selasar-loader

Apa yang menyebabkan seseorang resign/pindah kerja ke tempat lain?

Last Updated Dec 26, 2016

6 answers

Sort by Date | Votes
Bhayu Mahendra H.
Perintis topik SDM di selasar.com. Memiliki perusahaan konsultan MSDM.

2kiRMXaTqV3fDfDToA3ahV8Vjp2n-CGI.jpg

Tergantung masa kerja, jabatan, dan status yang bersangkutan. Ini mengacu pada piramida kebutuhan hidup Abraham Maslow.

Seorang yang baru lulus sekolah, jabatannya masih di tingkatan operator atau malah lebih rendah seperti helper, status pernikahan yang masih belum menikah, dan status sosial menengah bawah biasanya pindah kerja untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Pramuniaga misalnya, bisa pindah ke toko sebelah karena perbedaan upah Rp50 ribu saja.

Bagi yang sedikit lebih lama masa kerjanya, biasanya mencari peningkatan karier. Memang ini juga berimbas pada penghasilan, tapi bukan itu saja yang dicari. Pada jabatan lebih tinggi, ada fasilitas yang juga bisa jadi sasaran. Sebutlah seperti jaminan kesehatan atau kredit perumahan. Profil yang sudah menikah pun lebih berhati-hati bila akan mengundurkan diri dan pindah kerja, apalagi lelaki. Pertimbangannya bukan hanya dari diri sendiri.

Pada tingkatan manajemen ke atas, di mana penghasilan sudah jauh melebihi kebutuhan dasar dan masih ditambah fasilitas lain, yang dicari adalah aktualisasi dan pengembangan diri optimal. Misalnya saja jabatan yang memungkinkannya mengeksekusi ide tanpa perlu pertimbangan orang lain.

 

Answered Feb 11, 2017
Dedy Syahril
Saya suka film, buku dan kacang garuda

WK2sGyr9GiIQ92w1hGZvBw_6fE65zttf.jpg

Banyak alasannya. Tidak suka sama isi pantry juga bisa jadi alasan buat kamu untuk pindah kerja. Apalagi jika kamu termasuk ke dalam generasi langgas (milenial) yang banyak orang bilang, orangnya nggak betahan. CMIIW.

Alasan resign pasti berbeda-beda. Gaji, peningkatan karier, disuruh orangtua, ikut gebetan, suasana baru, dst. Apapun itu, kalau orang Minang bilang "inok-inok an elok-elok", pikir masak-masak.

Saya hanya satu tahun bekerja di perusahaan, sisanya saya bekerja di firma akuntan. Maksudnya adalah saya terbiasa bekerja bersama tim. Bukan berarti bekerja di perusahaan tidak bekerja dalam tim, hanya saja timnya lebih statis, tidak banyak berubah.

Sedangkan di firma akuntan, anggota tim selalu berganti antara satu penugasan dengan penugasan yang lainnya. Bosnya pun ganti-ganti. Kadang kamu bertemu dengan anggota tim yang tidak bisa bekerja sama denganmu. Atau kamu bertemu dengan bos yang bisanya cuma merintah dan ngomel. Itu hal yang biasa.

Saya selalu bercanda dengan tim saya seperti ini.

  • Jika kamu dapat tim OK dan bos OK, itu bonus.
  • Jika kamu dapat tim OK tapi bos resek, stay.
  • Jika kamu dapat tim resek tapi bos OK, stay.
  • Jika kamu tidak mendapatkan dua-duanya, leave.

Semoga menjawab.

Answered Feb 13, 2017

PK6BKUHfW2r1P94R2ow5Vs5kSJilXbsH.jpg

via professionaladviser.com

Karena sudah nggak tahan....

Ada beberapa problem yang masih bisa ditoleransi, tapi biasanya kalau sudah kena ego, tidak ada kata lain selain resign.

Answered Feb 23, 2017

5THRzf4Ee0inEsVSc5z69AzsZY8Lz5Eb.jpg

via amiic.us

Banyak faktor, tapi kalau diurut biasanya adalah:

  1. lingkungan kerja (atasan dan rekan kerja yang mungkin kurang mendukung);
  2. uang (manusiawi ini); dan
  3. sudah bosan.

Answered Feb 25, 2017
Thurneysen Simanjuntak
Jangan pernah berhenti belajar!

RnOkUIOwO0wPnLgMogG_rfhpCWowDn9I.jpg

Bagi manusia, bekerja merupakan tindakan untuk memenuhi hasrat berkarya, kepuasan batin, dan kebutuhan hidup. Sebagai homo faber (manusia yang berkarya), karya adalah bagian dari perwujudan budaya. Kepuasan batin merupakan pemenuhan psikologis. Sementara, bekerja untuk kebutuhan hidup adalah dalam rangka melaksanakan tuntutan aspek ekonomi.

Untuk itu, seseorang betah atau tidak dalam bekerja di suatu tempat tidak terlepas akan ketiga hal tersebut. Maka, adalah suatu hal yang wajar ketika seseorang memutuskan untuk resign atau pindah kerja ke tempat lainnya bila tidak memenuhinya.

Maka, bila dijabarkan lebih detail, sebagai alasan berhenti bekerja pada umumnya karena ide atau gagasan tidak terwujud dalam bentuk karya, tidak ada kesempatan untuk mengembangkan diri, atau lingkungan pekerjaannya tidak dapat mengembangkan potensi dirinya lebih maksimal. Ini bila kita tinjau dari aspek karya (budaya)

Sementara dari aspek psikologis, ada beberapa penyebab yang membuat seseorang resign, misalnya seseorang tidak merasakan kenyamanan dan keamanan dalam bekerja, tekanan pekerjaannya begitu berat, atau lingkungan dan suasana pekerjaannya tidak kondusif dan menyenangkan.

Terakhir adalah aspek ekonominya. Perusahaan atau institusi tempat seseorang bekerja tidak mampu menghargai karyawan sesuai dengan kontribusi yang diberikan, alias gaji tidak sesuai harapan. Bisa juga seseorang resign karena ada tawaran yang lebih menarik sehingga tentu menimbulkan seribu satu alasan untuk mengambil tindakan resign atau pindah kerja.

Begitulah kira-kira. Salam.

 

Answered Feb 28, 2017
Rina Noviyanti
An avid reader and traveler, works hard to be an excellent writer! :)

Image result for resign

 

Sebagai orang yang pernah mengundurkan diri beberapa kali dari pekerjaan, ada dua alasan besar yang melandasi tindakan saya itu.

1. Ketidakjelasan arah perkembangan diri. Ini adalah alasan saya meninggalkan pekerjaan tetap saya yang pertama. Jam kerja menyenangkan, lingkungan menyenangkan, pekerjaan seru, bahkan atasan yang luar biasa. Hanya saja, saya tidak bisa melihat diri saya beberapa tahun ke depan tetap berada di situ selain terjebak dengan rutinitas.

2. Berbeda idealisme, ini adalah alasan saya meninggalkan kantor yang terakhir. Ada banyak nilai yang sangat saya junjung, saya temukan bertentangan di tempat itu. Setiap hari. Saya yakin, bekerja tidak boleh membuat keyakinan baik kita tentang dunia berganti, jadi saya pikir lebih baik saya mencari tempat lain yang lebih memberi saya ruang berkembang dan menjunjung nilai-nilai moral yang juga tinggi.

:)

Answered Mar 4, 2017
Sponsored

Question Overview


8 Followers
1069 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana pilihan karier terbaik untuk perempuan?

Bagaimana cara memutuskan antara bekerja, berbisnis, dan melanjutkan S2?

Selain menjadi akademisi, karier apakah yang menuntut seseorang meraih pendidikan formal setinggi-tingginya?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana cara meniti karier sebagai seorang selebriti?

Apa yang membuat daya tawar seorang fresh graduate besar di mata perusahaan?

Mengapa seorang lulusan fakultas ekonomi/bisnis sangat menginginkan bekerja di Konsultan Asing/Perusahaan FMCG?

Pekerjaan apa yang paling Anda idamkan setelah kelulusan?

Berapa jumlah gaji yang pantas diterima oleh seorang fresh graduate perguruan tinggi?

Skill apa saja yang seharusnya dimiliki oleh seorang pekerja profesional di 3 tahun masa kerjanya?

Apa pekerjaan favorit generasi milenial?

Mana yang lebih disukai anak muda zaman sekarang yang baru lulus, jadi PNS, kerja di salah satu BUMN, karyawan swasta, atau bikin startup/berwirausaha?

Bagaimana cara agar kita dapat memiliki capaian karier yang baik di perusahaan?

Mengapa durasi kerja harus delapan jam per hari?

Bagaimana sistem pembayaran driver Gojek? Apakah mereka menerima semua atau ada sistem komisi dengan perusahaan Gojek?

Apa rutinitas yang biasa anda lakukan ketika jenuh dengan pekerjaan?

Apa alasan terbaik untuk pindah tempat kerja?

Apakah menjadi orang kaya itu penting?

Apa yang seharusnya dicari perusahaan dalam merekrut tenaga kerja agar bertahan lama di perusahaan?

Bagaimana cara jadi CEO?

Bagaimana cara membuat press release yang baik?

Apa peran public relation dalam sebuah perusahaan?

Apa tujuan utama yang harus dicapai perusahaan ketika menggunakan media sosial sebagai alat komunikasinya?

Bagaimana budaya kerja di perusahaan startup?

Apa peran Public Relation (PR) bagi startup seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia?

Bagaimana memilih dan menentukan Sumber Daya Manusia yang kredibel dan sesuai kompetensinya?

Mengapa banyak perusahaan yang menginginkan fresh graduate memiliki banyak pengalaman, padahal mereka bekerja untuk mencari pengalaman itu sendiri?

Kenapa pekerjaan seperti guru (yang belum PNS atau bersertifikasi) atau wartawan tidak digaji sesuai UMR?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan diwawancarai HRD sebuah perusahaan dan mengapa hal itu penting?

Bagaimana menyusun key performance indicator (KPI) untuk fungsi kebersihan dan keamanan di sebuah perusahaan?