selasar-loader

Mengapa resep dokter sulit dibaca?

Last Updated Dec 6, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Willi Fragcana Putra
Dokter Muda | Indonesian Young Health Professionals’ Society (IYHPS)

s8uFv_sxBB-vb2PywMrz1hyL3P5lIDDO.jpg

Pertanyaan ini mungkin akan keluar ketika kita selesai berkonsultasi dengan dokter dan diberi kertas resep untuk mengambil obat di apotek. “Kenapa tulisan dokter susah dibaca, ya?” Atau “kok tulisan dokter jelek sekali?”.

Mari kita bahas!

Pertama, yang harus kita ketahui adalah bahwa resep dokter merupakan permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter hewan kepada apoteker pengelola apotek (APA) untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Jadi, di sini jelas bahwa tulisan ini bukan untuk pasien. 

Kedua, dokter menjaga kerahasiaan resep yang ditulisnya agar pasien tidak dengan mudah menggunakan resep itu. Setiap resep obat yang ditulis dokter memerlukan diagnosis terhadap penyakit pasien tersebut. Sebagai contoh, obat batuk/pilek untuk anak-anak berbeda dosis dan jenis obat yang diberikan untuk dewasa. 

Ketiga, penulisan resep juga sengaja menggunakan singkatan-singkatan baku yang sudah disepakati secara internasional, seperti: C.= sendok makan, Cth.= sendok teh, Gtt.=1 tetes dan juga penggunaan bahasa latin seperti: Extende termiter (extende ter.) = oleskan tipis-tipis, In manum medici (I.m.m) = berikan ke dokter, Ad partes dolentes (Ad partes dolentes) = Pada bagian-bagian yang sakit. 

Keempat, dokter berusaha melindungi kerahasiaan resep obat agar tidak disalahgunakan. Penggunaan obat tanpa dosis yang tepat dan benar sangat membahayakan, terutama obat-obat yang tergolong obat keras dan psikotropika. 

 

Ilustrasi via www.medscape.com

Answered Jun 20, 2017
Nurul Muizah
Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM | www.preservingideas.wordpress.com

PfOg4FWdE6vzmEJjeKikmBkKybDl8D7D.jpg

Menurut pelajaran semasa kuliah ini, resep dokter seharusnya jelas dan mudah dibaca agar tidak salah diinterpretasikan oleh apoteker. Resep berguna untuk memberikan intruksi ke apoteker tentang obat apa saja yang perlu dikonsumsi pasien dan cara mengonsumsinya. Bahkan, sekarang sudah ada e-prescribing, peresepan obat elektronik, jadi tidak perlu lagi ditulis tangan. Di website National Health Sevice UK, layanan Electronic Prescription Service (EPS) juga sudah tersedia.

Penggunaan singkatan dan kosakata latin yang asing di telinga orang awam memang dipakai. p.r.n atau prorenata misalnya, dipakai untuk mengintruksikan obat dapat diminum jika perlu. Penggunaan singkatan membuat penulisan resep lebih singkat dan lebih cepat. Sedangkan penggunaan bahasa Latin merupakan kesepakatan dunia kedokteran di seluruh dunia. Bahasa Latin sudah tidak berkembang lagi sehingga tafsirnya tidak mudah berubah.

Untuk tulisan jelek dokter, menurut saya adalah faktor keterampilan dan kebiasaan. Banyak dokter yang tulisanya bagus, bahkan ahli kaligrafi, tapi banyak juga yang tulisanya jelek. Yang penting bisa dibaca oleh apoteker. Prinsip komunikasi dua arah dan dipahami oleh kedua pihak.

Lalu, bagaimana jika pasien ingin tahu perihal resepnya? Tanyakan ke dokter yang memberi resep atau apoteker yang melayani. Ini obatnya apa saja? Fungsinya apa? Bagaimana cara menggunakanya? Karena pengobatan akan jauh lebih berhasil dengan kerja sama pasien yang patuh pada instruksi mengonsumsi obat yang jelas :)

 

gambar via palingseru.com

Answered Jul 1, 2017