. Kesadaran ini juga sudah mulai muncul di sebagian kalangan di Indonesia tentang keunggulan dari pertanian organik. Selain menjaga kelestarian lingkungan dan menyehatkan, pertanian organik juga menghasilkan income yang lebih besar bagi petani.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga sangat mendukung pengembangan pertanian Organik ini di Indonesia. Salah satu contohnya adalah program 1000 Desa Organik yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian. Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah petani organik yang ada di Indonesia dengan menginisiasi desa-desa yang fokus mengembangkan sistem pertanian organik. Selain itu, Kementerian Pertanian juga telah mengeluarkan Permentan Nomor 64/Permentan/OT.140/5/2013 tentang Sistem Pertanian Organik sebagai basis regulasi dalam penguatan pengembangan kelembagaan pertanian organik serta menetapkan SNI 6729:2016 yang diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) tentang Sistem Pertanian Organik sebagai acuan dalam proses standarisasi pertanian organik di Indonesia.

Berbagai peluang dan dukungan tersebut saya rasa sebagai sinyal bahwa kedepan pertanian organik akan menggantikan pertanian konvensional khusunya pada komoditas hortikultura (sayuran dan buah) serta padi-padian. Oleh sebab itu, bisnis yang baik dan menjanjikan untuk pertanian di masa mendatang adalah bisnis pertanian organik.

Hidup Pertanian! Maju terus Pertanian Indonesia!

Answered Apr 1, 2018