selasar-loader

Mengapa orang Minangkabau mengikuti garis keturunan ibu (matrilineal)?

Last Updated Jan 6, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Ube Gebe
Pengamat hal yang tidak penting, lalu dibuat seolah menjadi penting

Hasil gambar untuk matrilineal di minang

Walaupun sistem matrlineal adalah sistem paling tua, tapi saya adalah orang yang percaya dulunya orang Minang adalah patrilineal. Perubahan jadi matrilineal baru belakangan. Karena walaupun patrilineal, sistem keputusan tetap diambil oleh laki-laki, yakini para mamak (paman). Ibu-ibu hanya sekadar masak dan tempat menyampaikan hasil putusan selesai dibuat. 

Saya mulai percaya sistem matrilineal ini dimulai oleh Adityawarman. Artinya, baru di abad 13 atau 14. Adityawarman adalah orang yang punya pengaruh besar. Sampai hari ini, arca dia masih yang paling besar peninggalan Singosari-Majapahit. Lewatlah itu Hayam Wuruk, Raden Wijaya, atau Gajah Mada soal ukuran arca.

Bukan kerjaan berat bagi Adityawarman mengubah sistem matrilineal di pedalaman Sumatera. Setelah dia tersingkir dari elit Majapahit dia harus mempertahankan statusnya sebagai elit di tanah Minangkabau. Tanah kampung ibunya.

Satu lagi. Selain cerita Cindua Mato, dongeng-dongeng yang saya dapat dari nenek saya adalah tentang kerajaan patrilineal. Bahkan, Rajo Mudo, adiknya Bundo Kanduang dalam cerita Cindua Mato, adalah seorang raja dalam sistem patrilineal. Begitu juga Imbang Jayo musuh mereka. Seorang raja patrilineal.

 

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jan 6, 2017