selasar-loader

Mengapa Islam yang katanya Rahmatan Lil Alamin justru berbalik 180 derajat faktanya ketika diaplikasikan di Indonesia?

Last Updated Dec 29, 2016

4 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

Hasil gambar untuk ekstremis di indonesia

Karena ekstremis ada di mana saja. Selalu ada telur busuk di setiap keranjang. Di Islam ada, di Kristen ada, di Budha ada, bahkan di ateis pun ada. Ketika menyorot Indonesia, jelas yang paling terlihat adalah ekstremis dari agama Islam sebab mereka mayoritas. 

Dengan lebih dari 80 persen penduduk Indonesia beragama Islam, peluang mereka memiliki ekstremis jelas lebih banyak dibandingkan agama lain. Ini logika sederhana, semakin besar keranjangnya semakin banyak pula telur busuk yang dimuat. Lihat saja penghuni rutan di Indonesia, mayoritas mereka beragama Islam. Apakah dengan demikian Islam mengajarkan berbuat kriminal? Tentu tidak, bukan? People are people. Apa pun atributnya, ia tetaplah manusia. Beberapa baik, namun tidak sedikit juga yang tidak. 

Sebaliknya, ketika menyorot Amerika maka ekstremis agama mayoritas di sanalah yang paling terlihat, begitu pula di India, Myanmar, Cina, dan di tempat-tempat lain. Saya yakin setiap agama atau ideologi mengajarkan kebaikan. Hanya saja beberapa pemeluknya yang tidak sempurna memahami agama mereka sendiri. Maka dari itu, saya sendiri hanya akan menilai individunya, bukan kelompok yang ia klaim ia wakili.

Gambar via i2.wp.com

Answered May 18, 2017
Mhd Fadly
KPI Fak. Agama Islam UMSU, Alumni Pon-pes Ibadurrahman Stabat

Nqrt3JER8pGC0QBXCHXFUJqN1aGxJ6hy.jpg

Dari sisi pertanyaannya saja sudah menyudutkan Islam.

Fakta yang berbalik 180 derajat dari tujuannya menjadi Rahmatan lil Alamin di Indonesia seharusnya tidak dibahas secara global melainkan harus dibahas secara khusus. Apakah sistem Islam yang tidak cocok di Indonesia, pengamalan personal di Indonesia yang tidak sesuai, ataukah ada pengembangan opini bahwa islam tidak cocok di Indonesia.

1. Sistem Islam yang tidak cocok di Indonesia.

Islam dan ajarannya adalah sebuah sistem untuk mengatur manusia. Ibarat manusia itu adalah robot, maka agama Islam adalah nama Operating Systemnya. Kemudian Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah adalah Manual Book untuk robot itu bekerja. 

Jika robot tersebut bekerja sesuai dengan aturannya, maka robot tersebut dapat menjadi hal bermanfaat bagi kita. Namun, jika robot sudah terjangkit virus-virus dan meluai bekerja tidak sesuai dengan aturan yang harus ia ikuti, sudah pasti menjadi mudarat bagi siapa saja.

Begitu juga manusia, atau lebih khususnya orang yang beragama Islam, jika ia berjalan sesuai dengan sunnah-sunnah yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits maka sudah tentunya ia menjadi sosok Rahmatan Lil Alamin. Akan tetapi, jika adanya pemahaman-pemahaman, ideologi, maupun pola berfikir yang mengacaukan sistem islam itu sendiri maka Islam yang dijalankan bagi pemeluknya bukannya menjadi Rahmatan Lil Alamin, melainkan menjadi mudarat di muka bumi ini. 

Bahkan saya ingin mempertanyakan kembali, sistem Islam manakah yang tidak bertujuan sebagai Rahmatan Lil Alamin? Poligami? Hukum Hudud (Potong Tanga, Rajam, Qishas)? Jihad (bermakna "Perang")? Atau sistem Islam mana?

Apabila digali kembali apapun bentuknya seperti yang disebut di atas, jika ingin mengambil hikmahnya dan dilakukan pada saat yang benar maka ini tidak akan merusak. Namun, jika dilakukan di saat tidak benar maka inilah yang menjadi bertentangan dengan Rahmatan Lil Alamin.

2. Pengamalan islam yang dilakukan personal tidak menjadikan Rahmatan Lil Alamin.

Baru-baru ini dikagetkan dengan meledaknya bom di Kampung Melayu. Korban bom tersebut di antaranya adalah 2 pelaku, 3 dari kepolisian. Disinyalir kejahatan ini di lakukan oleh kelompok-kelompok Islam radikal. Hal ini merupakan salah satu contoh bahwa bukan sistem Islamnya yang salah, tetapi orang yang menerapkannya di Indonesia yang salah. 

Saya tidak akan berbicara tentang hukum bom bunuh diri, jikalah ( sewaktu para sahabat memerangi Musailamah al-Kadzab -nabi palsu-, seorang sahabat yang kurus kerempeng bernama Bara' bin Malik meminta kepada sahabat lainnya untuk melemparkannya ke dalam benteng seorang diri untuk membukakan pintu benteng hingga pasukan Islam dapat masuk "aksi bunuh diri") boleh, tetapi tidak di lakukan di negara Indonesia. Hal tersebut harus dipandang baik dan buruknya, apakah wilayah Indonesia ini termasuk wilayah perang? Bagaimana dengan korbannya? Apa tujuannya? Seberapa besar antara manfaat dan mudaratnya? 

Semua hal itu telah diatur di dalam sunnah-sunnah Rasulullah dan contoh yang pernah dilakukan oleh para sahabat. Jika tidak melakukan tanpa tau batasannya, apakah mereka yang katanya Islam benar-benar menjalankan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin?

3. Pengembangan Opini yang merusak citra Islam.

Sebagai pengantar, eloklah kita lihat dari sejarah masa Nabi Musa di mana sihir menjadi hal yang paling berpengaruh maka Allah turunkan mukjizat kepada Nabi Musa ilmu sihir sebagai tandingan dari ahli sihir zaman itu. Di Masa Nabi Isa, ilmu penyembuhan adalah hal yang terbaik, maka Allah berikan mukjizat pada Nabi Isa atas izin Allah dapat menghidupkan orang yang telah mati (setinggi-tingginya ilmu pengobatan), dan pada zaman Nabi Muhammad dan tiada nabi setelahnya Allah turunkan Al-Qur'an sebagai mukjizat tertinggi karena di zaman Nabi Muhammad hingga sekarang adalah zamannya syair dan Informasi. Al-Qur'an sebagai syair yang tiada tandingan hingga akhir zaman dari segi tata bahasanya dan mengandung ilmu yang belum habis untuk di dalami hingga kini.

Apa hubungan dengan sub judul di atas? Zaman kita adalah zaman Nabi Muhammad hingga akhir zaman di mana media dan informasi adalah hal utama untuk menguasai dunia, siapa yang mampu memegang media maka ia mampu menguasai dunia. 

Memandang suatu objek dapat dimaknai bermacam-macam dari berbagai sudut pandang, dari berbagai pola kontruksi berfikir juga. Maka tidak heran dalam hukum fiqh saja Islam mempunyai 4 pola besar bagaimana cara berfikir dan memutuskan hukum, ada Hanafi, ada Malik, ada Syafi'i dan ada Hambali, Madzhab Dzohiri dan lain-lain. 

Oleh karena itu, ketergelinciran personal pemeluk agama Islam dalam menjalankan Islam itu menjadi sorotan bagi orang-orang yang ingin tau (saya akan berfikir positif) akan Islam dan karena rasa ingin tahu tersebut pada akhirnya mempertanyakannya dan memblowupnya hingga akhirnya terkesan Islam tidak menjadi Rahmatan Lil Alamin. Padahal, sebenarnya mereka yang ingin tahu tersebut tidak menggali ke sumber yang lebih banyak dan lebih banyak lagi akan Islam. Hanya terbatas pada pelaku yang tergelincir atau hanya sebatas kepada pemahaman yang sudah tergelincir.

Atau bisa jadi karena ini zamannya perang opini, maka akan dibentuklah segala upaya yang eman menginginkan orang-orang membenci sistem Islam itu sendiri.

Mudah-mudahan jawaban panjang yang mengawang-awang dapat memenuhi rasa penasaran bagi teman yang membuat pertanyaan.

 

sumber gambar: independensi.id

Answered May 30, 2017
wahyu sutejo
Success enthusiast, Psikologi interest, Omni Channel Enthusiast

HCj8IJmikFewHbe18XZWMr1XPAy-dGBR.jpg

Jawabanya adalah, apakah Anda beragama islam?

Jika ya, patut dipertanyakan keislaman Anda, karena yang Anda pertanyakan adalah Islam, bukan oknum-oknum yang menganut Islam yang merusak keimananya sendiri.

Jika tidak, maka sewajarnya Anda harus mencari tahu dan mempelajari Islam itu apa, sehingga Anda tahu Islam mana yang Anda maksud.

Jika yang Anda maksud adalah muslimin, maka tolong diubah pertanyannya.

Ilustrasi via wordpress.com

Answered Jul 6, 2017

Hal yang harus dibedakan adalah antara Ajaran dengan Penganutnya. Sebagaimana konsep hukum, dimana peraturan perundang - undangan sangat indah nan menjawab semua masalah, korupsi contohnya namun di lapangan untuk menangkap intellectual actor dari E-KTP saja sangat rumit, Islam sebagai ajaran ideal telah memberikan rambu yang syamil, kamil wa wasith kepada penganutnya.

Pertanyaannya adalah bagaimana si penganut melaksanakan ajaran ini, bergantung dari pemahaman dan keseriusannya.

Answered Aug 24, 2017

Question Overview


9 Followers
1108 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Apa penyebab Myanmar menindas muslim Rohingya?

Apa yang harus kita lakukan untuk membantu menyudahi konflik Rohingya?

Apa dan bagaimana perasaan Anda terhadap kasus muslim Rohingya?

Bagaimana cara khusuk dalam salat?

Mengapa Indonesia yang tidak menegakkan hukuman Qisas? Apa hukuman qisas tidak sesuai? Mengapa?

Apa kriteria tingkatan tertinggi wanita salihah itu yang mau dipoligami?

Pengalaman apa yang membuat seorang menjadi sekuler?

Apa kebenaran atau prinsip yang Anda yakin benar tapi semua orang di sekeliling Anda mengatakan itu salah?

Bagaimana membuktikan bahwa Tuhan ada?

Apa dunia ini adil?

Mengapa ada gravitasi di alam semesta ini?

Jika memang hanya satu diantara tiga agama langit (Islam, Kristen dan Yahudi) yang benar, mengapa Tuhan tidak menimpakan adzab kepada ajaran yang salah seperti yang Tuhan lakukan kepada kaum Ad, Nuh, Tsamud?

Mengapa kisah-kisah Israiliat seringkali dijadikan referensi yang sahih dalam mengajarkan hikmah dalam budaya Islam?

Apa agama orang tua Muhammad SAW? Jika mereka non-Islam, apakah mereka masuk neraka?

Apakah sebagai seorang manusia biasa, para nabi juga memiliki dosa? Jika benar demikian, apa saja dosa mereka?

Bagaimana Anda dapat menjelaskan keberadaan Tuhan dan Malaikat secara ilmiah?

Apa kaitan antara Syamsuddin at Tabrizi dan Jalaluddin Rumi?

Mengapa ada yang makin beragama, tapi malah mudah sekali tersinggung?

Apakah gerakan berputar dalam tarian sufi memiliki fungsi tertentu atau sekadar estetika?

Apa mungkin menafsirkan ayat Alquran menggunakan teori dari Barat?

Seperti apa kriteria penegak hukum yang cocok untuk zaman sekarang?

Apa hukum investasi saham dalam Hukum Islam?

Apa saja syarat menjadi advokat?

Apakah hukum salat Jumat di jalan?

Apakah membayar utang atau bersedekah yang lebih didahulukan?

Adakah negara Islam yang mendukung operasi ganti kelamin?

Sejauh mana batasan marah dalam membatalkan puasa Ramadan?

Menurut ajaran agama Islam, lebih penting mana, puasa syawal atau bayar utang Ramadhan?

Bolehkah bermain valuta asing (valas) menurut syariat Islam?