selasar-loader

Apa rahasia sukses suatu talkshow televisi?

Last Updated Jan 3, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
teguh usis
televisi | broadcaster | jurnalis | sedikit mau juga bahas politik

0juuvMLPn-SnekElezYeMXrPlaqz7A5Y.jpg

Selama belasan tahun berkecimpung di industri televisi, saya sudah pernah "menggawangi" beberapa program talkshow. Ada yang hard talkshow, ada pula yang light talkshow. Beberapa di antaranya adalah "Kupas Tuntas", "Selamat Pagi", "Hitam Putih", dan sekarang yang terbaru adalah "A1 Setengah". 

Membuat program talkshow di televisi sejatinya gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang bisa menjadi kunci kesuksesan sebuah program talkshow TV.

1. HOST

Kebanyakan program talkshow adalah host driven. Artinya, peran seorang host amat penting. Jika sang host diganti, maka "nyawa" talkshow-nya pun ikut melayang. Terbayangkankah oleh kita jika "Empat Mata" (atau "Bukan Empat Mata") tidak dibawakan oleh Tukul Arwana? Atau "Kick Andy", tapi yang membawakannya Andi Something? 

Host harus punya wawasan yang mumpuni. Jika tidak, perbincangan yang ia pandu melalui tanya jawab dengan tamu, tentu akan amat kering. Untuk itu, riset dan membaca menjadi sebuah keniscayaan. Host juga harus punya banyak "peluru", khususnya bagi tamu yang pandai mengeles. Pun, pertanyaan-pertanyaan tak terduga harus pula dilakukan oleh host. 

Pertanyaan tak terduga ini bisa memang sudah disiapkan sedari awal. Tapi, bisa pula seketika muncul gara-gara melihat situasi sesaat. Ketika "Kupas Tuntas" mengundang seorang Ketua DPRD yang menjadi pentolan untuk menuntut kenaikan uang tunjangan telekomunikasi anggota DPRD se-Indonesia, ada penglihatan sekilas yang saya dapat persis pada saat akan memulai opening. Tak sengaja, saya melirik ke pergelangan tangan sang Ketua DPRD, sebuah jam tangan bertengger. Usai menyapa tamu saya, langsung saya tanya, "Arloji Anda sepertinya mahal ya, pak? Rolex-kah itu?" Dengan wajah mesem, ia mengangguk. Dor! Peluru pun meluncur dari mulut saya. "Masak iya anggota DPRD dengan arloji mewah masih menuntut kenaikan tunjangan komunikasi yang hanya sekian juta?" Kena kau! Hehehe...

2. BINTANG TAMU

Biasa pula dikenal dengan sebutan narasumber. Apakah harus orang hebat, tokoh penting, selebriti populer, atau bahkan seorang Donald Trump, bisa menjadi jaminan keberhasilan sebauh talkshow TV? Bisa iya, bisa pula tidak. Tergantung dari tema yang dibahas pada talkshow tersebut. 

Kuncinya, bintang tamu haruslah orang yang langsung terlibat dengan kejadian yang akan dibahas. Kalau membahas soal karut-marutnya sebuah negeri, ya datangkanlah presiden sebagai bintang tamunya. Minimal selevel menteri. Kalau temanya tentang pembunuh bayaran, undanglah seorang pembunuh bayaran ke studio. (Tapi, yang ini jangan disiarkan secara langsung ya. Selesai wawancara, sang pembunuh bayaran pasti langsung diciduk polisi yang sudah menunggu di luar studio).

Bisakah orang biasa yang bicara saja tergagap-gagap menjadi bintang tamu? O, tentu saja sangat bisa. "Kupas Tuntas" pernah mengundang seorang penggali tambang emas liar di Gunung Pongkor, Bogor. Istilah untuk mereka ini adalah gurandil. Sehari sebelum "Kups Tuntas" tayang, beberapa jiwa gurandil melayang akibat tertimbun tanah longsor saat mereka secara liar sedang menggali emas. Ketika pertama kali bersalaman dengan sang gurandil ini, saya sebenarnya sempat shock. Bagaimana bisa menggali informasi dari orang seperti ini? Terlihat betul betapa gugupnya dia. Bicaranya pun lebih sering memakai bahasa Sunda.

Nah, seorang host talkshow harus punya kiat menaklukkan tamu seperti ini. Caranya adalah dengan mengajak dia bicara cukup lama (sekitar 1 jam) sebelum on air. Ini dinamakan wawancara off-cam. Tujuannya adalah membuat agar sang tamu merasa nyaman, tidak terprovokasi, dan "diorangkan" oleh host maupun keseluruhan program talkshow. Cuma sayangnya memang ada sebagian host talkshow yang enggan melakukan wawancara "off-cam" ini dengan tamunya.

Soal bintang tamu inilah yang membuat "Indonesia Lawyers Club (ILC)" menjadi begitu fenomenal. Yang hadir di studio "ILC" selalu bintang tamu "A1". Kemumpunian Karni Ilyas dan pergaulannya yang luas sehingga memiliki jaringan yang hebat, nyata betul terlihat pada "ILC".

3. TREATMENT

Ini adalah bagian dari talkshow, utamanya light talkshow. Tujuannya untuk membuat gimmick supaya talkshow menjadi tidak membosankan. Jenisnya beragam. Yang paling sering ditemui adalah homeband yang mengiringi penyanyi. Belakangan, dengan menjamurnya stand up comedy, para komika pun kadang dipakai sebagai sebuah treatment. Seperti sebuah program talkshow terbaru di Trans7, "A1 Setengah", yang digawangi oleh Effendi Gazali dan Iwel Wel, menggunakan dua komika, Topenk dan Coki Pardede. Pun, menggunakan homeband Nunung cs. yang tampil dengan orkestrasi dan syair-syair lagu jenaka dan menggelitik.

Treatment ini amat bergantung dari format talkshow. "A1 Setengah" misalnya. Karena sedari awal program ini dikonsep sebagai talkshow sosial politik yang dikemas jenaka dan ringan, maka kehadiran komika dan homeband nyeleneh itu dirasakan pas dan akan memberikan sentuhan ringan dan jenaka.

Bentuk treatment lain, umpamanya, adalah memberikan kejutan (surprise) bagi bintang tamu. "Hitam Putih" ketika dulu mengundang Ridwan Kamil, juga mendatangkan ibunda sang walikota Bandung. Tentunya tanpa sepengetahuan Emil. Plus dengan jajanan kesukaan Emil yang biasanya dibelikan oleh ibundanya. Ketika jajanan itu dimasukkan ke stage, Emil tampak berkaca-kaca karena ia teringat ibunya. Tanpa diketahui Emil, sang ibunda sudah berada di belakangnya. Lalu, pecahlah keharuan seketika!

4. NILAI, INSPIRATIF, MENGIKAT

Kalau mau sok-sokan pakai istilah Inggris, ini dinamakan trio (VIE), yaitu VALUES, INSPIRING, ENGAGEMENT. Sebuah talkshow TV harus punya setidaknya satu dari ketiga unsur ini. Nilai menjadi faktor penting, sebab sebuah talkshow akan "kering" jika pesan yang ingin disampaikan tidak memiliki nilai. "Hitam Putih" pernah mengundang seorang bayi yang terkena penyakit atresia billier. Orang tua sang bayi butuh biaya nyaris 1 miliar rupiah untuk membawa sang bayi dioperasi di Jepang. Saat siaran langsung, "Hitam Putih" menyampaikan ihwal besarnya biaya tersebut dan menayangkan nomor rekening...(more)

Answered Jan 5, 2017

Question Overview


2 Followers
1430 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa yang membuat serial Keluarga Cemara enak ditonton?

Apakah perbedaan news anchor dan news presenter?

Apa perbedaan antara jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak?

Kenapa acara TV di Indonesia banyak yang tidak mendidik?

Apa yang membuat acara ILC TvOne begitu menarik dilihat banyak orang?

Bagaimana cara jadi presenter televisi?

Bagaimana nasib industri televisi di tahun-tahun mendatang?

Bagaimana tips dan trik melahirkan ide dalam membuat program televisi yang diminati khalayak?

Apa program televisi terbaik sepanjang sejarah pertelevisian Indonesia menurut Anda?

Bagaimana tanggapan Anda jika seandainya ditugaskan untuk membuat acara pengganti "Mata Najwa"?

Apa adegan yang berkesan dalam acara Ini Talkshow?

Apa filsafat di balik peniruan para tokoh populer dalam acara Ini Talkshow?

Siapa bintang tamu favorit Anda dalam acara Ini Talkshow? Mengapa?

Siapa bintang tamu favorit Anda dalam acara Tonight Show? Mengapa?

Siapa bintang tamu favorit Anda dalam acara Sarah Sechan? Mengapa?

Apa yang Anda kenang dari acara Bukan Empat Mata?

Apa yang Anda kenang dari acara Mata Najwa?

Apakah di masa yang akan datang, ada film yang menyaingi ranking The Shawshank Redemption dan The Godfather di IMDB?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapat dari menonton film?

Berapa pendapatan selebriti Indonesia per bulan?

Berapa pendapatan penyanyi group band Indonesia setiap bulan?

Apakah Michael Jackson benar-benar memiliki dampak positif bagi industri musik?

Apa humor paling cerdas yang pernah Anda dengar atau baca?

Siapa humoris paling cerdas di Indonesia menurut Anda?

Apa cerita paling lucu yang pernah Anda dengar?

Mengapa lagu-lagu zaman sekarang memiliki umur popularitas yang singkat?

Siapakah YouTuber Indonesia yang Anda anggap paling sukses?