selasar-loader

Berapa bahasa Anda kuasai? Bagaimana cara menguasai banyak bahasa?

Last Updated Dec 30, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Zulfian Prasetyo
Menikmati istilah-istilah bahasa Belanda sebagai romansa masa lalu

Hasil gambar untuk multilingual

Ask to Answer (A2A) dari Erin Nuzulia.

Oke, hanya ada dua bahasa yang saya kuasai; Indonesia dan Inggris. Sejujurnya, saya tidak terlalu berminat untuk mempelajari bahasa. Saya cenderung menggunakan bahasa sebagai alat untuk produktivitas saya. Meskipun demikian, bukan berarti hanya kedua bahasa di atas yang saya pelajari.

Ketika SD, saya sempat belajar bahasa Arab di Taman Pendidikan Alquran (TPA). Hanya percakapan pembuka saja yang saya ingat. Kemudian, saya juga pernah belajar bahasa Belanda. Waktu itu, bahasa "kompeni" ini merupakan mata kuliah wajib jurusan saya. Sekarang, saya sedikit belajar bahasa Jerman, namun pada istilah-istilah tertentu saja. Jangan tanya gramatika, saya tidak paham sedikit pun.

Meskipun tidak berminat, saya respek terhadap poliglot, terutama yang menguasai tiga bahasa atau lebih. Menurut saya, menguasai banyak bahasa seperti itu tidak mudah dan merupakan sesuatu yang cerdas.

Ilustrasi via mumabroad.com

Answered Jan 4, 2017
Anggun Widiastuti
Memiliki ketertarikan terhadap bahasa.

yY8x_ZVLodpIN0nWmUUqpDuuR9VOCMK3.jpg

Hmm...sebenarnya bukan menguasai, melainkan saya pernah belajar beberapa bahasa asing, seperti bahasa Italia, Portugis, Perancis, Belanda, Rusia, dan Turki. Untuk bahasa daerah, saya pernah belajar bahasa Jawa dan Bali. Semuanya dalam tingkat dasar. Saya memang senang untuk mempelajari berbagai bahasa. Sejauh ini, bahasa yang saya kuasai adalah bahasa Indonesia (yaiyalah) dan bahasa Jerman.

Menurut saya, yang paling penting adalah niat seseorang untuk mempelajari suatu bahasa. Biasanya, seseorang memiliki tujuan untuk mempelajari bahasa tersebut, misalkan untuk keperluan studi di luar negeri. Dengan niat yang kuat dan ingat ke tujuan awal, seseorang akan menjalaninya dengan semangat, tentunya tanpa paksaan. Jika terpaksa, maka akan setengah hati menjalaninya.

Lalu, apa tujuan saya mempelajari bahasa asing? Menurut saya, sangat penting bagi seseorang untuk mempelajari minimal satu bahasa asing. Bahasa adalah alat komunikasi. Jika kita pergi ke luar negeri, akan lebih mudah jika kita bisa berkomunikasi dalam bahasa negara tersebut. Tidak harus menguasai, minimal bisa berkomunikasi untuk percakapan sehari-hari. Selain itu, dalam dunia kerja ada beberapa perusahaan yang mensyaratkan kemampuan berbahasa asing seseorang.

Bagaimana cara saya mempelajari bahasa asing?

1. Mengulang kembali apa yang didapat di tempat belajar.

Saya belajar bahasa Jerman karena saya mengambil jurusan Sastra Jerman ketika kuliah. Bahasa Jerman sangat rumit secara tata bahasa. Mempelajari bahasa sama halnya seperti belajar matematika. Anda harus rajin mengerjakan soal-soal latihan. Begitu pula dengan bahasa, Anda perlu latihan dalam merangkai kalimat. Saya mengulang kembali pada malam harinya mengenai apa yang saya dapat di hari itu. Kosakata baru yang didapat saya catat kembali dengan menggolongkannya ke dalam nomina (kata benda), verba (kata kerja), dan adjektiva (kata sifat). Setelah itu, saya coba untuk merangkai sebuah kalimat sederhana. Saya lakukan hal ini terhadap semua bahasa yang saya pelajari.

Oh iya, Anda tidak harus mengikuti kursus bahasa atau apa pun. Belajar secara otodidak pun tak kalah hasilnya dengan ikut kursus atau les.

2.  Catat setiap kosakata menggunakan warna-warna yang berbeda.

Beberapa bahasa memiliki gender pada setiap kata bendanya. Misalkan, dalam bahasa Jerman, terdapat tiga gender, yaitu Maskulin (der), Feminin (die), dan Neutral (das). Untuk menghafal kata benda, disarankan dihafalkan bersama gendernya. Saya mencatat setiap kata benda dengan warna yang berbeda, misalkan warna merah untuk Maskulin, merah muda untuk Feminin, dan hijau untuk Neutral. Dengan begitu, kita akan lebih mudah mengingatnya. Selain itu, Anda juga dapat menempelkan kata-kata bahasa asing di benda-benda yang ada di rumah, misalkan tempel kata armoire (bahasa Perancis) di lemari atau deur (bahasa Belanda) di pintu rumah Anda. Setiap hari tentu saja Anda melihatnya dan lama-lama Anda akan hafal dengan kata-kata tersebut.

3.  Buku bukan satu-satunya sumber untuk belajar.

Era yang serba canggih ini sangat memudahkan kita untuk belajar. Biasanya saya belajar melalui lagu, film, dan internet. Youtube adalah sahabat saya. Saya suka sekali melihat satu channel, yaitu Easy German. Easy German adalah suatu channel yang berisi tentang interview orang-orang di jalan mengenai topik tertentu. Tak hanya bahasa Jerman saja, ada pula Easy French, Easy Italian, Easy Spanish, Easy Dutch, dan lain-lain. Tersedia subtitle bahasa Inggris di bawahnya. Hal ini sangat membantu.

Selain Youtube, saya juga suka belajar lewat film. Di awal, saya menggunakan subtitle bahasa Inggris, tetapi kemudian tidak. Ini akan sangat melatih kemampuan mendengar Anda. Biasanya yang paling pertama diserap adalah Schimpfwörter (kata umpatan). Memang, kata-kata "ajaib" adalah kata-kata yang paling cepat diingat hehehe.

4. Kunjungi pusat kebudayaan bahasa yang dipelajari.

Jerman punya Goethe Institut, Belanda punya Erasmus Huis, Perancis punya Institut Français d’Indonésie, dan pusat kebudayaan lainnya. Mereka sering menggelar berbagai macam acara. Tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang cocok untuk menguji kemampuan berbicara. Takut salah? Tidak ada dalam kamus seseorang yang ingin cepat menguasai suatu bahasa. Salah itu wajar, karena Anda masih belajar. Tak usah takut untuk memulai percakapan dengan bule-bule. Siapa tahu kita dapat banyak informasi baru mengenai kesempatan kuliah di luar negeri, bekerja di perusahaan asing, atau mungkin dapat gebetan hehehe.

5. Ikut komunitas pencinta bahasa.

Ada komunitas Polyglot di Indonesia yang tersebar di beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Aceh, dan lain-lain. Komunitas ini cocok bagi Anda yang memiliki ketertarikan terhadap bahasa dan ingin menjadi seorang poliglot atau bahkan super poliglot , orang yang menguasai banyak bahasa. Di komunitas ini Anda akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki kemampuan menguasai bahasa yang berbeda-beda. Anda bisa berbagi pengetahuan dengan orang lain. 

Model kegiatan mereka adalah meet up dan kemudian membahas satu tema. Akan lebih mudah jika Anda menyiapkannya dahulu di rumah, sehingga Anda sudah tahu apa yang akan Anda bicarakan di komunitas. Bagi saya pribadi, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk Anda calon poliglot.

Mungkin itu tips-tips dari saya. Semoga bermanfaat. Maaf jika terlalu panjang, hehehe.

Viel Spaß beim Lernen! (bahasa Jerman: 'selamat bersenang-senang dalam belajar'!)

 

Ilustrasi via newsly.fr

Answered Jan 6, 2017