selasar-loader

Mengapa mengonsumsi ganja dan tembakau (rokok) memiliki tingkat hukum yang berbeda?

Last Updated Nov 17, 2016

4 answers

Sort by Date | Votes
Ahmad Mustofa
Jurnalis dan penyuka sepak bola....

_g9XKvWdwiT8SHeREswygnRAF85owqeu.jpg

Rokok merupakan barang yang tidak dilarang peredarannya di Indonesia sehingga merokok merupakan kegiatan yang legal. Hanya saja rokok tidak dianjurkan karena dianggap dapat mengganggu kesehatan yang mengkonsumsinya (perokok aktif) atau yang berada di sekitarnya (perokok pasif). Sementara ganja merupakan bagian dari narkotika sehingga mengkonsumsi dan mengedarkannya adalah kegiatan terlarang. Bahkan di Indonesia sudah diatur dalam Undang - undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara dalam islam, hukum merokok adalah makruh dan beberapa ulama berpendapat merokok hukumnya haram, sementara ganja adalah barang yang dapat memabukkan jika dikonsumsi oleh manusia. sehingga ganja diharamkan karena dampaknya tersebut. sebab sudah jelas dalam hadist bahwa setiap yang memabukkan itu haram baik dengan jumlah kecil atau besar.

Answered Jan 20, 2017
Aidan Surya
A law student of Bina Nusantara University

jTiqKbYAahkZ5YLDj87rQdnRCuxMMQfn.jpg

Perlu untuk disampaikan bahwa istilah hukum, khususnya yang mengatur mengenai narkotika, tidak mengenal kata "mengonsumsi". Jika kita telaah dari UU Narkotika (Undang-undang Narkotika No. 35 Tahun 2009) maka kata yang akan ditemui sebagai maksud Anda dari "mengonsumsi" adalah menggunakan, menyimpan, menerima, menukar, dan menyerahkan. 

Ketika seseorang memiliki dan menyimpan ganja, orang yang bersangkutan dapat saja dipidana atas dasar Pasal 112 Undang-undang Narkotika. Pasal tersebut berbunyi,

(1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

(2) Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Dari pasal 112 UU Narkotika, dapat kita tarik unsur-unsur yang dikandung di dalamnya, yaitu sebagai berikut.

1) Setiap orang 

Setiap orang (natuurlijk person) adalah subyek hukum; ia mengemban hak dan kewajiban, perbuatan yang dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan, dan dikategorikan cakap hukum (dewasa).

2) tanpa hak atau melawan hukum

Jika seseorang memegang ganja atau narkotika bukan atas kepentingan penelitian, dokter, apotek, dan rumah sakit, maka orang tersebut dapat dikenai sanksi pidana. Sebab, ia dianggap memiliki narkotika tanpa hak atau melawan hukum (onrecht).

3) Narkotika golongan I bukan tanaman

Artinya, narkotika yang dimiliki ialah berupa linting rokok siap hisap atau berupa puntung.

Dan kalau Anda sandingkan ganja dengan rokok, memang di Indonesia terdapat larangan mengenai rokok, tetapi larangan tersebut hanyalah larangan untuk merokok di tempat-tempat umum saja dengan mempertimbangkan UU Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU Kesehatan. (Lihat:UU RI Nomor 32 Tahun 2010 tentang Larangan Merokok). Sehingga undang-undang tidak mengkategorikan merokok sebagai sebuah tindak pidana.

Dampak yang dihasilkan oleh ganja (narkotika) juga lebih besar buruknya dibandingkan dengan rokok. Saya tidak katakan merokok itu adalah kegiatan yang bermanfaat baik. Tetapi jika kita lihat dampak buruknya, maka rokok memiliki tingkat dampak buruk yang lebih rendah dibandingkan ganja sehingga perbuatan merokok di tempat umum hanya dikategorikan sebagai suatu pelanggaran saja dan bukan tindak pidana. Itulah mengapa hukumannya menjadi lebih ringan.

Ketentuan pidana dari UU No. 32 Tahun 2010 adalah "Perokok yang melakukan tindakan merokok di kawasan dilarang merokok, sebagaimana dimaksud Pasal 5 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)."

Demikian pendapat saya yang dapat dipaparkan. Semoga bermanfaat. 

Terima kasih.

 

Answered Mar 14, 2017
afdanella ella
alumni SMANSA PAPA, abdi negara, planner, bestfriend nya bintang ketjil

DoArEIQKg1zRuxVDvrb8ZBypMJQ2qR2t.jpg

Ganja tidak ada kontribusi ke pendapatan negara sementara rokok punya kontribusi terhadap PDB dan terhadap lapangan kerja.

 

sumber gambar : kaskus.id

Answered Apr 28, 2017
Sayekti Yuliyanti
Mahasiswa FKM UI 2014 | @Popcornofficial

Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu: “Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini.

Sedangkan pengertian psikotropika menurut Undang undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, yaitu: “Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.”

Ganja merupakan zat narkotika golongan I,  seperti yang terlampir dalam UU Narkotika.  Dalam pasal 112 UU narkotika,  berbunyi 

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah). 

Sedangkan tembakau walaupun sama-sama termasuk narkoba golongan 1. Efek atau dampak yang ditimbulkan adanya kecanduan secara pribadi.  Ganja selain menimbulkan kecanduan,  membuat diri menjadi lebih agresif.  Efek yang diberikan lebih keras dibandingkan tembakau. Maka penggunaan,penyimpanan, kepemilikan ganja menjadi hal yang diperhatikan dan sangat diwaspadai dibandingkan penggunaan tembakau 

 

Sumber : UU Narkotika no 35 tahun 2019- bnn.go id

UU Psikotropika no 5 tahun 1997

Answered Mar 1, 2018

Question Overview


6 Followers
1003 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apakah Tuhan perlu dibela?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Mengapa Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail sendirian di Mekah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Kinerja ketua KPK siapa yang paling baik; T. Ruki, Antasari Azhar, Busyro Muqoddas, Abraham Samad, atau Agus Rahardjo?

Mengapa selama ini kaum pria lebih banyak tersangkut kasus korupsi dibandingkan perempuan?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor laki-laki?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor perempuan?

Apakah Anda setuju hukuman mati untuk para koruptor?

Mengapa sosok Presiden RI secara otomatis juga menjabat sebagai panglima militer tertinggi di negeri ini?

Apakah keluarnya surat perintah penyidikan juga berarti ada tersangka?

Mengapa Lampung terkenal sebagai provinsi yang tinggi tingkat kriminalitasnya?

Bagaimana negara seharusnya melindungi HAM atas saksi kasus korupsi?

Apakah kenakalan remaja mengacu pada pergaulan bebas dan narkoba?

Kenapa sebagian orang menginginkan adanya legalisasi ganja?

Benarkah ganja aman untuk kesehatan?

Penyakit apa yang dapat disembuhkan dengan ganja?

Apakah betul merokok dapat merusak kesehatan?

Apa alasan Anda tidak merokok?

Lebih berbahaya mana, rokok atau vape (rokok elektrik)?

Jika sudah tahu merokok itu berbahaya, mengapa para perokok masih merokok?

Kekayaan 4 orang terkaya Indonesia setara dengan kekayaan 100 juta orang termiskin di Indonesia. Apa solusi Anda untuk atasi ketimpangan ini?

Apa yang menarik dari Museum Bentoel?

Apa keuntungan merokok bagi manusia?

Mengapa rokok elektrik kini menjadi tren?

Anda sudah mengetahui bahaya apa saja yang ditimbulkan dari merokok, lalu mengapa Anda masih merokok?

Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi orang atau teman yang overdosis?

Kenapa pemberantasan narkoba di Indonesia terlihat begitu sulit?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Mengapa orang dapat terjerumus dalam narkoba?

Bagaimana sikap Anda terhadap teman yang melakukan semua kenakalan remaja, mulai dari miras, balap liar, tawuran, hingga seks bebas dan narkoba?

Darimana datangnya Amphetamine ke Indonesia?

Apakah saya orangtua yang baik, saya membawa anak saya ke polisi karena mengkonsumsi narkoba?

Apakah Duterte Style dalam perang terhadap narkoba cocok jika diterapkan di Indonesia? Mengapa?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?