selasar-loader

Kenapa dalam seminggu terdapat tujuh hari, kenapa tidak 10 atau 15, kenapa harus 7? 

Last Updated Jan 3, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Naufan Nurrosyid P
Pernah jadi tukang bebersih di Computational Sciences Lab of Kanazawa University

MD24CEnDx9e4uuZ0qBS6B9_YYMg2mm6u.jpg

Untuk pertanyaan kali ini, para pecinta sejarah dan bahasa mungkin lebih bisa menjawab. Karena saya bukan salah satu di antara mereka, saya akan coba bercerita sesuai dengan takaran yang saya mengerti. Dan cerita ini bermula dari negeri yang sangat maju pada zamannya, sekitar awal milenia di masa sebelum masehi. Babilonia.

Bangsa Babilonia merupakan bangsa terdepan dalam ilmu sains, khususnya Astronomi. Perkembangan astronomi bangsa ini begitu besar dan berjasa bahkan hingga saat ini. Bahkan Siklus Saros yang digunakan NASA untuk memprediksi gerhana berasal dari pengamatan Bangsa Babilonia terdahulu.

Begitu pula dengan pembentukan rasi bintang/zodiak, penelitian mengenai lamanya hari menggunakan bayangan benda, hingga siklus kemuculan bintang-bintang tertentu. Pada tahun 1100 sebelum Masehi, menggunakan teknologi seadanya, mereka lah yang berperan penting dalam perkembangan peradaban umat manusia.

Lantas, apa hubungannya dengan pertanyaan ini?

Pengamat langit Bangsa Babilonia menemukan adanya benda langit yang cahayanya lebih terang dari bintang sekitar dan dengan posisi yang lebih mudah diprediksi. Benda langit itu adalah Venus.

Tak berselang lama, pengamatan terhadap Mars juga berhasil dilakukan. Beberapa dekade setelah dikenalnya dua benda langit tersebut, pengamatan membuahkan hasil yang lebih banyak.

Merkurius, Jupiter, dan Saturnus berhasil dideteksi, walau dengan ketelitian dan akurasi yang jauh lebih rendah dibandingkan pengamatan Venus dan Mars.

Bangsa Babilonia, yang saat itu telah percaya bahwa langit memiliki tujuh lapis, menjadikan tujuh benda langit tersebut sebagai penjaga langit mereka, termasuk matahari dan bulan.

Ditambah dengan kepercayaan mereka terhadap angka tujuh, pernyataan tentang tujuh penjaga langit menjadi semakin kuat. Menurut pengamatan dan asumsi mereka, jarak dari bumi terhadap benda-benda langit tersebut dari dekat ke jauh berupa: Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Ditambah lagi pengamatan mereka terhadap jam dan kemunculan benda langit, mereka mendapatkan hasil bahwa benda-benda istimewa di atas mempunyai pola yang menarik, seperti misalnya, jika pada pukul 4 subuh teramati benda berwarna merah dan tidak berkelip, maka sekitar 9 derajat teramati benda sedikit tidak merah, tetapi lebih terang di 24 jam berikutnya.

Analisis tentang langit ini lah yang memberikan hak bagi bangsa Babilonia untuk membagi hari menjadi tujuh hari dan dinamai sesuai dengan para penjaga langit. Karena mereka percaya, apapun yang terjadi di Bumi pasti dipengaruhi oleh langit.

Ditetapkanlah Bulan sebagai penjaga Senin, Mars berada di Selasa, Rabu dan Kamis untuk Merkurius serta Jupiter, Jumat dijaga Venus, Sabtu milik Saturnus, dan Minggu untuk Matahari.

Akhir cerita, jika Bangsa Yunani mengajarkan demokrasi, Babilonia telah membagi hari.
Seperti itu lah contoh kesepakatan yang dihasilkan oleh sejarah bangsa yang kuat.

 

#A2A

Answered Jan 19, 2017