selasar-loader

Ada berapa grup WhatsApp yang Anda ikuti? Sesungguhnya di grup WA apa sajakah Anda aktif? Mengapa?

Last Updated Dec 7, 2016

WAG seolah sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Nyaris menjadi simbol dan predikat kita, di samping Anda orang mana, jenis kelamin apa, sekolah di mana, suku apa, dan sekarang "Anda anggota WAG apa".

3 answers

Sort by Date | Votes

Hasil gambar untuk grup wa

Saya ada 23 WAG (kalo tidak salah hitung). Saya aktif hanya di 7 WAG. Pertimbangan saya aktif di WAG-WAG itu karena saya cinta dengan anggota-anggota WAG tersebut dan bangga menjadi bagian kelompok/cluster tersebut, seperti WAG keluarga, WAG angkatan kuliah, dan WAG angkatan SMA. Di WAG-WAG ini, selalu saya baca satu persatu messages-nya dan aktif merespons pula. Saya biasa bercanda-candaan di grup ini dan melepas kerinduan dengan anggota-anggota WAG tersebut. Alasan lainnya mengapa saya aktif di WAG adalah karena WAG tersebut bahasannya menarik dan saya membutuhkan informasi/ilmu dari grup WA tersebut. 

Ada sekitar 5 WAG yang saya mute karena boleh dikatakan bahasan di dalam WAG tersebut agak ga penting dan sangat crowded messages-nya. Bahkan, salah satu satu WAG tersebut kadang-kadang diisi dengan berbagai posting-an hoax dan penuh kebencian. Harusnya, saya left di WAG ini, tetapi saya sungkan dengan admin-nya yang memasukkan saya, karena saya mempunyai semacam hutang budi dengan orang yang  bersangkutan. Dan mungkin akan menyakitkan hati admin tersebut apabila saya left karena sudah banyak yang left dan anggota tersisa sedikit. Lagi pula, WAG ini agak sepi sehingga saya rada tidak terganggu.

Ada WAG yang paling bagus bahasan di dalamnya. Boleh saya bilang ini WAG terkeren dan terbaik bagi saya. Akan tetapi, terlalu ramai atau crowded. Saya hanya sesekali membaca sekilas atau membaca cepat messages-nya.

Ada juga WAG-WAG yang sebenernya sudah tidak perlu lagi dilestarikan alias hajat tujuan WAG tersebut di-generate sudah terpenuhi. Akan tetapi, memang sengaja tetap saya biarkan. Toh juga tidak ada lagi yang posting di dalamnya.

Mempunyai banyak WAG, saya merasa bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, kita merasa tersita waktu karena harus meladeni WAG yang banyak ini. Sisi lainnya, punya WAG banyak bisa dijadikan ladang untuk memviralkan suatu hal seperti penggalangan dana atau bantuan vote atau bentuk suatu penyebaran informasi atau permintaan bantuan lainnya.

Gambar via 1.bp.blogspot.com 

Answered Dec 7, 2016
'Youly Chang'
Wanita biasa yang tertarik pada hal-hal yang tidak biasa.

Gak ada..... soale males grup2 an.... dulu pernah punya grup paling jg 2 grup aja sih, tapi karena gabung grup kerjaan bisa gak berres karena ngerumpi, belum lagi kalo keseringan ngobrol lama2 karna udah gak ada bahan omongan eh malah ngomongin orang laen jadinya...

jadi saya memilih gak pake grup2an di WA....

Answered Jan 18, 2017
Rasya Swarnasta
Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup.

Ada banyak, sebenarnya.

  1. Grup keluarga besar. Saya nggak pernah nongol di sini.
  2. Grup tentang suatu aliran kerohanian di lingkup universitas saya. Karena saya anggota baru, saya hanya muncul sekali pas sesi perkenalan.
  3. Grup keluarga besar (2) yang lingkupnya lebih besar. Saya juga nggak pernah nongol.
  4. Calling for Writers; grup untuk para freelancer yang mau meluangkan waktu mereka untuk menulis tiap minggunya, lalu diunggah di salah satu akun ofisial LINE. Saya awalnya aktif, sekarang tidak.
  5. TABLOID REMAJA; grup untuk redaksi majalah di kota saya, bahan diskusi mengenai rubrik yang belum ada isinya atau pengumuman rapat. Saya sebenarnya bukan anggota yang aktif lagi, tapi keluar justru membuat saya ketahuan, jadi saya diam saja menyimak.
  6. Sanggar Sastra Indonesia; lingkupnya kota saya. Isinya promosi lomba atau kegiatan seni yang akan datang. Saya menyimak karena informasinya kadang berguna.
  7. Grup keluarga besar (3) lagi, lol, tapi ini dari pihak Ibu saya. Saya juga nggak pernah nongol di sini. 
  8. MABA SUKSES=33; grup isinya teman-teman SMA saya sejumlah total lima orang. Kami sekarang sudah di universitas yang berbeda, tapi saat SMA, grup ini kami pakai untuk membahas tugas atau kroscek PR. Untuk sekarang kami hanya saling menyapa dan menanyakan kabar.
  9. Grup kelompok untuk tugas jurusan saya. Sekarang sudah tenggelam.
  10. Grup keluarga besar (4) dari pihak Ibu, tapi lebih kecil lingkupnya dari yang saya sebutkan sebelum ini.
  11. ARISAN+AJANG SILATURAHMI. Saya sudah keluar, lol.
  12. Mentoring 2017; grup mentoring untuk menambah ilmu pengetahuan seputar agama, pas saya SMA. Saya baru saja ngecek dan anggotanya tinggal dua termasuk saya, lainnya sudah keluar dan wah, sekarang bahkan saya yang jadi adminnya!
  13. TO SBMPTN. Salah satu event try out SBMPTN yang para panitianya membentuk grup untuk para peserta yang mendaftar; karena hasil try out-nya mengalami keterlambatan.
  14. Mentor. Grup para mentor waktu saya SMA. Saya sudah bukan mentor dan (ternyata) saya sudah ditendang dari grup ini.
  15. Youth Super Camp; kegiatan kemah seharian untuk anak SMA, kami membentuk grup agar (ceritanya) tetap bisa akrab (dan nyatanya sepi-sepi juga grupnya).
  16. Pejuang UN; grup yang ... saya lupa anak-anak di dalamnya termasuk dalam kategori apa, sepertinya karena kami satu organisasi kerohanian di SMA. Sudah sepi.
  17. XII IPA 5 MATH; grup kelas yang ada guru matematikanya. Sudah sepi, jelas.
  18. TIM MEDIA; suatu event yang saya menjadi panitia divisi media. Sudah kelar eventnya, jadi sudah sepi, dan sudah banyak yang keluar.
  19. XII IPA 5 KIMIA; grup kelas yang ada guru kimianya, lol. 
  20. XII IPA 5; grup kelas tanpa ada seorang guru pun di sini.
  21. XII IPA 5 FISIKA; grup kelas yang (jelas) ada guru fisikanya.
  22. Subsie Acara; event yang saya jadi panitia divisi acara. Event kelar, keramaiannya memudar.
  23. Phoenix✌; grup SMP, singkatan dari Party House of Nine Six. Yang SMA saja sudah sepi, apalagi SMP.
  24. Grup Random; grup beberapa teman SMP saya.
  25. << Phoenix >>; sama dengan nomor 23. Nggak tahu kenapa punya dua.
  26. PHOENIX SELAWW; saya nggak tahu, kenapa punya tiga? 
  27. Phoenix; ada empat ternyata. Saya nggak tahu kenapa bisa.
  28. humas danus; grup yang saya menjadi panitia dana usaha sekaligus kehumasan.
Sudah. Total ada 28 grup dan itu saya urutkan dari grup mana yang lebih dulu saya temukan, jadi dijamin semakin ke bawah semakin sepi grupnya. Saya bukan orang yang suka keluar dari grup, bahkan ada grup yang hanya tinggal saya saja anggotanya.
 
Yang saya tandai tebal adalah grup yang masih saya ikuti. Hanya dua, iya. Kalau ditanya alasannya, mungkin karena dua grup itulah yang saya punya ikatan dekat untuk saat ini.

Answered Sep 4, 2017

Question Overview


5 Followers
12332 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Bagaimana cara mengatasi kecanduan media sosial?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

Apa yang menyebabkan turunnya pamor Kaskus?

Siapakah orang Indonesia yang pertama sekali memiliki akun di Facebook?

Apakah Kompasiana itu?

Mengapa WhatsApp sangat populer di Indonesia?

Seberapa jauh Whats App merevolusi hidup Anda?

Bagaimana cara elegan keluar dari WhatsApp Group?

Dari mana penghasilan WhatsApp?

Mengapa Pavel Durov (founder Telegram) membenci WhatsApp?

Mengapa mahasiswa lebih banyak menggunakan Line daripada Whatsapp?

Apakah Blackberry Messenger dapat bersaing dengan Whatsapp dan Line?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?

Bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan bergaul alias networking?

Siapa teman terbaik yang pernah kamu kenal di kampus?

Bagaimana cara terbaik dan yang paling efektif bersosialisasi dengan orang baru di kantor?

Bagaimana sikap Anda apabila mempunyai seorang teman penjilat atau suka cari muka?

Bagaimana kondisi pergaulan seks pada anak-anak sekarang?

Apakah ada kosakata dalam bahasa gaul yang diambil dari bahasa daerah?

Apa yang Anda ketahui dengan slang dalam bahasa Inggris?

Tempat manakah yang cocok untuk nongkrong di sekitar Binus University?