selasar-loader

Apa pendapatmu tentang media cetak sekarang?

Last Updated Dec 18, 2016

Akan tergiris seiring perkembagan zaman. Sekarang sudah zaman praktis. Tidak perlu lagi repot untuk berlangganan koran. Cukup punya smartphone berbasis Android dan beli paket data, dunia sudah ada pada genggaman Anda.

3 answers

Sort by Date | Votes
Shendy Adam
Eks jurnalis di Harian Merdeka (2008-2009)

xjyQ3_RBfGmt0ANFycioORSrRHMKmuLe.jpg

Kompas Gramedia Group sudah menyatakan akan menghentikan penerbitan 8 tabloid/majalah mereka per awal 2017 yang tinggal hitungan hari ini. Adapun delapan produk yang dihentikan produksinya adalah KawankuSinyalChipChip Foto VideoWhat Hi FiAuto ExpertCar and Turning Guide, dan Motor. Sulit untuk tidak mengatakan bahwa senjakala media cetak sudah di depan mata. Sepanjang 2016 lalu, sejumlah media cetak lain sudah lebih dulu tutup seperti Sinar Harapan, majalah Girls, Trax Magazine dan Cita Cinta.

Sebelumnya pada 2015, saya cukup tersentak saat mendengar kabar Harian Bola berhenti terbit, walaupun belum benar-benar mati karena berubah format menjadi tabloid yang edar dua kali sepekan. Bagi saya, BOLA bukan sekadar bacaan biasa. Berkat BOLA, kecintaan saya pada dunia jurnalistik tumbuh. Cita-cita terbesar saya (baca: dulu) adalah menjadi wartawan BOLA. Setelah sempat menjajal kesempatan menjadi jurnalis olahraga di Harian MERDEKA--yang kini juga sudah bubar--saya masih memelihara keinginan bergabung dengan BOLA. Namun, Tuhan menetapkan bahwa jalan hidup saya tidak lagi di bidang jurnalistik.

Meski begitu, BOLA tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan saya. Melalui rubrik 'Opini Publik' yang disediakan oleh redaksi BOLA, saya berkesempatan menyalurkan hasrat terpendam dalam menulis. Kalau tidak salah mencatat, sekitar 13 tulisan saya sempat mampir menyapa pembaca di BOLA (sejak masih tabloid pada 2011 hingga di edisi harian).

Tutupnya BOLA dan sejumlah media cetak lain menandai beratnya persaingan media di tengah penetrasi teknologi informasi. Saingan bagi koran kini bukan hanya dari media daring, tetapi juga datang dari social media. Berita dan informasi mengalir deras ke gawai yang kita pegang. Media mainstream seharusnya hadir dengan berita yang lebih in depth. Akan tetapi, dengan deadline setiap hari saya bisa memaklumi kesulitan redaksi menyajikan berita yang berbeda.

Dave Ross, pengamat media asal Australia, menyebutkan bahwa surat kabar di AS mungkin akan bertahan hingga 2017. Sementara, surat kabar di Inggris dan Islandia akan bertahan sampai 2019, Kanada dan Norwegia pada 2020, serta Australia hingga 2022. Ross melihat, keberlangsungan surat kabar juga dipengaruhi oleh ketersediaan tinta dan pohon-pohon penghasil kertas yang semakin terbatas.

Para pakar media internasional meramalkan bahwa media konvensional akan tergerus zaman. Suatu saat nanti, koran, tabloid, dan mungkin majalah diyakini akan punah. Keyakinan tersebut bukan sekadar asumsi tanpa data. Di Amerika Serikat, sejumlah media menghentikan penerbitannya. The Rocky Mountain News yang berusia 153 tahun, dan The Seatle Post Inteligence (146 tahun) kini sudah almarhum. Sebagian media tidak benar-benar mati tapi bertransformasi, dengan tidak lagi menerbitkan dalam bentuk cetak tapi beralih ke online. Dan itu juga terjadi di sini, di Indonesia.

Answered Dec 30, 2016
Venusgazer E P
A man who loves reading, writing, and sharing

4FwdghsZ1kResSS_ryiAln6hPTMdh0oF.jpg

Untuk saat ini, media cetak masih ada pembacanya. Surat kabar daerah pun masih punya pembaca setianya. Memang harus diakui juga pasti ada penurunan oplah melihat masyarakat sekarang dapat memperoleh informasi melalui media online secara cepat dan mudah.

Pengantar koran, saya pernah berlangganan Kompas, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan yang signifikan jumlah pelanggan, terutama surat kabar nasional. Sedangkan surat kabar daerah tidak terlalu banyak penurunannya.

Surat kabar daerah punya keunggulan dengan berita-berita daerah yang tidak ter-cover oleh media nasional baik cetak maupun elektronik. Iklan-iklan lokal seperti di surat kabar Analisa Medan masih tetap laris karena lebih dekat dengan pembacanya. Namun bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan akan mengalami hal yang sama dengan koran nasional.

Kompas sebagai surat kabar nasional terbesar Tanah Air pun sepertinya sudah mengantisipasi soal masa depan media cetak. Mereka menghadirkan Kompas.id (beta) yang isinya sama dengan versi cetak mereka. Walau sebelumnya sudah memiliki situs berita online seperti kompas.com, Juara.net, dan otomania.com.

Jadi, keberadaan media cetak untuk sekarang masih relatif 'aman', tetapi jelas tidak untuk beberapa dekade ke depan.

Answered Feb 10, 2017
Marcellinus Vitus
Mahasiswa STF Driyarkara. Gemar merenung situasi politik Indonesia...

bc6cPJv-BdBiT0CrIeQiTyO1LRRgv5LN.jpg

via phdmedia.com

Perlu dilihat terlebih dahulu kelebihan di antara media cetak dan media berbasis aplikasi. Secara khusus, media informasi berbasis aplikasi menawarkan kecepatan, kebaruan, dan kuantitas informasi kepada para pembacanya. Dalam hitungan detik, kita bisa mengetahui kejadian yang ada di belahan dunia lainnya. Dalam hitungan detik pula, data yang didapatkan pun beragam; tidak sekadar tulisan, melainkan juga dalam bentuk video-video singkat tentangnya. Belum lagi, dengan mudahnya pelbagai sumber media informasi yang jumlahnya begitu banyak dapat dijumpai hanya dengan memijit beberapa tombol atau layar gawai pintar kita. 

Meski demikian, kelemahan dari media informasi berbasis aplikasi ini adalah kurang mendalamnya informasi yang diberikan. Informasi memang banyak, tetapi tidak mendalam. Isinya hanya sekadar deskripsi, tanpa adanya pengolahan lebih lanjut. Belum lagi, media informasi semacam ini pun mengikuti trend para pembacanya, yakni berisi tulisan yang tidak panjang. Belum lagi, dengan adanya fenomena hoax, media informasi berbasis aplikasi ini rentan untuk disusupi berita-berita palsu jikalau dari pihak pembacanya tidak ada dorongan untuk menguji dan memastikan keakuratan suatu berita.

Di lain pihak, media cetak konvensional pun perlu berbenah diri -terutama dalam menghadapi gempuran dari media informasi berbasis aplikasi. Perihal kecepatan dan banyaknya informasi, media cetak konvensional tentunya kalah. Belum lagi tuntutan biaya cetak yang pastinya jauh lebih besar. Namun, perlu diingat bahwa segala informasi yang dicantumkan dalam media cetak konvensional sudah melalui kajian, pengolahan, hingga refleksi dari sang wartawan itu sendiri. Isinya tidak sekadar informasi, melainkan juga refleksi dan analisa dari sang wartawan.

Suatu waktu saya pernah mewawancarai Bpk. St. Sularto -wartawan dan redaktur senior harian KOMPAS. Pertanyaan yang sama saya ajukan kepadanya. Jawaban beliau sangat menarik. Beliau mengamini perlunya adaptasi dari media cetak. Akan tetapi, bukan berarti media cetak akan ditinggalkan. Kelebihan media cetak adalah pemberian kesempatan bagi para pembaca untuk mencerna, mengolah, dan merefleksikan berita-berita yang disajikan kepadanya. Dalam satu eksemplar media cetak, informasi dalam satu hari tidak akan bertambah. Apa yang tertulis, tetap tertulis. Pembacalah yang kemudian diberikan kesempatan untuk mengolahnya.

Keunggulan media cetak adalah mengajak para pembacanya untuk mendapatkan dan menggali pengetahuan. Pengetahuan bukan sekadar mendapat informasi baru, melainkan juga melalui pengolahan dari sang pembaca. Rumusnya sederhana: Pengetahuan = informasi -> formasi (melalui pengolahan) -> transformasi. Ada suatu bentuk perubahan (transformasi) di dalam diri pembaca. Itulah pengetahuan; dan disajikan kesempatan yang lebar untuk mendapatkannya melalui media cetak.

Pada intinya, gempuran media informasi berbasis aplikasi (internet) perlu ditanggapi secara kritis. Para penggiat media cetak perlu menyadari kelebihan dan keunggulan media cetak: menyediakan lahan besar untuk penggarapan pengetahuan yang membawa transformasi diri bagi pembaca.

Terima kasih.

Salam.

Answered Feb 10, 2017

Question Overview


6 Followers
1508 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana sikap Anda apabila mempunyai seorang teman penjilat atau suka cari muka?

Apa pendapatmu tentang isu-isu yang berkembang di media mainstream belakangan ini?

Budaya apa yang sekarang sudah hilang?

Bagaimana sistem pembayaran driver Gojek? Apakah mereka menerima semua atau ada sistem komisi dengan perusahaan Gojek?

Mengapa seseorang bisa menyebarkan berita palsu (Hoax)?

Apa praktik politik kotor yang Anda ketahui?

Seperti apakah batasan "pornografi" menurut Anda?

Siapakah yang menggagas FPI?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Mengapa media disebut "Pilar Keempat" dalam demokrasi?

Siapakah yang mempopulerkan "Om Telolet Om"? Mengapa bisa populer di kalangan netizen?

Apakah skill atau keahlian paling utama yang harus dimiliki seorang pemimpin redaksi?

Apa yang membuat Harian Kompas sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Republika sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang membuat Harian Media Indonesia sebagai media cetak lebih unggul dan bernilai dibanding media cetak lain?

Apa yang Anda rasakan jika hidup tanpa gawai (gadget) seperti ponsel, tablet, atau komputer berinternet barang seminggu saja?

Pada usia berapa seorang anak boleh punya telepon pintar?

Mengapa Anda memilih Android dibandingkan iPhone?

Bagaimana cara mudah mendeteksi HP second masih segel atau tidak melalui sistem COD?

Apa hebatnya iPhone 7?

Apa 5 benda yang selalu Anda bawa saat keluar rumah?

Strategi apa yang digunakan apple untuk membuat produknya lebih prestise dibandingkan merek lain?

Apa yang membuat Blackberry kalah bersaing dengan Android?

Berapa lama waktu yang ideal untuk bermain gadget dalam sehari?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Apa yang dimaksud "fact is sacred" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Cub Reporter"?

Apa yang disebut "Hook" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Firsthand Account" dalam meliput peristiwa?

Bagaimana membedakan antara "Firsthand Account" dan "Secondhand Account" dalam menulis berita?

Siapakah Trias Kuncahyono?

Efektifkah aksi boikot Metro TV melalui Petisi?

Model bisnis apa saja yang biasa dilakukan oleh media online?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?