selasar-loader

Apa yang harus dilakukan si Jomblo agar bisa meningkatkan Personal Branding-nya?

Last Updated Dec 20, 2016

Coba ingatlah kembali memori paling indah dan menyenangkan yang khalayak pembaca pernah alami. Tentang senyuman, tentang canda, tentang kebahagiaan. Apakah di dalam momen indah itu kalian sedang sendirian? Saya rasa tidak.

Banyak sekali cara untuk mencapai kebahagiaan. Tapi salah satu resep kekal untuk berbahagia yang telah diakui dunia adalah cara berkomunikasi anda. Berkomunikasi untuk menyampaikan gagasan yang setidaknya akan memenuhi hasrat kebutuhan puncak piramida tertinggi Maslow yaitu Self-actualization. Juga berkomunikasi untuk menggapai teman baru yang mempunyai satu rasa, satu irama, dan satu ketertarikan.

Banyak sekali tips & trick untuk dapat menggaet teman. Buku-buku self-help pun bertebaran dimana-mana menyangkut hal ini. Bahkan Dale Carnegie menjadi terkenal karena mahakarya nya yang mampu menghasilkan buku dengan judul sederhana "How to Win Friends and Influence People". Tapi tetap saja cara menggaet teman menjadi masalah klasik yang selalu abadi untuk terus dikupas dan didiskusikan mengingat karakteristik manusia yang terus berubah-rubah setiap waktunya. Banyak sekali hal positif yang lahir dari pertemanan. Dari mudahnya rezeki, penambahan wawasan, hingga membuat mood menjadi baik melalui pertemanan. Konon, relasi pertemanan adalah senyawa paling penting untuk keberlangsungan sebuah bisnis. 

Dewasa ini, menjadi Jomblo seakan menjadi dosa besar. Menjadi sebuah kasta terendah di tatanan masyarakat kita. Si Jomblo digambarkan sebagai sesosok mahluk ganjil yang menyedihkan tanpa teman. Entah prinsip kesendirian itu dia pilih karena ketegasan ataupun keterpaksaan. Yang pasti dia hanya punya satu teman : rasa kesepian. Sedangkan di lain pihak Si Jomblo melihat mahluk lain yang punya banyak teman. Penuh dengan kebahagiaan dan energi positif. Sehingga kesepian mun segan menghampirinya. Apa yang harus dilakukan Si Jomblo untuk berubah menyamai pihak yg lainnya?

Sejujurnya judul dan cerita analogi tadi hanyalah gimmick agar khalayak mengerti urgensi dan tertarik untuk membaca ini. Substansial permasalahannya bagaimana kita bisa menaikan tingkat personal branding dan mampu menggapai banyak teman tanpa melihat latar belakang pergaulan yang ada. Sehingga kita bisa masuk dan satu frekuensi dengan seluruh tatanan masyarakat. Bagaimana bisa?

Ditunggu jawaban dahsyatnya. Terima kasih

1 answer

Sort by Date | Votes

Pada akhirnya status "Jomblo" tidak bisa disalahkan dan dianggap sebuah aib, karena tidak selamanya mereka yang berstatus tersebut memiliki self branding yang buruk. Ada banyak kemungkinan bila kita mau mencermatinya, Tetapi bila kita berbicara mengenai cara meningkatkan Personal Branding tentu ada banyak , semisal :

1. Buatlah karya kebaikan : misal membuat buku, jurnal, sosial movement dan banyak lagi contohnya

2. Ciptakan Inner Beauty : bagi kalian yang beragama Islam, kita mengenal istilah "Akhlak" yang berarti perilaku, sikap, ucapan, yang mampu memberikan contoh teladan baik bagi diri sendiri maupun sekitar,

3. Mandiri secara finansial : Saya rasa, hal ini sudah hal lumrah yang mampu menaikkan personal branding.

4. Kecerdasan IQ, EQ, dan SQ : mulailah mencoba menyeimbangkan atau meningkatkan ketiga hal tersebut.

Answered Jan 17, 2017