selasar-loader

Bagaimana cara menanamkan nilai-nilai toleransi pada anak?

Last Updated Dec 7, 2016

1 answer

Sort by Date | Votes
Ma Isa Lombu
Penikmat Budaya Indonesia

PtJVa5W8ju8S9JFlhOOpj3orO80I-hgy.jpg

Biasanya persoalan toleran-intoleran ini terjadi ketika seorang anak sudah mencapai usia dewasa, at least usia dimana mereka tinggal dan berinteraksi di lingkungan yang heterogen. 

Saya percaya bahwa menjadi manusia yang menjunjung tinggi nilai toleransi atas perbedaan (bukan permisif) adalah salah satu emotional quotient dan social skill yang tidak dapat dibentuk secara instan. Butuh waktu yang panjang, melibatkan banyak aktor pembentuk dan juga bisa jadi memerlukan proses deep thinking yang tidak sederhana.

Untuk itulah makanya saya sepakat bahwa penanaman nilai-nilai toleransi ini harus diinisiasi sejak dini dan harus difasilitasi oleh setiap orang tua, terutama untuk orang-orang yang hidup di lingkungan yang heterogen seperti Indonesia.

Beberapa hal yang saya lakukan dan akan lakukan adalah:

a. Memfasilitasi lingkungan bermain yang heterogen

Kejadian di masa depan sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan kejadian hari ini. Kejadian di waktu dewasa hakikatnya juga tidak banyak berbeda dengan apa yang dialami ketika masih kecil. Kualitas dan kuantitasnya saja yang mungkin berbeda. Substansinya sama aja. 

Jadi langkah pertama dan yang paling mudah untuk mengenalkan perbedaan kepada anak adalah semudah menghadirkan perbedaan di lingkungan terdekatnya.

Dua hal yang saya lakukan dan akan lakukan adalah:

1. Membiarkan anak saya akses pertemanan dengan siapa saja, selama tidak menimbulkan efek negatif tentunya. Kadang untuk beberapa orang tua, karena rasa cintanya kepada si anak, sang orang tua hanya mengizinkan anaknya untuk bergaul dengan sesama anak kompek atau tetangga cluster dan menjauhi mereka yang dikategorikan sebagai "anak-anak kampung" yang berada di luar komplek/cluster. 

Saya pikir hal itu salah besar. Saya yakin dengan bergaul dengan siapapun, si anak dapat mengenal dan merasakan perbedaan di awal masa hidupnya dengan segala masalah, kenangan ataupun inisiatif-inisiatif yang timbul di dalamnya.

2. Menyekolahkan si anak di sekolah negeri. Saya sebenarnya pro menyekolahkan anak di sekolah negeri sejak SD, tapi dengan berbagai pertimbangan dan lobi yang sukses dari sang istri, jadilah SMP adalah yang kemungkinan menjadi jenjang pendidikan pertama negeri anak saya.

Menyekolahkan si kecil di sekolah negeri bukan tentang biaya yang murah, melainkan tentang bagaimana menyediakan ia lingkungan bermain dan belajar yang heterogen. Pada umumnya murid-murid di sekolah negeri memiliki latar belakang, kebiasaan bahkan pola pikir yang berbeda, hal ini menjadi sarana latihan yang menarik untuk dapat dilakukan anak untuk mengenal perbedaan semenjak kecil.

b. Membelikan buku-buku lintas pemikiran

Sebelum ini dilakukan, penting untuk membekali sang anak dengan dasar ideologi yang kuat. Jika Anda seorang muslim, hendaknya bekalilah si anak dengan ajaran Islam dan pemahaman-pemahaman tentang “why Islam” yang benar. 

Ketika pemahaman akan value-nya yang paling mendasar sudah ditunaikan, maka membelikan dia buku-buku lintas ideologi adalah cara yang saya lakukan dan akan lakukan untuk tujuan menjadikan anak kita toleran dalam lingkungan pergaulan yang plural.

Saya percaya bahwa sikap intoleran/ekstrem/berlebihan/anti-kritik/tidak open-minded adalah imbal hasil dari bacaan dan lingkungan pergaulan yang homogen. Bacaan dan pergaulan yang homogen itulah yang  akan membuat pikiran menjadi sempit, kaku, mau menang sendiri dan pastinya intoleran. 

Intoleran dalam pemikiran (baca: Tidak open minded), mungkin tidak begitu membahayakan, tapi perilaku yang timbul dari tidak open-mindednya seseorang itulah yang destruktif. Sikap yang merasa dirinya paling benar adalah salah satu perwujudannya.

Yang lebih berbahaya adalah sudah tidak open minded, juga taklid (menerima sesuatu tanpa saringan/mentah-mentah). Untuk itulah maka menghiasi pikiran anak dan membenturkannya dengan ideologi lain, pemikiran lain, atau metodologi berpikir lain (setelah kuat nilai dasarnya), menjadi cara yang cukup efektif untuk mendewasakan pemikiran si anak, yang harapannya dapat berkorelasi positif dengan tumbuhnya sikap toleran pada sesama yang berbeda.

Karena..

hanya dengan meliberalkan pemikiran, kedewasaan itu hadir..

Answered May 10, 2017

Question Overview


1 Followers
1160 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apakah pekerjaan orang tua (Ayah dan Ibu) yang sangat sibuk menjadi penghalang untuk bisa bersama dengan Anda?

Apa faktor yang menyebabkan seorang perempuan berselingkuh dari kekasih atau suaminya?

Apa perbedaan Anda dan pasangan Anda?

Apa persamaan Anda dan pasangan Anda?

Bagaimana rasanya diselingkuhi?

Apa yang melandasi suami mengizinkan istri untuk berkarir/bekerja di luar rumah?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi wanita karir?

Bagaimana cara mengelola amarah terhadap pasangan?

Apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan mengembalikan keadaan setelah mengalami pertengkaran dengan pasangan?

Bagaimana cara membuat suatu konten menjadi viral? Apa ada tips khusus?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengatasi rasa kantuk ketika dalam perjalanan di kendaraan?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengatasi rasa kantuk di waktu kerja?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengatasi rasa kantuk kala belajar?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif belajar dalam mempersiapkan ujian (UTS/UAS)?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengendalikan amarah?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengendalikan rasa senang berlebihan?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif mengendalikan rasa lapar?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif bersosialisasi dengan orang baru di kantor?

Apa tips terbaik untuk belajar (memahami sesuatu) dengan cepat?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Menurut Anda, bagaimana toleransi beragama di Indonesia?

Apa yang menarik dari Afi Nihaya Faradisa?

Sampai kapan konflik antarumat beragama akan berakhir?

Apakah benar agama itu tidak perlu dibela seperti pada tulisan Prof. Sarlito Wirawan Sarwono?

Mengapa masih banyak orang-orang yang bertengkar karena agama?

Pantaskah Bandung disebut "kota intoleran" atas pelarangan penyelenggaraan ritual agama tertentu oleh keyakinan lain?

Menurut Anda apakah Bandung kota yang toleran?

Seumpama terlahir dalam keluarga Hindu, seberapa yakinkah Anda akan menerima ajaran Islam sebagai kebenaran?

Apakah Anda keberatan jika kitab suci Anda dipelajari lalu dikritik penganut agama lain?

Sejauh apakah The Return of Superman mempengaruhi cara didik orangtua kepada anaknya di Korea juga Indonesia?

Bagaimana biasanya kondisi mental anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan broken home?

Bagaimana cara membuat anak tertarik membaca?

Bagaimana menghadapi anak yang melakukan pelecehan seksual?

Keluarga apa yang menurut anda ideal?