selasar-loader

Mengapa pada awal kemerdekaan Indonesia banyak tokoh Minangkabau yang menonjol di pusat (nasional)?

Last Updated Dec 21, 2016

Nama-nama seperti Hatta, Sjahrir, Yamin, Tan Malaka dan lain-lain, beberapa nama orang minangkabau yang jaya pada awal kemerdekaan. Periode selanjutnya tokoh-tokoh yang berasal dari Minangkabau mulai berkurang?

G6oif9CQc3GVygBAu2u429Frk1iYHpuj.jpg

2 answers

Sort by Date | Votes
Anonymous

aPGN5amfSQZxvLao0pt3dpZcpMrzEKQr.jpg

Di usia penanya, saya juga pernah memikirkan hal serupa. Akhirnya, saya sampai pada kesimpulan pokok.

1. Puak Minang termasuk suku bangsa yang adaptif dengan sumber pengetahuan global secara langsung, baik dari sisi sekular maupun agama Islam. Tokoh-tokoh nasionalis asal Minang langsung belajar ilmu pengetahuan pada sumbernya. Hatta, Sjahrir belajar langsung ke Belanda. Salim otodidak tapi punya pengalaman jadi agen intelijen Hindia-Belanda di Arab. Pada umumnya, mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris, Belanda, dan Arab secara natives sehingga dapat mengakses ilmu itu langsung ke sumbernya. 

2. Demikian juga dengan kalangan Agama. HAMKA meskipun tidak punya pendidikan formal langsung menimba ilmu ke Mekah. Demikian juga dengan ayahnya Inyiak DR. Para penggerak Islam kaum muda belajar agama Islam ke Mekah Madinah dan Al Azhar. Sekembalinya ke tanah air, mereka mendirikan sekolah agama yang modern. Sekolah-sekolah agama yang didirikan alumni luar negeri ini bisa dikatakan "mendahului" zamannya dibandingkan dengan yang ada di Pulau Jawa. Bisa dibayangkan betapa kosmpolitannya Minangkabau saat ini. Ambil contoh Padangpanjang dan Bukittinggi. 

Seorang bernama Zarkasi menembus ribuan km dari Gontor untuk belajar agama di Thawalib Padangpanjang. Abdul Haris Nasution naik bendi berminggu-minggu dari Tapanuli untuk masuk SMA di Bukitinggi (Kweek School, sekolah Raja sekarang SMA 2 Bukittinggi). Pulang dari Padangpanjang Zarkasy mendirikan Pondok Pesantren Modern Gontor dengan menjadikan sekolahnya di Padangpanjang sebagai acuan. Nasution kemudian jadi jenderal besar. 

Jadi, Minangkanbau cepat menangkap politik etis. Dan saat Indonesia merdeka, kaum intelektual itu menjadi kelas elit. Karena toh kemerdekaan kita memang diinisiasi oleh elit intelektual (sebelum kemudian revolusi fisik melahirkan elit militer).

Jadi, menurut saya kuncinya ya pendidikan yang super keren ya. Kalau mau begitu lagi ya anak muda Minang-nya harus sekolah di tempat yang keren-keren di dunia ini. Itu konsep saya, lulusan dari kampung tembak langsung Harvard, Oxford, MIT, Al Azhar, Madinah. Dan dari TK sudah diajari langsung bahasa-bahasa asing untuk mereka kelak bisa mengakses sumber pengetahuan langsung kala remaja. Kalau tidak wassalam, semua yang ada di masa lalu hanya akan tinggal kenangan.

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Dec 27, 2016
Arfi Bambani
Piaman-cum-Minang. Gelar Bagindo.

mMkwgyrQUi28hlyopKd5a0RL1h7RAFFN.jpg

Foto dari Toko SibukMainBuku (Bukalapak)

Ada beberapa buku yang menjelaskan soal ini. Salah satu buku yang menarik dibaca adalah buku Koto Gadang Masa Kolonial yang ditulis Azizah Etek. Buku ini berkisah soal Nagari Koto Gadang, sebuah desa di sebelah Kota Bukittinggi.

Buku ini berangkat dari pertanyaan senada dengan yang diajukan Selasares, mengapa banyak orang-orang Koto Gadang menjadi pembesar negeri ini? Dan jawabannya menarik, pendidikan.

Singkat kata, di abad 19, Nagari Koto Gadang yang selama ini hidup dari kerajinan dan pertanian skala kecil, membuat sebuah keputusan revolusioner untuk memilih bekerja sama dengan kolonial Belanda, berlainan dengan langkah ratusan nagari lain di Minangkabau yang memilih angkat senjata melawan kesewenang-wenangan kolonial.

Kerja samanya adalah Nagari Koto Gadang memilih mengirim anak dan kemenakan mereka bersekolah di sekolah yang didirikan Belanda di Bukittinggi. Anak-anak sekolah ini yang kemudian yang menjadi ambtenaar dan intelektual pribumi, seperti Haji Agus Salim, Sutan Sjahrir, Chairil Anwar, dll.

Hasil dari kebijakan Koto Gadang ini terasa belasan tahun kemudian. Pemerintah kolonial Belanda menggunakan anak-anak sekolahan Koto Gadang ini sebagai pejabat-pejabat lokal di Sumatera, termasuk sampai dikirim ke Sumatera Utara. Di saat yang sama, orang-orang Koto Gadang ini pula yang mendorong modernisasi Minangkabau. Akademisi pertama orang Minangkabau pertama yang bersekolah ke Eropa juga datang dari Koto Gadang.

Jadi, jika ditanya, mengapa banyak orang Minangkabau menonjol di awal kemerdekaan Indonesia, kunci jawabannya ada di Koto Gadang.

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Dec 27, 2016

Question Overview


3 Followers
1771 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana cara memasak rendang yang enak?

Apa restoran Padang terbaik di Jakarta? Mengapa?

Mengapa orang Minang kerap diasosiasikan pelit?

Apa rahasia kenikmatan masakan Padang yang tidak dapat ditiru oleh masakan daerah lain?

Menurut Anda, siapakah orang Minangkabau yang pantas menjadi wakil presiden Indonesia masa depan setelah Muhamad Hatta?

Mengapa orang Minangkabau mengikuti garis keturunan ibu (matrilineal)?

Apa standar rumah makan Padang yang enak?

Siapa tokoh Indonesia yang paling fenomenal?

Siapa tokoh muda Indonesia yang menurut Anda berpotensi menjadi tokoh nasional masa depan?

Siapa tokoh Indonesia paling buruk menurut Anda? Mengapa?

Siapakah tokoh perempuan paling berpengaruh di Indonesia?

Siapakah August Parengkuan?

Siapa H.Witdarmono?

Siapa Luwi Ishwara?

Siapa Joseph Widodo?

Seperti apa Ahok di mata Anda?

Apa fakta sejarah Indonesia yang penting namun belum banyak diketahui masyarakat Indonesia sendiri?

Kenapa Islam begitu mudah dan cepat diterima di sebagian besar wilayah Indonesia?

Siapa manusia/bangsa pertama di Indonesia?

Siapa pejuang/pahlawan Indonesia yang paling Anda hormati?

Bagaimana nama Indonesia tercipta?

Apa yang kita bisa pelajari dari Perang Diponegoro yang sangat legendaris itu?

Mengapa Snouck Hurgonje mampu melakukan infiltrasi sedemikian dalam terhadap tubuh umat Islam Indonesia?

Mengapa penyebaran agama Islam di Indonesia mampu dilakukan tanpa jalur peperangan?

Apakah benar Pattimura beragama Islam dan apa bukti yang melandasinya?

Apakah benar Sisimangaraja XII beragama Islam dan apa bukti yang melandasinya?