selasar-loader

Apa yang dimaksud dengan Seven Days Reverse Repo Rate dan bagaimana prospek implementasinya?

Last Updated Dec 22, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Ronny P
Pengamat Ekonomi Politik. Penyeruput Kopi. Dan Urang Bagak Baladiang

zh-WkUAuPNOAwyBsv5ZjZvbAD4UB7xCD.jpg

Terawangan spiritual saya, jangka waktu agar kebijakan suku bunga acuan baru berupa 7-day (Reverse) Repo Rate bisa berimbas pada bunga kredit perbankan masih cukup panjang. Karena sasaran awal dan utama BI dengan memberlakukan kebijakan tersebut adalah kemudahan likuiditas bank. Semakin mudah likuiditas bank, semakin murah pula biaya dana (cost of fund), dan semakin nyaman perbankan dalam menyalurkan kredit. Jadi, bunga kredit yang lebih murah boleh dibilang sebagai bonus saja jika sasaran terhadap likuiditas perbankan bisa dicapai.

Cara kerja via suku bunga BI yang baru adalah dengan menetapkan bunga acuan utama baru, bernama 7-day (Reverse) Repo Rate, menggantikan istilah BI rate. Acuan baru tersebut berlaku per 19 Agustus lalu. Di mana perbedaannya? Bedanya, BI rate mengacu pada suku bunga moneter bertenor 12 bulan. Sedangkan 7-day RR Rate mengacu pada rata-rata bunga pasar uang antarbank (PUAB)/ overnight dalam seminggu. Dengan tenor pendek dan menyasar bunga transaksional antarbank, maka diperkirakan instrumen baru tersebut  lebih mencerminkan kondisi likuiditas bank.

Jika dihitung secara cermat, 7-day RR rate memang lebih rendah. Per Agustus, dengan keputusan mempertahankan bunga, BI menetapkan 7-day RR rate sebesar 5,25%, sedangkan BI rate di level 6,25%. Kerangka operasi moneter untuk menjaga likuiditas bank dari BI ini masih sama. Ada deposit facility rate (DF) yang menjadi acuan bunga bagi bank yang menyimpan di BI, serta lending facility rate (LF) sebagai bantuan likuiditas jangka pendek dari BI bagi bank yang membutuhkan dana.

Bedanya, dalam kerangka operasi moneter lama, DF ditetapkan sebesar 200 basis poin di bawah BI rate dan LF sebesar 50 basis poin di atas BI rate. Gambaran teknisnya, jika BI rate 6,5%, maka bunga yang didapat bank jika menyimpan di BI sebesar 4,5%, sedangkan jika meminjam dari BI, beban bunganya 7%. Nah, dengan kerangka baru, bunga DF dan LF ditetapkan menjadi simetris 75 basis poin ke bawah dan ke atas dari 7-day RR rate.  Dengan kata lain, jika memakai acuan 7-day RR rate per 20 Oktober 2016 yang diturunkan menjadi 4.75%, bunga simpanan untuk bank dari BI menjadi 4,00%, tetapi jika meminjam likuiditas dari BI beban bunganya turun menjadi 5,50% sehinga lebih longgar  bagi bank untuk mendapatkan likuiditas.

Apakah likuiditas perbankan benar-benar seret sehingga BI harus mengeluarkan kebijakan suku bunga baru tersebut? Sebenarnya, likuiditas perbankan saat ini masih terpantau cukup normal. Namun persoalannya, perbankan sulit menyalurkan kredit dengan alasan permintaan kredit pun masih rendah. Indikatornya bisa dilihat dari  rasio Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga yang masih berada di posisi 20,3% per akhir Juni lalu. Artinya, kemampuan bank mengumpulkan likuiditas atau simpanan dari masyarakat makin lambat, dengan pertumbuhan hanya 5,9% year on year.

Di sisi lain, penyaluran kredit bank juga lesu, hanya tumbuh 8,9%. Tentu hal ini menyebabkan penurunan efisiensi bank. Nah, tujuan BI terkait kebijakan baru tersebut adalah untuk membuat bank agar tidak terlalu "jor-jor" menaruh uang di BI agar perbankan kembali mendorong penggelontoran kredit dengan bunga yang juga lebih murah. Dengan demikian, kesempatan bagi masyarakat yang mencari kredit dengan beban lebih ringan bisa semakin lebar.

Bahkan jika mau dihitung-hitung, BI masih berpeluang melakukan penurunan suku bunga, terutama 7-day RR rate  yang diperkirakan masih memiliki kesempatan pemangkasan sekira 50 basis poin hingga di akhir tahun nanti menjadi 4,75%. Lalu pertanyaanya, seberapa cepat bankir bisa segera memangkas suku bunga kreditnya? Jika kebijakan BI tersebut bertujuan untuk memperkuat operasi moneter BI sehingga transmisi kebijakan moneter dapat direspons lebih cepat oleh suku bunga pasar, seberapa lamakah itu akan terjadi dan berimbas kepada sektor riil?

Berkaca pada suku bunga acuan atau BI rate sebelumnya yang membutuhkan waktu tiga bulan untuk ditransmisikan, maka proses 7-day Repo Rate memang ke depan bisa lebih cepat dari itu. Apakah itu mungkin? Ilustrasinya, bunga kredit di bank masih dua digit. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suku bunga rata-rata perbankan untuk kredit modal kerja di periode yang sama adalah 11,84%,  untuk kredit investasi 11,49%, dan konsumsi 13,83%. Kemudian berdasarkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Bank Mandiri per Juni, bunga kredit korporasi 10,25%, kredit ritel 9,95%, kredit mikro 19,25%, dan kredit konsumsi KPR 10,25%, misalnya.

Saya kira, BI dan publik tidak perlu terlalu berharap besar kebijakan baru tersebut akan berimbas cepat ke suku bunga perbankan. Lihat saja data dari Otoritas moneter (BI) sendiri yang malah memangkas proyeksi pertumbuhan kredit perbankan menjadi 7%-9%, dari sebelumnya di atas 10%. Target baru tersebut jauh lebih rendah ketimbang proyeksi OJK yang mematok angka sebesar 11%.

Masalahnya sudah terlihat jelas, penyaluran kredit perbankan sangat dipengaruhi risiko ekonomi Indonesia yang sampai hari ini masih terjepit di dalam ketidakpastian. Selain itu, pertumbuhan ekonmi global masih belum kuat yang tentunya akan berimbas pada permintaan kredit atau investasi di Tanah Air. Dan celakanya lagi, penghematan belanja pemerintah II-2016 juga diperkirakan memiliki potensi besar untuk menurunkan pertumbuhan tahun ini. Belum lagi soal harga komoditas global yang masih rendah dan inflasi harga makanan yang terus bergejolak akibat dampak fenomena La Nina dan buruknya tata kelola.

Dengan kondisi tersebut, diperkirakan permintaan kredit pada bank juga tak semanis harapan. Dengan pertumbuhan DPK yang seret, saya kira bank memilih menjaga penerimaan dari bunga kredit. Dengan kata lain, dalam jangka pendek, diperkirakan transmisi kebijakan baru ke suku bunga perbankan akan terseret lebih lambat. Dan berita kurang baiknya adalah ternyata OJK masih belum menggerakkan batas atas bunga deposito (capping) dengan alasan masih akan menunggu dampak pemberlakuan bunga baru 7-day RR rate.

Artinya, bank masih akan adu kuat menawarkan bunga deposito paling...(more)

Answered Dec 22, 2016

Question Overview


2 Followers
1043 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana menghapuskan black list oleh bank?

Apa tantangan dan pekerjaan rumah di sektor keuangan yang harus diselesaikan oleh calon-calon Komisoner OJK?

Apa keunggulan bank syariah dibanding bank konvensional dan apakah menabung di bank syariah lebih menguntungkan?

Sudah mencoba aplikasi Jenius dari BTPN?

Dari mana bank memperoleh pemasukan?

Anda lebih memilih bank biasa atau bank syariah? Mengapa?

Apa arti logo iB yang ada di Bank Syariah?

Bank pilihan terbaik kita: syariah atau konvensional?

Bagaimana kesan Anda ketika menggunakan aplikasi Jenius dari BTPN?

Kenapa industri perbankan memiliki profit yang sangat tinggi sekali dibanding bisnis lain?

Bagaimana sistem bisnis Payment Point Online Banking (PPOB)?

Mengapa seseorang perlu membeli produk asuransi kendaraan bermotor ?

Universitas/institut/kampus apa yang terbaik untuk seorang calon banker di Indonesia? Mengapa?

Penduduk dari suku manakah yang menempati jumlah penduduk terbanyak setelah Betawi pada awal abad ke-20? Apa yang melatarbelakangi perpindahan penduduk saat itu?

Siapa Darmin Nasution?

Siapa Agus Martowardojo?

Siapa Boediono?

Apakah karyawan BI bisa disamakan dengan PNS dari kementerian/lembaga lainnya? Jika ya mengapa, jika tidak mengapa?

Bagaimana cara agar sebuah perusahaan dapat go public?

Apa yang dimaksud dengan IPO (Initial Public Offering)?

Apa yang diharapkan oleh seorang investor ketika mendanai sebuah perusahaan startup?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan untuk seorang mahasiswa?

Apa perbedaan antara aset dan liabilitas?

Apa itu pasar derivatif?

Bagaimana cara mendapatkan uang tanpa bekerja?

Apa itu Kredivo?

Bagaimana cara mendapatkan kekayaan 1 miliar rupiah pertama Anda?

Bagaimana transaksi keuangan dilakukan di Jerman pada Perang Dunia II?

Berapa pendapatan seorang motivator terkenal Indonesia setiap bulan?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan kala bulan ramadhan?

Bagaimana tips merencanakan dan mengelola keuangan kala akhir bulan menjelang?

Bila diwarisi utang Rp 1 miliar, apa yang akan Anda lakukan?

Apa masalah utama dari banyaknya UKM/bisnis di Indonesia sulit membesar?

Apa hal penting dalam mengelola keuangan yang harus diketahui agar bisnis kita melejit?

Bagaimana cara meningkatkan jumlah investor dalam negeri di BEI?

Mengapa IPO di BEI masih minim dan apa yang harus dilakukan otoritas terkait?