selasar-loader

Siapakah Arswendo Atmowiloto?

Last Updated Dec 13, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Menulis buku "Menulis Sosok" dan "Ranjau Biografi", cinta buku biografi

nhN7rXC6M-HM2UMJB5Q3KXYL6-ulnDLM.jpg

Arswendo Atmowiloto yang kini berusia 68 tahun adalah penulis sangat produktif yang dimiliki Indonesia. Produktivitasnya dalam menulis mungkin hanya bisa diimbangi Remy Sylado. Berbagai ragam penulisan dia "sikat" dengan gampang, sebagaimana buku yang ditulisnya "Mengarang Itu Gampang", dan namanya berkibar di belantara literasi negeri ini. Bahkan saat berada dalam tahanan selama lima tahun karena terbukti menistakan agama tahun 1990, Arswendo yang bernama asli Sarwendo Atmowiloto itu produktif menulis novel, drama, skenario, artikel, dan lain-lain.

Arswendo dibesarkan di lingkungan Kompas-Gramedia. Saat media cetak masih berjaya di tahun 1980-1990an, Arswendo dikenal sebagai Midas, apa pun yang disentuhnya menjadi emas. Majalah HAI tidak lepas dari tangan dinginnya. Majalah SENANG yang sangat-sangat ringan dan tabloid MONITOR adalah sebagian dari hasil tangan Midas-nya itu. Semuanya jadi.

Arswendo adalah sosok editor atau pemimpin redaksi majalah apa pun yang dikelolanya dengan menyontohkan sendiri bagaimana menulis dan mengisi medianya tersebut. Dengan demikian, anak buahnya terpacu untuk melakukan hal yang sama. Namun sebagai manusia, Arswendo tidak luput dari kesalahan fatal karena menyinggung isu SARA, kesalahan yang membuatnya terpental dari Kompas-Gramedia saat ia menjalani hukuman kurungan lima tahun.

Saya ingat persis saat masih bertugas di Pusat Informasi Kompas (PIK) dan masih mengirimkan naskah cerpen saya untuk HAI, beberapa kali saya bertemu dengannya, membalas sapaan saya dengan "Hallo Mas" kalau saya menyapanya pas kebetulan saya menyerahkan naskah dalam bentuk print-out ke Redaksi Majalah HAI. Beberapa kali saya melihat Arswendo di lorong lantai 5 berbicara dengan para editor dan wartawan HAI, guyub sekali. Suaranga menggelegar, tetapi penuh tawa.

Arwendo juga kerap datang ke PIK mencari buku. Saat itu tulisan-tulisannya seperti air mengalir tak terbendung. Salah satu cerita bersambung yang saya ikuti dan dimuat di Harian Kompas adalah Titi Nginung, Canting, Opera Hong Kong, dan Opera Bulu Tangkis. Bagi saya, novel-novelnya itu masuk kategori menghibur, ringan, tetapi dengan ide yang nakal dan sukar ditebak pada akhirnya (ending). Arswendo juga menulis "Musashi" ala Indonesia, yaitu "Senopati Pamungkas" yang terbit berjilid-jilid.

Selepas dari tahanan, Arswendo menulis sejumlah buku, salah satu buku menceritakan kehidupannya di tahanan. Ia merekam hal-hal yang lucu saat pertama kali masuk tahanan, serba canggung dan tidak biasa. Semua diceritakan, termasuk urusan mandi di tempat mandi kolosal alias tempat mandi ramai-ramai. "Semula saya ragu untuk mandi," tulisnya. "Bukan malu karena harus memperlihatkan "punya" saya, tetapi sungguh geli melihat "punya"-nya mereka. Ada yang sebesar kelingking, tetapi ada juga yang sebesar kucing tidur!"

Itu kalimat yang saya ingat dan menancap betul di otak saat membaca salah satu bukunya.

Answered Dec 14, 2016

Question Overview


2 Followers
1654 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa yang membuat Larry Page (pendiri Google) berbeda dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Sergey Brin (pendiri Google) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Steve Jobs (pendiri Apple) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Steve Wozniak (pendiri Apple) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Apa yang membuat Elon Musk (pendiri Tesla Motors dan SpaceX) spesial dibandingkan dengan kebanyakan orang?

Mengapa menteri ekonomi di Indonesia banyak yang berasal dari FE Universitas Indonesia?

Siapa lebih baik: Karen Agustiawan (Mantan CEO Pertamina) atau Sri Mulyani (Menteri Keuangan)?

Siapa Jakob Oetama dalam dunia jurnalistik dan media Indonesia?

Bagaimana peran orang-orang terdekat di balik kesuksesan seorang tokoh?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam hidup Anda?

Siapa sastrawan paling "nyastra" menurut Anda? Mengapa?

Siapakah menurut Anda yang patut disamakan kualitas penulisannya dengan Pramoedya Ananta Toer?

Mungkinkah Pramoedya Ananta Toer mengkader seseorang agar mampu menjadi penerusnya? Siapa dia?

Siapakah sastrawan Indonesia paling Anda sukai? Mengapa?

Siapa sastrawan perempuan Indonesia favorit kamu?

Novel Es Ito mana yang lebih Anda suka? Negara Kelima atau Rahasia Meede? Mengapa?

Apa yang Anda ketahui tentang Dewi 'Dee' Lestari?

Buku karangan Dewi 'Dee' Lestari yang mana yang paling Anda suka?

Siapakah Ayu Utami?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?