selasar-loader

Sektor apa saja yang diperkirakan akan berprospek bagus tahun 2017?

Last Updated Dec 21, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Ronny P
Pengamat Ekonomi Politik. Penyeruput Kopi. Dan Urang Bagak Baladiang

bwHb77sxi6qnHgbK6rj-y5rBEQqfSI2Q.jpg

Berdasarkan terawangan saya, harga komoditas tampaknya mulai pulih sejak awal tahun ini dan diperkirakan akan memberi prospek cerah di sektor pertambangan, terutama batubara, di tahun depan. Perusahaan batubara dalam negeri juga mendapat momentum bagus seiring penurunan pasokan dari salah satu negara produsen batubara terbesar dunia, Tiongkok.

Kenaikan harga batubara tahun depan diharapkan juga diiringi pertumbuhan permintaan (demand), termasuk untuk program pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW). Selain itu, sektor perkebunan juga diprediksi akan bagus karena dipicu oleh harga minyak mentah dunia yang sudah mendekati US$50 per barel.

Kenaikan harga minyak akan mendorong haga-harga komoditas perkebunan, termasuk minyak sawit mentah (CPO). Kebijakan pemerintah dalam penggunaan minyak nabati, biofuel, diharapkan juga dapat meningkatkan demand terhadap CPO sehingga harganya terkerek. Sementara itu, sektor-sektor properti, barang konsumsi, dan ritel menjadi motor ekonomi tahun depan karena suku bunga yang rendah.

Suku bunga rendah akan memacu kredit konsumsi, seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kepemilikan kendaraan bermotor, dan lain-lain. Peningkatan konsumsi juga diprediksi akan berlanjut tahun depan jika Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate dari saat ini 4,5% dalam rapat dewan gubernur awal tahun nanti.

Sehingga sektor properti tahun depan pun diproyeksikan akan lebih bagus dengan pertumbuhan nilai pasar diprediksi sekitar 15% menjadi Rp318 triliun dari Rp277 triliun tahun ini. Segmen hunian, yaitu apartemen dan perumahan, menjadi kontributor terbesar yakni mencapai 55,8% dari nilai kapitalisasi properti nasional. Nilai kapitalisasi sektor hunian ditaksir mencapai Rp177,9 triliun pada 2017 atau tumbuh 16,5% dari tahun ini sebesar Rp152,7 triliun.

Penopang pertumbuhan industri properti tahun depan antara lain dampak positif kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di sektor properti. Pendorong lainnya adalah lahirnya regulasi pemangkasan perizinan pembangunan hunian, suku bunga kredit bank yang terus turun, pemberantasan pungli, dan kebijakan pemerintah menaikkan anggaran perumahan rakyat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sedangkan sektor konsumsi dan ritel juga bakal ditopang oleh meningkatnya daya beli masyarakat seiring inflasi rendah dan berbagai paket kebijakan yang telah digulirkan pemerintah. Peningkatan konsumsi rumah tangga terutama didorong oleh pengeluaran masyarakat untuk sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, serta konsumsi makanan dan minuman.

Dan tentunya sektor manufaktur juga akan tumbuh lebih besar tahun depan jika didukung sejumlah kebijakan dan insentif. Salah satu penopangnya adalah penurunan harga gas untuk industri yang ditargetkan bisa diturunkan menjadi di bawah US$6 per million metric British thermal unit (mmbtu). Insentif penurunan harga gas sejatinya sudah lama ditunggu pelaku usaha.

Di luar sektor-sektor tersebut, masih ada beberapa sektor yang prospeknya bakal bagus tahun depan, di antaranya adalah sektor pariwisata, industri kreatif, serta e-commerce. Namun demikian, sektor pariwisata masih harus diberikan perhatian lebih, baik dari sisi promosi maupun infrastruktur. Sedangkan, industri kreatif masih membutuhkan dukungan regulasi, infrastruktur yang lebih memadai, permodalan, serta akses pasar.

Bagaimanapun, di tengah kondisi perekonomian global yang masih lemah dan diliputi ketidakpastian, layak disyukuri masih ada sejumlah sektor usaha yang memiliki prospek bagus dan dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan. Untungnya lagi, sektor-sektor tersebut terutama berbasis pasar domestik, seperti infrastruktur, pertambangan, perkebunan, barang-barang konsumsi, ritel, dan properti, sebagaimana yang saya sebutkan di atas.

Dalam APBN 2017, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,1% dengan memperhitungkan komponen pembentuk produk domestik bruto (PDB) yakni konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, pembentuk modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, ekspor, dan impor yang masing-masing ditargetkan tumbuh 5,01%, 5,09%, 6,05%, 0,09% dan 0,02%. Adapun kontribusi masing- masing diharapkan 54,2%, 8,34%, 32,69%, 19,45%, dan 18,3%.

Membaiknya sektor-sektor tersebut banyak sedikitnya tak lepas dari sejumlah kebijakan yang dicanangkan pemerintah. Sektor infrastruktur hampir dipastikan akan bersinar tahun depan karena didukung belanja infrastruktur pemerintah yang dianggarkan sebesar Rp387,3 triliun. Anggaran sebesar itu akan digelontorkan untuk pembangunan 815 kilometer (km) jalan, 9 km jembatan, 13 bandar udara, 55 pelabuhan laut, 550 km jalur kereta api, dan tiga terminal bus.

Sementara belanja konstruksi dianggarkan Rp500 triliun, di antaranya untuk pembangunan 341 km jalan tol dengan nilai investasi Rp 37,5 triliun. Belanja konstruksi ini akan mendorong permintaan untuk barang-barang seperti semen, kaca, baja dan lainnya. Jadi saat ini, saya kira, perbaikan kondisi ekonomi dalam negeri akan kembali kepada bagaimana pemerintah menyikapi proyeksi dan ekspektasi ekonomi yang telah terbentuk tersebut ke dalam aksi yang tepat. Semoga.

Answered Dec 21, 2016

Question Overview


1 Followers
826 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Apa yang dimaksud dengan APBN dan apa saja isinya?

Apa yang dimaksud dengan istilah Middle Income Trap dan apa yang harus dilakukan Indonesia untuk keluar dari jebakan tersebut?

Mengapa industri tekstil nasional harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan? Langkah apa yang harus diambil pemerintah?

Indonesia is working to promote the non-cash transaction by replacing toll gate with e-toll. However, more than 20,000 people threatened by unemployment. From an economic perspective, how do you look at this problem? What decisions should you take?

When Indonesia can produce its aircraft and use it as a means of transportation on the inter-island, such as the R80 or N250 plane, what is the impact would Indonesia get, both positively and negatively based on economic theory or perspectives?