selasar-loader

Bagaimana Anda memutuskan bahwa diri Anda siap menikah?

Last Updated Dec 28, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes
Rininta Ariastyanti
Dreamer, Explorer, Kepoer

RHAVqaush4OofKFP5QJCqpf7z57eNy0W.jpg

Meski belum menikah, saya sudah menginjak usia menikah dan merasa tergelitik untuk menjawab A2A ini.

Belajar dari contoh kasus yang berada di keluarga besar saya dan petuah dari ibu saya, saya mendapat pelajaran bahwa: Jika saya menunggu siap menikah, saya tidak akan pernah menikah.

Jika siap yang dimaksud adalah punya uang untuk pesta, uang utuk sewa tenda/gedung, punya uang untuk honeymoon, punya rumah atau kontrakan dan sebagainya dan sebagainya, maka saya tidak akan siap menikah. Ingat, manusia hampir tidak punya rasa puas. Standar diri akan terus meninggi, pernikahan akan terus ditunda. Akibatnya, bisa saja, tidak akan terjadi.

Jika siap yang dimaksud adalah bisa memasak, bisa menjahit, bisa mencuci, bisa membersihkan rumah, bisa jadi bendahara keluarga, dan sebagainya, maka saya tidak akan siap menikah. Saya akan kerap merasa "belum bisa" karena mindset bisa = sempurna. Saya akan terus minta waktu untuk belajar. Namun tidak ada manusia yang benar-benar sempurna, akibatnya pembelajaran tak akan pernah berakhir.

Saya tidak ingin memutuskan menikah, saya ingin pernikahan lah yang memutuskan untuk mendekatkan saya dengan jodoh saya. Keinginan untuk bersama selamanya, nafsu yang tertahankan, permintaan pada Yang Maha Membolak-balikkan hati, keberanian untuk mengutarakan pada orang tua.

Uang bisa dicari. Rezeki bisa datang dari mana saja. Skill bisa dikembangkan sambil tumbuh bersama. Saya tidak bisa diberi makan dengan cinta, tapi saya tahu bahwa cinta menambah motivasi kerja. Kerja bisa dapat uang, uang bisa dipakai buat beli makan saya bukan?

 

sumber gambar : blogspot.com

Answered Apr 20, 2017

Hasil gambar untuk pernikahan

Ada beberapa kriteria yang saya tetapkan sebelum saya memutuskan untuk menikah. Kriteria-kriteria atau syarat-syarat ini perlu ada agar kita tidak gegabah atau terburu-buru untuk memutuskan menikah. Karena menikah bukanlah suatu hal yang sepele atau sederhana. Diperlukan berbagai persiapan yang matang agar pernikahan itu dapat berjalan dengan baik dan tentu saja diharapkan bahwa pernikahan itu dapat abadi hingga akhir hayat seseorang. 

Persiapan untuk memutuskan sebuah pernikahan tidak hanya dari segi materi tetapi juga nonmateri yang justru lebih penting dari persiapan materi. Sebelum memutuskan pernikahan, pastikan diri kita dan pasangan kita memiliki bekal yang cukup. Bekal yang dimaksud di sini adalah bekal secara materi dan nonmateri. Bekal materi ini penting agar ketika menikah, kita dan pasangan kita nantinya setidaknya sudah tidak memikirkan bagaimana mencari uang karena pasti setelah menikah, kebutuhan semakin bertambah, apalagi jika ditambah kehadiran "buah hati". 

Bekal nonmateri ini ada berbagai aspek, terutama aspek psikologi dan tidak kalah penting lagi adalah aspek spiritual. Aspek-aspek nonmateri ini dibutuhkan agar kita dan pasangan kita memiliki persiapan secara mental untuk menjalani kehidupan setelah menikah. Hal ini dibutuhkan karena kehidupan setelah menikah akan lebih menantang dari kehidupan kita sebelum menikah. Jadi, intinya, ketika kita akan memutuskan untuk menikah, kita harus memiliki bekal secara materi dan nonmateri agar kita siap secara jasmani dan rohani.

Gambar via majalahkasih.pantiwilasa.com 

Answered Apr 20, 2017
Delfitria
Mahasiswi Psikologi katanya menarik. Tapi lebih menarik puisi dan photography

Jy8ZNDPCv-qzEWbIBYotEWvCh1q9vJpD.jpg

Saya Siap Kapan Saja (sebenarnya)

Mungkin, jawaban saya kali ini akan sangat berbeda dengan jawaban lainnya. Iya, saya (sebenarnya) siap menikah kapan saja mulai tahun ini. Tahun ini saya sudah menginjak kepala 2 yang artinya tidak terlalu muda untuk memulai dunia baru yang disebut pernikahan. Sayang seribu sayang, saya baru bisa menikah setelah studi strata 1 saya selesai karena saya sedang mengikuti bantuan biaya kuliah. 

 

Jika pun begitu, tentu ada beberapa hal yang membuat saya yakin saat ini siap menikah. Pernikahan, mereka bilang, adalah hal yang sakral sehingga butuh pertimbangan yang mentang. Hal ini benar. Tapi, menganggapnya menjadi sakral bukan berarti menundanya sampai tua. 

Pernikahan dalam kaca mata saya sungguh sangat menyenangkan karena di sana, saya memiliki seseorang, yang tidak lagi saya khawatirkan dosa saat bersama dengannya. Selain itu, saya bisa bercerita banyak hal, bertengkar dengan kasih sayang dan menawar dengan lembut. Ini akan terkesan seperti mimpi. Namun saya percaya, pasangan yang memutuskan untuk menikah harus setiap hari memperbaharui komunikasinya, sehingga mau sekarang atau beberapa tahun lagi, pernikahan akan sama mudahnya jika kedua pihak menyatakan kebahagiaan setiap harinya. 

Ya, saya mendukung pernikahan muda karena Allah. Bukan karena kecelakaan. Bukan karena sebelumnya sudah tidur di kamar duluan. Apalagi karena harta karunan. 

Ketika semua dilaksanakan atas nama kepercayaan, menikah terasa lebih mudah. Buat apa lagi menunggu lama? 

 

Ohiya, ada satu yang paling penting. Saya siap menikah, saat ada calonnya. Haha

 

Sumber gambar: isigood.com

Answered Apr 23, 2017

Question Overview


7 Followers
650 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apakah pekerjaan orang tua (Ayah dan Ibu) yang sangat sibuk menjadi penghalang untuk bisa bersama dengan Anda?

Apa faktor yang menyebabkan seorang perempuan berselingkuh dari kekasih atau suaminya?

Apa perbedaan Anda dan pasangan Anda?

Apa persamaan Anda dan pasangan Anda?

Bagaimana rasanya diselingkuhi?

Apa yang melandasi suami mengizinkan istri untuk berkarir/bekerja di luar rumah?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi wanita karir?

Bagaimana cara mengelola amarah terhadap pasangan?

Apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan mengembalikan keadaan setelah mengalami pertengkaran dengan pasangan?

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Mengapa ada orang yang memilih untuk tidak menikah?

Apa dampak terbesar dalam hidup Anda setelah pernikahan?

Hal apa yang paling Anda takutkan dari pernikahan? Mengapa?

Apa yang membuat seorang pria ragu untuk menikah?

Apakah lamanya berpacaran bisa melanggengkan hubungan pernikahan?

Apa yang perlu dilakukan oleh seorang wanita jika dia sudah berusia 35++ dan belum menikah?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?