selasar-loader

Mengapa industri tekstil nasional harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan? Langkah apa yang harus diambil pemerintah?

Last Updated Dec 22, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Ronny P
Pengamat Ekonomi Politik. Penyeruput Kopi. Dan Urang Bagak Baladiang

ePJv3vvtkY0TUZPvVFngjEN2irfABMmJ.jpg

Begini ceritanya, Kawan-kawan. Ini terawangan saya lho, ya, dengan data-data yang saya punya. Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), selain menyumbang ekspor yang terbilang lumayan besar, juga menyerap cukup banyak tenaga kerja. Itulah sebabnya, industri TPT masuk ke kelompok padat karya. Industri semacam ini sejatinya masih sangat dibutuhkan di Indonesia yang memiliki angkatan kerja sangat banyak dan mayoritas masih berpendidikan rendah.

Oleh karena itu, saya kira industri yang sangat strategis ini layak mendapatkan dukungan serius dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertama, pemerintah perlu mendorong masuknya teknologi terbaik di sektor TPT guna meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, maupun untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Artinya, pemerintah wajib membantu industri untuk mengganti mesin-mesin TPT yang sudah usang dengan yang lebih modern dan efisien, antara lain dengan memberikan kredit program yang bunganya disubsidi, misalnya. Karena melihat perkembangan industri saat ini, modernisasi mesin layak diberi bantuan, antara lain juga karena di industri tersebut banyak yang masih berskala usaha kecil menengah (UKM).

Kedua, mengingat beban biaya listrik dan gas yang cukup signifikan pada industri TPT, pemerintah harus pula berusaha untuk menurunkan biaya energi. Tarif listrik maupun harga gas industri harus segera diturunkan seperti negara tetangga. Secara komparatif, salah satu yang membuat TPT Vietnam lebih unggul dari Indonesia adalah karena tarif listriknya jauh lebih murah.

Ketiga, pemerintah Indonesia juga tak perlu sungkan untuk mengikuti jejak Vietnam yang gencar melobi negara-negara tujuan ekspor potensial, baik lewat kerja sama bilateral maupun multilateral. Pemerintahan Jokowi tak perlu ragu untuk mengikuti jejak Vietnam yang memperoleh kemudahan ekspor dengan mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa (UE). Sampai hari kini, TPT RI masih kena bea masuk (BM) 11% ke pasar UE, padahal produk Vietnam BM-nya sudah 0% karena menjalin kerja sama perdagangan bebas dengan mereka.

Maka dari itu, pemerintah harus segera merealisasikan kesepakatan kerja sama ekonomi komprehensif atau comprehensive economic partnership agreement (CEPA) dengan UE, agar TPT Indonesia tidak kalah bersaing dengan Vietnam di pasar Eropa. Karena sekalipun Eropa dilanda kelesuan ekonomi, pasar TPT ternyata masih tetap bagus karena tingkat pendapatan masyarakatnya tinggi dan menjadi kiblat mode utama dunia. Selain itu, secara teknis kontrak dengan pembeli-pembeli UE jauh lebih aman dan ada kepastian pembayaran dibanding pasar baru seperti di Afrika. Dengan tercapainya kerja sama semacam itu, Indonesia bisa langsung menggenjot ekspor TPT secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.

Keempat, pemerintah juga tak boleh lupa menegakkan peraturan untuk melindungi pasar dalam negeri dari serbuan penyelundupan TPT yang tidak membayar bea masuk dan tidak berkontribusi terhadap pajak. Mengingat produk TPT ilegal yang masuk ke Indonesia diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp27 triliun per tahun, langkah tegas pemerintah dan aparat penegak hukum sangat diperlukan.

Saya kira, tak ada salahnya pemerintah menenggelamkan kapal-kapal yang digunakan untuk melakukan penyelundupan, meniru langkah tegas pemerintah yang menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan. Sebagian besar produk selundupan tersebut berasal dari Tiongkok yang masuk lewat negara jiran Singapura dan Malaysia. Konon, produk tersebut selanjutnya diselundupkan melalui pelabuhan-pelabuhan "tikus" di Kalimantan dan Sulawesi.

Lebih dari itu, selain memberantas penyelundupan, pemerintah harus memberi sanksi tegas atas praktik perdagangan tidak adil yang dilakukan negara lain, seperti praktik dumping. Pemerintah juga harus melindungi konsumen dalam negeri dari serbuan produk impor bermutu rendah atau bahkan sampah baju bekas dari negara tetangga, seperti Singapura.

Dengan demikian, pasar dalam negeri yang besar dapat diisi produk-produk negeri sendiri dan industri domestik mendapat perlindungan hukum yang adil. Usaha meningkatkan daya saing industri dan daya serap pasar ekspor maupun domestik, tentunya akan membuat prospek industri makin cerah. Kebangkitan industri juga bisa dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak dana repatriasi, sejalan dengan keinginan pemerintah mencapai target-target program tax amnesty.

Alasan strategisnya sangat jelas, industri tekstil, dan produk tekstil (TPT) bukanlah sunset industry. Industri TPT bahkan masih menjadi penyumbang devisa sektor nonmigas terbesar kelima, mengalahkan ekspor barang dari besi dan baja, bubur kayu (pulp), timah, maupun makanan olahan tahun lalu. Jadi, jika pun industri di Tanah Air semacam ini acap dipandang sebelah mata dan dicibir karena dengan Vietnam pun kalah, ini antara lain karena minimnya dukungan pemerintah. Bahkan, pemerintah sudah lama lalai melindungi pasar dalam negeri dari serbuan produk impor ilegal maupun praktik perdagangan tidak fair dari sejumlah negara.

Ditopang jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 259 juta atau terbesar keempat di dunia, sesungguhnya masa depan industri TPT ini masih sangat cerah. Di mana-mana, orang berburu pakaian baru jika sedang berpergian ke mal atau pusat perbelanjaan. Acara-acara penting hingga pesta-pesta biasa pun membutuhkan baju baru. Liburan atau wisata keluarga juga dipenuhi oleh-oleh aneka kaos hingga kain khas daerah setempat.

Bahkan, industri ini juga menumbuhkan budaya nasional yang adi luhung dan bernilai ekonomi tinggi seperti batik, yang tak lekang oleh zaman. Dan pasar Indonesia yang menggiurkan ini juga ditopang jumlah kelas menengah Indonesia yang terus bertambah dan pertumbuhan ekonomi yang masih sekitar 5% sehingga tak heran jika negeri ini dibanjiri impor TPT dari berbagai negara.

Di sisi lain, meski ekspor TPT cenderung turun, namun secara keseluruhan, kontribusi TPT dalam berbagai produk ekspor diperkirakan masih menembus US$ 12,33 miliar pada 2015.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dari...(more)

Answered Dec 22, 2016

Question Overview


1 Followers
984 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa yang dimaksud dengan APBN dan apa saja isinya?

Apa yang dimaksud dengan istilah Middle Income Trap dan apa yang harus dilakukan Indonesia untuk keluar dari jebakan tersebut?

Sektor apa saja yang diperkirakan akan berprospek bagus tahun 2017?

Indonesia is working to promote the non-cash transaction by replacing toll gate with e-toll. However, more than 20,000 people threatened by unemployment. From an economic perspective, how do you look at this problem? What decisions should you take?

When Indonesia can produce its aircraft and use it as a means of transportation on the inter-island, such as the R80 or N250 plane, what is the impact would Indonesia get, both positively and negatively based on economic theory or perspectives?

Apakah Anda percaya pada anggapan bahwa terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 dalam beberapa kasus itu bagian dari perang dagang iPhone?

Apakah betul merokok dapat merusak kesehatan?

Bagaimana cara memilih asuransi kesehatan swasta yang baik?

Bagaimana cara membangun industri di Indonesia agar menjadi tangguh?

Masyarakat Indonesia untuk 10 Tahun ke depan akan menjadi konsumen model apa?

Mengapa daerah Minangkabau disebut dengan Industri Otak?

Bagaimana menjelaskan bahwa industri dirgantara mampu menggerakkan ekonomi Indonesia mendatang?

Mengapa para pencari kerja lebih banyak memilih universitas daripada politeknik?

Seni modern apa saja yang merepresentasikan Indonesia (keseluruhan)?

Menurut Anda, apa dampak adanya Freeport di Indonesia?

Apa tanggapan orang Indonesia terhadap relokasi kota?

Seberapa berperankah politik dalam penentuan kebijakan kesehatan di Indonesia?

Seandainya Anda menjadi menteri yang mengurusi masalah kebudayaan, apa yang akan Anda lakukan?

Apa yang perlu diperbaiki dari Garuda Indonesia?

Mengapa Lee Kuan Yew dicinta sedangkan Soeharto dicerca, padahal mereka sama-sama memimpin negaranya secara otoriter?

Menurutmu, apakah tepat langkah yang diambil Presiden Jokowi dalam menyampaikan wacana pemindahan ibu kota melalui twitter?

Provinsi mana saja yang menurut Presiden Jokowi akan dikaji terkait wacana pemindahan ibu kota?

Mengapa Yusril Ihza Mahendra mengajukan permohonan pembatalan Perppu Ormas ke Mahkamah Konstitusi (MK)?

Apa yang menjadi fokus pemerintah terkait permasalahan urbanisasi pascalebaran?

Bagaimana menurut Anda kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono selama menjabat dua periode atau 10 tahun sebagai Presiden RI?

Siapa kepala daerah yang jarang disorot, tetapi berprestasi?

Bagaimana cara mengakselerasi budaya meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan?

Mengapa mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono sering mengeritik Presiden RI yang berkuasa sementara mantan presiden lainnya tidak?

Perlukah Madura menjadi provinsi dan apakah sudah memenuhi seluruh persyaratan sebagai provinsi tersendiri?

Apa itu Open Data? Apa bedanya dengan Satu Data Indonesia?

Apakah RT dan RW masih dibutuhkan di Jakarta? Seperti apa peran yang diharapkan?

Apa kelebihan dan kekurangan pemerintahan pada zaman Presiden Soeharto?

Apa itu Supersemar dan bagaimana sejarahnya?

Mengapa Supersemar begitu fenomenal?