selasar-loader

Profesi petani didominasi orang tua, bagaimana trik menyeret anak muda mencintai dunia ini?

Last Updated Mar 27, 2018

7 answers

Sort by Date | Votes
Nurul Muizah
Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM | www.preservingideas.wordpress.com

Membuat budaya populer yang berhubungan dengan pertanian untuk menarik minat anak muda. Pertanian merupakan salah satu sektor paling strategis, karena mau tidak mau manusia akan selalu butuh makanan baik hari ini maupun masa depan. Cobalah mencitrakan pertanian yang futuristik, mencitrakan pertanian yang keren dimata anak muda. Membangun kesadaran bahwa semua sektor itu penting, termasuk pertanian, yang menentukan apa yang kita makan.

Answered Apr 2, 2018
Habibie Satrio Nugroho
Computer Science, University of Sumatera Utara | Rumah Kepemimpinan R6 Medan

Sebenarnya ini tentang kebiasaan, ataupun penanaman nilai moral.

Andaikan kita bisa membiasakan diri untuk memberikan sebuah kebiasaan terhadap anak-anak kita nantinya tentang bagaimana hidup menjadi petani, dan membiasakan anak-anak tersebut untuk terus berfikir terhadap penanaman mencintai pekerjaan tanpa harus melihat kekayaan kedepan. maka InshaAllah dari sisi ini pula kita dapat membangun sebuah anak muda yang mencintai dunia tersebut.

sejatinya kalau ketika sudah memasukkin umur 17tahun ke atas, dan kita baru menyalahkan kenapa anak-anak tersebut tidak mencintai pekerjaan menjadi petani, dengan berbagai macam alasan, itu bukan kesalahan mereka...

tetapi itu adalah kesalahan proses pendidikan yang kita tanamkan terhadap anak tersebut sedari kecil. maka dari sisi itu pula mulailah kita membangun sifat mencintai pekerjaan menjadi petani, tanpa harus melihat sisi apapun. InshaAllah mereka kedepan akan menjadi petani yang berdasi.

Answered Apr 2, 2018
Rizky Gian Pratama
Pemuda Minang|Rumah Kepemimpinan 8| Ketua HMTI ITS 16/17|Industrial Engineer

Pandangan orang umum yang menganggap profesi pertani tidak valuable dan potensial masih tertanam dalam mindset orang indonesia. 

Ketika bicara mengubah mindset tentunya ada usaha terstruktur yg harus dilakukan. Salah satu langkah tepat yaitu pendidikan. Pengenalan tatacara tanam yang modern dengan teknologi canggih, kunjungan lapangan ke lahan-lahan pertanian sukses dan sebagainya. Metode pendidikan terbaru harus diperhatikam untuk penanaman pentingnya aspek pertanian

Answered Apr 2, 2018
Firdha Aulia
Fakultas Peternakan UGM l Rumah Kepemimpinan 8 Yogyakarta

Menurut saya salah satunya adalah dengan mengapresiasi jurusan pendidikan yang akan terlibat di dalam profesi petanj tersebut. Dengan begitu jurusan yg akan terlibat dengan petank di kemudian harinya tidak akan diunderestimate dan selalu menjadi pilihan kedua bagi anak muda

Answered Apr 2, 2018
Muhammad Andika Widiansyah Putra
Agribisnis IPB 2014 | Pegiat FLP Bogor | Peserta Rumah Kepemimpinan Bogor

Mencintai, tak selamanya harus memiliki.

Membaca pertanyaan di atas, saya menangkap ada dua hal yang menjadi dasar dari munculnya pertanyaan di atas: Pertama, ada kekhawatiran tentang permasalahan yang masih melingkupi dunia pertanian, khususnya tentang hilangnya orang-orang berusia muda dari tengah-tengah dunia pertanian (Jurnal terbaru saya insyaAllah membahas tentang itu, hehe. Semoga Kurator berbaik hati untuk memposting tulisannya, tentang Sewaktu Harga Gabah Naik dan Hidup Petani Kita. Tulisan berdasarkan hasil turun lapang selama beberapa minggu di salah satu wilayah penghasil beras di Jawa Barat). Kedua, ada asumsi jika generasi muda bisa saja sudah tidak mencintai dunia pertanian, sehingga mereka pergi meninggalkan dunia pertanian.

 

Bagi saya, mengutip perkataan Dokter Kureha di serial One Piece saat menegur Chopper yang salah meracik obat, "Mengobati sesuatu tidak bisa hanya dengan kebaikan hati saja!"

 

Selama saya bersilaturrahim ke rumah-rumah petani, saya sempat bertanya ke anak-anak mereka tentang persepsi mereka terhadap dunia tanam-panen. Mereka kebanyakan sepakat jika menanam itu menyenangkan, merawat juga membahagiakan, dan memanen adalah keberkahan tersendiri. Ada antusiasme yang menggebu di dalam diri mereka, terlebih mereka sudah sejak kecil berada di dunia pertanian bersama keluarganya.

Tapi, ketika saya tanya, apakah setelah lulus sekolah si anak ingin jadi petani?

Notabene menjawab, "Tidak, Kak." Tidak untuk skala besar, namun masih ingin untuk sekedar sawah kecil-kecilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Biar gak beli beras aja," katanya begitu. Dan satu hal yang rasanya layak kita pahami, bahwa para petani sekarang mulai sadar, harga beras akan terus meningkat.

Kata 'Tidak' ini saya coba telusuri lagi, dan ternyata, akar permasalahannya ada di rendahnya tingkat penghasilan yang bisa diperoleh dari sektor pertanian. harga di tingkat petani yang tidak ramah, lengkap dengan biaya produksi yang semakin lama semakin tinggi, pada akhirnya mendesak para petani untuk berpikir lebih keras demi memenuhi dapur mereka dengan asap.

Jadi saya rasa, yang menjadi titik permasalahan di sektor pertanian bukanlah rasa cinta, tapi lebih karena faktor ekonomi yang semakin melilit. Titik permasalahannya bukan di pemikiran para petani (secara mutlak), tapi juga ada di cara berpikir kita yang selalu memberikan harga 'murah' atas produk-produk segar yang dihasilkan para petani. Selaku konsumen, kita masih gemar menawar. Selaku tengkulak dan pedagang, banyak dari kita yang lebih mengutamakan keuntungan yang besar dibandingkan kesejahteraan para penghasil barang.

Ketika petani mulai beralih dari dunia pertanian, di masa depan, kita mungkin saja kehilangan sumber pangan, apalagi saat kita tidak memiliki keahlian untuk menanam ataupun sekedar memilah mana tanaman yang bisa dimakan dan mana yang tidak bisa dimakan.

Answered Apr 3, 2018
Anonymous

Pendidikan agraria harus dilakuka sejak dini agar anak-anak muda paham dan mengerti hal-hal terkait pertanian

Bercocoj tanam da lainnya, saya rasa hal ini muncul karena kedekatan kita denga alam semakin jauh. Manusia berjalan se diri sedangkan akam menderita

Answered Apr 3, 2018
Muhammad Savero Ghafiruzzambi
Mahasiswa Teknik Pertanian Unpad | Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung

Pertama, membuat pendidikan pertanian, baik untuk anak usia dini, pemuda, hingga dewasa, dan orang tua.

Kedua, mengembangkan teknologi di bidang pertanian, baik teknologi informasi maupun teknologi mekanis.

Ketiga, membuat kompetisi dengan topik pertanian untuk umum.

Keempat, membuat campaign yang menarik dalam bidang pertanian, baik infografis dan videografis.

Kelima, menggalakkan startup di bidang pertanian.

Keenam, membuat paradigma baru bahwa bertani tidak selalu kotor, susah, dan menggunakan cangkul.

Answered Apr 3, 2018

Question Overview


11 Followers
561 Views
Last Asked 1 year ago

Related Questions


Apakah bisa hidup sejahtera dengan menjadi petani?

Apakah ada sumber pendapatan strategis lain petani selain menjual ke tengkulak?

Bisnis apa yang bagus untuk pertanian di masa mendatang?

Mengapa ketahanan pangan di Indonesia masih rawan dan produk lokal/organik menjadi mahal?

Apa yang menarik dari Waduk Ir Sutami?

Siapa Amran Sulaiman?

Siapa Bayu Krisnamurthi?

Siapa Suswono?

Siapa Anton Apriantono?

Kenapa ada aksi menolak pembangunan pabrik semen?

Apa yang dimaksud dengan growth hacker?

Apakah kehadiran seorang growth hacker penting dalam sebuah startup digital?

Apa fungsi utama seorang growth hacker?

Apa yang dimaksud dengan growth hacking?

Siapakah menurut Anda yang akan memenangkan kompetisi di Indonesia; Go-Jek, Uber, atau Grab?

Bagaimana cara melakukan usability testing untuk sebuah produk digital?

Seberapa penting usability testing dalam proses pembuatan sebuah produk digital?

Apa yang dimaksud dengan usability testing?

Apa perusahaan teknologi terbaik di Indonesia?

Mengapa banyak orang India menjadi CEO perusahaan digital internasional?

Bagaimana cara mendapatkan kekayaan 1 miliar rupiah pertama Anda?

Saya seorang OB, Bagaimana cara menjadi direktur sebuah perusahaan?

Jam tangan apa yang Anda rekomendasikan untuk profesi penyelam?

Bagaimana cara meningkatkan sense of humor kita?

Bagaimana cara membuat diri saya menjadi lebih percaya diri?

Bagaimana Memperluas Sudut Pandang?

Bagaimana cara mengakselerasi budaya meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan?

Apa pengalaman paling berkesan Anda dengan istri/suami yang berprofesi sebagai dokter gigi?

Apa pengalaman paling berkesan Anda dengan istri/suami yang berprofesi sebagai dokter?

Apa pengalaman paling berkesan Anda dengan istri/suami yang berprofesi sebagai pilot pesawat komersial?