selasar-loader

Apa yang menyebabkan seseorang mengikuti aksi bela Islam?

Last Updated May 6, 2018

1 answer

Sort by Date | Votes
Ahmad Salim
Aktivis Anti Pornografi. Ketua BEM Psikologi UI 2017. Rumah Kepemimpinan R1 JKT.

c9ACbZBVxUHm8_Z7xSkCh_xjuTriUmLw.jpg

sumber gambar: https://law-justice.co/ainoo/news-detail/2017/12/19/212.jpg?svn=201712100800 

 

Perlu diketahui bahwa aksi bela Islam ini tidak hanya dihadiri oleh peserta yang merupakan warga Jakarta, namun terdapat penduduk dari luar Jakarta seperti Jambi, Tanjung Pura, Solo, dan Ciamis. Ketika ditanya alasan mereka rela datang ke Jakarta untuk mengikuti aksi bela Islam ini salah satunya adalah untuk menyuarakan agar proses hukum segera ditegakkan terhadap kasus penistaan agama ini (Rudi, Desember 2016). Mereka berpendapat bahwa Ahok harus segera diturunkan dari jabatannya karena telah menghina Al-Quran yang merupakan kitab suci umat Islam (Olyvia, Maret 2017). 

Jika diperhatikan, alasan yang paling banyak disebutkan oleh peserta aksi adalah karena mereka merasa bahwa keyakinan mereka (baca: Al-Quran) telah dinistakan. Sebagaimana hasil survey terhadap 346 orang yang dilakukan oleh Kusumo dan Hurriyah (2017) adalah bahwa sebanyak 84,7 % menjawab alasan mereka mengikuti Aksi Bela Islam adalah karena Al-Quran telah dinodai. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh van Zomeren, Postmes, dan Spears (2012) yang menemukan bahwa salah satu penyebab orang mengikuti aksi kolektif adalah karena adanya pelanggaran atau dalam hal ini penghinaan terhadap moral atau keyakinan yang kuat yang dipegang oleh seseorang. Hal ini disebut dengan istilah moral conviction. Pelanggaran terhadap hal ini, lanjut van Zomeren, menyebabkan seseorang menjadi marah dan akhirnya mau terlibat dalam aksi kolektif.

Moral convictions didefinisikan oleh van Zomeren, Postmes, dan Spears (2012) sebagai sebuah sikap atau pendirian yang kuat dan absolut terhadap sebuah isu-isu moral. Konsekuensi dari sikap yang absolut ini adalah tidak adanya toleransi terhadap pelanggaran moral yang diyakini. Jika hal ini dilanggar, maka individu atau kelompok yang merasa kepercayaannya dilanggar atau dihinakan akan merasakan perasaan yang kuat berupa kemarahan terhadap orang yang melanggarnya. Mereka akan cenderung untuk menghukum orang tersebut dan mengeluarkannya dari kelompok dengan maksud untuk mempertahankan kepercayaan mereka.

Aksi bela islam ini menunjukkan bahwa pidato Ahok saat di Kepulauan Seribu telah menghinakan kepercayaan moral yang dipegang oleh orang-orang yang mengikuti aksi bela Islam. Mereka merasa bahwa apa yang dilakukan Ahok tidak dapat ditoleransi seperti yang disebutkan oleh salah satu tokoh masyarakat yang mengikuti aksi tersebut bahwa penistaan terhadap ayat Al-Quran ini adalah bukanlah perkara yang sederhana sehingga menuntut agar Ahok diberikan hukuman yang setimpal (n.d., Oktober 2016). Menurut peserta aksi Al-Quran adalah pedoman hidup mereka sehingga mereka tidak terima jika Al-Quran dihinakan begitu saja (Olyvia, Maret 2017).

Answered May 6, 2018