selasar-loader

Apa kriteria seorang Content Writer terbaik?

Last Updated Dec 30, 2016

Content Writer sangat dibutuhkan dalam sebuah bisnis untuk menyampaikan "pesan" perusahaan kepada audience. Kira-kira apa sih kriteria Content Writer terbaik?

2 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Mengajar ilmu menulis di fanspage Facebook "Nulis bareng Pepih"

Z4Ym-tUVWdKuZnHhHon917YR3oZK2Bu2.jpg

Dengan media di tangan penggunanya masing-masing, sekarang setiap orang bisa membuat konten sendiri-sendiri. Ini berkah Internet, kita harus berterima kasih kepada Sir Timothy Berners-Lee, juga kepada para pembuat media sosial yan menyediakan platform Users Generated Content (UGC), termasuk Selasar.com ini.

Pada masa lalu, konten dibuat atau ditulis oleh wartawan di sebuah perusahaan media, atau ditulis pengarang di penerbit tertentu dan di bidang iklan, konten dibuat oleh copy writer. Semuanya pada prinsipnya sama, yakni membuat konten. Ciri khas dari konten yang mereka hasilkan adalah "by design" atau "by demand", wartawan tinggal menjalankan order atau pesanan itu. Yang berperan melahirkan konten adalah hasil rapat Newsroom atau redaksi. Itu sebabnya mengapa saya mengatakan; wartawan tinggal menjalankan, menulis konten dengan terlebih dahulu melakukan peliputan di lapangan.

Di dunia penulisan skenario untuk film atau copy writer untuk konten iklan, semua konten dihasilkan "by order", tidak ada inisiatif dari para penulisnya secara independen. Semua sudah ditentukan. Kadang dalam penerbitan pun, seorang  penulis dipesan untuk menulis subyek tertentu.

Sekarang, ketika media sudah berada di telapak tangan dan si pemilik telapak tangan adalah produsen dari konten itu sendiri, "everyone can produce a content", sama halnya ketika pada tahun 2005 saat saya menulis di Harian Kompas setelah membaca buku Dan Gillmor "We Media", saya saat itu memprovokasi pembaca dengan kalimat; "Semua orang bisa jadi wartawan". Ya, mereka bisa menghasilkan konten di platform manapun; private blog, social blog, atau social media!

Pertanyaannya, bagaimana kriteria seorang content creator atau content writer dan konten yang dihasilkannya?

Baiklah, saya memulai dengan prinsip jurnalistik yang sudah ratusan tahun digunakan, yakni mengenai "nilai berita" atau "news value". Beberapa nilai berita yang sangat penting adalah "penting" (importance) dan "menarik" (interisting). Seorang penulis yang baik harus bisa menyajikan kepada khalayak pembacanya antara dua nilai berita ini "penting" atau "menarik". Lebih baik ambil salah satunya saja, fokus pada "penting" atau "menarik".

Akan tetapi yang sering diabaikan para penulis adalah prinsip lainnya mengenai khalayak itu sendiri sebagai sasaran konten yang akan dilempar. Penulis yang baik harus memiliki prinsip "The content that they can use"! Singkatnya; azas manfaat dari konten yang dibuat oleh si penulis. Sepenting-pentingnya konten, semenarik-menariknya konten, kalau tidak mempertimbangkan azas manfaat bagi pembaca, konten yang dibuat hanya sia-sia belaka, kurang bermakna.

Bagaimana mengukur kemanfaatan konten buat khalayak pembaca? Ini dia! Ingat selalu FUNGSI MEDIA yang sering diabaikan para pembuat konten. Saya ingatkan kembali, fungsi media antara lain; memberi INFORMASI, memberikan EDUKASI, MEMPENGARUHI dan MENGHIBUR. Fungsi media sangat lekat dengan azas manfaat konten itu buat pembaca dan seorang penulis yang baik paham media apa yang tepat untuk menyampaikan kontennya.

Nah, pertanyaan apa kriteria seorang content writer terbaik? Bukan karena ganteng atau cantiknya dia, bukan karena mahirnya dia merangkai kata-kata, tetapi apakah konten yang dihasilkannya bisa memberi informasi, mendidik, menghibur, atau mempengaruhi pembacanya atau tidak. 

Sesederhana itu.   

Answered Jan 1, 2017
Zulfian Prasetyo
Karier adalah perjalanan. Pekerjaan hanya kendaraan.

Hasil gambar untuk subtexto en el teatro

Sejujurnya, tidak ada kriteria pasti perihal content writer (atau copy writer, apa pun istilahnya) yang baik. Saya sendiri merasa belum pantas menuliskan jawaban atas pertanyaan ini, tapi mari kita lihat jawaban macam apa yang bisa saya berikan.

Saya memang menyukai dunia tulis-menulis, namun belum lama berkarier sebagai content writer. Sebagai seorang praktisi, yang saya yakini dimiliki oleh seorang content writer terbaik adalah mengenal dirinya sendiri. Siapa Anda? Sudah berapa lama Anda menulis (terutama menulis konten)? Seberapa luas wawasan Anda? Seberapa panjang stamina mental Anda dalam memroduksi konten kelas wahid? Apa "senjata" yang Anda gunakan untuk meproduksi sebuah konten? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan membuat seseorang memahami seberapa baik taraf kualitasnya.

Setelah mengenal diri sendiri, langkah selanjutnya adalah mengenal misi. Benarlah kata Kang Pepih Nugraha, konten-konten yang dihasilkan biasanya bersifat by demand, by design, atau by order. Karena itu, penting sekali untuk memahami misi yang orang berikan kepada Anda untuk menghasilkan konten yang berkualitas dan memenuhi standar mutu tertentu. Pahami kemauan klien. Pahami tujuan akhirnya. Pahami syarat teknis untuk mencapai tujuan tersebut.

Bila ada perusahaan yang meminta Anda menulis konten perihal produk terbarunya, misalnya, sebisa mungkin Anda mencoba sendiri produk tersebut karena bagaimana pun, pemahaman atas suatu produk sejalan dengan kualitas yang dihasikan.

Bila Anda sudah memahami kemampuan diri sendiri serta misi yang diberikan, kenali sasaran atas konten yang hendak dibuat. Siapa targetnya? Berapa range usianya? Apa yang mereka sukai dan tidak sukai? Seperti apa dunia mereka? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harusnya akan membuat Anda memahami target market secara lebih akurat.

Pada akhirnya, memahami ketiganya akan membantu Anda untuk memproduksi konten yang informatif, edukatif, dan (ini yang paling penting) impactful!

Ilustrasi via premiereactors.com

Answered Jan 4, 2017