selasar-loader

Apakah pemimpin itu dibentuk atau dilahirkan?

Last Updated Dec 20, 2016

Sebagian orang berpendapat bahwa pemimpin bisa dibentuk. Orang lain menganggapnya merupakan bakat (dilahirkan). Anda di pihak mana?

12 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
COO Selasar.com dan Techpreneur, yakin dengan masa depan bisnis rintisan digital

p9z6WC2QR1rbWy1As8LewTPd69jySYOD.jpg

Pemimpin bisa dibentuk tetapi juga bisa dilahirkan. Namun, yang  banyak terjadi, pemimpin lahir karena kesempatan dan kemendesakan. Agar kepemimpinan seseorang langgeng, ia membuat mitos seolah-olah dia "wakil tuhan". Ada juga yang menganggap pemimpin itu "wahyu" dari langit yang diturunkan kepada seseorang. Pemimpin di kalangan kerajaan, dalam hal ini raja, menganggap kepemimpinan harus dijalankan sampai mati dan bahkan diturunkan (diteruskan) oleh anak-anaknya.

Ada juga anggapan pemimpin itu harus direbut, sebab ia tidak percaya pemimpin berjalan secara turun-temurun. Maka di lingkup kerajaan terjadi perebutan kekuasaan. Ken Arok membunuh Tunggul Ametung untuk menjadi Raja sekaligus menikahi Dedes yang jelita. Di beberapa negara modern kerap terjadi kudeta atau perebutan kekuasaan terhadap pemimpin sah yang biasanya dilakukan oleh militer.

Pemimpin tidak bisa dipaksakan, meski dia dibentuk sejak awal. Sekolah Taruna Nusantara dipersiapkan untuk mencetak pemimpin, demikian juga akademi militer. Namun, tidak semua yang disekolahkan di sana menjadi pemimpin puncak seperti panglima atau bahkan presiden.

Dalam khasanah politik, ada dikotomi pemimpin sipil dan pemimpin militer. Sering dipersepsikan, pemimpin militer bersikap otoriter dan kepemimpinan sipil bersikap demokratis. Tetapi pola ini tidak selalu kaku. Dalam praktiknya, pemimpin sipil bisa bertindak otoriter juga.

Saya percaya bahwa pemimpin itu juga bakat atau bawaan sejak lahir. Tercermin dalam sikap sehari-hari yang menonjol sebagai "leader" di lingkup kecil bermainnya atau di kelas. Seorang guru bisa melihat kepemimpinan seorang murid dan menunjuknya sebagai ketua kelas. Jadi, guru juga melihat ada di antara muridnya yang berjiwa pemimpin.

Pemimpin juga ada di berbagai lingkup. Ada pemimpin formal, ada pemimpin yang nonformal seperti pemimpin agama atau pemimpin adat. Tetapi dalam kasus tertentu, pemimpin nonformal keagamaan bisa menjadi pemimpin formal sekaligus. Contoh sebagaimana terjadi di Vatikan sampai sekarang ini. 

Gambar via siperubahan.com

Answered Dec 20, 2016
Arifki Chaniago
Pengamat Politik/Political Commentator

Pastinya secara biologis semua pemimpin dilahirkan, tetapi bisa secara langsung memimpin cukup sulit, saya lebih yakin bahwa pemimpin itu diciptakan.

Hasil gambar untuk pemimpin diciptakan

Ilustrasi via greenleaf.org

Answered Dec 21, 2016
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

a9qeN7FrBeMwX1eNaIO4eaEK2wMVeQCf.jpg

Baik bakat maupun pelatihan mempunyai peran yang sama pentingnya karena seseorang yang bukan pemimpin secara alami bisa saja menjadi pemimpin yang cakap bila sering dilatih.

Walaupun konteksnya agak berbeda, namun dengan latihan dan dukungan dari keluarga, diri saya yang sekarang merupakan diri yang jauh lebih percaya diri dibandingkan diri saya saat SD atau SMP.

Jadi, bakat itu penting, namun latihan dan usaha menentukan hasil akhirnya.

Ilustrasi via greenleaf.org

Answered Dec 21, 2016
Pramudya Oktavinanda
An Indonesian Capitalist Lawyer, I know a thing or two about business

Hasil gambar untuk pemimpin

Dalam menjawab pertanyaan ini, saya ingin mengutip kisah dari hadis Bukhari No. 7552 (Volume 9). Dikatakan dalam hadis itu bahwa tempat setiap orang di surga dan neraka sudah ditetapkan sejak lama. Kemudian para sahabat bertanya kepada Nabi, mereka harus bagaimana, apa mereka lebih baik menyerah saja dan tidak melakukan apa-apa lagi, toh posisi sudah dipastikan semua ini. Nabi bilang, jangan begitu, tetaplah berbuat, masing-masing orang akan dimudahkan untuk berbuat sesuai dengan tempat akhir mereka.

Saya pikir ini kisah yang penting, ada paradoks di sini, yaitu kelihatannya hidup ini deterministik tetapi kalau tidak ada aksi, maka tak akan ada bukti tentang ke mana kita akan pergi nanti. Pada akhirnya, penentuan masuk surga dan neraka bergantung pada perbuatan yang kita lakukan. Takdir rupanya masih membutuhkan kehendak bebas. Lebih penting lagi, tak ada orang yang tahu tentang ke mana nantinya mereka berakhir, surga atau neraka, kecuali beberapa sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Konsekuensinya, sebenarnya tidak penting meributkan free will vs determinism. Pertama, determinism butuh free will juga dalam konteks kisah di atas. Kedua, kita tidak bisa membedakan antara mana yang betulan free will atau determinism

Hal tersebut pun berlaku dalam konteks pemimpin ini, pentingkah kita tahu bahwa pemimpin itu dibentuk atau dilahirkan? Ada implikasi yang luar biasakah? Kalau Anda punya minat untuk jadi pemimpin, apakah Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu Anda untuk memikirkan dan mencari tahu soal kemungkinan Anda punya gen untuk jadi pemimpin (dan kemudian menangis tersedu-sedu ketika Anda tidak berhasil menemukan gen itu), atau Anda akan lebih sibuk mencari jalan supaya jadi pemimpin betulan (tentunya dengan kemungkinan gagal atau berhasil)? Silakan dijawab sendiri.    

Ilustrasi via kompasiana.com

Answered Dec 25, 2016
Andrian Habibi
Hidup dengan menulis karena menulis memberikan kehidupan

Jakarta Butuh Pemimpin Bukan Pimpinan

Oleh 7SS

Selama kepemimpinan seorang Pimpinan di DKI Jakarta, warga negara telah membuktikan bahwa gaya kepemimpinan seorang pimpinan masih jauh dari apa yang diharapkan. Demokrasi memang mengajak kita untuk melihat pengelolaan pemerintahan yang merakyat. Sedangkan pimpinan bukan lah gaya yang tepat dalam menjalankan sistem demokrasi. Gaya pimpinan lebih tepat dalam hal untung rugi yang jauh dari semangat berdemokrasi.

Di sisi lain, gaya pimpinan yang telah kita lihat selama ini bahkan melawan sila keempat pancasila. Sebagaimana kita ketahui bahwa pancasila memuat asas musyawarah untuk mufakat dalam keterwakilan. Nilai-nilai ini yang telah tumbuh dan berkembang dari budaya se-nusantara. Jadi bila, pimpinan merasa lebih hebat dari perwakilan rakyat yang sah dan legal dipilih dari pemilu bersebarangan. Maka seorang pimpinan sudah menyakiti asas-asas musyawarah dan mufakat.

Oleh karena itu, 7SS menegaskan :

1.      DKI Jakarta butuh seorang pemimpin yang jelas, tegas, dan berwibawa serta sopan dan santun dalam keseharian. Pemimpin yang secara personal telah mumpuni dan terbukti untuk menjadi pimpinan dan pemimpin;

2.      DKI Jakarta membutuhkan pemimpin yang sudah menjaga diri dari potensi korupsi, pemimpin yang berhasil membangun perusahaan serta perekonomian lebih memadai daripada premanisme pimpinan yang merusak sistem tata krama dalam pemerintahan;

3.      Pilgub DKI Jakarta sanga terbuka dan membuka diri untuk kepemimpinan seorang ibu dan pengusaha muda yang lebih jelas mewakili kehidupan budaya sosial rakyat se-Nusantara. Karena pelbagai kalangan, suku, bangsa, rasa, agama menyatu di Jakarta. dibutuhkan seorang ibu yang terbukti dan bapak yang pemimpin untuk menjaga Jakarta;

4.      Pilgub DKI juga harus memberikan peluang kepada pasangan calon independen untuk membuktikan keindependenannya serta pembuktian pemberkasannya. Jangan sampai semangat politik mencederai semangat perbaikan demokrasi;

Answered Jan 27, 2017
Ma Isa Lombu
Pendiri dan Chief Business Development Officer Selasar

1VzlmC5Az9CW_x91r1B8Y6wbtq8SJcmY.jpg

via spcformazione.net (FR)

Dibentuk!

Sebenarnya perdebatan ini adalah perdebatan panjang yang masing-masing pihak memiliki landasan yang sama-sama kuat. Namun dengan beberapa alasan dan bacaan yang saya konsumsi, saya akhirnya menyimpulkan bahwa seorang pemimpin itu dibentuk (can be learnend), dibandingkan dilahirkan (born as a leader). 

Saya percaya bahwa bayi yang baru lahir itu seperti kertas kosong. Tidak membawa dan memiliki kecenderungan apapun (tabula rasa). Karena hal inilah mengapa saya menganggap bahwa apakah seseorang menjadi baik karena kemampuannya memimpin ataupun menjadi follower karena tidak adanya kualitas kepemimpinan dalam dirinya, merupakan murni ditentukan oleh variabel-variabel keduniawian. Bukan ditakdirkan (given).

Di sanalah letak keadilan Tuhan. Ia menciptakan kita sama (equal). 

Coba bayangkan ketika Tuhan melengkapi si A dengan karakteristik alami seorang pemimpin (leader), dan pada saat yang sama Tuhan "hanya" membekali si B dengan kualifikasi seorang pengikut (follower), pasti akan mudah menciptakan "gejolak". Di dunia yang serba kompleks ini, karakter seorang pemimpin pasti dibutuhkan. 

Sekecil-kecilnya scope kepemimpinan adalah untuk diri sendiri dan keluarga. Untuk itulah maka menjadi dapat dimaklumi apabila seseorang memiliki leadership skill, akan memiliki rasio kesuksesan yang lebih besar dibandingkan seseorang yang tidak memilikinya. Dengan pemberian Tuhan yang "berat sebelah" tersebut, bisa jadi akan banyak orang yang melakukan protes dan menggugat Tuhan atas diskriminasi yang telah dilakukan-Nya.

Kembali, dalam konsep tabula rasa yang saya ceritakan di atas, maka menjadi baik buruknya seseorang murni ditentukan oleh diri dan lingkungannya, baik berdasarkan "investasi" persepsi ataupun pengalaman yang terjadi pada dirinya. 

Dalam ruang lingkup studi Islam, diketahui pula bahwa:

مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ. 

"Tidaklah anak manusia dilahirkan melainkan pasti lahir di atas fitrahnya, maka kemudian orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi atau Nasrani atau Majusi." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hadist tersebut mendapatkan predikat sahih dan seakan menjadi penguat konsep tabula rasa yang notabene adalah konsep yang dikeluarkan oleh para pemikir Yunani ribuan tahun silam. 

Meski yang dibahas dalam hadist di atas terkait dengan urusan aqidah/teologi, namun dari text hadist di atas dapat juga diketahui bahwa yang menjadikan seseorang menjadi ini dan itu adalah lingkungan dimana ia hidup dan dan berkembang selama hidupnya. 

Answered Apr 7, 2017

v4hZieTyjubv-g0GZrOeZ6vIlZA1yhKO.jpg

Dilahirkan.. Sebagaimana ROBB nanti akan memunculkan Imam Mahdi sebagai sesosok pemimpin yang adil dan bijaksana

Dibentuk.. Siapa yang membentuknya? Yang membentuk sesuatu biasanya akan dibuat bentuk persis seperti keinginan.

 

sumber gambar : axltwentynine.com

Answered Apr 26, 2017
Adi Wahyu Adji
Rumah Kepemimpinan | Book Reviewer

 

J9Y_Z9nyfbvespkaqI94FnfNH7x27nA5.jpg

Dari yang saya pelajari tentang bakat (talents), memang ada bakat-bakat tertentu yang berpotensi menjadikan seseorang sebagai pemimpin. Di antaranya seperti: activator, arranger, maximizer, communication, strategic, dll. Bakat-bakat ini jumlahnya ada 34. Setiap manusia memiliki ke-34 bakat tetapi berbeda urutannya.

Dengan demikian, bagi orang-orang tertentu yang memang diberikan bakat yang berpotensi menjadikannya sebagai pemimpin, maka peluang dia untuk menjadi pemimpin lebih besar daripada mereka yang tidak diberikan bakat tersebut. Ini yang mungkin sering dijadikan dasar bahwa pemimpin dilahirkan.

Tetapi, seperti yang sudah lazim diketahui, bahwa bakat adalah potensi. Jika tidak diasah dan ditumbuhkembangkan, juga tidak akan muncul menjadi kekuatan. Pada titik inilah, lahir pemikiran bahwa pemimpin dibentuk.

Artinya, benih-benih kepemimpinan dapat dan perlu ditumbukan. Seperti tanaman, prosesnya membutuhkan waktu yang tidak bisa singkat hanya sehari semalam saja. Ada ungkapan, kalau ingin mendapatkan hasil yang cepat tanamlah pohon jagung. Tapi tentu cepat habis pula. Jika ingin hasil yang lebih lama, maka tanamlah pohon jati. Dan itu butuh waktu puluhan tahun lamanya.

Demikian pula dengan proses pembentukan pemimpin, faktor lingkungan akan sangat berpengaruh. Tidak mungkin lahir seorang seperti Soerkano tanpa ada Tjokroaminoto yang mendidikan sejak masih belasan tahun. Kondisi lingkungan yang menuntut lahirnya sebuah negara merdeka, pasti mempengaruhinya pula.

Begitu pula dengan seorang Mark Zuckerberg, perjalanannya melahirkan dan membesarkan Facebook yang awalnya hanya karena ketertarikan pada Priscilla membuatnya menjadi satu dari sekian banyak generasi millenial yang berpengaruh di dunia. Lingkungannya dan juga dirinya mempengaruhi potensi kepemimpinannya.

Melihat perkembangan gaya kepemimpinan dari waktu ke waktu, bagi saya, diskursus apakah pemimpin dibentuk atau dilahirkan tidak terlalu penting. Ada banyak macam gaya kepemimpinan. Semuanya baik sesuai dengan kondisinya masing-masing. Karenanya yang kita butuhkan adalah kehadiran pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan kita. Tergantung masing-masing dari kita mendefinisikan kata "kita" tersebut apakah sebagai organisasi, komunitas, perusahaan, regional, atau bangsa kita Indonesia.

Jauh lebih penting untuk kita sama-sama bergandengan tangan membentuk lingkungan yang sehat dan kondusif demi lahirnya pemimpin-pemimpin yang terbaik untuk negeri ini. Tak peduli apakah dia dilahirkan atau dibentuk, kita pasti ingin pemimpin yang terbaik untuk negeri kita.

 

sumber gambar: republika.co.id

Answered Jun 7, 2017

Menurut sudut pandang saya secara pribadi mengenai pemimpin, seorang pemimpin dapat dilahirkan dan juga dapat dibentuk. Karena menurut saya semua orang mempunyai jiwa kepemimpinan dari sejak mereka hidup. Manusia hidup di dunia ini untuk memimpin diri sendiri dan juga memimpin di ruang lingkup mereka. Jiwa kepemimpinan itu dibentuk juga untuk membuat seseorang menjadi seorang pemimpin yang baik.

Answered Aug 17, 2017
Surya Pangidoan Nasution
Biokimia IPB 2015, peserta Rumah Kepemimpinan Bogor angkatan 8

Saya cendurung berpendapat bahwa pemimpin itu dibentuk bukan dilahirkan. Menurut saya bagaimana pun bakat seseorang untuk memimpin telah ada sejak dilhirkan, namun kalau tidak diasah (dibentuk) hal tersebut tidak akan berguna. Melalui berbagai macam masalah, rintangan lah yang akan membentuk jiwa seseorang pemimpin. Mulai dari bagaimana menghormati orang keberagaman, mengakomodir pendapat dan banyak hal yabg bisa dibentuk untuk menjadi seorang pemimpin, karena pemimpin tidak dilahirkan, namun dibentuk dan ditempa.

 

Answered Nov 1, 2017
Isdar Gazali
Departemen Manajemen Unhas 2014 || Rumah Kepemimpinan Reg. 7 Makassar Ang. 8

HCKKWEHssn77CNYv6vSNL31aDbpvgpPD.png

Dibentuk. Di dalam Teori-teori kepemimpinan yang telah saya pelajari terdapat Teori Perilaku (Behaviour Theory) yang merupakan sanggahan dari Teori Genetis (Trait Theory & Great Man Theory). Teori Genetis mengatakan bahwa “leader are born and not made” pemimpin dilahirkan dan bukan diciptakan serta karakteristik pemimpin itu merupakan bawaan sejak lahir. Namun dibantah dengan Teori Perilaku yang mengatakan tidak seluruhnya karakteristik pemimpin merupakan bawaan sejak lahir, namun diperoleh dari pembelajaran dan pengalaman. Pemimpin itu harus disiapkan, dididik, dan dibentuk tidak dilahirkan begitu saja “leaders are made, not born”.

Kepemimpinan tidak hanya membahas bagaimana memengaruhi orang lain untuk menjadi pengikut tapi ada banyak hal yang terkait dengan kepemimpinan mulai dari pengetahuan, nilai-nilai, hubungan baik, pengalaman, kerjasama, dan lainnya sebagai bekal serta menjadi kekuatan untuk menjadi seorang pemimpin. Jadi, semua orang mempunyai peluang untuk menjadi pemimpin asalkan mereka mempunyai kemauan dan motivasi untuk terus belajar.

Sumber gambar: indiamart.com

#Jawabanku Oktober 2017 #Rumah Kepemimpinan #RK Regional Makassar

Answered Nov 2, 2017
Herman Palani
Economics student of UGM | RK 8 Yogyakarta

Pemimpin itu dibentuk dan dibina. Tidak bisa hanya dilahrikan. Butuh proses dan lingkungan yang memaksana untuk terus berpikir dan merasa resah dengan  problematika yang ada

Answered May 6, 2018

Question Overview


14 Followers
5266 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Seberapa besar pengaruh olahraga terhadap kemampuan memimpin seseorang?

Apa saja cara seorang pemimpin memotivasi tim yang sedang demotivasi karena performa organisasi yang buruk?

Apa saja karakteristik dari pemimpin/CEO yang buruk?

Apa kesalahan terbesar yang pernah dilakukan oleh seorang pemimpin negara?

Siapa CEO terbaik Indonesia saat ini?

Kenapa CEO sekelas Emirsyah Satar yang bergaji besar masih tergoda melakukan korupsi?

Bagaimana kinerja KPK di bawah Abraham Samad dan apa prestasi yang menonjol di bawah kepemimpinannya?

Bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Mengapa sulit mengingat nama orang yang baru dikenal?

Apakah menyukai pria mapan lantas membuat perempuan menjadi materialistis (matre)?

Sebelum lemari pendingin (kulkas) ditemukan, bagaimana manusia menyimpan makanannya?

Bila semua manusia berubah menjadi vegetarian, apa yang akan terjadi?

Bagaimana trik psikologis yang digunakan restoran untuk memanipulasi pengeluaran dan kebiasaan makan kita?

Mungkinkah kita bisa mencegah potensi kejahatan yang ada di dalam diri manusia/kita?

Bagaimana cara bersosialisasi yang baik bagi seorang introvert?

Bagaimana cara membedakan senyuman tulus dan senyuman palsu?

Bila buang angin dengan suara keras dalam keramaian, apa yang Anda lakukan?

Bagaimana cara membuat keputusan yang baik dan benar?

Apa tantangan terbesar sebuah organisasi kerja?

Apa keunggulan kuliah jurusan Manajemen?

Apa pengetahuan terbaik tentang ilmu manajemen yang pernah Anda pelajari?

Bagaimana cara kerja konsep SMED (single-minute exchange of die) ala Toyota?

Bagaimana cara membangun organisasi kerja yang adaptif?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Apakah skill yang paling utama yang harus dimiliki CEO?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Apakah perbedaan pemimpin dengan bos?

Dari segi leadership, apakah Jokowi lebih baik dari Donald Trump?

Apakah seorang CEO haruslah seorang Extrovert dan pandai menjual?

Di manakah kita bisa menemukan tim yang sevisi untuk membangun sebuah bisnis/ start-up?

Menurut Anda, seperti apa profil kepemimpinan Indonesia di masa mendatang?

Apakah ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka menjadi bukti krisis kepemimpinan nasional?

Apa beda antara startup dan perusahaan lainnya? Mengapa istilah startup begitu naik daun?

Bagaimana cara membangun tim awal startup/perusahaan?

Bagaimana proses mendirikan Bukalapak?

Siapa pengusaha paling top di Indonesia menurut Anda?

Apa yang menyebabkan sebuah startup digital mengalami kegagalan pada tahun pertamanya?

Apakah nama perusahaan startup terbaik di Indonesia?

Apa yang menyebabkan jumlah venture capital di Indonesia tidak sebanyak di Amerika?

Apa rahasia membangun sebuah startup digital yang sukses?

Apa yang dimaksud dengan design thinking?

Apa yang dimaksud dengan design sprint?

Mengapa design sprint digunakan untuk membuat produk digital?

Apa yang membuat Steve Jobs sukses membangun Apple?