selasar-loader

Jika akhirat bersifat kekal, apakah artinya di sana tidak ada waktu?

Last Updated Dec 22, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

SJsNFsdbqO_SerBa4xEm2YlF0l1z6Hfo.jpg

Pertanyaan ini sebenarnya memiliki porsi keimanan yang lebih banyak dari pada penalaran fisikanya. Seperti yang sebelumnya saya sampaikan bahwa "bidang keimanan" belum menjadi keahlian saya, saya akan mencoba berdiskusi menganai konsep waktu yang ada pada sains.

Menurut pandangan fisika modern, waktu adalah sistem yang terikat dengan massa (bukan masa). Sistem yang berupa alam semesta tersebut merupakan wadah yang dibentuk oleh ruang dan waktu. Bayangkan ketika kita sedang menyelam di dalam lautan, kemudian air di antara lengan dan kaki kita membentuk gelombang akibat menahan massa kita, nah alam semesta dapat dianalogikan sebagai lautan tersebut.

Menariknya, alam semseta yang sedang bergelombang tersebut bukan hanya sekadar ruangnya saja yang bergejolak. Waktu, yang merupakan bagian dari penyusun alam semesta juga ikut terganggu. Seperti itulah, sistem waktu yang kita pahami.

Bahwa waktu, tidak hanya tentang jam berapa sekarang. Bukan sekadar berapa lama kita menunggu jodoh kita datang. Tidak juga tentang tadi atau nanti. Waktu pasti terwujud ketika terdapat ruang yang terbentuk. Jika akhirat adalah ruang untuk manusia kelak, maka waktu pasti ikut mengikatnya.

Permasalahannya adalah jika waktu benar-benar eksis di akhirat kelak, bagaimana kita memandang hari demi hari di kehidupan tersebut? Seperti apa rasanya kita bisa hidup dalam umur yang sama? Bagaimana kita memandang hari ini, kemarin atau esok? Bagaimana bisa makhluk menjalankan "waktunya" dengan waktu yang berjalan tanpa batas?

Salah satu pemikiran yang lahir dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah bahwa bisa jadi makhluk yang hidup pada sistem yang akan datang itu tidak akan memaknai waktu sebagai waktu yang sekarang kita rasakan. Pandangan teoretisnya mirip dengan teori Titik Singularitas.

Bisa jadi hukum fisika yang kita kenal saat ini belum cukup dalam untuk menjawab pertanyaan tersebut. Oleh sebab itu, saat ini hipotesis saya untuk menjawab pertanyaan utama mengenai waktu adalah waktu akan tetap ada karena waktu merupakan sistem yang terikat dengan ruang untuk membentuk suatu dimensi.

Salah satu hipotesis yang muncul adalah bisa jadi kita akan hidup, seperti ketika bangun dari tidur, seperti ketika kita tak mengingat mimpi kita semalam.

Entah seperti apa "keindahan yang sempurna" itu datang, ketika nanti kita berkesempatan berdiskusi di tempat itu, ingatkan saya tentang bahasan ini!

Ilustrasi via slidesharecdn.com

Answered Dec 23, 2016
Anonymous

Apa yang terjadi ketika waktu tidak ada atau nol (nol & bukan kosong)?

 

Semakin rapat waktu, semakin cepat semua proses terjadi untuk menimbulkan akibat, apakah baik atau buruk akibat itu.. 

 

Ketika waktu (nyaris) terhenti maka semua proses seolah berhenti sedang akibatnya tetap ada, apakah manfaat ataukah mudharat, apakah kenikmatan ataukah keburukan yang anda terima dan itu tidak akan berhenti karena waktu sendiri sudah berhenti.

Informasi yang datang kepada kita ketika itu secara tiba2 dan mendetail serta akibatnya langsung dirasakan, tanpa perlu proses untuk mempelajari ataupun proses2 lain yang sifatnya membutuhkan waktu, karena waktu sudah kita selesaikan didunia dengan menjadikan diri kita seorang yang positif (khusnudzon, perduli sesama, bertutur kata yang baik dan seterusnya) ataukah kita menjadi pribadi yang negatif (su’udzon, jahat, tidak perduli sesama, memaki & berkata kasar dan seterusnya), tiba2 saja saat itu juga kita mendapatkan nikmat atau siksa sekaligus kita tau detail kenapa kita mendapatkannya semuanya seadil-adilnya. 

Semua itu ditentukan saat kita hidup didunia ini, apakah kita menjadi orang dengan qalbun salim atau menjadi orang dengan qalbun mayyit. 

 

Answered Apr 16, 2018
Sponsored

Question Overview


4 Followers
1028 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana proses pembinaan tim Olimpiade Fisika Indonesia sehingga sering berada di puncak klasemen dunia?

Bagaimana menjelaskan dengan mudah teori relativitas Einstein?

Mengapa ada gravitasi di alam semesta ini?

Bagaimana Anda memahami waktu dalam buku 'Mimpi-Mimpi Einstein'?

Bagaimana menjelaskan secara ilmiah tentang konsep perbandingan waktu antara dunia dan akhirat?

Bagaimana cara yang paling efektif untuk memotivasi anak belajar fisika?

Seberapa jauh jarak antara dua objek sampai cahaya yang berasal dari objek A tak mungkin sampai ke objek B akibat percepatan pengembangan alam semesta lebih besar daripada kecepatan cahaya?

Mengapa kabel earphone ketika disimpan di saku selalu kusut?

Bagaimana memahami cahaya sebagai gelombang sekaligus sebagai partikel?

Adakah kehidupan selain di bumi?

Mengapa permukaan bulan yang kita lihat di sini, selalu sama?

Mengapa pesawat tetap bisa terbang di atas bumi dan tidak terpengaruh dengan rotasi bumi?

Apakah mungkin jika pesawat terbang di suatu titik akan sampai lebih cepat di titik lain dengan menunggu bumi berotasi?

Mengapa nyamuk atau lalat tetap bisa terbang bebas meski ia di dalam mobil yang bergerak?

Berapa banyak sel yang dimiliki manusia sepanjang hidupnya?

Apa yang membuat sains di dunia Islam begitu maju di tahun 700-1100?

Mengapa jumlah jurnal ilmiah yang dilahirkan di Indonesia kalah jauh bila dibandingkan dengan negara lain?

Apa saja perusahaan besar di Indonesia yang memiliki banyak insinyur-insinyur dan ilmuwan-ilmuwan hebat Indonesia?

Apa saja prestasi ilmuan atau insinyur Indonesia yang diakui oleh dunia?

Apa kebenaran atau prinsip yang Anda yakin benar tapi semua orang di sekeliling Anda mengatakan itu salah?

Bagaimana membuktikan bahwa Tuhan ada?

Apa dunia ini adil?

Jika memang hanya satu diantara tiga agama langit (Islam, Kristen dan Yahudi) yang benar, mengapa Tuhan tidak menimpakan adzab kepada ajaran yang salah seperti yang Tuhan lakukan kepada kaum Ad, Nuh, Tsamud?

Mengapa kisah-kisah Israiliat seringkali dijadikan referensi yang sahih dalam mengajarkan hikmah dalam budaya Islam?

Apa agama orang tua Muhammad SAW? Jika mereka non-Islam, apakah mereka masuk neraka?

Apakah sebagai seorang manusia biasa, para nabi juga memiliki dosa? Jika benar demikian, apa saja dosa mereka?

Bagaimana Anda dapat menjelaskan keberadaan Tuhan dan Malaikat secara ilmiah?