selasar-loader

Apakah bisa hidup sejahtera dengan menjadi petani?

Last Updated Jan 3, 2017

6 answers

Sort by Date | Votes
Urwah Abdurrahman
Sosial Ekonomi Pertanian UGM 2014 | Remaja Masjid

_tvhkw_n1EOh1mAyT7qz2CtVkxDtQiQL.jpg

Menarik untuk dijawab, hehehe.

Bismillah.

Sebagai anak fakultas pertanian yang sering kali dihujani pertanyaan seperti, "Emang mau ngapain kalo udah lulus?", "Emangnya mau kerja di mana?", dan "Cuma belajar nyangkul, ya?", 'keimanan' saya terhadap ilmu ini seringkali goyah, membuat saya ingin 'murtad' dan beralih ke bidang studi yang high prestige.

Bila ditilik-tilik, prospek kerja di bidang pertanian memang tidak begitu besar. Maksudnya, bukan berarti tidak bisa menjadi orang berduit atau berpengaruh. Banyak juga contoh alumnus ilmu pertanian yang kini sukses. Hanya saja, kebanyakan dari mereka mendapat duit dan pengaruh bukan pada bidang pertanian. Misal, karena jadi pengusaha, direktur bank, dll.

Saya, kalau diminta menjawab pertanyaan di atas dengan menonjolkan sudut-sudut pragmatisme dan oportunisme, maka dengan sigap akan menjawab bahwa hidup menjadi petani akan sulit mencapai sejahtera. Secara empiris, angka penduduk miskin di Indonesia banyak dihuni oleh petani juga nelayan. Pendapatan yang mereka peroleh dari satu kali masa tanam (3-4 bulan) hanya mampu menghidupi mereka untuk kira-kira 2 bulan ke depan. Itupun hanya untuk memenuhi kebutuhan primer. Belum sampe berpikir membeli smartphone baru, baju baru, ataupun bayar uang kuliah yang kini melambung tinggi. Belum lagi, jika tanamannya mengalami gagal panen, atau berhasil panen namun harganya di pasaran 'terjun bebas'. Pokoknya, menjadi petani itu sulit. Serba tidak menentu. Banyak taruhannya. Banyak tenaga yang dikeluarkan. Tak ada jaminan menjadi kaya raya.

Akan tetapi, itu semua adalah pandangan saya yang pragmatis terhadap kesejahteraan. Karena definisi sejahtera sangat relatif. Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, maka pendapatan lah yang menjadi patokannya. Hanya saja, sejahtera ini dapat diartikan lebih luas dari sekedar pendapatan. Rasa aman, bahagia, dan kesederhanaan bisa juga diartikan sebagai sejahtera. So, bagaimana Anda memandang sejahtera itu sendiri? :)

 

Wallahu a'lam

-Urwah A-

 

sumber gambar: trekearth.com

Answered Jul 20, 2017
Doddy Hidayat
Founder Ro-cket Pizza Indonesia

HPT7_aLI_DLu5k2fXE1x5EasqF1dAH3d.jpg

Pertanyaannya sama saja dengan apakah bisa hidup sejahtera dengan menjadi PNS, polisi, guru, guru silat, chef, pelawak, pemulung? Siapapun bisa sejahtera dengan profesinya masing-masing. Sejahtera itu soal momentum. Seorang pensiunan tentara jualan ayam goreng, boro-boro dibilang sejahtera, malah diejek dan dicibir terus oleh teman dan tetangganya. Tapi itu duluuuuu, jauh sebelum akhirnya si kakek itu jadi simbol restoran ayam goreng paling kaya di dunia; KFC. 

Do you know? Dunia hari ini hingga 25 tahun ke depan akan mengalami krisis pangan global. Seluruh dunia cemas dengan kebutuhan pangan. Besok itu, profesi paling sejahtera niscaya adalah petani!

 

Ilustrasi via anaksantai.com

Answered Jul 21, 2017
Herman Palani
Economics student of UGM | RK 8 Yogyakarta

Bisa.

Answered Aug 1, 2017
Jodi Apriadi
Soil Science Student | Karya Salemba Empat Scholarship Awardee UNPAD

Kesejahteraan suatu profesi bergantung pada masing-masing individu, namun jika dilihat dari kacamata ekonomi, sebagai lulusan dari jurusan agroteknologi di fakultas pertanian, saya pun masih sedikit ragu untuk sepenuhnya mengambil profesi full sebagai petani. Kenapa? Karena walaupun sekarang pemerintah di Era Jokowi sudah mengklaim bahwa ada peningkatan dalam hal produktivitas, koperasi pertanian, dan kebijakan-kebijakan lainnya, tetap saja peningkatan itu masih kurang terlalu signifikan perbedaannya (khususnya dari pendapatan) untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini diihat dari kondisi lapangan, contohnya kondisi di Jatinangor (bantuan bibit, pupuk, dan penyuluh yang datang masih sangat minim dan sangat jarang). Belum lagi tingkat luas kepemilikan tanah yang masih <2 hektar, bahkan umumnya hanya berkisar <500 m2, membuat hasil panen hanya untuk digunakan sebagai pemenuh kebutuhan sehari-hari dan tidak menghasilkan keuntungan, bahkan rugi jika ada serangan hama atau kekeringan. 

Namun, kehidupan yang sejahtera sebagai petani bisa diwujudkan jika saja pemerintah benar-benar mendukung bidang pertanian, khususnya untuk para generasi muda dan terkhusus para lulusan pertanian, dengan bantuan sarana teknologi dan kontrak dari pemerintah, seperti pembangunan Plant Factory seperti di Jepang.

twLXnLFBWVNIhww3C7KUjKGPOC2NUPnN.jpg
reno-agri.jp

Bagaimanapun, masih banyak gedung-gedung tak terpakai atau lahan-lahan tertinggal yang sebenarnya bisa dioptimalkan dengan Plant Factory. Panennya bisa diatur hingga panen per hari.

Profesi Petani akan sangat menjanjikan untuk dilirik oleh para generasi muda. Pembangunan Plant Factory akan berdampak pada pemberdayaan para petani terdahulu, bahkan bisa mengangkat derajat profesi mereka. 

Answered Nov 12, 2017
Fikri Mauli Utomo
Mahasiswa Agribisnis IPB 2014 l Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8

Petani merupakan salah satu pekerjaan yang sangat menarik untuk dijalankan. Karena sebagai negara agraris tentunya besar sekali peluang untuk hidup sejahtera menjadi seorang petani. Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak petani Indonesia yang hidupnya dibawah garis sejahtera. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh dua faktor utama yaitu keterbatasan memperoleh sumberdaya dan kualitas SDM petani yang rata-rata berpendidikan dibawah SMP. Namun, fenomena ini dapat dihilangkan bila SDM yang berkecimpung di dunia pertanian adalah sarjana-sarjana yang ahli dalam bidang pertanian dan mengikuti perkembangan zaman dalam mengembangkan usahataninya mulai dari pengadaan saprotan (sarana produksi petanian) hingga pemasaran yang berbasiskan pada teknologi.

Sudah banyak contohnya petani yang sukses dalam menjalankan usahanya, salah satunya adalah Pakde Gun petani pemilik usaha pertanian buah naga Sabila Farm yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km.18.5, Pakembinangun, Pakem, Pakembinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582 (Info lengkap dapat membuka www.sabilafarm.com). Selain itu, masih banyak petani-petani sukses lainnya yang dapat hidup sejahtera tentunya melalui usaha yang keras dan dapat membaca peluang di dunia pertanian dengan memiliki pengetahuan yang baik dalam bidang pertanian serta mengikuti perkembangan zaman tentunya. 

Jadi, bila pertanyaannya adalah Apakah bisa hidup sejahtera dengan menjadi petani? jawabannya tentu saja bisa, namun dengan beberapa faktor yang disebutkan diatas. Terima kasih :)   

Answered Dec 1, 2017
Heri Kurniawan
Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 7 Makassar

Menjadi petani jika dilakukan sepenuh hati berbekal ilmu dan keterampilan akan memberikan hasil yang diharapkan, banyak kisah sukses hanya berbekal tanah beberapa petak dapat menghasilkan pendapatan yang tinggi bahkan mengembangkannya menjadi berhektar-hektar. Yang paling penting dari berbisnis di bidang pertanian adalah kecerdasan melihat pasar dan kemungkinan kecenderungan komoditas pertanian yang sedang booming atau trend, misalnya saja cengkeh yang beberapa tahun terakhir harganya melonjak semenjak permintaan pasar ekspor meningkat. Banyak petani cengkeh menjadi sejahterah begitu pula pada saat kebutuhan akan cabai pada saat bulan bulan tertentu ataupun perayaan hari raya, apabila petani melihat potensi pasar yang ada maka berbisnis di pertanian akan sangat menjanjikan bahkan akan mengalahkan pendapatan pegawai negeri.

Answered Dec 3, 2017