selasar-loader

Bagaimana metode yang paling efektif untuk memasarkan dan meningkatkan brand equity pasangan calon peserta pemilu yang memiliki brand problem?

Last Updated Dec 16, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Arief Mizan
Suka politik terutama komunikasi politik

Hasil gambar untuk brand equity pasangan calon pemilu

Ilustrasi via blogspot.com

Ada satu istilah yang baru saya dengar, yaitu Brand Problem. Saya asumsikan saja maknanya adalah calon tersebut memiliki beberapa masalah terkait personal brand-nya. (saya belum menemukan padanan kata dalam bahasa Indonesia yang bisa mengartikan brand.) 

Dan permasalahan terkait personal brand itu juga saya asumsikan berupa hal negatif yang dimilikinya berkaitan dengan citra, reputasi, rekam jejak, kasus yang dihadapi, atau bahkan secara fisik atau tampilan memiliki masalah. Hehehe.

Kemudian, saya mencoba memaknai hal "meningkatkan brand equity" yang secara harfiah bermakna modal brand. Jadi, sesuatu yang dimiliki oleh brand tersebut yang membuat dia bisa dimaknai secara positif atau negatif oleh khalayak. Brand equity umumnya diwakili oleh tampilan fisik, kultur, budaya, habit, kebiasaan termasuk juga rekam jejak, reputasi yang ada pada brand tersebut.

Lalu, mengenai metode pemasaran yang efektif. Pemasaran sendiri adalah sebuah strategi untuk memikat khalayak yang dituju (target market) untuk tahu, peduli, suka, dan akhirnya membeli barang/jasa/ide atau diri kita sendiri. Tidak hanya sampai di situ, brand kemudian harus menjalin ikatan emosional dengan penggunanya. 

Okeh...

Jadi, jawabannya, tentu banyak metode yang dapat dilakukan agar brand yang memiliki masalah dapat recovery dan bahkan bisa memenangkan target market. Metode yang paling kuno dalam strategi pemasaran adalah penekanan pada marketing mix: 4P. Product, Price, Place, Promotion. Barangnya dibagusin dulu, harganya kompetitif, distribusinya baik, dan dipromosikan dengan baik. Bagaimana menerjemahkannya dalam personal brand?

1. Product.

Sang kandidat harus berbenah. Publik akan cepat switch dari antipati ke simpati ketika brand tersebut memperbaiki diri. Dari sikap, ucapan, tampilan, dan sebagainya harus menunjukkan niat berubah ke arah yang lebih baik.

2. Price.

Value alias nilai-nilai yang dimiliki harus cukup kuat dan terjangkau oleh khalayak. Ide-idenya jangan terlalu njelimet. Sederhana, mudah dipahami, dan menggunakan media yang murah untuk memangkas biaya kampanye sehingga lebih banyak kegiatan yang menyentuh warga.

3. Place.

Jalur komunikasi yang efektif dan efisien. Perhatikan jalur komunikasi yang paling diterima warga; yang paling ekonomis namun dengan frekuensi yang sering. Repetisi menjadi penting karena jadwal kampanye tidak panjang. Pesan harus jelas dan berulang kali disampaikan.

4. Promotion.

Promosi harus unik dan berbeda dengan kandidat lain. Jika di antara 1000 sapi ada 1 sapi yang berwarna ungu, tentulah semua mata tertuju pada Purple Cow tadi. Jadi, kandidat harus mampu melepaskan diri dari keseragaman. Seperti Trump, ia mengambil strategi promosi yang benar-benar berbeda dengan kandidat lain, bukan saja ketika melawan Hillary melainkan ketika bersaing dengan sesama kandidat Republik. 

Dan yang paling utama adalah jalin ikatan emosional antara kadidat dan para pemilih.

Jadi jika brand Anda bermasalah, itu bukan akhir dunia. Trump yang sedemikian parah brand-nya saja bisa menang.

Selamat bertarung!

3DdLOs45mK23bnpcboC_A4Usc1WHPBqs.jpg

Ilustrasi via huffingtonpost.com

Answered Dec 24, 2016

Question Overview


2 Followers
828 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Apa bedanya marketing dan sales?

Mengapa kebanyakan produk bermerek ditargetkan pada pasar anak muda (youth culture)?

Apakah tips efektif membuat off-page strategy dalam ruang lingkup Search Engine Optimization (SEO)?

Apakah tips efektif membuat on-page strategy dalam ruang lingkup Search Engine Optimization (SEO)?

Bagaimana implementasi growth hacking atau akuisisi user baru yang paling efektif untuk sebuah produk teknologi yang baru launch?

Apa itu growth hacking dan apa yang membuat keahlian ini menjadi begitu istimewa?

Seperti apa strategi jitu beriklan di Facebook?

Seperti apa strategi jitu beriklan di Google?

Seperti apa strategi jitu beriklan di YouTube?

Berapa banyak waktu dan uang yang harus dikeluarkan agar konten dalam web kita menjadi no 1 di halaman pertama Google search engine?

Apakah NKRI akan memiliki Kepala Daerah dengan latar belakang pendiri start up?

Apa yang dimaksud dengan Pemilu bersistem distrik?

Mengapa money politics dalam Pemilu sulit diberantas?

Berapa dana yang dibutuhkan untuk bisa terpilih jadi anggota DPR?

Apa yang dibutuhkan agar bisa terpilih menjadi Presiden Indonesia?

Apakah perbedaan pemimpin dengan bos?

Bagaimana rasanya pernah jadi Caleg?

Siapa Ainun Najib, pendiri kawalpemilu.org?

Apakah Anda menyesal memilih Jokowi?