selasar-loader

Bagaimana Memperluas Sudut Pandang?

Last Updated Jan 5, 2017

Acapkali soal sudut pandang berpengaruh besar pada siapa saja, bisa membuat yang picik menjadi genius, yang lemah menjadi lebih bertenaga, atau bahkan sebaliknya. 

Sudut pandang sempit sering membuat solusi terasa sedikit, dan disempitkan lagi dengan praduga bahwa itu yang disebut sebagai fokus. 

Sedangkan saat seseorang memiliki sudut pandang luas maka opsi didapat pun banyak, solusi pun tersaji dalam banyak bentuk, di sinilah saat memutuskan ke mana harus mengarahkan fokus akan terasa lebih meyakinkan. 

Lantas bagaimana memperluas sudut pandang? Pengalaman pribadi, saya memilih langkah ini:

1. Membuka semua indra

Dari penciuman, penglihatan hingga indra peraba, saya usahakan untuk terus terbuka dan digunakan dengan maksimal. Selain melatih kepekaan, juga merangsang indra untuk lebih mampu mendeteksi baik buruk dari segala sesuatu. 

Mendatangi taman, menyentuh dedaunan, menatap warna tanaman sedetail mungkin, hingga merasakan aromanya, menjadi satu ritual penting bagi saya. 

Ini contoh bentuk "membaca" dalam bentuk lebih luas. Selain tetap membaca buku, membaca bagaimana alam berbicara lewat gerak hingga warna dan aroma, membantu membuat akal dan rasa mampu bekerja lebih baik dan lebih aktif. 

Lebih jauh, membuka diri untuk bergaul dengan siapa saja, mau mendengar lebih banyak dibandingkan bicara, menemukan cerita hidup orang-orang yang dikenal, jika perlu menggalinya dalam-dalam. Dari sini, referensi pun akan menjadi lebih banyak, dan opsi yang bisa diambil pun tersedia lbh banyak, tinggal memilih yang terbaik dan mengambilnya seraya mengolahnya lagi menjadi lebih baik sebisa mungkin. 

2. Memperbanyak referensi bacaan

Buku atau artikel yang masuk kategori bergizi menjadi menu wajib. Menemukan buku-buku bagus menjadi satu hal penting, karena buku itu pastilah lahir dari mereka yang kaya pengalaman dan kaya sudut pandang, dan pelan-pelan tentu akan membawa warna tersendiri pada yang membacanya. 

Perlu juga menggali seseorang menggemari bacaan apa. Bacaan itu yang juga harus diburu. Seperti Soekarno, misalnya yang menggemari buku filsafat, sejarah, dan ekonomi, maka menemukan judul buku apa saja yang pernah dibaca olehnya, selain menantang untuk diburu juga akan memberi "sesuatu" dibandingkan hanya membaca buku yang sekarang sedang ngetren.

3. Menerapkan pemahaman

Ini memang berisiko, entah berbentuk kesulitan atau bahkan berbagai kemungkinan yang sekilas berisiko. Tapi dari sinilah, sudut pandang mana yang terbaik akan terbukti, hingga mampu melahirkan sudut pandang baru lagi. Manfaatnya akan terasa pada kreativitas yang terasa lebih baik, kewaspadaan lebih baik, dan dorongan lebih kuat untuk melakukan berbagai hal menjadi lebih baik: untuk diri sendiri juga untuk orang lain. 

6 answers

Sort by Date | Votes
Romi Sangaji
mahasiswa teknik fisika ITB | anggota Rumah kepemimpinan

Saya yakin kita pernah setidak nya satu kali bertanya, "mengapa mereka dapat menemukan solusi terebut sementara saya tidak?" atau "Mengapa dia dapat terfikirkan ide tersebut namun saya tidak?". Tak lama dari munculnya pertanyaan itu di otak kita, jawaban pun segera muncul. "Ya, mungkin karena sudut pandang kami berbeda". Lalu, kita akan kembali bertanya "Bagaimana ya, caranya agar saya dapt memiliki sudut pandang seperti dirinya?"

Persoalan sudut pandang kerap kali mempengaruhi cara manusia berperilaku. Ada yang menjadikan semua masalah terlihat sama dan hanya berfikir solusi yang sama padahal sebenarnya permasalahan tersebut berbeda. Ada pula yang merasa telah menemukan solusi permasalahan yang ternyata kurang pas hanya karena kita tidak dapat melihat 'suatu bagian' dalam permasalahan terebut.

Dalam tulisan ini akan dijelaskan beberapa cara agar kita dapat memperluas sudut pandang kita. Versi saya tentunya.

1. Berdiri dan lihat sekeliling kita

Cara termudah agar kita dapat melihat dengan lebih jauh adalah dengan meninggikan mata kita bukan? dan untuk membuat kita dapat melihat lebih banyak, cukup dengan memutar badan kita dan melihat semuanya. Ya, ini adalah sebuah perumpamaan, dimana saat kita sedang berusaha memaknai suatu hal cobalah kita lihat beberapa hal yang berhubungan dengan objek yang sedang kita maknai itu. Tak masalah jika hubungannya begitu jauh, atau mungkin hubungannya itu baru terlihat setelah kita 'membalikan badan' kita. Dengan melihat hubungan hubungan kita dapat memunculkan sebuah pandangan baru dari tempat yang berbeda yang masih berhubungan dengan objek yang kita amati tersebut.

2. Gunakan Kaca Pembesar

Terkadang sempitnya cara pandang muncul karena kita terlalu mesara cukup mendapatkan informasi dari objek yang kita amati padahal kita baru melihatnya sekilas. Mungkin kita terlalu sering berhadapan pada objek yang sama atau mirip sehingga kadang muncul pemikiran yang mengeneralisir objek tersebut bahwa ia sama dengan objek yang pernah diamati dulu.

Namun, perlu diingat bahwa segala sesuatu di dunia ini tercipta dengan berbeda. Maka dari itu, perlu lah kita melihat suatu objek itu dengan 'kaca pembesar'. Perhatikan setiap detailnya dan cari perbedaan dengan objek mirip yang pernah diamati sebelumnya. Dengan cara ini kita dapat menemukan informasi baru dan memunculkan cara pandang yang berbeda.

3. Jika perlu, bongkar saja

Cara lain untuk mendapatkan informasi yang lebih kaya adalah dengan cara 'membongkar' objek yang sedang kita amati tersebut. Kita dapat memulai dengan mencoba bertanya "apa saja komponen penyusunnya?" , "Apa saja material yang digunakan untuk membentuk nya?", "Bagaimana hal tersebut dibuat?", "Proses apa yang dilaludi sehingga menjadi seperti ini?" dan pertanyaan pertanyaan yang dapat memberikan jawaban secara detail dan lebih mendalam dari hanya sekedar melihat dan mengamati. Dengan 'Membngkar', kita dapat memperkaya informasi dan dapat memudahkan kita untuk mengendalikan objek tersebut untuk kita arahkan menuju tujuan yang kita tentukan.

itulah beberapa tips untuk memerluas cara pandang kita versi saya. Tentunya Objek yang saya ceritakan diatas bukan hanya berlaku untuk objek benda namun juga hal lain. seperti contohnya adalah permasalahan. Kita dapat mencari apa saja yang berhubungan dengan permasalahan tersebut, walaupun jauh tak mengapa karena mungkin memang solusi terbaiknya harus dilihat dari tempat yang jauh itu. Perhatikan lebih detail permasalahan tersebut dengan menggubakan kaca pembesar, jangan samakan dengan permasalahan yang pernah dihadapi sebelumnya karena pasti, permasalahan yang muncul akan berbeda walaupun terlihat mirip. Terakhir silahkan untuk membongkar pemasalahan tersebut dengan mencari tau apa saja yang menyusun masalah tersebut, bagaimana masalah itu dapat terjadi dan sebagainya.

Setelah semua infomasi didapat, kita butuh merapihkan informasi tersebut dan mencari solusi terbaik dari permasalahan itu. Pandangan yang luas didapat dari banyaknya informasi yang kita miliki mengenai objek yang kita amati. Maka singkatnya, untuk membuat pandangna kita semakin luas, Perkayalah informasi dengan berbagai cara yang mampu anda lakukan.

Tetap semangat

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Answered Jan 3, 2018
A Fanani
Mahasiswa dengan Obsesi Berbisnis | Koran Kampus IPB | Bogor Clothing Studio

Cukup lama di dunia pers, utamanya pers kampus memberikan insight baru bagi saya. Bahwasannya untuk dapat obyektif atau kata lain juga memperluas sudut pandang, ada yang dinamakan cover both sides. Memverifikasi suatu isu atau fakta yang datang kepada kita dari berbagai sudut pandang narasumber yang bersinggungan dengan fakta atau isu tersebut. Contoh, ketika terjadi kerusuhan antar kampung, dengan menggunakan prinsip tersebut. Maka sebagai seorang jurnalis, kami wajib meminta keterangan kepada pelaku kerusuhan, pihak berwajib, masyarakat, tokoh masyarkat dsb. Dengan hal tersebut maka informasi yang didapatkan menjadi luas dan tergambarkan secara global. Prinsip ini juga dinamakan disiplin verifikasi, dengan prinsip ini informasi menjadi terlihat benar tidaknya.

Menggunakan prinsip ini untuk melihat segala kejadian dan gejala kehidupan yang kita jalani secara rutin, akan melatih kita untuk obyektif dan tidak dengan mudah judge. Lama kelamaan kita akan lebih bijak sana, dengan arti kata lain sudut pandang kita jauh lebih meluas. 

Silahkan dicoba.

Answered Jan 6, 2018
Novia Nurist Naini
Creative Writer. UGM. Turns scientific research into popular feature

1. Membaca. Jelas. Membaca itu menjelajahi banyak sudut pandang pemikiran orang. 

Image result for read

 

2. Backpacker. Traveling sendirian itu tentang kenalan sama diri sendiri, kontemplasi, ketemu dengan kejutan-kejutan baru, kenalan dengan banyak orang baru dan dengerin cerita mereka. 

Image result for backpacker

 

3. Temenan yang background-nya beda-beda. Nggak cuma golongan mu doang. Gaul ama orang dengan beda jurusan, beda pandangan hidup, beda agama, beda ideologi, beda profesi, beda apa aja dah 

Image result for diverse friends

Answered Feb 1, 2018
Dewi Ambarani
Social Development and Welfare Student, Universitas Gadah Mada

Memperluas sudut pandang, jika ini saya yang menjawab maka saya akan menjawab banyaklah bersilaturahmi, atau bergaul dengan banyak orang. Orang mah macem-macem dengan segala macam perbedaan, beda agama, beda ras, beda jabatan, utamanya kalau bagi mahasiswa adalah beda ideologi yang sering kita jumpai. Sangat menarik! Banyak bergaul dengan mereka akan mempunyai banyak pemikiran, bro! Selain itu kamu akan lebih bisa menghargai orang, tak banyak menghakimi, dan saling mengerti. Indah bukan?

KxFl-wvte1hVIA2XesXN_Ghaz8zYWFoM.jpg

 

Tak hanya itu, membaca sangat penting untuk memperluas sudut pandang. Masih ingatkah hasil survei dari studi Most Littered Nation In the World 2016, menyatakan bahwa saat ini minat baca masyarakat Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. I recommend you to read books for now! Membaca bisa lebih bisa explore berbagai pemikiran penulis dan juga pembacanya.

Answered Feb 2, 2018
Adi Nugroho
Student of Marine Fisheries Technology and Management IPB | Rumah Kepemimpinan 8

Sudut Pandang (Point of View) merupakan sesuatu yang tabu. Kadang bisa benar dan salah pada penilaian objek yang sama. Bagaimana cara memperluas sudut pandang? Pertama, Bersikaplah objektif untuk menilai sesuatu. Kedua, Moderat, dalam menilai sesuatu jangan berat sebelah, posisikan diri Anda berada di tengah-tengah. Ketiga, Banyak membaca informasi dan pengetahuan baru. Dan terakhir, cara yang paling efektif untuk memluas sudut pandang yaitu berdasarkan pengalaman.

Answered Mar 3, 2018
Hilwa Taqiyyah Hanan
Mahasiswa FKM UI| est 1996| Peserta RK Angkatan 8

Luasnya sudut pandang yang diambil merupakan perwujudan dari luasnya wawasan, pengalaman juga kenalan yang dimiliki. Mudah mengatakan iya dan tidak secara lugas apabila iya paham dan memiliki alasan kuat yang mendasari keputusannya. 

Bagaimana memperluasnya? Bisa dilakukan perluasan dari ketiga hal tersebut. 

Membaca buku yang membangun daya kritis. Novel boleh, namun dengan porsi yang seimbang dengan bacaan yang lain.

Perbanyak berpergian

Ikut mendengarkan diskusi di radio atau televisi stasiun

Answered Mar 30, 2018