selasar-loader

Mengapa IPO di BEI masih minim dan apa yang harus dilakukan otoritas terkait?

Last Updated Dec 23, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Ronny P
Pengamat Ekonomi Politik. Penyeruput Kopi. Dan Urang Bagak Baladiang

inn6UmmbKQHBiCdzKJbLtNGSQAJWZHGM.jpg

Banyak faktor yang menyebabkan minimnya jumlah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di BEI. Tentu saja yang paling utama adalah faktor ekonomi. Minat korporasi untuk mencatatkan saham di bursa turun seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi. Para pemilik dan pengelola perusahaan khawatir bahwa saham yang ditawarkan kepada publik tidak terserap karena daya beli masyarakat sedang melemah.

Kekhawatiran terhadap kemungkinan tidak terserapnya saham IPO kian meningkat setelah muncul sentimen negatif di bursa global, menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS). Pasar saham domestik makin bergejolak setelah terjadi pembalikan modal asing (sudden reversal) di lantai bursa. Dana-dana asing di pasar saham mengalir ke luar.

Tapi minimnya jumlah IPO saham bukan semata dipicu oleh faktor ekonomi. Mahalnya berbagai biaya yang harus dikeluarkan emiten membuat sebagian perusahaan berpikir dua kali untuk melantai di bursa. Selain biaya IPO (initial listing fee), emiten dikenai biaya tahunan (annual listing fee) dan berbagai kewajiban lain, termasuk dana setoran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lihat saja, saat ini sudah hampir sampai pada akhir tahun 2016. Namun, perusahaan baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa dihitung dengan jari. Hingga pekan pertama Desember, baru ada 13 perusahaan yang melangsungkan IPO saham. Padahal, target IPO sudah dipangkas dari 35 menjadi 20 perusahaan.

Oleh karena itu, wacana penurunan biaya IPO saham, annual listing fee, dan setoran emiten kepada OJK layak untuk didukung. Bukan cuma untuk menekan biaya, otoritas pasar modal dan otoritas bursa harus memangkas prosedur IPO agar lebih efisien. Dengan begitu akan semakin banyak perusahaan yang akan tertarik mencatatkan saham (listing), bukan sebaliknya, hengkang dari bursa (delisting).

Biaya IPO sampai hari ini masih tercatat lumayan memberatkan. Perusahaan yang IPO saham di papan utama, misalnya, dikenai biaya pencatatan Rp1 juta untuk setiap kelipatan Rp1 miliar dari nilai kapitalisasi saham dengan pembatasan minimal Rp25 juta dan maksimal Rp250 juta. Adapun yang IPO di papan pengembangan dipungut biaya Rp1 juta untuk setiap kelipatan Rp1 miliar dari nilai kapitalisasi pasar dengan pembatasan Rp25 juta hingga Rp150 juta.

Di luar biaya IPO, emiten masih dibebani biaya pencatatan tahunan sebesar Rp500 ribu untuk kelipatan Rp1 miliar dari kapitalisasi pasar, dengan nilai minimal Rp50 juta dan maksimal Rp250 juta. Biaya tersebut berlaku bagi emiten di papan utama maupun pengembangan. Namun, biaya-biaya tersebut belum termasuk untuk membayar akuntan, penjamin emisi, dan konsultan.

Biaya yang harus dikeluarkan emiten tidak cukup sampai di situ. Mereka masih harus membayar setoran kepada OJK. Emiten bank harus membayar pungutan 0,045% dari aset atau minimal Rp10 juta, sedangkan emiten nonbank wajib membayar pungutan 0,03% dari nilai emisi efek atau minimal Rp15 juta dan maksimal Rp150 juta.

Tak hanya perusahaan tercatat (listed company), perusahaan yang berkecimpung dan menjadi penunjang pasar modal pun dikenai pungutan dengan nilai bervariasi, dari manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, hingga penjamin emisi efek. Pungutan serupa berlaku bagi perantara pedagang efek, pemeringkat efek, biro administrasi efek, bank kustodian, wali amanat, serta penilai harga efek.

Banyaknya biaya dan pungutan di pasar modal cukup memprihatinkan, terutama bila dikaitkan dengan perkembangan industri pasar modal domestik selama ini. Emiten yang melantai di BEI baru berjumlah 537 perusahaan. Jumlah tersebut tidak seberapa dibandingkan dengan Malaysia (904 emiten), Singapura (766 emiten), dan Thailand (644 emiten).

Jumlah emiten di Indonesia bisa dilipatgandakan mengingat saat ini terdapat 5.000 perusahaan di Tanah Air yang layak menjadi listed company. Bahkan, kini terdapat 70 perusahaan multinasional yang beroperasi dan meraup keuntungan dari Indonesia namun sahamnya tercatat di bursa negara-negara lain dengan kapitalisasi pasar (market cap) lebih dari Rp150 triliun.

Jumlah investor di pasar modal kita tak kalah memprihatinkan. Jika Malaysia punya 3--4 juta investor atau hampir 15% dari populasi dan Singapura punya 1,5 juta investor atau 30% lebih dari populasi, Indonesia baru punya sekitar 500 ribu investor. Itu artinya, investor pasar modal kita cuma 0,2% dari populasi yang mencapai 250 juta jiwa. 

Dari sisi kualitas, pasar saham kita masih tertinggal karena 65% investornya adalah investor asing sehingga pergerakan pasar saham kita lebih banyak ditentukan investor asing dan isu-isu global dibandingkan sentimen dalam negeri. Padahal, di negara-negara tetangga, 70% pasarnya dikuasai investor domestik sehingga mereka lebih resistan terhadap sentimen global.

Oleh karena itu, berbagai terobosan BEI dan OJK untuk memajukan industri pasar modal Indonesia perlu didukung. Misalnya, kedua otoritas tersebut sedang melobi perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi dan menangguk keuntungan di Indonesia agar melantai di bursa domestik. BEI dan OJK juga sedang melonggarkan sejumlah aturan di pasar modal.

Namun, tanpa bermaksud mengingkari pencapaian saat ini, pelaku pasar layak pula meminta OJK dan BEI untuk memprioritaskan pemangkasan biaya dan aturan yang membebani pelaku industri. Mahalnya biaya serta banyaknya pungutan dan aturan di pasar modal bukan hanya akan menyurutkan minat calon emiten, tapi juga memadamkan hasrat masyarakat untuk berinvestasi di pasar saham. Jika itu terus berlangsung, alih-alih melejit, pasar modal kita malah tumbuh seperti bonsai.

Ilustrasi via marketwatch.com

Answered Dec 23, 2016

Question Overview


3 Followers
1203 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana cara untuk mendapatkan return yang tinggi saat berinvestasi di bursa saham?

Apa itu menggoreng saham?

Apa itu IHSG?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan membeli saham di bursa saham dan mengapa hal itu penting?

Bagaimana cara membuka rekening saham?

Bagaimana cara Anda menganalisa fluktual yang terjadi di harga saham, dan bagaimana cara anda menghitung apakah saham tersebut terlalu mahal atau murah?

Bagaimana pasar modal bekerja dan mendapatkan uang?

Adakah pasar modal yang mengalami kebangkrutan? Di mana dan mengapa?

Bagaimana cara BEI mengajak masyarakat untuk investasi saham?

Apa yang dimaksud dengan istilah 'menggoreng saham'?

Apa itu Right Issues?

Mengapa pasar modal Indonesia perlu direstrukturisasi?

Bagaimana cara meningkatkan jumlah investor dalam negeri di BEI?

Apa tantangan dan pekerjaan rumah di sektor keuangan yang harus diselesaikan oleh calon-calon Komisoner OJK?

Perlukah pemerintah menyelenggarakan edukasi pasar modal?

ejhmkckyf79s

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Bagaimana cara mendapatkan kekayaan 1 miliar rupiah pertama Anda?

Bagaimana transaksi keuangan dilakukan di Jerman pada Perang Dunia II?

Berapa pendapatan seorang motivator terkenal Indonesia setiap bulan?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan kala bulan ramadhan?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan kala akhir bulan menjelang?

Bila diwarisi utang Rp 1 miliar, apa yang akan Anda lakukan?

Apa masalah utama dari banyaknya UKM/bisnis di Indonesia sulit membesar?

Apa hal penting dalam mengelola keuangan yang harus diketahui agar bisnis kita melejit?

Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk mengikuti dan memenangkan perlombaan?

Bagaimana cara bekerja matrix yang paling efektif?

Apakah bauran pemasaran (4 ataupun 7 P's) masih relevan dipraktikan di era digital saat ini?

Apa strategi terbaik untuk mendapatkan IPK tinggi tapi tetap santai dalam kuliah?

Apa strategi makan prasmanan Anda?

Apa yang membuat McDonald's menjadi restoran cepat saji paling sukses?

Apa tips agar karir bisa naik dengan cepat di perusahaan multinasional?

Bagaimana cara kotor/tidak pantas yang kerap dilakukan salesman untuk dapat mempengaruhi calon pembelinya?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif belajar dalam mempersiapkan ujian (UTS/UAS)?

Pembukaan dan pertahanan apa yang paling sering digunakan para pecatur dunia?