selasar-loader

Apa fakultas terbaik di UI (Universitas Indonesia)?

Last Updated Dec 21, 2016

14 answers

Sort by Date | Votes
Ma Isa Lombu
Alumni Salah Satu Universitas Negeri di Depok

pWSi4qJV1f2Z2vQ_7Fauv-eMGn9vlkOf.jpg

Setiap orang pasti memiliki jawabannya masing-masing. Sangat subjektif. Tapi dengan menggunakan data, bisa jadi penjelasan yang saya akan lakukan ke depan bisa jadi mengubah perspektif Anda tentang fakultas terbaik di UI.

Ketika masih duduk di bangku SMA, setiap orang yang berada dalam fase tersebut dan menginginkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tentu akan melakukan sejumlah pilihan penting dalam hidupnya, salah satunya adalah universitas mana ia akan berlabuh dan fakultas apa yang akan dipilih.

Dua hal itulah yang mungkin kurang lebih selama satu tahun diujicobakan dalam berbagai macam try out dan simulasi nilai yang pada akhirnya akan memutuskan dengan tingkat intelegensia dan kemampuan finansial tertentu, di mana seorang anak SMA akan melabuhkan jiwa dan pikirannya kurang lebih selama 4 tahun ke depan.

Kuliah di universitas swasta dan di Luar negeri jelas bukan pilihan. Selain karena "tidak punya duit", kuliah di dua tempat tersebut buat saya masih kurang "kece". Mengapa?

Saya berpendapat tingkat kekecean sebuah institusi pendidikan ditandai dari seberapa kompetitif para siswanya untuk menjadi yang terbaik dalam institusi tersebut. Semakin kompetitif, semakin bagus. Belum lagi pertimbangan jarak. Semakin dekat jaraknya dengan "rumah orang tua", semakin kecil pulalah biaya sosial, psikologi, dan finansial yang dikeluarkan. Pendek kata, Universitas Indonesia adalah pilihan universitas yang paling bisa saya pilih kala itu sebagai anak SMA.

Lalu, fakultas apa yang harus saya pilih?

Kalau tidak salah, saat ini UI memiliki 15 fakultas (termasuk Vokasi, Farmasi, dan Ilmu Administrasi sebagai fakultas baru). Sisanya adalah fakultas-fakultas tua seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, dan juga Fakultas Ekonomi. Tiga fakultas tua yang senantiasa mewarnai pergerakan bangsa dan negara kita, Indonesia tercinta ini.

Tentu seseorang yang ingin menjadi dokter, tidak mungkin menjadikan Fakultas Teknik menjadi tempat belajarnya. Dengan menegasikan variabel “cita-cita” dari calon mahasiswa, sepertinya akan menarik untuk kita bahas apa fakultas terbaik di UI ini.

Untuk itu, dengan menegasikan variabel "cita-cita", ada beberapa hal sebagai berikut.

a. Umur fakultas

Per tahun 2016, Fakultas Ekonomi (dan Bisnis) UI sudah berumur 66 tahun. Sebagai salah satu fakultas tua di UI, FE(B) UI memiliki dinamika dan gengsinya sendiri. Gengsi Fakultas senior.

Pada awalnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis-UI (FEB UI) merupakan jurusan Sosial-Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Karena kebutuhan akan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kompleks, FEB UI memisahkan diri dan akhirnya berdiri secara mandiri di bawah Universitas Indonesia sampai sekarang. Beberapa punggawa awal pembangunan ekonomi di negara ini (sebagian orang mengenalnya dengan sebutan Mafia Berkeley) adalah para professor dari FEB UI. Sebut saja Sumitro Djojohadikusumo, Emil Salim, Ali Wardana, Sumarlin, dan Drojojatun. Sekumpulan orang yang “bertanggung jawab” atas pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 60-80an.

b. Daya saing dan tingkat kompetisi

Hampir semua jurusan di FEUI memiliki tingkat akreditasi terbaik dengan peringkat A. Dari tingkat input mahasiswanya juga memiliki tingkat saringan yang sangat kompetitif. Jurusan Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi hampir selalu menjadi 3 jurusan terbaik di Universitas Indonesia. Dengan kualitas input yang yang baik itulah maka proses belajar yang ada juga akan menjadi kondusif, kompetitif, dan multiperspektif. Tiga hal inilah yang dapat menjadi dasar pembentukan SDM berkualitas di Indonesia.

c. Kompleksitas organisasi mahasiswa

Bagi mahasiswa UI, FEB UI terkenal dengan dengan sistem keorganisasiannya yang sangat kompleks.

Zaman saya masih kuliah di UI dahulu, ketika beberapa fakultas masih melakukan pencatatan keuangan dengan catatan khas buku dagang, organisasi kemahasiswaan di FEUI sudah memiliki sistem akuntansi dan audit yang sudah sangat menyerupai sistem pencatatan dan kontrol seperti perusahaan. 

Sistem kerja yang kompeks ini pun akan menjalar ke sistem kerja yang lain seperti bagaimana memperlakukan SDM organisasi, penggunaan performance appraisal dalam melakukan kontrol kerja, assessment system ketika melakukan recruitment pengurus organisasi baru sampai kepada sistem tender pemilihan ketua kepanitiaan tertentu. Sangat kompleks. Sangat menginspirasi untuk menjadi ajang pembelajaran untuk digunakan di masa pascakampus nanti.

d. Fasilitas

Sebenarnya fasilitas di FEUI kurang lebih sama dengan fasilitas di Fakultas lain yang ada di UI. Saya kurang tahu jika di universitas lain.

Seperti banyak orang tau, FEB UI memiliki fasilitas olahraganya sendiri seperti lapangan basket, lapangan futsal, dan lapangan volinya sendiri. Lab komputer, lab akuntansi, wifi gratis, perpustakan dengan ribuan buku di fakultas dan jurusan menjadi fasilitas yang dapat digunakan oleh mahasiswanya secara gratis. Bahkan ketika saya kuliah dahulu, setiap bulannya setiap mahasiswa memiliki jatah print gratis untuk kepentingan apa pun.

e. Network

Per tahun 2016 ini, 6 orang yang paling berkuasa dalam bidang ekonomi di Indonesia ini merupakan alumni FEB UI.

Sebut saja, Agus Martowardojo (Gubernur BI), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Darmin Nasution (Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia), Bambang Brojonegoro (Kepala Bappenas), Muliaman Hadad (Ketua komisioner OJK), dan Tito Sulistio (Kepala BEI) merupakan alumni Fakultas Ekonomi UI. Coba Anda bayangkan. Belum lagi para pengusaha atau pun eksekutif yang tersebar di berbagai macam perusahaan besar di Indonesia.

Sudah 66 tahun Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI melayani negeri. Harusnya FEB UI akan terus memberikan setiap resource-nya untuk kemajuan, pembangunan, dan pertumbuhan Indonesia. 

FE(B) UI tetap merupakan yang terbaik, 

Paling sial jadi menteri.

Ilustrasi via static.panoramio.com

Answered Dec 21, 2016
Pramudya Oktavinanda
A devoted disciple of Law and Economics, UChicago Style!

iHWcvum_jbeS8FLibHpFIFdTxJx3JtdO.jpg

Kalau bicara metrik, saya pikir sudah ada lembaga yang kemudian melakukan penilaian per departemen di tiap universitas semacam QS Ranking, US News Ranking, dan sebagainya. Bagi saya pribadi, isu fakultas terbaik sebenarnya sudah tak relevan lagi ketika kita sudah berada di dalam universitas yang bersangkutan. Mengapa? Karena sekarang zaman kolaborasi antarilmu. Tidak ada gunanya misalnya mengklaim FHUI (almamater saya) sebagai fakultas terbaik di dalam Universitas Indonesia, karena ya pertanyaan selanjutnya adalah so what

Saya lebih tertarik bagaimana caranya agar anggota para fakultas ini bisa saling bekerja sama menyusun penelitian yang bisa membuat kita tercengang. Di University of Chicago, kolaborasi antarfakultas sangat kuat. Orang-orang di law school sudah terbiasa berkolaborasi dengan departemen ekonominya (harap maklum, karena Law & Economics adalah aliran ciptaan khas Chicago, jadi kolaborasinya sudah berjalan lama sekali dan law school saya selalu menempatkan ekonom resmi sebagai profesor untuk mengajar di sana).

Pembimbing disertasi saya, Anup Malani, yang punya gelar JD dari University of Chicago Law School dan PhD dari departemen ekonominya juga memegang chair di University of Chicago Medical School (Pritzker) karena salah satu fokusnya adalah ekonomi kesehatan (disertasinya saja tentang placebo effect dari obat-obatan dan implikasinya terhadap kebijakan ekonomi). Profesor saya yang lainnya memegang chair baik di law school maupun di departemen filsafat (misalnya Martha Nussbaum yang terkenal sebagai filosof), dan dulu juga Bernard Harcourt (yang sekarang pindah ke Columbia), memegang jabatan baik di law school maupun departemen politik (bahkan sempat jadi ketua jurusan).

Kolaborasi ini yang membuat ilmu hukum maju, sekaligus juga ilmu-ilmu lainnya karena saling belajar dan saling mengisi. Tapi yang sering saya lihat di Indonesia, masih ada kecenderungan merasa jagoan sendiri, kesombongan antardepartemen, untuk apa? Sejago-jagonya di Indonesia, masih banyak akademisi level titan dan monster di luar sana, dan jagoan-jagoan ini tidak segan saling berkolaborasi. Mustahil kita bisa mengalahkan manusia-manusia ini kalau kita bahkan masih sibuk menanyakan mana fakultas terbaik di dalam satu universitas. Lebih masuk akal kalau pertanyaannya adalah mana fakultas "x" yang terbaik di Indonesia, karena kompetisi antar satu bidang ilmu itu biasa, macam dulu ada Critical Legal Studies di Harvard vs Law & Economics di UChicago, atau tentunya perang pemikiran ekonomi antar departemen ekonomi di universitas-universitas terkenal di Amerika. Tapi kalau sudah dalam satu wadah, kita harus bersatu, tidak penting lagi siapa yang lebih jagoan di dalam, yang penting adalah bagaimana caranya membuat kontribusi yang cemerlang untuk menjadi nomor satu mengalahkan institusi yang lain (plus tentunya membuat kontribusi sosial yang keren juga).   

Ilustrasi via timesofpakistan.pk

Answered Dec 24, 2016
Habibi Yusuf
Alumni UI dan ITB

zxAVGZWNTYm-TNNt_0GPJ_qLV5fuXPUl.jpg

Ini pertanyaan klasik di UI. Setiap mahasiswa atau alumni UI pada umumnya pernah menghadapi pertanyaan ini. Dan tentu saja, jawabannya akan sangat subyektif. Bahkan, sebagian besar orang biasanya menjawab fakultas asal mereka kuliah sebagai fakultas terbaik. Istilahnya, ashobiyah fakultas. Dan biasanya klaim ini juga (dipaksa) didukung dengan berbagai data yang meyakinkan.

Saya adalah alumni FTUI. Namun bagi saya, fakultas teknik tidak bisa dibandingkan vis-a-vis dengan fakultas lain sehingga ia layak disebut fakultas terbaik. Tentu saja, saya mengakui banyak keunggulan FTUI, meski tidak sedikit juga kekurangannya. Jadi bagi saya, FT bukanlah fakultas terbaik di UI. Bahkan, tidak ada fakultas terbaik di UI. 

Semua fakultas di UI adalah terbaik di bidangnya masing-masing. Kedokteran, Ekonomi, Hukum, FISIP, FKM, dan lain-lain. Semua mempunyai keunggulan masing-masing.

Namun, akan beda ceritanya kalau dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya di bidang kelimuan yang sama. FTUI misalnya, beberapa jurusan di dalamnya menurut saya masih kalah dibandingkan dengan jurusan yang sama di ITB. Setidaknya bisa dilihat dari passing grade, jurnal ilmiah, penelitian, peralatan lab, jejaring kerja sama dengan lembaga/kampus luar negeri, profil para alumninya, dan lain-lain.

Di sisi lain, banyak fakultas di UI yang menjadi rujukan nasional terkait isu-isu keilmuannya, termasuk dalam penunjukan pejabat negara yang membawahi bidang tugas keilmuan tersebut. Misal, menteri-menteri kesehatan mayoritas berasal dari FKUI, begitu pula menteri keuangan dan gubernur BI hampir selalu dari FEUI. Dalam hal rujukan hukum nasional, para pakar dari FHUI pasti selalu dilibatkan. Begitu pula bidang keilmuan lainnya.

Jadi, alih-alih memilih fakultas mana yang terbaik di UI, saya lebih sependapat bahwa sudah saatnya UI berkolaborasi untuk membuat negara ini menjadi lebih baik. UI harus lebih sering muncul menjawab berbagai persoalan bangsa. Tidak hanya mahasiswanya saja, tapi sebagai institusi yang didukung oleh para pakar keilmuan dan tradisi ilmiahnya yang tinggi. Para tokoh UI harus selalu terdepan menyuarakan kebenaran, menyerukan perbaikan moral, dan menginisiasi berbagai inovasi untuk kemajuan bangsa.

Apalagi jika ada suatu proyek bersama yang melibatkan semua pakar keilmuan dan berbagai fakultas di UI, tentunya akan membuat UI semakin disegani dan meruntuhkan "menara gading" yang sementara ini banyak disematkan lantaran sifatnya yang elitis. Dimulai dari kerendahan hati, menghilangkan ego sektoral/fakultas/keilmuan, lalu ikhlas bekerja bersama untuk satu tujuan mulia. Itu baru terbaik.

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jan 3, 2017
maulida rahmah
vokasi adm perpajakan 2017

Fakultas Kedokteran.

Maulida Rahmah - 1706017666 - vokasi adm pajak - kertawardhana 4

Answered Jul 29, 2017
Devi Kur
Program Vokasi Administrasi Perkantoran dan Sekretari

Fakultas Kedokteran UI

Answered Aug 1, 2017

Semua fakultas mempunyai kelebihannya masing-masing. Jadi, semua fakultas di UI merupakan fakulas terbaik.

Via Aulia_fkm_samudera14

Answered Aug 1, 2017

Universitas Indonesia merupakan universitas ternama, bahkan terbaik di Indonesia dan tentunya apa pun yang menjadi bagian dari Universitas Indonesia pasti terbaik, termasuk fakultas yang ada di dalam. Jadi, semua fakultas di Universitas Indonesia adalah fakultas terbaik yang memiliki keunggulannya tersendiri.

Etania Mayuri_FIA_1706795816_89/Wirabhumi1

Answered Aug 1, 2017
Anonymous

Semua fakultas di UI merupakan fakultas terbaik.

Answered Aug 1, 2017

Semua fakultas di UI adalah fakultas yang paling baik dari yang terbaik.

Answered Aug 1, 2017
Ida Ayu Rasthiti Adnyani
Mahasiswi FIA UI 2017 :)

Fakultas Ilmu Administrasi. Walaupun masih sangat muda jika dibandingkan fakultas lain, tapi FIA berkembang sangat pesat, dan mampu mengimbangi fakultas lain yang sudah jaya, bisa dikatakan "kecil-kecil cabai rawit". :D Tapi, setiap fakultas pasti punya plus-minusnya kok, jadi, yang terbaik adalah tergantung bagaimana kamu melihatnya dan dari sisi mana kamu menilainya. :)

Ida Ayu Rasthiti Adnyani_1706975841_Kertanegara2

Answered Aug 2, 2017

Fakultas di UI adalah yang terbaik di bidangnya masing-masing.

NadhiraShafa_Fasilkom_Azhiga-8

Answered Aug 3, 2017

Semua fakultas di Universitas Indonesia merupakan fakultas terbaik di kalangan seluruh universitas di Indonesia.

Delfi Dwijayanthi Putri_1706979814_Sawadharna 10

Answered Aug 3, 2017
Ananda Putri
FMIPA/Biologi UI 2017

Semua fakultas yang berada di Universitas Indonesia adalah fakultas-fakultas terbaik. 

Tetapi, karena saya mahasiswa Fakultas MIPA, menurut saya MIPA ialah fakultas terbaik di UI :D

Ananda Putri_FMIPA_1706068950_Tunggawarman 16

Answered Aug 8, 2017
Edma Nadhif Oktariani
Mahasiswi Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia UI 2017

Semuanya merupakan fakultas terbaik di Indonesia tercinta. :-))))

Edma Nadhif Oktariani_FT_kramawarata09

Answered Aug 8, 2017

Question Overview


15 Followers
4260 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apakah tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa LPDP?

Apa beasiswa yang terbaik di Indonesia saat ini?

Universitas apa yang paling indah di dunia?

Apa itu kampus Ivy League dan seberapa prestisius berkuliah di sana?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri?

Apa tips mendapatkan beasiswa Chevening (Pemerintah Inggris)?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa AAS (Australia Awards Scholarships)?

Mengapa kuliah di Jepang begitu menarik dan prestisius?

Bagaimana rasanya kuliah di UI?

Mengapa kuliah di Universitas Indonesia begitu menarik dan prestisius?

Bagaimana cara masuk UI (Universitas Indonesia)?

Mengapa Depok berantakan meski ada kampus UI di sana?

Apa pengalaman paling mengesankan selama kuliah di Fasilkom UI?

Apakah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) penting untuk memperoleh pekerjaan?

Apa kelebihan kuliah di Universitas Indonesia (UI)?

Siapa Whinda Y Sabri Psikolog Sosial UI Founder SANDS Analytics?

Siapa Ruby Saputra?