selasar-loader

Mengapa Indonesia tidak cemerlang di pentas olahraga dunia?

Last Updated Dec 19, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Habibi Yusuf
PNS, alumni Teknik Elektro UI dan Manajemen Pertahanan ITB

iJTY_Jd3e3EVSp8tG8s-PfP2i3F7Om8V.jpg

Menurut saya, ada lima hal yang mempengaruhi kesuksesan atlet olahraga hingga ke pentas dunia:

  1. bakat (talent),
  2. mentalitas,
  3. asupan gizi,
  4. fasilitas, dan
  5. jam terbang kompetisi.

Kalau soal bakat (talent), saya kira Tuhan Maha Adil untuk memberikan bakat yang relatif sama untuk semua bangsa. Terbukti bahwa untuk cabang olahraga tertentu, prestasi atlet Indonesia menonjol, bahkan bisa menjadi juara, meski lebih banyak cabang olahraga yang kurang menonjol alias "melempem". Jadi, untuk faktor bakat, pasti kita punya. Barangkali yang belum optimal adalah upaya pencarian bakat-bakat alam yang bisa saja didapatkan di daerah-daerah pelosok.

Mentalitas terkait dengan pembinaan. Semua atlet juara dunia punya satu kesamaan karakter, yaitu rajin latihan dan tidak menyerah. Seorang Cristiano Ronaldo, misalnya, meski ia megabintang dengan bakat cemerlang, tetap datang paling awal ke pusat latihan klub agar kemampuannya terus terasah. Begitu pula sikap tidak menyerah hingga mengeluarkan seluruh batas kemampuan telah membuat banyak atlet berhasil menjadi pemenang. 

Saya tidak tahu pasti bagaimana realita para atlet Indonesia dari semua cabang olahraga. Namun, tayangan sepak bola yang sehari-hari kita tonton di televisi menunjukkan bahwa pembinaan atlet kita belum berhasil menunjukkan mental juara. Masih sering dijumpai para pemain yang mudah emosi, ngambekan, atau kurang bersemangat. Barangkali hal ini juga dipengaruhi oleh stamina yang kurang maksimal. Ini mungkin bisa ditanggulangi dengan pola latihan yang lebih keras dan lebih giat dengan pola pembinaan berstandar internasional.

Faktor gizi juga harus diperhatikan. Saya sering mendengar cerita atlet-atlet olahraga kita seenaknya makan mie ayam, nasi goreng, tempe/bakwan goreng pinggir jalan, serta makanan kurang sehat lainnya. Tentu untuk mendapatkan kondisi tubuh yang prima dengan stamina dan fungsi semua organ yang optimal, upaya pemberian gizi yang tepat harus didukung. Di Korea, misalnya, saya pernah mendengar bahwa untuk pembinaan sekelas olimpiade, setiap atlet mendapatkan pendampingan seorang ahli gizi dengan diet ketat sepanjang hari dan diawasi terus pelaksanaannya. Jadi, meski tidak di pusat pelatihan, asupan gizi para atlet tetap harus terjaga. Tentu saja program pemberian gizi yang tepat ini membutuhkan biaya.

Jam terbang kompetisi pasti berpengaruh pada prestasi seorang atlet. Kalau mau menghasilkan atlet berkelas dunia, para atlet harus sering diikutkan dalam kompetisi. Selain untuk mengejar persaingan prestasi, pengalaman-pengalaman sportivitas dapat membentuk mentalitas juara. Belum lagi bertemu dan belajar dari para atlet dari berbagai negara seharusnya dapat menjadi motivasi lebih untuk terus meningkatkan kemampuan. Bahkan bila perlu, sering mengirimkan atlet untuk mendapatkan pelatihan dan merasakan kompetisi di luar negeri juga akan mendukung. Dan sepertinya atlet-atlet Indonesia masih belum banyak yang mendapatkan pengalaman jam terbang kompetisi yang tinggi.

Terakhir adalah faktor fasilitas. Tentu saja yang dimaksud adalah fasilitas latihan, kesehatan, hingga pelatih yang tepat. Ini tentu berbanding lurus dengan biaya. Pembinaan atlet dengan berbagai fasilitas lengkap tentu sangat mahal. Tapi, kalau mau menghasilkan atlet juara dunia, ya, harus begitu. Ini pasti menjadi tantangan tersendiri, apalagi masih ditemui berbagai induk olahraga kita yang justru menjadi alat politik atau bisnis. Bukannya fokus membina atlet dan menyediakan fasilitas, tapi juga ngurusin bisnis (dan politik). Tidak jarang ada atlet atau pelatih yang memilih untuk pindah ke luar negeri (namun tidak balik membangun negaranya) karena fasilitas di sana yang jauh lebih baik.

 

Ilustrasi via serverpokeronline.com

Answered Jan 5, 2017
Ube Gebe
Pengamat hal yang tidak penting, lalu dibuat seolah menjadi penting

9ZcZPhxHZXkVNyAp03wZd6LIrEHjyEk2.jpg

Pertama dan utama sekali tentu kita sepakat mengenai bakat dan kerja keras. Tidak hanya di bidang olahraga. Di semua kehidupan. Olahraga (terutama olahraga prestasi) secara filosofis adalah pemindahan konsep kalah menang di kehidupan ke sebuah kegiatan lain. Karena kehidupan sebaiknya tak mengenal kalah atau menang.

Messi adalah seorang yang besar karena bakat. Ia datang latihan semau dia saja waktunya. Bahkan, dia pernah tidak mau menggunakan kaki kiri, kaki andalannya, untuk menendang ke gawang. Alasannya tidak jelas. Ronaldo adalah seorang yang mengandalkan kerja keras. Ia datang latihan paling duluan. Pulang paling belakangan. Bakat dan kerja keras bukan soal 0 atau 1. Kombinasi keduanya yang akan membuat orang punya prestasi.

Balik lagi olahraga Indonesia. Kita bermasalah dengan kedua hal ini. Pencarian bakat memble, kerja keras (baca latihan) juga tidak jelas. Pergilah ke kota-kota kabupaten di negara ini, wakil mereka untuk olahraga biasanya dari daerah-daerah tertentu saja. Misalnya untuk tim sepak bola, diambil dari lapangan tertentu yang biasanya dekat ibu kota kabupaten. Mereka yang dilatih agak benar, padahal bakat bukan hanya dari lapangan tersebut. Kalau pun ada bakat dari lapangan lain yang masuk, mereka juga kesulitan karena kurang latihan. Ini berlaku untuk cabang-cabang lain.

Satu lagi. Ada ketakutan dari keluarga menengah ke atas untuk mendukung anaknya ikut latihan olahraga prestasi. Karena masa depan yang tidak jelas. Harusnya lifeskill training harus ada untuk mereka yang ikut latihan. Karena dari 1.000 orang, yang benar-benar akan berprestasi dan bisa hidup dari olahraga mungkin hanya 5% saja. Sisanya yang 95% akan berakhir di prestasi sekadar. 

Itu saja. Sebenarnya ada soal sponsor dan funding. Entar ajalah.

 

Ilustrasi via hasilakhir.com

Answered Jan 6, 2017
Sponsored

Question Overview


4 Followers
2680 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Siapa yang bakal keluar sebagai juara catur dunia yang saat ini sedang berhadapan antara Magnus Carlsen melawan Sergey Karjakin?

Apakah berolahraga memiliki pengaruh secara langsung terhadap perkembangan mental?

Apakah kerugian dari memiliki tubuh berotot?

Bagaimana cara Anda menyiasati kemalasan berolahraga pada pagi hari?

Apa tujuan terbesar Anda ketika berolahraga?

Bagaimana budaya populer diterapkan dalam dunia olahraga?

Siapa atlet Indonesia yang paling fenomenal?

Mengapa olahraga Indonesia mengalami kemunduran drastis sejak 2000an?

Apa yang membuat sepak bola Indonesia tidak berkembang?

Kenapa beberapa klub sepak bola mandiri/profitable, sementara sebagian klub sepak bola lainnya mengandalkan dana APBN?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Siapakah orang paling beruntung di dunia?

Gen X, Gen Y, hingga Generasi Millenial, apakah ilmiah atau terminologi ekonomi semata ?

Benarkah anggapan pemimpin perempuan itu lebih tangguh dibanding pemimpin pria? Apa alasannya?

Siapakah remaja yang menurutmu memiliki masa depan paling menjanjikan saat ini?

Menurut Anda, siapakah penulis puisi terbaik di dunia?

Apa hal yang paling menarik dari Turki?

Seperti apakah Indonesia 100 tahun lagi di kepala Anda?

Ada berapa negara resmi di dunia ini?

Jika Alien itu ada, mengapa kita tidak pernah bertemu dengannya?

Apakah Emma Stone pantas memenangkan aktris terbaik di ajang Academy Award 2017? Mengapa?

Apa yang harus dilakukan agar mendapatkan apresiasi dari boss di kantor?

Mengapa prestasi bulu tangkis Indonesia terus merosot dari dekade ke dekade selanjutnya?

Apa saja prestasi ilmuan atau insinyur Indonesia yang diakui oleh dunia?

Siapa di antara anggota keluarga besar Anda yang memiliki prestasi paling mengesankan?

Bagaimana respon orangtua Anda jika mereka mengetahui bahwa IP Anda turun?