selasar-loader

Apakah filsafat itu?

Last Updated Dec 7, 2016

Filsafat dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan.

2 answers

Sort by Date | Votes

HkCvyvyfuqPgcwxA0V3q3nAT5crqtP7l.jpg

Jika dicermati, obyek materi yang bermacam-macam mengandung identitas yang saling berdekatan (identik) antara yang satu dengan yang lainnya. Prosesnya berjalan sedemikian rupa sehingga semua obyek itu berada dalam suatu hubungan yang sistematik dan tak terpisahkan. 

Akibatnya, pemahaman mengenai suatu hal melibatkan pemahaman terhadap hal lain. Pasalnya, setiap obyek memiliki arti, kedudukan, dan fungsinya masing-masing. 

Dengan demikian, dapat dilihat bahwa benda-benda alam, misalnya, memberi arti, kedudukan, dan fungsi terhadap manusia dan masyarakatnya serta terhadap Tuhan Sang Pencipta. Demikian sebaliknya.

Persoalannya adalah mengapa Filsafat Ilmu itu ada?

Ada dua faktor yang melatari eksistensinya. Kita bagi dalam faktor intern dan ekstern. 

Pertamafaktor intern dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Maksudnya, historisitas ilmu pengetahuan berkembang menjadi banyak jenis dan bersifat semakin pragmatis. Terdorong oleh penemuan pengetahuan yang pasti kebenarannya, manusia lantas melakukan pembatasan lingkaran obyek (obyek formal) dan penggunaan metode dan sistem yang tepat. 

Keduafaktor ekstern yang juga berkaitan dengan faktor intern. Diduga keras penyebabnya adalah faktor ekstern. Kenyataannya, laju perkembangan manusia sudah tidak imbang lagi dengan jumlah persediaan sumber daya alam. Maka, diperlukan pengetahuan yang benar dan pasti; pengetahuan yang bersifat praktis-teknis. Pengetahuan seperti ini dapat berdaya guna dalam kehidupan manusia.

Filsafat Ilmu adalah suatu bidang studi filsafat yang obyek materinya berupa ilmu pengetahuan dalam berbagai jenis dan perwujudannya. Jadi, ranahnya meliputi pluralitas ilmu pengetahuan. 

Obyek formal Filsafat Ilmu adalah hakikat ilmu pengetahuan. Jadi, Filsafat Ilmu merupakan suatu pengetahuan yang benar secara hakiki mengenai obyek pengetahuan yang diperoleh melalui pendekatan atau sudut pandang metode atau sistem yang filosofis.

Kedua faktor tersebut dalam perkembangannya menghasilkan teknologi yang berkemampuan luar biasa. Agaknya, manusia sebagai penghasil teknologi diarahkan menuju kemudahan. Akan tetapi dibalik semua itu, manusia menjadi tamak, serakah, sekaligus alpa terhadap tugasnya sebagai khalifah. Bahkan, manusia kehilangan moral dan imannya, bersifat individual, egoistik dan eksploitatif, dalam lingkungan, bahkan terhadap Tuhan. 

Dengan kenyataan seperti itu, filsafat hadir di tengah keragaman ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka meluruskan manusia sehingga terarah pada pencapaian tujuannya. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hanya bernilai ilmiah, melainkan juga bernilai ilmiah keilahian.

Ilmu pengetahuan harus berdasarkan diri pada aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi. Dengan demikian, filsafat dapat menetralisir kemungkinan-kemungkinan yang dimunculkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berdasar pada uraian-uraian tersebut, dapat dipahami bahwa Filsafat Ilmu hadir dengan memikul tanggung jawab yang berat, karena di samping menetralisir temuan-temuan ilmu pengetahuan, Filsafat Ilmu juga harus memikirkan bagaimana ilmu pengetahuan berdaya guna dalam kehidupan manusia.

Apa manfaat Filsafat Ilmu?

Manfaat filsafat, paling tidak, dapat dijabarkan melalui beberapa poin berikut:

  1. Menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan untuk menuju kemuliaan sehingga mampu menembus dimensi sekularisme ilmu pengetahuan.
  2. Membentuk dan mengembangkan wawasan epistemologi ilmu pengetahuan menjadi moralitas kesarjanaan, yaitu sifat ilmiah menjadi populer. Dengan demikian, IPTEK dapat dipertanggungjawabkan bukan hanya sebagai kepentingan subyek (manusia), melainkan juga kepentingan alam sebagai kebutuhan yang menyeluruh.
  3. Tuntutan etis, yaitu ilmu pengetahuan dapat dipertangungjawabkan sehingga kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera dan bahagia dalam kelestarian alam lingkungan semakin nyata.

 

Tulisan lain dari saya dapat dilihat di sini.
 
Sumber gambar: philosophy.calpoty.edu

Answered Sep 7, 2017
Muhammad Aufa
Buruh Ilmu admin di blog pribadi www.sekelumitpandang.com

Tiap filsuf sendiripun mengatakan hal yang kadang berbeda. Ada yang mengtakan adalah untuk memahami dunia ada yang mengubahnya. Selengkapnya di sini.

Answered Nov 27, 2017