selasar-loader

Bila ada cokelat sebesar gunung, apa yang akan Anda lakukan?

Last Updated Dec 5, 2016

9 answers

Sort by Date | Votes
Reza Firmansyah
Mathematician. Writer. Futurist. Trying to leave good marks as my legacy.

8F3L1YvZ_gr-Yw0zav19nfG1MojP1Px0.jpg

Minta pabrik Hershey's untuk mengolahnya menjadi produk-produk coklat terenak di dunia dan bagikan kepada rakyat yang kurang mampu di dunia.

 

Sumber

Answered Dec 17, 2016
suhaeri mukti
Peneliti, Pernah belajar Psikologi dan Sosiologi.

Bangun dari tidur. karena tidak baik terus terusan bermimpi. 

Answered Jan 16, 2017

Mengambil secuil, sambil makan selfie dengan latar belakang gunung cokelat, dan... upload ke medsos. :)

Answered Jan 17, 2017
Ananda Findez
Mencari jawaban dan menanyakan segala hal!

penasaran, kotornya kaya apa ya coklat segede gunung kalo ga dibungkus.

begitu panas dikit, leleh, begitu malem padet. besok siangnya leleh lagi. harusnya sih dia akan jadi lautan dalam waktu yang singkat.

Answered Jan 22, 2017
Dedy Syahril
Saya suka film, buku dan kacang garuda

Tinggal panggil koala koko. Suruh dia taburin gandum terbaik....dan boom! Jadilah koko crunch. The practice cereal with the great chocolatey taste!

Answered Jan 22, 2017

Saya akan memberitahu kepada pabrik coklat untuk bisa diolah dan dijual untuk menambah penghasilan negara ini. 

Answered Jan 23, 2017
Adrian Benn
Penikmat makanan enak

Pertanyaan ini terlihat menarik :)

Mari berandai-andai bahwa kita punya cokelat ini:

OmDbxyj5JaBXt9NdZkovyMDLmmZ4N1Nr.jpg

Sebesar Gunung Semeru ini:

QjIeUAOR9e0Mkka10Sz0rYK3JcQPhhAC.jpg

Toblerone sebesar Gunung Semeru? Mmmmnyam...

Oke, jadi berapa banyak coklat yang kita punya? Sulit untuk menghitung volume sebuah gunung secara pasti. Namun kita bisa menganggap Gunung Semeru berbentuk kerucut, dengan diameter alas 3x lipat dari ketinggiannya.

Ketinggian Semeru: 3.676 meter. Diameter alas: 11.028 meter (jari-jari: 5.514 meter).

Volume sebuah kerucut bisa dihitung dengan rumus 

Volume = (π * r2 * tinggi) / 3 = (3,14 x.55142 x 3676) / 3 = 116.981.562.972 meter kubik

Berapa beratnya? Menurut tulisan ini, kepadatan cokelat berkisar antara 1.235-1336 kg per meter kubik. Anggap saja rata, 1.300 kg/meter kubik. Dengan demikian, berat cokelat semeru kita bisa dihitung.

Berat = 116.981.562.972 x 1.300 = 152.076.031.863.600 kg.

152 miliar ton coklat! Diapain enaknya? Kalau dibagi ke 250 juta rakyat Indonesia aja, tiap orang dapat 608 ton cokelat

Gimana kalo dijual? Toblerone 100g kira-kira Rp 20.000,00. Maka setiap orang akan mendapatkan coklat senilai Rp121 milyar!

Hahaha... menjawab pertanyaan ini hiburan buat saya. Semoga Anda juga terhibur dengan 608 ton cokelat bagian Anda :)

---

Tambahan: Saya baru ingat, pernah ada eksperimen yang membuat cokelat menjadi bahan bakar biodiesel untuk mobil. Mereka mengubah 4 ton cokelat menjadi sekitar 2000 liter bahan bakar. Maka seluruh 152 miliar ton cokelat kita dapat diubah menjadi 76 triliun liter bahan bakar.

Menurut tulisan ini, konsumsi BBM di Indonesia mencapai 75 miliar liter per tahun. Dengan demikian, seluruh Gunung Semeru Toblerone kita di atas tadi dapat memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri sampai 1000 tahun! Luar biasa... :D

Answered Jan 24, 2017

Punya coklat 608 Ton diubah jadi bahan bakar 607,95 nya, buat jadi bahan bakar wahana ruang angkasa dengan kecepatan cahaya buat perjalanan antar planet, yg 5 kgnya konsumsi pribadi buat hibernasi pas PD III 

Answered Jan 24, 2017
Rininta Ariastyanti
sering makan dan masak semur

Hasil gambar untuk cokelat raksasa

1. Cari Lokasi dan Pembuatnya

Pastinya penasaran kalau ada cokelat sebesar gunung. Hal yang pasti dilakukan, ya di-samperin dong. Rugi betul kalau cuma sekadar tahu di internet.

Cokelat kan pasti diolah dari biji cokelat dan susu. Jadi, pasti ada campur tangan manusia di balik cokelat segede gunung. Tentu saja saya ingin tahu, "Ngapain sih iseng banget bikin cokelat segede gini? Bikinnya gimana?"

2. Foto-Foto

Ada masanya nanti saya akan cerita ke anak cucu saya bahwa saya lihat cokelat segede gunung tapi malah direspons "NO PIC HOAX". Makanya, kalau ketemu, pasti foto. Sudah foto saja. Jangan dimasukin ke medsos, ke story, apalagi di "bumerang". Nanti cokelatnya habis dimakan pengunjung atau lebih buruk lagi, diinjak. Huft.

3. Dicicip dan Diberi Aksi

Apakah cokelatnya pahit? Atau manis? Teksturnya bagaimana? Rasanya bikin enek atau tidak? Expired-nya kapan? Melting point-nya bagimana? Kalau enak, jadi konsumsi pribadi dong. Tapi, nanti mati kekenyangan.

Jual? Boleh. Tapi saya gak mau kena biaya produksi. Mahal iya, effort iya. Saya bikin seperti tiket masuk wahana saja. Makan cokelat sepuasnya cuma IDR 99,000++. Regulasinya gampang. Jangan berinteraksi dengan cokelat, kecuali dimakan, jangan bermalam, dan jangan berantem. Selesai. Saya tinggal duduk manis. Security system? Ah gak usah, nanti juga yang melanggar di-laporin ramai-ramai. Kan yang rugi pelanggan bukan saya.

Kalau gak enak? Jalin kerja sama sama universitas, kasih topik penelitian yang berhubungan sama cokelat. Beres. Tiap tahun pasti ada saja mahasiswa yang butuh topik skripsi. Lumayan kan bisa bantu mereka mengembangkan ilmu sambil ngabis-ngabisin cokelat. 

 

Ilustrasi via wowkeren.com

Answered Jul 14, 2017