selasar-loader

Bagaimana rasanya memiliki orangtua yang menjadi guru kita sendiri di sekolah?

Last Updated Dec 23, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Erin Nuzulia Istiqomah
Belajar banyak dari Ayah Ibu dalam mensyukuri hidup

ML_2UldDfLQC6AXd5jH-KbhrVZc9ISO3.jpg

Terbebani.

Tentu itu menjadi salah satu perasaan yang paling umum dirasakan seorang anak yang memiliki orangtua yang menjadi guru sendiri di sekolah. 

Saya adalah anak pertama, yang "berkesempatan" disekolahkan di sekolah tempat ayah saya mengajar. Pada kenyataannya, dua adik saya "tidak berkesempatan" bersekolah di tempat ayah saya mengajar, mereka disekolahkan di sekolah lain yang masih dekat dengan rumah. 

Ayah saya adalah seorang guru Bahasa Indonesia di sebuah SMP di Jakarta Timur. Saat itu saya "berkesempatan" untuk bersekolah di tempatnya mengajar, kalau tidak bisa disebut "tidak bisa memilih sekolah lain". 

Sepengetahuan saya, ibu pernah bercerita jika ayah menginginkan salah satu anaknya bisa bersekolah di tempatnya. Mungkin sebagai sebuah kebanggaan baginya. 

Di kelas 1 SMP, pengajar bahasa Indonesia di kelas saya adalah beliau, mengingat beliau mengajar di seluruh kelas di jenjang kelas 1 di sekolah tersebut. Kira-kira seminggu 4 jam pelajaran. 

Tidak ada yang berbeda, hanya saya lebih mengenal siapa yang menjadi guru bahasa Indonesia saya. Beliau juga tidak membedakan saya, yah sebenarnya membedakan sih. Beliau menaruh perhatian yang lebih kepada saya. Maka ketika sedang pelajarannya dan saya ketahuan ngobrol dengan teman sebangku, kenalah saya ditegurnya. 

Pernah juga suatu hari saya tidak mengerjakan PR, karena sakit. Di kelas, beliau memeriksa seluruh PR siswanya. Siswa yang tidak mengerjakan PR mendapatkan hukuman menulis "Saya berjanji tidak akan lupa mengerjakan PR bahasa Indonesia lagi" sebanyak 200 kali.

Hari itu saya ngambek. Kenapa? ayah saya tahu jika saya sedang sakit dan lupa mengerjakan PR, tetapi saya juga tetap diberi hukuman itu sama seperti yang lainnya. Saya adukan apa yang terjadi di sekolah kepada ibu, beliau hanya tertawa. 

Dengan hati yang mengkel saya tetap mengerjakan hukuman itu. Apa boleh buat, beliau menjalankan tugas, tidak pandang bulu, hehehe

Karena ayah saya mengajar seluruh kelas di jenjang 1 SMP sejak lama, hampir satu sekolah pasti mengenal beliau dengan baik. Alhasil, hampir semua siswa, kisaran 1.000-an siswa mengenal saya. 

Hasilnya? saya tentu tidak bisa bertindak sembarangan karena setiap gerak-gerik saya merepresentasikan beliau sebagai guru, juga sebagai pembina Rohis kala itu. 

Belum lagi ada sekitar 60 orang guru yang juga adalah teman dari ayah saya. Itu berarti, saya harus menjadi anak teladan yang mencerminkan ayah saya. Tentu itu hal yang sulit, harus bisa memenuhi ekspektasi ayah kala itu. 

Namun kenyataannya, layaknya anak remaja Jakarta kebanyakan, saya tetap bisa menikmati masa-masa SMP itu meski dengan berbagai pengawasan. Saya tetap bisa bermain dengan geng saya, sesekali bolos les matematika, naik motor bonceng tiga, dan tetap dengan prestasi yang diperhitungkan di sana. 

Namun ada satu hal yang saya ingat, saya pernah menangis karena ayah saya "kelupaan" mengambilkan rapor semester untuk saya. Ketika pembagian rapor, tentu beliau juga berperan sebagai walikelas, nah karena menghabiskan waktunya membagi rapor untuk kelasnya, beliau lupa tidak mendelegasikan tugasnya mengambil rapor saya kepada ibu yang saat itu mengambil rapor adik-adik di sekolah lain. 

Alhasil, sore harinya saya bertanya kepada beliau apakah rapor saya sudah diambil? Beliau ternyata lupa. Baiklah... saya hanya menahan tangis saat itu. Meskipun tentu saja itu perkara yang mudah, beliau hanya tinggal memintanya kepada temannya yang notabenenya adalah walikelas saya. 

Mungkin apa yang saya rasakan perihal rasa "terbebani" tidak sepenuhnya saya rasakan. Mengapa? karena saat itu saya merasa sanggup untuk memenuhi ekspektasi Ayah untuk bisa berprestasi di sekolah tempatnya mengajar. Jadi, saya sangat menikmatinya dan mendapatkan banyak pelajaran hidup di sana. 

Answered Jan 24, 2017

Question Overview


2 Followers
825 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Bagaimana Anda menghadapi/melawan bullying waktu di sekolah?

Mengapa sekolah Muhammadiyah seperti hanya fokus ke kuantitas daripada kualitas?

Bagaimana saya bisa terus belajar dan menjadi kompetitif tanpa melalui jalur sekolah formal?

Mengapa tempat pendidikan berbasis agama Islam, disebut Pesantren?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan menyekolahkan anak ke luar negeri dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan menyekolahkan anak ke pesantren dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan masuk ke perguruan tinggi dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan mengantar anak sekolah untuk pertama kalinya dan mengapa hal itu penting?

Seberapa pentingkah orangtua mengantar anaknya ke sekolah untuk pertama kalinya?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?