selasar-loader

Apakah tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa LPDP?

Last Updated Nov 17, 2016

8 answers

Sort by Date | Votes
Hana Fitriani
awardee LPDP PK 85

us7CzcZjNTGoEppo8nCkGF2sLkryyTCo.png

Saya adalah awardee beasiswa LPDP batch 3 2016. Namun, saya sudah mengikuti seleksi beasiswa LPDP dua kali. Pertama, saya gagal dan kedua, saya (alhamdulillah) berhasil. Saya coba menjawab dengan merangkum pengalaman gagal dan berhasilnya saya.

Pada intinya, LPDP akan memberikan investasi (dalam hal ini beasiswa) kepada orang yang klik dengan ruh mereka, mempunyai visi yang sama, dan mempunyai potensi besar untuk memberikan return sebaik-baiknya bagi LPDP dan Indonesia (tentu dengan ada batasan kuota jumlah penerima dan persediaan dana juga).

Beberapa lesson learned yang saya dapatkan dari dua kali seleksi saya tentang LPDP adalah sebagai berikut.

1. LPDP adalah Investor

Kali kedua saya mengikuti seleksi LPDP, hal penting yang saya perbaiki adalah mindset beasiswa. Saya memperbarui pandangan saya bahwa LPDP selayaknya investor. Dia akan memberikan suntikan dana hingga 1 miliar per tahun untuk awardee-nya. Selayaknya investor, LPDP akan memberikan dana kepada orang-orang yang mempunyai peluang besar untuk memberikan keuntungan balik bagi LPDP, apalagi dengan investasi dana yang cukup besar. Keuntungan intangible yang diinginkan LPDP adalah potensi berkontribusi dan menjadi pemimpin yang baik di Indonesia. Dengan memiliki mindset ini, saya bisa mengetahui poin-poin prioritas yang perlu saya gali lebih dalam.

2. Penting?

Setelah memahami proses pemberian beasiswa dari kacamata pemberi dana, saya menakar apakah rencana S2 saya adalah investasi yang bagus untuk Indonesia dan apakah ilmu dan diri saya bisa jadi suatu hal yang bermanfaat untuk sesama dalam jangka waktu dekat. Pada dasarnya, hampir semua ilmu penting dan akan bermanfaat untuk diterapkan di Indonesia. Namun, pada kenyatannya, tidak semua ilmu bisa dan mendesak untuk diterapkan di Indonesia, entah karena masyarakat yang belum siap atau kondisi sebenarnya masih tidak memungkinkan, dsb.

Pada awalnya, sangat sulit untuk menjawab dan meyakinkan diri sendiri bahwa ilmu yang akan saya tekuni benar-benar penting untuk pelaku UKM Indonesia. Apalagi, mengingat kebanyakan UKM sudah bisa menggunakan Facebook, Instagram, dan e-commerce untuk keperluan dagang mereka. Kemudian, saya melakukan banyak pencarian di internet tentang UKM dan potensi digital marketing di Indonesia. Saya mendapatkan data tentang jumlah UKM dan kontribusi terhadap GDP, kondisi UKM yang sudah go digital, prioritas pemerintah pada UKM, dll.

Dari pencarian itu, saya menghubungkan berbagai informasi dan akhirnya menyimpulkan bahwa bidang studi ini penting melihat kondisi UKM saat ini yang berpotensi tinggi namun tidak optimal. Selain itu, hal ini juga sejalan dengan roadmap pemerintah.

Tujuan dari pencarian ini adalah mencari tahu apakah jalan yang ditempuh memang penting sesuai dengan kondisi saat ini, bukan berdasarkan asumsi semata. Oleh karena itu, sangat penting untuk tahu dengan detail bagaimana yang terjadi di masyarakat sekarang dan potensi di masa depan.

3. Mencari Jalan Terbaik

Setelah mengetahui latar belakang dan kondisi di masyarakat Indonesia, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana jalan paling efektif untuk menyelesaikan masalah yang ada? Berhubung saya berada dalam konteks LPDP, apakah perlu menempuh S2/S3? Jika ya, kampus mana yang terbaik dan mengapa? Negara mana yang terbaik?
Sebisa mungkin, adakan perbandingan satu kampus dengan kampus lainnya. Bandingkan kampus-kampus tersebut dengan melihat kurikulum, dosen-dosen, dan spesialisasinya. Selain itu, perhatikan juga negara tujuan, apakah negara tersebut menunjang perkembangan ilmu tersebut?

4. Mau Ke Mana?

Tidak hanya poin tentang kampus dan pilihan bidang studi, rencana ke depan setelah menyelesaikan studi juga menjadi sangat penting untuk dipersiapkan. Investasi dana 1M dari pemberi beasiswa akan berjalan tidak optimal apabila tidak ada perencanaan yang matang.

Rencana ke depan mencakup apa yang akan dikerjakan, di mana akan bekerja, serta bagaimana berkontribusi dengan ilmu yang sudah dimiliki setelah lulus kuliah. Menentukan rencana setelah kuliah sebisa mungkin spesifik dengan nama rencana tempat bekerja, sehingga bisa lebih meyakinkan karena sudah ada basisnya. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan mengenai prospek karier bidang studi tersebut di Indonesia, di sektor mana saja ilmu itu diperlukan, dan bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat melalui jalur yang ditempuh.

5. Tuhan yang Menentukan

Pada akhirnya, memang Tuhan yang menentukan. Usaha lain yang tidak kalah penting yang saya lakukan adalah memohon doa restu dari suami dan orang tua. Alhamdulillah, setelah dipastikan beberapa kali, suami dan orang tua saya sangat mendukung langkah yang saya ambil. Selain itu, bersama dengan keluarga, kami berbagi rezeki dengan orang-orang yang membutuhkan serta meminta doa dari mereka.

Pelajaran penting yang ingin saya bagi adalah dukungan orang terdekat dan sedekah merupakan senjata yang cukup ampuh untuk mendorong doa-doa kita.

 

Ilustrasi via ugm.ac.id

Answered Jan 5, 2017
Fajri Muhammadin
Lecturer at the Dept. of International Law, Faculty of Law, UGM

Rh1hiTIr7tV14dotV6fFuR5BDufUHzre.jpg

Perkenalkan sebelumnya, nama saya Fajri Matahati Muhammadin. Saya adalah awardee LPDP, salah satu dari angkatan pertama, yaitu Batch PK 2 pada tahun 2013 lalu.

Alhamdulillah, saya berkesempatan untuk mendapatkan S2 di University of Edinburgh (UK). Alhamdulillah, pada saat menulis ini, saya sedang menunggu 10 hari lagi untuk berangkat S3 di International Islamic University of Malaysia dengan skema Beasiswa Lanjutan LPDP.

Barangkali banyak pengalaman saya yang sudah kurang relevan lagi, karena sejak tahun 2013 sudah buwanyak sekali yang berubah. Misalnya tesnya saja, zaman saya cuma berkas dan wawancara dan sekarang ada essay di tempat dan LGD. Tingkat kompetisinya juga mungkin sudah berbeda.

Setelah melihat jawaban dari Mbak Hana Fitriani (bisa diklik link, baiknya dibaca dulu), saya ingin menambahkan sedikit khususnya ditujukan kepada kalian para mahasiswa yang masih berjuang untuk lulus, terutama sekali yang masih lama lulusnya.

Kalau sedang promosi LPDP, selain mengatakan bahwa "LPDP bukan sedekah atau hadiah melainkan investasi", saya selalu mengatakan bahwa "LPDP melihat ke depan dan ke belakang". 

Saya sangat setuju dan mengapresiasi Mbak Hana yang sudah menjelaskan bahwa LPDP bersikap sebagai investor untuk kemajuan Indonesia. Karena itu, jangan sampai mengira bahwa beasiswa LPDP adalah beasiswa sedekah (khusus untuk yang tidak mampu) atau hadiah (reward bagi mahasiswa berprestasi). Karena itu, kemudian Mbak Hana menjelaskan betapa pentingnya melihat rencana apa yang ingin kita kembangkan untuk masa depan Indonesia dan seberapa menjualkan hal itu. Inilah maksud saya LPDP "melihat ke depan".

****************************

Nah, maaf intronya panjang, tapi saya ingin menekankan sedikit pada aspek "melihat ke belakang" dan ini penting sekali untuk peminat beasiswa LPDP, terutama sekali yang masih mahasiswa. 

Seorang investor selain melihat ke depan atau melihat bagus tidaknya rencana yang kamu tawarkan, dia juga akan melihat apakah kamu orang yang dapat mengemban cita-cita yang luar biasa itu. Apakah kamu mampu? Atau are you biting more than you can chew?

Kamu harus bisa membuktikan bahwa kamu mampu. Dan bukti itu bukan dengan janji saja, melainkan juga dengan track record yang relevan menunjukkan bahwa kamu punya potensi untuk melakukan apa yang kamu janjikan!

Contoh pengalaman saya sendiri adalah ketika saya mengatakan bahwa saya ingin menjadi dosen dan mengembangkan ilmu hukum khususnya hukum internasional. Setelah bercuap-cuap bahwa bidang yang ingin saya kembangkan ini sangat penting, interviewer bertanya apakah saya punya pengalaman relevan. Saya berani katakan "ya". 

Saya mengatakan, "Saya siap menjalankan tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat)". Menggunakan tridarma perguruan tinggi bagi sebagian orang adalah argumen yang sangat old school, tapi alhamdulillah saya dapat membuktikan klaim saya dengan track record.

Misalnya pada aspek pendidikan, bahwa walaupun saya belum ada satu semester jadi dosen honorer, tapi saat itu (2013 awal) saya sudah punya 10 tahun mengajar. Mayoritas adalah mengajar debat bahasa Inggris di berbagai institusi dan seminar atau penyuluhan juga. Setahu saya tidak banyak dosen yang melamar dengan keadaan sudah punya pengalaman mengajar sebanyak saya (atau bahkan sama sekali).

Kemudian pada penelitian, tidak banyak kawan mahasiswa saya yang menulis di media umum atau meneliti apalagi menulis di jurnal ilmiah. Saya justru sudah terlibat beberapa penelitian, baik sebagai asisten maupun sebagai peneliti utama dan didanai universitas. Ditambah lagi, saya sudah melakukan publikasi ke dua jurnal ilmiah dan salah satunya terakreditasi nasional, semuanya sebelum saya lulus. Jadilah ini nilai plus yang besar. Belum lagi ditambah dengan pengalaman  international moot court di mana saya pernah mewakili Indonesia di Hong Kong dan alhamdulillah membawa pulang piala. Kegiatan tersebut membutuhkan dan kemudian mengasah buanyak sekali skill penelitian.

Terakhir, pengabdian masyarakat, saya aktif di organisasi Jogja Debating Forum (JDF). Di JDF inilah saya mendapatkan sebagian besar pengalaman mengajar saya. Kami berperan besar dalam menyosialisasikan critical thinking ke pelajar dan mahasiswa melalui kegiatan English Debate. Sering sekali kami melakukan penyuluhan ke masyarakat dan bekerja sama dengan lembaga pemerintah. Antara lain, saya membantu penyelenggaraan lomba debat bahasa Inggris di Dinas Pendidikan Kota Jogja, Provinsi Riau, Provinsi Bali, dan lain sebagainya. Bahkan, saya sudah pernah menjadi pelatih debat bahasa Inggris untuk Timnas SMA Indonesia (2009 dan 2010). Saya pun mengetuai tim untuk menulis buku panduan debat bahasa Inggris yang dapat diunduh gratis, dan kami lacak sudah terunduh di berbagai negara (Filipina, Singapura, India, dll). Alhamdulillah, pengalaman saya ini dapat terhitung pengabdian kepada masyarakat.

Alhamdulillah juga, para interviewer pun teryakinkan dengan penjelasan saya, sehingga setelah mereka melihat ke depan, saya dianggap punya rencana yang bagus untuk Indonesia, dan setelah melihat ke belakang, saya dianggap mampu dan berpotensi untuk menjalankan rencana-rencana investasi untuk masa depan Indonesia yang saya propose sebelumnya.

Saya pun lolos beasiswa LPDP untuk kemudian berangkat pada bulan September 2013.

****************************

Untuk apa saya bercerita panjang tentang pengalaman saya itu?

Saat saya melakukan semua kegiatan saya itu, belum ada yang namanya LPDP. Saya hanya mengikuti apa kata hati saya saja, apa yang menurut bermanfaat dan di mana saya merasa nyaman. Barulah menjelang akhir studi saya melihat bahwa jika saya ingin menjadi dosen maka saya butuh mengasah skill penelitian.

Saya bersyukur sekali bahwa Allah menakdirkan bahwa saat saya merasa ingin jadi dosen, sudah lumayan banyak hal yang saya lakukan sebelumnya yang ternyata sangat bermanfaat bagi saya baik secara substantif maupun sebagai credentials. 

Akan tetapi, betapa banyak sarjana atau mahasiswa yang hampir lulus,...(more)

Answered Jan 6, 2017
Joko Pebrianto Trinugroho
PhD Candidate, Photosynthesis Research, Imperial College London

Yang saya tahu, LPDP bukan sekadar mencari orang-orang jenius yang berIQ tinggi, tetapi lebih mencari orang-orang cerdas dan ikhlas yang ingin memberi manfaat untuk Indonesia.

Maka, salah satu tipsnya adalah, pastikan visi kita untuk berkontribusi bagi Indonesia, bukan sekadar belajar karena ingin dapat gelar, bukan karena sekadar pengalihan dari waktu luang, bukan karena ingin jalan-jalan, bukan karena bingung setelah lulus S1 mau berbuat apa, dan bukan bukan yang lain. Tidak ada rumus/format baku untuk bisa lulus beasiswa LPDP, tetapi terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan.

1. Pelajari dan pahami betul universitas yang akan dituju

Ketika kita memilih universitas A, tentu kita harus punya alasan yang kuat mengapa kita ingin berkuliah di universitas tersebut, pada bidang tertentu. Apabila kita sendiri masih ragu-ragu, maka tidak salah bila penguji pun ragu-ragu untuk meluluskan kita.

2. Pelajari alur seleksi beasiswa LPDP

Alur seleksi beasiswa LPDP secara umum sama, akan tetapi tidak persis sama. Dengan mengetahui tahapan-tahapan seleksi , maka memudahkan kita untuk menyiapkan yang terbaik

3. Berusaha dan berdoa

Terkadang kita melupakan kekuatan doa, sehingga terlalu fokus berusaha saja. Faktor sabar, ikhlas, sedekah,  itu sangatlah penting dalam menerima segala hasilnya. Jangan lupa minta doa restu orang tua (bagi yang masih memiliki), karena boleh jadi kesuksesan-kesuksesan yang kita alami selama ini melalui doa orang tua.

Manusia harus berusaha, tetapi hasil bukan kita yang menentukan. Menyerah jangan, bersabar harus. Depresi jangan, ikhlas harus.

 

Answered Jan 24, 2017
Bening Tirta Muhammad
Alumnus of The University of Manchester

Perkenalkan, saya awardee BPI LPDP batch PK-33.

Dari beberapa teman dan kolega yang menanyakan tips lolos seleksi beasiswa LPDP, seringkali saya memberikan tips sebagai berikut:

1. Renungkan.

Apakah kamu benar-benar butuh sekolah lagi? Bagaimana thread off meninggalkan posisi karir saat ini? Apa manfaat substansial dari mengikuti program magister atau doktoral nanti? 

2. Riset.

Karena tidak ada batasan mengenai biaya tuition fee atau living cost, maka carilah kampus terbaik di dunia untuk bidangmu. Kampus terbaik bukan semata dinilai dari peringkat, tapi juga kecocokan kurikulum, potensi topik riset di akhir program, serta benefit lainnya.

3. Persiapan serius.

Pengalaman saya membuat esai itu satu minggu penuh. Dengan terpaksa 3 hari bolos kerja dengan maksud memperbaiki esai saya dari segi konten maupun susunan argumen. Saya juga meminta beberapa teman yang sudah jadi awardee untuk membaca esai-esai saya untuk mendapat feedback. Bisa jadi esai yang jerih kita buat setelah dibaca orang lain terdengar klise, utopis, atau tidak koheren. Be ready to be judged and spare time to improve! Pelajari juga apa inti dari setiap tahapan dan proses seleksi. Saya bahkan sampai tanya-tanya ke teman yang orang HR.

4. First thing first.

To get LoA is your homework. Do your homework first! Menurut saya, pendaftar akan diuntungkan bila sudah selesai dengan dirinya sendiri, yaitu melampirkan sertifikat bahasa dan LoA. Pada kasus menerima LoA dari dua kampus atau lebih, maka tetapkan satu pilihan sebelum mendaftar LPDP. Mengapa? Kamu akan terbantu untuk fokus dan membangun argumen saat wawancara.

5. Percaya diri dan rendah hati.

Dengan lembar formulir yang merekam jejak masa lampau serta esai yang berisi dan memukau, satu orang bisa dengan gampang lolos seleksi berkas. Beda halnya dengan wawancara karena penilaian manusia tidak bisa 100% objektif. Jadi, sebagai interviewee, diperlukan kombinasi percaya diri juga kerendahan hati. Pewawancara itu lebih berpengalaman dari kita. Mungkin sepantaran orang tua kita. Ikuti alur wawancara dengan santun dan cerdas. Persiapkan diri dengan kemungkinan-kemungkinan pertanyaan terkait your past, your strength, your reasons, your aspiration and your plan. .

Dengan segala persiapan, semoga Anda keluar ruangan wawancara dengan senyuman! 

Tabik.

Answered Jan 24, 2017
Jodhi Adhikaprana Sardjono
Visionary | Startup Enthusiast | Curious Muslim

y7ylr-2A3WTjqNTym48ZjcD0KRVP8N4W.jpg

Perkenalkan, Jodhi Adhikaprana Sardjono

BPI LPDP, PK-44

Innovation and Entrepreneurship, University of Warwick, UK

Saya sudah beberapa kali coaching temen-temen untuk persiapan daftar LPDP. Belajar dari pengalaman yang berhasil dapat dan yang belum berhasil, saya rangkum ada 3 hal yang perlu diperhatikan dengan baik yaitu observe, reflect, dan persevere:

1. OBSERVE

Sebelum melakukan tes apapun, kita diwajibkan untuk melihat soalnya terlebih dahulu sebelum menjawab. Sama seperti ikut seleksi beasiswa LPDP. Pastikan kamu sudah memahami dengan baik apa saja berkas yang LPDP butuhkan, apa kriteria yang menjadi penilaian, dan proses apa saja yang perlu kamu lalui hingga akhirnya bisa menjadi awardee LPDP. Ingat, ini PENTING.

Syarat-syarat bisa kamu lihat disini: http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor-2/

Untuk alur persiapan beasiswa LPDP bisa dilihat disini: https://www.youtube.com/watch?v=Cq-R3EW7Kqo

Persiapan untuk seleksi tahap berkas biasanya meliputi essay kontribusiku untuk indonesia, sukses terbesar, rencana studi, sementara untuk seleksi tahap wawancara biasanya meliputi tips interview/wawancara, Leaderless Group Discussion (LGD), serta essay on the spot. Untuk bobotnya, biasanya wawancara memiliki bobot paling tinggi. Secara umum ada tiga hal yang perlu di-highlight, yaitu Jiwa kepemimpinan kamu (kepemimpinan juga artinya kemampuan kamu untuk mengetahui diri sendiri, keaktifan berorganisasi, dll), Profesionalitas dimanapun bidang kamu (tunjukkan kalau kamu memiliki nilai tinggi/menang lomba/publish paper/memiliki hak paten/ikut conference/internship, dll), dan Kontribusi kamu untuk Indonesia (ini banyak cakupannya, mulai dari kerja kotor membangun desa, kontribusi kamu ke masyarakat dengan keahlian kamu, dll).

Oh ya, ada pembaruan untuk LPDP seleksi tahun 2017. Sampai detik answer ini ditulis, LPDP belum membuka seleksi 2017 batch 1. Ada beberapa perubahan ketentuan seleksi untuk tahun ini. Beberapa perubahan yang signifikan diantaranya adalah, ditambahnya kesempatan untuk ikut LPDP sebanyak 3 kali interview, dan dibuatnya sistem alokasi dalam penerimaan beasiswa. Kemungkinan besar LPDP sedang mengencangkan ikat pinggang, bahkan teman-teman batch 2016 terakhir yang belum dapat LoA, baru boleh berangkat tahun 2018. Oh ya, kalau tujuan kuliah kamu UK, Australia, dan beberapa tujuan studi di Eropa, kamu harus siap-siap. Karena awardee di negara tersebut sudah banyak sekali, dan LPDP punya tujuan ingin meratakan jumlah awardee di seluruh dunia.

2. REFLECT

Ketika sudah tau perang di depan seperti apa, refleksikan pada diri kamu sendiri secara mendalam. Sudahkah kamu tahu diri kamu? kelebihan dan kekurangan? Sudahkah kamu connecting the dots terhadap apa yang sudah kamu lakukan? Sudah tahukah kamu visi kamu ke depan seperti apa? Bagaimana kaitan visi tersebut dengan Indonesia? Pertanyaan mengenai diri sendiri adalah pertanyaan yang perlu dijawab, karena kita tidak bisa merubah Indonesia, sebelum merubah diri sendiri terlebih dahulu.

Reflect yang kedua adalah mengenai experience kamu. Coba list semua kegiatan, prestasi yang pernah kamu punya. Kalau kamu punya segudang, bagus. Next stepnya adalah kamu harus memilih beberapa hal saja yang perlu kamu ceritakan. Tidak perlu semua. Bahas secara vertikal dan mendalam, itu lebih penting. Kalau kamu belum banyak punya, kamu bisa lakukan kegiatan produktif itu sekarang.

Ini yang perlu diceritakan:

"The formula of Writing Success Story is STAR:

S : Situation = Challenge

T = Task

A = Spesific Action/ Role

R= Result ; comparison in number or achievement before vs after the action. It should be 'WOW' effect."

3. PERSEVERE

Ketika sudah tahu resource sebanyak apa yang kamu punya, step terakhirnya adalah lakukan sebaik mungkin

Don't be yourself, Be your best self

Buat lah essay sebaik mungkin. Cari LoA dari universitas yang dituju. Latih bahasa inggris dari sekarang. Latihan wawancara dengan metode buka kartu (persiapkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dijawab, lalu buka kertas satu persatu dan coba jawab dan evaluasi jawaban kamu sendiri). Cari tahu tips and tricks secara details dari senior-senior kamu mengenai LGD, wawancara, dan essay on the spot. Cari kenalan untuk memeriksa essay kamu. Itu yang dulu saya lakukan.

Sebagai inspirasi berikut vlog yang saya buat terkait LPDP: https://www.youtube.com/watch?v=2c2K3wuJv3M

Ini 5 pertanyaan terbanyak yang diajukan kepada saya: https://www.youtube.com/watch?v=fSiqMAmCJOI

Additional suggestion, PRAY

Jika kamu muslim, banyaklah beribadah shalat malam, dhuha, sedekah, berbuat baik kepada orang tua, puasa, dan lain-lain. Karena pada akhirnya rezeki di tangan Allah SWT. Ketika bertakwa, maka rezeki akan datang dari jalan yang tidak terduga. Karena dalam beasiswa LPDP, luck juga berperan cukup penting. Berdoalah agar dilancarkan usahanya.

Salam Visioner,

Jodhias

Answered Jan 29, 2017
Widi Widakdo
Yakusa! Awardee LPDP PK-75 | Magister Pendidikan Matematika UPI | Unimed

INDkyqVe0WcjhEJop0vvSjqi9Eprf7JX.png

Sepengalaman saya, tips dan trik utama untuk mendapatkan beasiswa LPDP adalah follow the rules. Baca dengan cermat setiap persyaratan yang diberikan pada tahap pengajuan berkas. Selain itu, tetap jujur dan konsisten dengan serangkaian seleksi yang dilakukan. Baik itu pada saat menulis essay, maupun wawancara. Essay menjadi kunci utama keberhasilan dalam mendapatkan beasiswa LPDP, karena akan menjadi fokus serentetan pertanyaan yang diajukan pada saat wawancara. So, just be yourself! 

Selain itu, kita harus memiliki keinginan tinggi untuk memajukan Indonesia. Dalam masa persiapan tes, update berita-berita yang lagi panas di media massa tentu menjadi hal wajib yang harus dilakukan setiap hari. Jangan lupa berdoa agar dimudahkan segala urusan oleh Allah swt. 

Selamat mencoba. Keep fighting!!

gambar via unugha.ac.id

Answered Jul 25, 2017
Anonymous

Pastinya dengan kerja keras belajar, berdoa, dan belajar terus-menerus, agar dapat mencapai hasil yang maksimal.

Answered Aug 18, 2017
Nur Khairusy
Tertarik mengenai dunia startup digital dan IT Project Management

Rusy, Awardee LPDP PK 37.

Menurut saya kata kunci nya satu: menjadi relevan.

Relevan dengan tujuan adanya LPDP itu sendiri: memberikan dana pendidikan kepada masyarakat yang mau berkontribusi dalam pembangunan negara.

 

Ada 3 hal yang perlu saling terkait:

1. Apa cita-citamu kedepan dan apa yang akan kamu kontribusikan pada negara ini.

2. Apa yang sudah dan sedang kamu lakukan.

3. Kenapa kamu memerlukan sekolah itu sehingga dapat meraih cita-citamu itu.

 

Jika kamu dapat memperkuat dan mempertajam ketiga hal tersebut, atas izin Tuhan YME, kamu pasti diterima.

 

Sukses!

Answered Aug 18, 2017
Sponsored

Question Overview


17 Followers
2435 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa beasiswa yang terbaik di Indonesia saat ini?

Universitas apa yang paling indah di dunia?

Apa itu kampus Ivy League dan seberapa prestisius berkuliah di sana?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri?

Apa tips mendapatkan beasiswa Chevening (Pemerintah Inggris)?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa DAAD (Pemerintah Jerman)?

Apa tips mendapatkan beasiswa AAS (Australia Awards Scholarships)?

Mengapa kuliah di Jepang begitu menarik dan prestisius?

Mana yang lebih baik beasiswa ke UK: LPDP atau Cheavening?

Apa benar LPDP mulai dari sekarang dan ke depannya tidak lagi menanggung biaya hidup dalam skema beasiswanya?

Bagaimana pengalaman wawancara LPDP yang Anda lalui?

Apa tantangan yang dihadapi LPDP?

Apa yang membuat beasiswa LPDP lebih menarik dibandingkan beasiswa lain?

Persiapan keberangkatan LPDP, apakah harus serba akademis?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?