selasar-loader

Apakah berbisnis ketika kuliah itu baik untuk dilakukan?

Last Updated Nov 16, 2016

Apa alasannya?

6 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Hasil gambar untuk berbisnis ketika kuliah

Jika Anda bermimpi mendirikan perusahaan, saya sangat merekomendasikan memulai sedini mungkin pengalaman berwirausaha. Saya pernah membahas di jawaban saya yang lain di sini http://sayembara.selasar.com/question/246/Berapa-umur-ideal-seseorang-mendirikan-sebuah-startup.

Gambar via blogspot.com

Answered Dec 13, 2016
Asep Fahza
Mahasiswa Teknik Sipil ITS | Rumah Kepemimpinan Surabaya

saya rasa berbisnis ketika kuliah sangat baik. dari beberapa artikel yang saya baca ada banyak manfaatnya. berikut manfaatnya.

-Kreativitas Bisnis Anda Akan Semakin Terasah
Masa kuliah merupakan ajang cari pengalaman sebanyak-banyaknya, agar memiliki bekal untuk menghadapi tantangan hidup di masyarakat setelah lulus. Oleh karena itu manfaatkan bisnis yang sudah Anda jalankan sebagai sarana untuk melatih kreativitas.

- Punya Banyak Relasi
Dalam berbisnis, Anda pasti melibatkan banyak orang. Dari mulai pelanggan yang membeli atau memakai produk Anda, supplier, agen pengiriman, karyawan, partner bisnis hingga teman-teman yang tergabung dalam komunitas pengusaha dimana Anda juga terdaftar. Dengan berbisnis maka Anda punya kesempatan untuk membangun relasi atau jaringan yang lebih luas. Ini merupakan modal non finansial yang sangat penting untuk kelancaran bisnis Anda di masa yang akan datang.

-. Berpengalaman dalam Mencari Uang Bahkan Sebelum LulusSemakin banyak bisnis sampingan yang Anda bangun dan geluti, maka Anda akan semakin banyak memiliki pengalaman berharga dalam mencari uang bahkan sebelum lulus kuliah. Jadi, Anda bisa mandiri secara finansial sejak muda.

- Semakin Pandai dalam Memanajemen Keuangan dan Waktu
Jika Anda memilih kuliah sambil berbisnis, itu berarti Anda siap belajar dan memang dituntut untuk bisa memanajemen waktu dan keuanganmu secara matang. Anda dapat melatih manajemen keuangan dan waktu tersebut lewat bisnis yang Anda geluti dan lakukan.

Answered Nov 2, 2017
Retno Haniyah
Filosobis, menemukan makna dari tiap armada

Berbisnis ketika kuliah adalah hal yang menjadi cita-cita saya. Psalanya, seorang mahasiswa haruslah memiliki kemamppuan untuk menopangdirinya sendiri sebelum ia menopang orang lain. Selain itu, kemampuan bisnis yang telah diasah sedari mahasiswa, dapat menhantarkan mahasiswa tersebut pada kemampuan yang belum tentu akan ia dapatkan hanya di kelas. Bisnis yang dijalankan akan menuntutnya untuk kreatif, mencari terobosan dan inovasi baru, juga mennuntut kedewasaan dalam mengambil peran, keputusan, serta strategi terbaik dalam mengemban bisnis sekaligus membagi waktu dengan perkuliahan yang dijalani. 

Bisnis, selain akan melatih kemampuan softskill, juga akan mampu menjadikan mahasiswa tersebut mandiri dari segi keuangannya. Sehingga harapannyaia takkan bergantung lagi pada orang tua dalam membiayai hidupnya. minimal selama ia di kampus. Hal ini juga dapat menjadi bekal kala ia menghadap calon mertua, karena kebanyakan orang mempertimbangkan aspek kemapanan dan kemandirian ini kala akan menerima oinangan dari pria.

Bisnis, tak melulu harus berupa transaksi dalam jumlah besar. Memang, yang diperlukan dalam bisnis di kalangan mahasiswa adalah konsistensi. Karena tak jarang pula, mahasiswa yang telah memiliiki bisnis yang mapan, malah menghentikan kuliahnya dan berfokus pada bisnisnya. Bisnis kala kuliah bisa diawali dari usaha percetakan tugas atau makalah milik kawan sekelas, atau menjual pulsa dan paket internet kartu perdana. Bisa juga dengan menjual keperluan perkuliahan mahasiswa, seperti pena, buku tulis, dan lainnnya. Bagi mereka yang berkuliah di bidang tertentu, mungkin akan mendapat banyak peluang. Seperti menjual seperangkat alat uji praktikum pada kawan-kawan di bidang sains, atau menjual aplikasi dan set tabel kuesioner pada mahasiswa sosial. Selama kita bisa menemukan peluang, kemudian mengembangkannya serta menjaga nafas dan langkah, maka akan menjadi baik bagi kita selaku mahasiswa. jika tidak, yang terjadi malah sebaliknya. bisa jadi bisnis tersebut akan membunuh dan merusak. 

Answered Dec 17, 2017
Bimo Maulidianto
Public Administration UI | Rumah Kepemiminan Angkatan 8 Regional Jakarta

menurut saya ketika kuliah samboil berbisnis itu akan sangat menjadi modal untuk kita survive pada kehidupan selanjutnya. Dengan berbisnis kita diajarkan bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, kita dituntut untuk kreatif, kita dapat melihat peluang pasar, kita dapat menganalisis pasar, banyak manfaat yang dapat kita ambil jika kita berkuliah sambil berbisnis. Selain itu jika kita telah berbisnis saat kuliah kita dapat melakukan pengembangan terhadap bisnis yang kita miliki, karena biasanya universitas memiliki program inkubator bisnis yang nantinya akan memberikan pembiayaan bagi mahasiswa yang telah menjalankan bisnis dan prospek bisnis yang baik.

Answered Mar 1, 2018
Muhammad Akbar Buana Tafsili
Mahasiswa Berprestasi Kepemimpinan FTUI 2018 | Awardee Rumah Kepemimpinan

Baik, agar tidak 'jet lag' saat di pasca kampus nantinya dan untuk mengasah jiwa entrepreneurship dalam diri kita. Data dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga jumlah wirausaha Indonesia baru mencapai 3,1 persen dari jumlah penduduk. Juga sesuai rekomendasi BKKBN sebagai upaya menjadikan bonus demografi Indonesia sebagai anugrah bukan bencana yaitu dengan memperbanyak entrepreneurship yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

Answered Mar 31, 2018
Hanifah Nisrina C
Co-founder, Field Researcher @Bantuternak | Rumah Kepemimpinan Batch 8

6Wtfn6zMWHK9-j7re7gwi4vO-2vH8B5O.jpg

Pertanyaan ini mengingatkan saya kepada kegundahan saya di masa SMA.

"Kalau nanti lulus kuliah kan, mau jadi Entrepreneur. Tapi kuliahnya di Kedokteran Hewan. Terus, mulai usahanya kapan?"

Kemudian, jawaban dari pertanyaan tersebut saya temukan ketika memasuki dunia perkuliahan. Hanya tiga kata : Ya, mulai aja. 

Kalau tujuan hidup memang ingin menjadi entrepreneur, lakukanlah sedini mungkin. Mengapa? Sederhananya, seperti menyicil jatah kegagalan. Semakin banyak gagal. Semakin besar kesempatan kita untuk sukses. Bayangin kalau kamu lulus kuliah, belum pernah ada pengalaman wirausaha. Trus tiba-tiba pengen jadi wirausaha. Sebenernya, jalan kayak gitu bisa aja. Tapi, tentunya kamu harus melewati rintangan, lebih banyak daripada yang sudah terjun duluan.

So, mau lewat jalan shorcut, atau ''buka folder" dulu? 

Yakinlah bahwa, menjadi entrepreneur modalnya cuma 1 : berani usaha. Saya teringat salah satu pesan mentor saya, yang dikutip dari Koh Yansen Kamto, kepada para penggerak startup digital :

"Kalau mau jadi pengusaha, ya berusaha. Pengusaha itu berusaha. Pengemis itu mengemis"

Answered May 6, 2018