selasar-loader

Apa hal fundamental yang diajarkan di perguruan tinggi strata 1?

Last Updated Nov 17, 2016

10 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Hasil gambar untuk mental kuat

Satu hal yang paling berbekas sampai sekarang yang saya dapatkan di perguruan tinggi adalah MENTAL.

Saya masih ingat sekali, betapa shock menjalani perkuliahan di ITB. Berada di lingkungan yang sangat kompetitif, baik dari segi pertemanan dan dosen, membuat saya harus bertahan dan berjuang. Saya pernah mendapatkan tugas dari dosen yang bagi mahasiswa baru bisa dibilang mustahil pada awalnya, tapi pada akhirnya kita bisa menyelesaikannya juga. Perguruan tinggi yang baik mengajarkan MENTAL bahwa kitalah objek utamanya, bahwa kita bisa menyelesaikan hal-hal dan tantangan-tantangan besar di depan mata kita. Sejak mendapatkan MENTAL ini saya selalu percaya diri menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Gambar via delfiandre.files.wordpress.com

Answered Dec 13, 2016
Arfi Bambani
Tak ada Guru Silat, yang ada Tua Silat. Pesilat belajar sampai akhir hayat.

Hasil gambar untuk belajar bahasa indonesia

Cara berpikir. Saya dulu kuliah di jurusan Ilmu Hukum sehingga dasar-dasar logika, filsafat, dan etika harus dikuasai, selain kami juga harus membaca buku-buku sejarah kenegaraan dan hukum. Kemudian, karena saya berkuliah di awal masa reformasi, kebebasan akademik benar-benar terjadi. Tanya dan jawab antara dosen dan mahasiswa adalah lumrah.

Ketatnya cara berpikir ini berimbas saat berorganisasi di kegiatan mahasiswa. Saya pernah mengalami memimpin sidang senat mahasiswa yang berjam-jam membahas titik dan koma di sebuah kalimat. Titik dan koma adalah penting bagi sebuah redaksi aturan perundang-undangan.

Cara berpikir ini yang membuat saya saat bekerja sebagai jurnalis sangat terbantu. Saya terbiasa untuk ketat menyusun kata-kata, termasuk menaruh tanda baca titik dan koma. Jadi, saya merasa, itulah hal fundamental yang saya pelajari dari bangku kuliah.

Gambar via cdn.idntimes.com

Answered Dec 13, 2016
suhaeri mukti
Peneliti, Pernah belajar Psikologi dan Sosiologi.

BELAJAR MENULIS

Kuliah S1 diakhiri dengan membuat suatu "kitab semi suci" yang disebut SKRIPSI. Dikatakan demikan karena SKRIPSI haruslah dibuat berdasarkamn fakta yang terjadii, harus terukur, benar dan tidak diijinkan terdapat kesalahan walau hanya kurang memberi tanda baca titik. Terbayang bagaimana KERAMATNYA SKRIPSIHampir semua mahasiswa kelimpungan dan rutin minum obat sakit kepala karena nya.  

Answered Jan 14, 2017
Tigor Dalimunthe
Lelaki dan Ganteng

Mungkin akan berbeda di tiap kampus. Namun, yang berbekas buat saya adalah ajaran tentang "integritas" dan "networking". Kata orang, kalau kita bergaul dengan tukang parfum, kita akan ikut terciprat harum minyaknya.

Answered Jan 27, 2017
Ilham Akhsanu Ridlo
Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga.

Hasil gambar untuk kuliah

Dalam sistem pendidikan, kita mengenal sebuah taksonomi keilmuan yaitu Taksonomi Bloom. Sebagaian besar pendidikan di ranah sarjana dikhususkan pada kemampuan kognitif. Lebih jelas mengenai penjenjangan ini bisa dilihat pada level pendidikan tinggi KKNI.

Gambar via static.keepo.me

Answered May 15, 2017
Jodi Apriadi
Soil Science Student | Karya Salemba Empat Scholarship Awardee UNPAD

Hasil gambar untuk kuliah

Menurut saya, yang paling fundamental adalah amanah menjadi mahasiswa, yang dulu saat SD/SMP/SMA hanya berorientasi pada pengembangan diri saja, tapi saat masuk ke perkuliahan tidak hanya akademik, tapi juga mempunyai visi bagaimana bisa bermanfaat buat orang lain. Belajar empati dan menempatkan diri untuk bisa berguna bagi orang lain.

Ilustrasi via static.keepo.me

Answered Jun 13, 2017
Aulia Nataningsih
Pengamat Pendidikan, Rumah Kepemimpinan 8

Way ot thinking.

Saya berpikir bahwa kesuksesan sistem pendidikan tinggi strata satu dapat terlihat dari apakah lulusannya memiliki cara pemikiran dari keilmuan yang dipelajarinya. Cara berpikirlah itu yang nantinya akan digunakan dalam pasca kampus.

Saya pernah bertukar pikiran dengan salah seorang lulusan S1 arsitektur. 

"Kalau lulus S1 apakah udah bisa jadi arsitek?"

"Belum bisa, harus ambil pendidikan lagi"

"Sama, psikologi juga gitu"

"Tapi, dari belajar materi arsitektur di S1, pola pikir jadi arsitek yaa seolah-olah kita arsitek itu dibentuk. Gimana cara kita ngeliat satu masalah dari sudut pandang seorang arsitektur itu diajarkan selama 4 tahun."

Answered Dec 2, 2017
Muhamad Fakhrurrozi
ITB 2014 | Rumah Kepemimpinan R2-Bandung Angkatan VIII

Hal fundamental yang diajarkan di perguruan tinggi strata 1 adalah alur berpikir. Lulusan strata satu menurut saya dalam hal keilmuan memiliki bekal keilmuan dan kemampuan yang masih dasar dalam masing-masing bidangnya. Namun dengan penanaman alur berpikir dan kemampuan berpikir kritis akan sangat membantu lulusan strata 1 untuk menggunakan ilmunya untuk bekerja atau meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Answered Mar 6, 2018
Tsania Nur
PM BAKTI NUSA 8 Regional Malang

POLA PIKIR dan MENTAL adalah hal fundamental yang diajarkan dan ditanamkan di perguruan tinggi strata 1 selain materi perkuliahan sesuai bidang yang ditekuni. Saat pertama kali memasuki dunia perkuliahan, saya sedikit merasakan kaget. Sebab selain harus hidup di lingkungan baru yang sangat berbeda dengan lingkungan pesantren, dunia perkuliahan menuntun kita untuk memiliki mental yang kuat. 

Menurut saya, diawal kekuatan mental mahasiswa diuji dengan keseriusan mengikuti serangkaian ospek dengan berbagai macam tugas yang diberikan. Barangkali banyak pro kontra mengenai pelaksanaan ospek yang kadang menekan para mahasiswa barunya, akan tetapi menurut saya itu adalah salahsatu cara terapi mental untuk menghadapi tugas-tugas perkuliahan selanjutnya yang tentunya lebih banyak. Selain mental, pola pikir setiap individu juga akan terbentuk secara tidak langsung dari setiap kegiatan yang diikuti perguruan tinggi dan juga dari proses berkembangnya. Memang secara langsung perguruan tinggi tidak memberi pengajaran, namun individu atau mahasiswa tersebutlah yang bisa berproses dan berkembang sendiri dengan berbagai kegiatan yang diikuti serta inisiatif untuk mengembangkannya. 

Answered Jun 2, 2018
Fikri Suhardi
Guru Bimbingan dan Konseling, Belajar Menjadi Ayah, Pencinta Filsafat

Filsafat.

Answered Nov 9, 2018